"There are no strangers here; Only friends you haven't yet met." - William Butler (at Legundi Island, Indonesia)
tumblr dot com

Jar Jar Binks Fan Club

Discoholic 🪩
todays bird
official daine visual archive
🪼
Not today Justin

Andulka
Lint Roller? I Barely Know Her
The Stonewall Inn

bliss lane
Cookie Run:Kingdom Official!

No title available
Mike Driver

PR's Tumblrdome
🩵 avery cochrane 🩵
YOU ARE THE REASON

izzy's playlists!

❣ Chile in a Photography ❣

titsay
seen from Türkiye

seen from Argentina

seen from France

seen from Russia
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Venezuela
seen from Türkiye

seen from United States
seen from South Africa
seen from United States
seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Taiwan

seen from United States
seen from Switzerland
@alifetimewanderer
"There are no strangers here; Only friends you haven't yet met." - William Butler (at Legundi Island, Indonesia)
the old building~ #bank #indonesia #jogjakarta
Red-Art Media Indonesia Publishing (Magazine and Book Division)
I don't need to drag my feet to come to office. Simply not only because I love what I'm doing, but also the team whom I work with. Pleasure to be part of them. Well, dealing with client or pursue people to be interviewed seems to be two toughest part, but to know having these kind of people who never let you face it alone, that's the sweetest one~
Saat ia jauh, aku menghujaninya dengan rindu. Ketika ia dekat, hanyalah bisu yang aku genggam. Dalam hati aku bergumam: Tuhan, bolehkah yang ini saja?
Kamila Imania
Hey, kamu! Izinkan aku melukiskanmu dalam untaian kata-kataku ya.
Kamila Imania
ada jarak, diantara aku dan kamu. dan ia, bernama rindu.
Kamila Imania
photo hunting~
car free day, Sudirman
“while a lot of people consider Buddhism to be a religion, most practitioners will tell you it is more ‘a way of life’ or a life philosophy.”
Aku setuju dengan pendapat itu, bahkan sangat setuju. Sebagai seorang muslim, banyak pelajaran tentang kehidupan yang aku peroleh melalui ajaran agama Buddha. Ajaran yang aku serap bukanlah tentang bagaimana konsep ketuhanan yang mereka miliki atau tentang bagaimana umat Buddha melakukan ritual keagamaannya. Melainkan tentang bagaimana aku bersikap welas asih, dan bagaimana aku bersahabat dengan permasalahan hidup.
Pada dasarnya, semua agama mengajarkan umatnya tentang kebaikan. Tapi entah mengapa, aku menganggap ajaran Buddha adalah yang paling mendekati dengan ajaran Islam. Berdasarkan buku yang aku baca, atau website yang membahas tentang filosofi Zen, hingga ceramah Islam yang aku dengar setiap pagi di radio Mustang 88fm, ada pola kemiripan antara ajaran Islam dan Buddha. Keduanya berkutat tentang bagaimana manusia menyelaraskan dirinya dengan alam semesta.
Zen adalah tingkatan yang tertinggi dalam ajaran Buddha, setara dengan para Sufi di Islam. Buddha mengajarkan untuk bermeditasi. Islam pun juga mengajarkan hal yang sama, istilahnya adalah tafakur atau berdiam diri. Dengan bermeditasi, umat Buddha diajarkan untuk melakukan pembersihan batin dari pikiran yang berkeliaran. Hal itu hanya bisa dilakukan manakala dalam keadaan hening. Dalam Islam, istilah itu disebut bermuhasabah atau introspeksi diri. Kedua ajaran seakan mengingatkan jika hati adalah bagian terpenting dari manusia. Jangan sampai terkotori oleh si pikiran.
Kebijaksanaan yang diajarkan oleh Buddha aku jadikan sebagai filosofi kehidupan yang tentunya aku sesuaikan dengan ajaran agamaku, Islam.
batin yang hening~
Semakin hening kita, semakin banyak manfaatnya. Pertama-tama, kita menjadi lebih damai, lebih bahagia, tidak menggerutu. Ketika kita damai, tidak stres, tidak tegang, lebih bahagia, kita menjadi lebih toleran terhadap orang lain. Ketika kita hening, kemampuan kita untuk berwelas asih akan bertambah besar. Ketika kita hening, kita lebih mampu melihat, mendengar, merasakan, dan mencecap apa yang terjadi. Ketika kita hening, batin kita berhenti, kita tidak menafsirkan segala melalui kebiasaan lama yang sama. Kita bukan lagi mahluk yang dikendalikan kebiasaan. Kita jadi lebih mampu melihat realita secara lebih mendalam. Karena kita bergerak dan beraktivitas begitu cepat, kita tidak punya waktu untuk bisa menghargai apa pun. Itulah masalah hidup kita. Yang terjadi adalah batin menjadi sensitif. Ketika batin menjadi hening, batin menjadi peka, sehingga orang bisa melihat realita secara lebih mendalam. Kita tidak sekadar menyaksikan informasi dangkal, namun melihat kebenaran lebih mendalam. Kebijaksanaan yang mencerahkan muncul dari batin yang hening ini. Batin ibarat air yang keruh. Ketika batin menjadi hening, maka bagian yang keruh akan mengendap, lalu air menjadi bening, kita bisa melihat pantulan langit di permukaannya, warnanya yang biru, hijau, kelabu. Air tidak berwarna biru, hijau, atau kelabu; ketika air diusik kita tidak bisa melihat lebih mendalam, kita hanya bisa melihat permukaannya yang terusik. Begitu pula ketika kita tidak hening, maka apa yang kita lihat, dengar, rasakan akan terdistorsi. AJAHN BRAHM - "si cacing dan kotoran kesayangannya"
