Baru 7 hari tahun 2024 ini berjalan sudah dipenuhi cerita-cerita tak mengenakkan. Mulai dari kegiatan mencukur kumis yg menyebabkan luka, hingga tingkah dari teman kantor yang membuat heboh dan gaduh satu kontor.
Abaikan cerita aku yg cidera akibat mencukur kumis. Jadi pada tanggal 2 januari, udara pagi yg menyejukkan menghantarkanku berjalan menuju kantor. Setiba di sana, sesudah parkir motor aku segera beringsut untuk presensi finger print. Udara pagi seperti tak biasa. Ada yang pancaran suasana yang berbeda. Mungkin karena masih suasa awal tahun, aku membatin. Tidak terdengar suara nyala tv dari ruang tunggu konsumen service dan tak lihat batang hidung teman kantorku yg setiap pagi selalu menjadi penunggu setia ruangan tersebut. Suasana kali ini benar-benar berbeda.
Pukul 09.00 Wib, Kami semua masuk ke ruangan sales untuk melakukan brifing. Yang baru datang pun hanya beberapa orang, banyak yang datang terlambat. Semakin menguatkan rasaku akan suasana yg berbeda ini. Seperti ada rasa yg tak mengenakkan. Brifing pagi ini hanya membahas pegawai yg datang terlambat. Dan temanku yg setiap pagi biasa di ruang tunggu tadi tak ada seorang pun tahu dia ke mana. Kenapa dia tidak datang? Dia yg tidak pernah tidak datang masuk kerja ini, benar-benar menjadi sebuah tanda saja.
Keesokan harinya, yang benar saja— tidak ada seorang pun yg kemarin brifing pagi akan menduga kejadian ini. Temanku yg tidak masuk lari kemarin melakukan tindak pidana penipuan, sebab ada calon konsumen yg melapor ke kantor kami. Aku seperti tidak tau harus mengekspresikan diri. Perasaanku kemarin seperti tersingkap dengan penuh kejutan. Bak tirai yg dibuka langsung memancarkan sinar matahari. Silau.















