Suasana di Pekanbaru saat ini sangat mendukung untuk bersendu. Efek hujan dari tadi malam sampai pagi, menjadikan rumah ini jadi sejuk. Biasanya jam 11.30 terik matahari sudah membuat gerah, tapi saat ini tidak.
Ingin beranjak ke kamar mandi, tiba-tiba ada yang merengek, menggelayut ditangan, trus melanjutkan tidurnya. Ku perhatikan muka nya, ku usap kepalanya, "She is not my little baby anymore".
Di usia segini, banyak hal luar biasa yang biasa yang harus dia hadapi. Satu-satunya anak Papa yg melepas kepergian Papa, hampir empat tahun dan akan terus berjalan. Dia harus terusik dengan hal-hal yang anak seusia nya nggak perlu ikutan mikir.
Hampir setengah dari perjalanan hidupnya, tidak ku saksikan secara langsung. Cerita tentang kehidupan sekolah, pertemanan, di rumah, bahkan masalah hati sebagian besar ku tahu via chat, telfonan, video call.
Semakin kesini cara dia berpikir membuat ku tersadar, dia belajar dengan sangat baik, dia memperhatikan dan memilih dengan benar, dan dia sekuat itu. Gadis yang paling tidak mau merepotkan orang lain, selalu menjaga perasaan orang-orang disekitarnya. Kalimat yang dia utarakan sebulan yang lalu, "Kak, maaf Uti belum bisa memberikan kabar bahagia".
Dia nggak nangis, cuma minta maaf ke kakaknya. Dia bilang, "Uti merasa bersalah sama bunda, kakak, abang". Hari itu, yang dia pikirkan perasaan bunda dan kakaknya, bukan dirinya sendiri.
Tapi ada satu hal yang dia tanyakan, "Kenapa harus Uti kak ?"
Aku cuma bilang, "Karena Allah tahu adek kuat. Adek boleh marah, kesal, nangis, kecewa, luapkan apa yang adek rasakan, jangan ditahan. Tapi setelah itu adek belajar untuk ikhlas, dan percaya bahwa takdir Allah jauh lebih baik. Susah emang dek, sangat susah. Tiap keadaan butuh waktu yang berbeda-beda, nggak bisa dalam semalam. Tapi kita harus belajar menerima, dan selalu percaya jalan yang udah dipersiapkan Allah. Itu pegangan kita, supaya kita nggak lari dari koridor nya dek."
Sayangku yang tiap hari digangguin, terimakasih sudah tumbuh dengan baik. Terimakasih atas kesabaran, perhatian, bantuan, hiburannya. Maafkan kakak yang kebanyakan absen dari kehidupan adek. Dan maaf, kakak belum bisa menjanjikan untuk selalu hadir di kejadian berikutnya