Entah di kala patah aku lebih suka menceritakan semua ini lewat tulisan, aku ragu ketika menceritakan sesuatu pada orang lain lagi. Engkau yang selalu aku rasa cukup mengerti tentang aku saja pergi dengan satu kesalahan yg ku perbuat.
Aku hanya manusia biasa, aku punya lelah. Di kala lelah bukan malah engkau diam dengan kesalahanku. Beritahu aku, agar bisa kuperbaiki. Ternyata kau hanya diam dengan sikap dingin mu memerintah ku tuk pergi.
Aku pergi bukan untuk meninggalkamu, aku pergi agar tak ada keributan diantara kita. Dikala lelah banyak hal yg mungkin tak terduga. Pergi sementara tuk menenangkan diri agar kita saling mengerti permasalahan yg terjadi. Tapi malah kau meminta tuk mengakhiri.
Iya aku salah, aku tak mengangkat telfonmu ketika kau mencoba mengejarku. Itu bukan lah kesengajaan aku saja tak mendengar dering dari ponselku. Aku sedang melaju dengan sepeda motorku, dengan hati yg sedikit teriris atas tingkah lakumu.
Tapi bukan berarti aku membencimu, aku masih mencintai mu. Aku tak akan pernah membencimu sampai kapanpun. Walau mungkin kau telah benar benar tak ingin lagi bersamaku, dan mengakhiri hubungan yg telah kita bangun hingga saat ini.
Kuucapkan maaf atas kesalahanku, semoga kita bertemu di lain waktu tuk menjelaskan semua nya.
















