Merindukanmu
Aku merindu. Ada hasrat ingin menyapa, apakah kau tahu ?
Taukah perasaan ku dahulu ?, hingga saat ini masih sama.
Apa yang membuat ku kuat begini ?
Aku merindukanmu.
Rindu egois kah aku.... Aku meminta, aku mengenang dan aku berharap.
Monterey Bay Aquarium

if i look back, i am lost

Discoholic 🪩
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

pixel skylines
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
sheepfilms

Love Begins
I'd rather be in outer space 🛸

No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
RMH
Show & Tell

No title available
dirt enthusiast

Kiana Khansmith
Misplaced Lens Cap

JVL

Janaina Medeiros
AnasAbdin
seen from Maldives

seen from Italy

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Belgium
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from Indonesia
seen from United States
seen from United States

seen from Iraq

seen from Malaysia

seen from Poland

seen from United States
seen from United States
@alialayubi
Merindukanmu
Aku merindu. Ada hasrat ingin menyapa, apakah kau tahu ?
Taukah perasaan ku dahulu ?, hingga saat ini masih sama.
Apa yang membuat ku kuat begini ?
Aku merindukanmu.
Rindu egois kah aku.... Aku meminta, aku mengenang dan aku berharap.
Tahun 2020 ini, saya merasakan hikmah di balik pandemi ini, aku memutuskan pulang, setelah 11 tahun merantau (belajar menuntut ilmu dan bekerja), pulang menjadi sebuah keniscayaan pada diri manusia bukan ? Setiap yang hidup akan berpulang!!!.
Pulang untuk berada di samping bapak ibu di rumah suatu hal yang sangat aku syukuri tahun ini, mendampingi proses penyembuhan bapak, mendengarkan cerita-cerita di kala malam, adalah moment atau kenangan indah tahun 2020 ini.
Menjalin hubungan itu rumit ?
Perkara menjalin hubungan baik sebuah pertemanan atau pun percintaan itu menurut ku sama-sama rumit, tapi ada yang bilang itu tergantung mindset yang kita bangun, bisa jadi iya atau tidak, kadang kita sudah membangun mindset positif dalam sebuah hubungan pertemanan di satu titik tiba-tiba ada rasa yang berubah, bisa rasanya "eh kenapa bisa rasanya gini" timbul hubungan bukan sekedar teman tapi berharap lebih, misalnya. Atau semakin tua usia kita semakin banyak pemahaman, pengalaman dan membawa pada satu titik, kok hubungan pertemanan ini jadi tidak sehat.
Standar, iyah standar kita kadang yang membuat suatu hubungan menjadi rumit, kadang standar yang kita pahami terlalu tinggi atau sebaliknya mereka melihat kita standarnya lebih rendah menempatkan hubungan pada sebuah kecanggungan. Kecanggungan ini membuat tidak sehat dalam suatu hubungan.
Lalu solusinya bagaimana ? "kalibrasi" yang kita harus bisa mengkalibrasi standar kita dan mereka dalam sebuah hubungan, kita harus mengkalibrasi pada beberapa hal yang mungkin membuat kecanggungan tersebut timbul. Kalibrasi bisa berupa pengabaian standar yang berbeda, atau memaafkan atau menerima hal tersebut. Dan juga kita bisa menarik kedalam standar yang sama.
Tahun 2020 penuh semangat dan rencana awalnya, Targetan demi target semua sudah di kepala, Maret hadir dengan bersama kasus pertama Covid-19, panik tentu, takut juga, khawatir apalagi, hari-hari dilewati tidak seperti biasa, kehidupan baru yang sungguh membawa kita dalam refleksi yang dalam, Covid-19 ini ujian apakah azab ?, Terlepas dari diskusi tersebut tentu covid-19 ini atas izin Gusti Allah SWT. Ritual-ritual Ramadhan tidak seperti lazimnya, sholat tarawih sendiri di kost, sholat fardhu sendiri, mau keluar cari makan selalu cemas. Lalu tahun 2020 ini hampir selesai, Targetan di awal tahun tak perlu kita ratapi sedemikian rupa, banyak hikmah yang bisa kita dapat di tahun ini, tentu setiap manusia berbeda-beda dalam merefleksikan tahun 2020 ini. Tapi yang pasti kita harus stay positif and stay healthy baik tubuh dan mental.
Pertemuan denganmu bagiku merupakan suatu takdir tuhan, dan pertemanan denganmu adalah sebuah pilihan, namun jatuh cinta padamu bukanlah suatu yang aku rencanakan. Jika kelak masih ada perjumpaan, semoga rencana Tuhan itu adalah .....
Berjarak bukan hanya untuk mereka ya ingin berpisah, melainkan (juga) untuk mereka yang takut karena cinta hadir tanpa di sengaja.
3 jam itu pada hari Sabtu di bulan Maret. Seorang pria yang meminta maaf, karena dulu pernah membuat dia menangis.
Baginya meminta maaf akan menggugurkan beban rasa bersalah itu, ternyata dia seseorang yang berhati lembut dan mudah menangis, walau pria itu tau dia sangat keras kepala.
Entah siapa yang memulai dahulu, tampaknya dia sedikit berubah. Terbuka, ceplas ceplos. Beda sama dia yang dulu. Apa karena hanya ada pria itu dan dia bersama dua mangkuk yamie yang mulai mendingin karena AC.
