167. Ibuk yang kucintai Andai aku bisa mengajakmu tinggal di dalam kata-kataku, sebab Puisi dan sajak-sajak ini, akan menjadi rumah terbaik bagi tubuh tabahmu akan kupastikan, demi Tuhan Kau akan bahagia. 2017.
-Amaasiapa
𩵠avery cochrane š©µ

Andulka
No title available

gracie abrams

#extradirty
No title available
Cosmic Funnies

No title available

No title available
No title available
Sweet Seals For You, Always
Mike Driver
Claire Keane
tumblr dot com
No title available

Jar Jar Binks Fan Club
Aqua Utopiaļ½ęµ·ć®åŗć§čØę¶ćē“”ć
No title available
EXPECTATIONS
Lint Roller? I Barely Know Her

seen from Colombia
seen from South Africa
seen from Brazil
seen from Iraq
seen from Colombia
seen from Thailand

seen from Indonesia
seen from China

seen from Singapore

seen from United States

seen from Romania
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from Singapore
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from Malaysia
@amaasiapa
167. Ibuk yang kucintai Andai aku bisa mengajakmu tinggal di dalam kata-kataku, sebab Puisi dan sajak-sajak ini, akan menjadi rumah terbaik bagi tubuh tabahmu akan kupastikan, demi Tuhan Kau akan bahagia. 2017.
-Amaasiapa
166. Ibuk aku hanya bisa menulis; sajak-sajak yang tak jua membuat kita kaya kadang-kadang aku merasa bahagia hidup di dalam kata-kataku sendiri; imajinasi yang tak mengenal rupiah dan harga diri. 2017.
-amaasiapa
165. Ibuk, aku ingin tidur lagi di rahimmu Makan dari apa yang kau telan Minum dari apa yang kau teguk Sebab dunia seperti ranjang yang berduri Membunuh siapa pun yang berani bermimpi. 2017.
-amaasiapa
164. Dunia membunuh mimpi-mimpi di dalam diriku, Buk Ia hidup seperti daging jadi, meninggalkan rasa sakit Yang juga melukaimu Aku tak mampu memberimu terang Cahaya begitu mahal bagi diriku yang kecil, Buk Setiap kali ingin kuraih, segala yang ada di hadapanku Melemparku dari satu tempat ke tempat yang lain Memaksaku memahami bahwa mimpi tak pantas bagi diriku Yang penuh sepi. 2017 .
-amaasiapa.
163. Maaf Buk, sajak-sajakku Tak mampu menumbuhkan gandum, buah, dan sayur Sajak-sajakku hanyalah kata-kata yang menahan lapar dan sepi Setiap kali kau bertanya āMakan apa esok hari?ā 2017.
-Amaasiapa.
162. Setiap kali kamu meminta seseorang untuk menunggu, sesungguhnya kamu telah memintanya untuk belajar mencintai rasa sakit, di kemudian hari.
-amaasiapa.
161. Aku menyerah dari melupakanmu dari berpura-pura tidak mencintaimu lagi sebab segala yang berusaha kutinggalkan, diam-diam kembali pelan-pelan, melukai lagi ada seorang anak kecil yang tinggal di dalam diriku yang tak dapat memahami kehilangan, sebab baginya hidup adalah kebahagiaan yang tak sebentar anak kecil di dalam diriku, mencintaimu mencintai ketiadaanmu seperti mencintai rasa sakit ia tabah menunggumu, menanti ketiadaanmu yang panjang dan tak usai ia percaya bahwa sesuatu yang tiada sebenarnya tidak pernah pergi melainkan bersembunyi. sukabumi, 2017.
-amaasiapa
160. aku benci keramaian; dunia yang menciptakan batas antara mimpi dan segala yang fana tetapi, aku mencintai suara-suara riuh di dalam kepalaku suara-suara Ayah yang kutandai sebagai dengung angin gemuruh ombak, dan kepak sayap merpati; membuatku percaya bahwa masih ada usia untuk bermimpi kesedihan di dalam dadaku tumbuh seperti daging jadi, memberiku rasa sakit yang setiap hari menyeretku dari satu kesepian ke kesepian yang lain di dunia ini, Ayah tak ada surga yang serupa kecuali pelukanmu yang telah tiada. maka jadilah abadi, duka dan ketiadaanmu yang membuat puisi bersedih setiap kali menuliskanmu setiap kali mengingat maut, pelan-pelan menjatuhkan kecupan-kecupan pada namamu. sukabumi, 2017. untuk Ayah, abadilah pelukanmu di dalam ingatanku.
