Satu per satu ya sayang. Kamu tahu mimpimu, kamu paham bagaimana harus memulai dengan dirimu sendiri. Bismillah. Kamu akan lebih baik dari hari kemarin atau bahkan hari ini.
ojovivo

izzy's playlists!
Sweet Seals For You, Always
Peter Solarz
i don't do bad sauce passes
AnasAbdin
DEAR READER

JBB: An Artblog!

blake kathryn
No title available
art blog(derogatory)
Mike Driver

⁂
occasionally subtle

No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Discoholic 🪩
$LAYYYTER
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
🪼
seen from United States
seen from Italy
seen from Japan
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Peru

seen from Japan

seen from Italy

seen from Italy

seen from China
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Ukraine
seen from United States
seen from United States
seen from New Zealand
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@amtullah
Satu per satu ya sayang. Kamu tahu mimpimu, kamu paham bagaimana harus memulai dengan dirimu sendiri. Bismillah. Kamu akan lebih baik dari hari kemarin atau bahkan hari ini.
Jangan menasihati orang lain ketika kamu juga nggak ingin diberi nasihat. Jangan merepotkan orang lain apabila kamu juga tidak ingin direpotkan. Intinya, minimalisir minta tolong deh, bahkan ke orang terdekat mu? Ikhtiar dulu, semaksimal mungkin. Semangat kamu pasti bisa, Allaah yang tolong! :)
Siapa yang ngajarin klarifikasi?
Bukankan bunda Aisyah justru meneladankan ketiadaan dari klarifikasi itu sendiri?
Allaah yang akan menunjukkan, nggak perlu repot-repot:)
Semua tergantung kita sendiri, mau sakit hati apa nggak. Nggak perlu lah, nggak semua orang fokus ke kita kan? Sudah, memang segitu aja pemahamannya. Bukan kewajiban mereka untuk mengerti kita.
konsep penerimaan memang sangat luar biasa menenangkan
terlebih ketika kita mencintai penerimaan tersebut
menerima dengan begitu lapang dan ridha
dan adanya syukur tiada batas yang diikut-serta
ah masih mau apalagi? ketika sudah Allaah cukupkan:)
dibilang; semua takdir adalah baik
terkadang kita hanya belum bisa 'sampai' untuk memahaminya
tak apa, Allaah akan tolong; Allaah akan mampukan🫶🏻
konsep penerimaan memang sangat luar biasa menenangkan
terlebih ketika kita mencintai penerimaan tersebut
menerima dengan begitu lapang dan ridha
dan adanya syukur tiada batas yang diikut-serta
ah masih mau apalagi? ketika sudah Allaah cukupkan:)
dibilang; semua takdir adalah baik
konsep penerimaan memang sangat luar biasa menenangkan
terlebih ketika kita mencintai penerimaan tersebut
menerima dengan begitu lapang dan ridha
dan adanya syukur tiada batas yang diikut-serta
ah masih mau apalagi? ketika sudah Allaah cukupkan:)
konsep penerimaan memang sangat luar biasa menenangkan
terlebih ketika kita mencintai penerimaan tersebut
menerima dengan begitu lapang dan ridha
dan adanya syukur tiada batas yang diikut-serta
konsep penerimaan memang sangat luar biasa menenangkan
terlebih ketika kita mencintai penerimaan tersebut
menerima dengan begitu lapang dan ridha
konsep penerimaan memang sangat luar biasa menenangkan
terlebih ketika kita mencintai penerimaan tersebut
konsep penerimaan memang sangat luar biasa menenangkan
Aku cukup kompeten nggak sih?
Belajar dengan Prof. Tjhin Wiguna, SpKJ mengenai anak. Sangat menarik. Bagaimana beliau menghimbau untuk melihat segala sesuatu dari segala sisi. Dua sisi mata uang. Dari kacamata as a parent. Menarik. Bukan hanya mendampingi tapi juga jadi teman baik untuk anak.
Mindblowing.
Misal dalam hal teknologi yang dewasa ini tidak dapat dihindarkan, karena mereka lahir langsung screentime; parent tidak harus kita jadi expert saat si anak sudah ahli dalam hal itu, tapi justru kita bisa membantu anak jadi self convident. "Tolong dong kak ajarin mami begini, begitu." Untuk usia sekolah dasar bisa cross sharing di bidang masing-masing. Hal ini dapat menumbuhkan feeling of secure. Bisa saling belajar dan berbagi. Something good, mendampingi secara emosional.
Cut off toxic? For what? Pahami aja, cukup dimengerti. Semua manusia diciptakan dengan keindahan masing-masing2 kecuali yang dzalim.
Atau justru kamu sendiri yang salah? Yah, namanya juga manusia.
Apabila sudah mencapai batas toleransimu, maka kamu boleh memilih jalan mu sendiri.
Maafkan. Doakan. Allaah yang tolong, Allaah yang mampukan:)
berdamai dengan kekurangan atau kesalahan adalah dengan cara memperbaikinya serta tidak mengulangi kesalahan yang sama
Dewasa ini, aku sudah sangat menerima kekurangan ku sendiri. Bagaimana bisa aku menerima kekuranganmu? Jelas, aku justru akan mencintai serta melengkapinya.