Dia antusias menceritakan perjuangannya sampai titik ini. Perjuangan yang tidak mudah. Tapi dia berhasil. Selamat ya... Pria itu tau kalau dia seorang yang gigih dan tak mudah patah.
Pembeli baru datang silih berganti menempati meja lainnya. Namun pria itu masih bertahan karena pesan belum tersampaikan ke dia.
Aku minta maaf ya, atas moment itu. Pria itu berkata. Haduh gak apa-apa, itu masalah kecil tau. Mungkin moment itu kamu yang kekanak-kanakan atau akunya begitu, sambung dia.
Oo syukurlah kalau begitu, balas pria itu. Ada yang lebih besar lagi yang dia hadapi. Dari yang dia sampaikan. Ternyata sore itu hujan, tapi dua insan ini tak tau sepertinya. Mungkin karena diskusi mereka.
Udah lama gak berkunjung, sudah terlalu lama menepi, dan memberi jarak. Apa kabar ?
Apakah fase ini di sebut Disonansi Kognitif ?
"Menata ulang masa lalu. Ada yang di simpan, dan juga dilupakan".
-ali
"Yuk ngobrol, mungkin ada ruang dan batas yang dapat di jelaskan"
-ali
" rasa diluar batas kemampuan, tak akan kuat, rasa apa ini, rasa yang terus menghujam saat tak sengaja melihat yg kau perbuat. Perlahan melupakan, sedikit demi sedikit. Biarkan rasa itu terbakar oleh waktu, menjadi debu, terbang terbawa angin dan hilang."
Potongan Puzzle
Sore mendekati senja ini telah memperlihatkan potongan - potongan puzzle yang membuat yakin untuk Mengikhlaskan dan melepas untuk pergi.
Proses yang telah di lalui ini untuk saling mengerti dan memahami akan dijadikan sebuah pelajaran. Segala perbedaan yang terlihat sebenarnya indah jika bisa saling mengisi.
Namun. Potongan potongan puzzle yang terlihat membuat puzzle yang tersusun harus terpisah kembali. Terpisah mungkin potongan puzzle mu akan bertemu dengan potongan puzzle lain yang cocok. Puzzle ku bisa jadi ada disana yang cocok buat ku.
Arti 27 bagi ku
Bagiku 27 adalah anugerah yang wajib aku syukuri. Dengan segala yang aku punya saat ini. Keluarga dan sahabat.
27 mengajarkan ku untuk lebih banyak mendengar, melihat dari pada berbicara.
27 itu bukan lagi tentang ingin menaklukkan dunia. Tapi bagaimana membina sebuah keluarga.
27 tu bagi ku bukan sekedar angka. Tapi sebuah proses perjalanan. Semoga banyak hikmah yang dapat dipetik di dalamnya.
Siapa aku ini, dan kamu siapa ? Apakah ada hak disitu ? Mungkin sengaja atau pun tidak. Kali ini ikhlaskan. Tak perlu diperjuangkan kembali. Bukan aku menyerah, tapi aku milih untuk tidak ingin mengorbankan waktu. Waktu yang terus berulang melihat hal yang sama yang membuat ku berfikir untuk mengikhlaskan. Apakah aku ini Cemburu !! Marah !! Dan Kenapa harus ? Dan aku jawab kali ini Tidak.
Memilih diam dan melupakan saja. Seperti pagi melihat sinar matahari terbit dan kembali senja saat tenggelam di ufuk timur. Ambil hikmahnya saja. Jangan terlalu dihabiskan waktu untuk melihat dikala matahari terbit dan tenggelam dan ingin memiliki. Karena itu bagai fatamorgana. Lihat disekitar mu barangkali ada yang menanti untuk di perjuangkan. Yang terlewat oleh pandangan mu. Karena terlalu berharap pada senja.
"Senja indah tapi aku tak mengharap untuk memandangnya. Karena akhirnya dia akan pergi. Yang ku nanti adalah malam. Karena malam aku bisa melihat indahnya bintang dan rembulan. Karena malam aku dapat merasakan sunyi nan syahdu sambil bercerita ke taman taman langit nan tinggi. Tentang perjuangan harapan itu."
-alialayubi
Berjuang atau mengikhlaskan
Akhir akhir ini banyak targetan yang ingin di capai. Dari semua list yang di buat terdapat satu target yang buat merenung sejenak.
Berkabar dengan keluarga tentang niatan target yang ingin dilakukan. Bak gayung bersambut. Setelah semua dikabarkan sedetail mungkin. Baru begitu banyak masukkan.
Berjuang atau ikhlaskan. Itu sebuah jawaban yang harus dipilih dengan konsekuensi. Sadar akan posisi itu penting agar kita tetap memijak bumi. Tapi tidak ada larangan untuk kita ikhtiar terus mendaki.
Diujung barat, ada yg perlu diperjuangkan. Namun didalamnya harus ada kesabaran karena proses membutuhkan waktu. Atau Mengikhlaskan ? Dibutuhkan sebuah kesabaran. Kuncinya adalah kesabaran, bagaimana sabar untuk memperjuangkan atau sabar untuk mengikhlaskan. Dan terus sabar dalam setiap doa doa malam yang terus dimunajatkan.
Matahari tenggelam sebuah keniscayaan, tapi ada hikmah kebesaran didalamnya. Banyak yang menantikan senja, tapi hanya menanti keindahannya saja. jarang yang bertanya siapa sang pembuatnya ?. Layaknya usia. Dimana umur kita bertambah dan usia berkurang adalah sebuah ketetapan. Namun di balik peristiwa tersebut ada hikmah yang bisa ambil. Takdir memang tidak ada yang tau.