159. setiap kali aku ingin menulis Aku kehilangan kata-kata. Bu, seperti inikah rasanya mencintai? 2017.
-amaasiapa.
158. Sajak seumpama bibirmu yang basah Tempat seluruh penyair membasuh jiwanya Tempat Aku, meneguk dan merajuk Pada bibirmu seluruh waktu terhenti Tak ada lagi detak, segala yang fana menjadi abadi Segala yang tak mungkin tiba-tiba terjadi.
-amaasiapa
157. Lain kali Akan kucuri diam-diam segurat senyummu Agar tak ada yang bersedih tiap kali merindukanmu Atau sekalian saja Kurampas hangat pelukmu Agar tak ada yang mengigil Tiap kali melihat sepasang kekasih sedang bercumbu.
Amaasiapa
156. Ketika kau sibuk mendengkur dalam tidurmu Aku sedang menahan sesak rindu dalam dada dan kata-kata di kepala.
Kangen yang Kampret!!
155. Aku ingin menghayati sepi Merasakan Tuhan mesra memelukku dari seluruh penjuru.
-Amaasiapa
154. Kadang-kadang aku mencintai kesepian ini Ia lebih memahami resahku daripada pelukmu Ia lebih sedia menerima pulangku daripada hari-hari sibukmu Ia bisa mencintai aku lebih baik dari kamu.
-amaasiapa
153.
Aku mencintaimu Dengan perasaan-perasaan yang memilih merahasiakan dirinya Dari segala yang mungkin, kau ketahui Ketika jarak membawamu semakin dekat Aku hanya mampu memandangmu dalam diamādi balik cadar yang memberi jarak Antara matamu dan kelemahanku Sungguh, matamu adalah muasal segala cahaya, yang bening dan terang Yang tak pernah cukup memenjarakan pandanganku walau selamanya
Aku ingin menyentuhmu, dengan doa-doa yang mengubah dirinya menjadi pelukan-pelukan yang tak terlihatāmemelukmu erat Seperti cahaya matahari yang memeluk mesra daun-daun dan pohon-pohon pinus Setiap pukul tujuh pagi, aku ingin menjadi yang pertama menaruh salam terbaik di atas meja kerjamu; ayat-ayat suci dan sajak yang berlomba-lomba antara bermunajat dan menuliskanmu
Sungguh, betapa pun, perasaan ini adalah hadiah terbaik dari-Nya bagi kesepianku Tuhan memilih namamu sebagai doa dan judul terbaik, bagi sajak ini.
Sukabumi, 2017.
152. aku ingin menyentuhmu dengan cahaya pertama, yang mula-mula jatuh dan mengecup sukma mu.
amaasiapa
151. Bagaimana kita bisa menerima perpisahan dengan cara yang demikian puitis; seperti puisi insomnia yang mencintai lingkar hitam pada mata kita, yang setiap hari menanam nyeri dalam tempurung kepala, migrain yang perlahan-lahan menenggelamkan masa lalu ke dalam pikiran kita masing-masing seperti pada puisi yang kita selipkan dalam lagu-lagu 80'an, sebuah gramophone yang usangāyang dengan sabar memutar ulang rindu-rindu di dalam dada kita yang masih gemetar Bagaimana kita bisa menerima perpisahan dengan cara yang demikian mesra; seperti ketika aku dengan bahagia, membiarkan kau menaruh sajak-sajak di langit-langit mulutku Seperti dekapan-dekapan yang rapat dan hangat, sebelum dingin cuaca memeluk ketiadaan kita Bagaimana kita bisa menerima perpisahan dengan cara yang demikian sunyi: seperti ketika kita dengan kedap dan pelan menaruh kecupan-kecupan di bibir-bibir doa. Bogor, 2017.
-amaasiapa