terduduk aku dalam renungan di bawah langit berarsir kelam sendiri, menanti di persimpangan jalan bertanya dalam hati: "siapa yang kelak datang menggantikan?"
Kamila Imania
simfoni kehidupan~
KEHIDUPAN adalah simfoni yang indah dan menjalani kehidupan itu ibarat mendengarkan sebuah konser orkestra. Tapi sayangnya amat sedikit dari kita yang mampu mendengarkan secara utuh simfoni dalam alunan orkestra karena pendengarannya hanya bertumpu pada satu instrumen saja. Saat terfokus pada satu jenis instrumen, kita cenderung mengabaikan suara instrumen lain. Pemusatan atas pendengaran terhadap satu alat musik dikarenakan kita menghargainya terlalu berlebih dan itu diistilahkan sebagai “kemelekatan”.
Kemelekatan hanyalah membuat kita terfokus pada suatu hal tertentu dan tanpa disadari kita menjadi terobsesi. Kita akan menjadi buta akibat adanya objek yang melekat tersebut. Hidup yang hanya memberikan perhatian kepada satu titik adalah kemelekatan kita. Kita terlalu sibuk mendengarkan musik yang memang hanya ingin kita masukkan.
Banyak hal yang tidak kita peroleh karena adanya kemelekatan atas objek tertentu sehingga perhatian kita menjadi terpusat. Saat kita melekati satu hal, maka kita akan kehilangan kepekaan. Seperti halnya saat konser orkestra, kita hanya terfokus pada alunan suara piano saja. Seharusnya tidak demikian karena orkestra adalah sebuah simfoni yang seharusnya didengar secara keseluruhan. Artinya, kemelekatan membuat hati kita menjadi keras ketika terfokus atas satu objek hingga kita menjadi buta dengan meyakini apa yang dipercaya. Kita menjadi buta terhadap keindahan lain.
Kalau kita sudah sadar atas apa yang menjadi kemelekatan diri kita, itu sudah menjadi langkah awal untuk kita belajar melihat sesuatu secara keseluruhan, yang utuh. Kita seharusnya mampu menyadari kemelekatan itu. Kita harus mulai mendengarkan instrumen lain dalam orkestra kehidupan. Saat kita melekat dengan sesuatu, kita kehilangan kemampuan untuk menghargai yang lain. Kita tidak pernah akan bisa menikmati keutuhan orkestra bila hanya fokus dengan satu alat musik saja.
Janganlah memilih karena memilih itu membuat kita tidak bisa menghargai yang lain. Sejatinya, manusia kerap memberi diri sendiri ilusi bahwa kebahagiaan bergantung pada pasangan, harta, anak, dan objek kemelekatan lainnya. Saat kemelekatan itu hadir, kita menciptakan mesin penghancur untuk diri sendiri. Apa yang akan terjadi sekiranya semua objek kemelekatan tersebut sirna? Janganlah memelekati diri dengan sesuatu untuk mendapat kebahagiaan kekal.
(hasil rangkuman dari ceramah Abi Maulana di Sound Of Spirit radio Mustang88 FM)
bukan tentang~
bukan tentang apa yg terjadi, melainkan bagaimana aku, pikiranku dan batinku menanggapi.
bukan tentang apa yg dibiarkan mati, tp tentang apa yg perlahan mulai tumbuh (tanpa ku sadari).
bukan tentang siapa yang pergi, tp tentang siapa yg akan datang menggantikan.
bukan tentang bagaimana aku bertahan, melainkan tentang bagaimana aku melepaskan. tanpa beban dan dendam.
bukan sekedar apa yang Tuhan ajarkan, tapi juga bagaimana aku bisa mengambil pelajaran.
dan bukan tentang kamu, tetapi tentang pesan kehidupan yg Tuhan titipkan melalui hadirmu, dalam hidupku.
entahlah~
Terkadang ada beberapa orang yang terpaksa aku usir dalam lingkaran kehidupanku. Bukannya aku membenci. Tapi mereka adalah contoh yang tak aku butuhkan dalam perjalananku. Bukan pula aku sombong. Hanya sekedar membatasi diri dari mereka yang berpotensi mengadili. Ini hidupku. Aku berhak menentukan siapa yang boleh tinggal dan siapa yang harus beranjak pergi.
terima kasih~
jika ada yang bertanya mengapa aku sebegitu berlebihnya mengucap terima kasih kepada setiap orang yang berbuat baik padaku, jawabku hanya satu: karena aku tahu bagaimana rasanya tak dihargai, itu saja.
tak perlu ada koma setelah titik. biarkan saja berhenti sampai di situ~
Kamila Imania
apalah arti sebuah untaian kata, yang bila tanpa makna di dalamnya~
Kamila Imania
..give your heart a break when someone gave you a heart break~
"take chances, take a lot of them. because honestly, no matter where you end up and with whom, it always ends up just the way it should be. your mistakes make who you are. you learn and grow with each choice you make. everything is worth it. say how you feel, always BE YOU, and be OKAY with it.."