Untuk kalian berdua....
Saat tulisan ini saya buat, suasana malam cukup ramai dengan suara televisi dan beberapa kawan yang sedang berbincang. Saya memilih khusyuk untuk menulis. Sedikit mencurahkan rasa yang terlalu sulit diungkapkan karena ego yang terlalu besar. Tulisan ini saya peruntukan untuk kedua adik perempuan dan laki-laki yang kembali menggenapkan umurnya di tahun ini. Di titik ini, maafkan saya tak secara langsung mengucapkan doa dan harapan kepada kalian. Ya, saya terbebani dengan label seorang "kakak". Seorang kakak yang semestinya menjadi sosok contoh bagi adik-adiknya, tapi kenyataan yang harus kalian terima adalah saya merasa tak seperti itu. Saya tak seperti kakak-kakak lainnya, seorang kakak yang bisa dikategorikan menjadi seorang kakak "ideal". Saya jauh dari itu, dan saya sendiri sadar akan hal tersebut. Di umur saya saat ini dan seperti yang kalian ketahui secara langsung. Saya bukanlah apa-apa, saya hanya remaja bodoh yang belum bisa mempertanggungjawabkan segala tindak-tanduknya. Jangankan menjadi seorang anak yang berbakti dan dapat membanggakan kedua orang tuanya, membuat kedua orang tuanya sekedar untuk tersenyum saja rasanya masih menjadi hal yang begitu langka. Ya, itulah saya, seorang kakak yang sebenarnya masih belum layak untuk menjadi seorang kakak. Mengecewakan, hanya itu yang selalu dilakukan saat ini. Kepada orang tua, kepada kalian adik-adik. Melalui tulisan ini, sesaat saya ingin melepas label kakak dari dalam diri. Ya, karena sebuah ketidakpantasan. Untuk menyampaikan beberapa doa dan harapan sebagai orang lain. Entah dalam wujud "ada" atau "ketiadaan". Realitanya hidup ini adalah sebuah perjuangan menuju yang "Satu". Ya perjuangan. Kita harus berjuang. Memang saat ini kita sedang berjuang dan akan terus berjuang hingga "ruh" melewati batasnya. Itulah suratan takdir yang kita terima. "Berjuang" bukan lah sebuah diksi biasa untuk menggambarkan semua ini. Diksi ini haruslah terpatri dalam sanubari. Sebagai pengingat, bahwa hidup ini bukanlah panggung sandiwara biasa. Kuncinya, kalian harus kuat, harus tangguh. Jangan terlena dengan kebahagiaan, jangan terpuruk dengan kesedihan. Kebahagiaan hanyalah bunga fana dunia dan kesedihan hanyalah duri kecil pengingat. Karena kelak kita akan mendapatkan yang sebenar-benarnya hakiki, yang sebenar-benarnya abadi. Tak usah seperti saya yang saat ini masih mendramatisir kisah hidupnya sendiri. Hanya ini yang dapat saya tuliskan. Saya berharap kalian berdua mengerti. Bahwa, sebisa mungkin saya berusah untuk menjauhkan kalian jatuh ke dalam jurang yang sama. Jurang yang berisi orang-orang mengecewakan seperti saya. Biarlah saya terposok, asal jangan kalian yang ikut terperosok. Terakhir, fase kalian bertambah satu tingkat. Sedangkan masa untuk berjuang semakin berkurang. Didepan rintangan semakin berat. Semoga kalian senatiasa dalam bimbingan dan lindungan-Nya.















