MASTERING THE ART OF TWO-WAY COMMUNICATION
Bicara tentang komunikasi, ada seni dan keterampilan yang perlu dikuasai seseorang supaya betul-betul 'mastering the art of communication', for the sake of communication itself. Ada kiat-kiatnya, kan, ya. Bahkan di kelas-kelas luring maupun daring, banyak dibuka level kelas komunikasi mulai dari Introduction to Communication sampai Public Speaking atau Negotiation 101. Intinya, bicara sama orang aja perlu seni sama keterampilan yang diwujudkan dalam bersikap dan beradab yang baik ketika komunikasi, apalagi kalau mau 'bicara' sama Pencipta kita.
Dalam buku yang berisi surat cinta-Nya pada kita, yaitu Qur'an, Allah menjelaskan tentang cara berkomunikasi dengan EPIC dalam sebuah ayat. Surah al-Baqarah ayat 186:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِى وَلْيُؤْمِنُوا بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran."
Iya, dalam Islam, media komunikasi dengan Allah swt adalah 2 hal, Qur'an dan doa. Allah is conversing with us through Qur'an, and we are conversing with Allah through du'a. Sebab, doa itu jantungnya ibadah. Shalat kita itu bentuk doa, dzikir kita itu doa, dll.
Lagi-lagi, kita bertemu kata "la'alla" di ayat tersebut, yaitu "la'allahum yarsyuduun" yang berarti "supaya mereka mendapat petunjuk / selalu berada dalam kebenaran". Untuk mencapainya, Allah swt mengajarkan terlebih dahulu bagaimana cara berkomunikasi (direct relationship & communication) terbaik dengan Allah swt.
💡 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى (wa idzaa sa alaka 'ibaadi) : "Whenever my slaves ask you (Muhammad)..."
💡 عَنِّى ('anni) : "...about Me..."
💡 فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ (fa inni qariib) : "...then tell them that I am near."
2. "I respond to your du'a"
💡 أُجِيبُ (ujiibu) : "Aku mengabulkan..."
Ini berlaku untuk sekarang dan waktu yang akan datang.
💡 دَعْوَةَ الدَّاعِ (da'wataddaa'i) : "...permohonan orang-orang yang berdoa."
Potongan ayat ini menunjukkan bahwa siapa saja bisa memohon kepada Allah swt, tidak perlu menjadi orang yang spesial untuk berdoa kepada-Nya. Allah swt mengundang siapapun (the caller) yang ingin berdoa kepada-Nya. Artinya, tidak ada kriteria bagi orang-orang yang berdoa, mu'min, muslim, siapapun bisa berdoa kepada Allah swt. Jangan sampai merasa sudah banyak dosa lalu jadi tidak mau berdoa kepada Allah swt, justru ampunan Allah swt begitu luas ketika kita datang kepada-Nya untuk bertaubat.
Serta, penyebutan 'the caller' dan bukanlah a caller. Hal itu bermakna bahwa Allah swt mengetahui betul siapa yang memohon kepada-Nya tersebut, mulai dari latar belakangnya, kondisinya, dan apa yang dibutuhkannya. Ia memahami secara personal, tidak hanya menganggap kita satu dari sekian milyar orang yang berdoa kepada-Nya.
💡 إِذَا دَعَانِ ۖ (idzaa da'an) : "Whenever he calls me, I'll be available."
Kapanpun, bukan jika. Berarti, Allah swt selalu siap untuk mendengarkan dan siap dalam mengabulkan doa kita. Bukan 'apabila' kita memohon, tetapi 'kapanpun' kita memohon kepada-Nya, Allah swt selalu ada.
3. He asks us to try to make an effort
💡 فَلْيَسْتَجِيبُوا لِى (falyastajiibuuli) : "...Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku..."
We should try to make an effort to respond His demand. Kuncinya adalah TO TRY atau mencoba, berusaha untuk memenuhi perintah-Nya, sebab Allah swt ingin melihat usaha kita. Manusia telah memohon banyak hal kepada Allah swt, mereka datang dan meminta berbagai macam permohonan yang pasti akan dikabulkan oleh Allah swt, maka hendaknya mereka juga memenuhi permintaan Allah swt dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Tidak sulit, kita sebagai hamba hanya diminta memenuhi perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya, yang keduanya sebetulnya merupakan penjagaan terhadap diri kita pribadi.
4. He asks us to keep the faith
💡 وَلْيُؤْمِنُوا بِى (wal yu'minuu bi) : "...dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku..."
We should believe in Him. Selain memenuhi perintah Allah swt, kita juga harus mengimani segala keputusan-Nya, bahwa segala ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Makna dari mengimani ialah, percaya dan yakin bahwa:
a) Allah swt pasti akan mengabulkan doa kita,
b) Allah swt tahu yang terbaik untuk kita,
c) Allah swt tahu betul waktu yang tepat untuk mengabulkan doa tersebut,
d) Allah swt menghindarkan kita dari mudharat atau musibah yang bisa jadi menimpa kita apabila doa tersebut terkabul di waktu yang kita pinta tetapi bukan waktu yang tepat bagi-Nya, dan
e) Bisa jadi Allah swt menyimpan pahala doa tersebut untuk kita di akhirat, dan mencukupkan yang terbaik bagi kita di dunia dalam kondisi yang sekarang ini. Pun kita tahu sendiri bahwa nilai dunia dan nilai akhirat berbeda, apabila Allah swt memutusakan untuk mengabulkan dan menyimpan jawaban doa tersebut di akhirat, artinya yang kita terima sekarang lah yang lebih baik bagi kita di dunia, sedangkan Allah swt menyiapkan yang jauh lebih lipat baiknya di akhirat kelak. Sekali lagi, nilai di dunia dan di akhirat terlebih surga berbeda, maka jika doa kita terkabul di surga, bukankah akan berjuta kali lipat lebih baik?
💡 لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (la'allahum yarsyuduun) : "...agar mereka mendapat petunjuk / selalu berada dalam kebenaran."
Penutup ayat ini, mengingatkan kita kembali akan makna dari kata 'la'alla' yang dalam ayat ini berbunyi la'allahum yarsyuduun, supaya mereka mendapat petunjuk atau berada dalam jalan kebenaran. Mengapa? Sebab dengan meyakini bahwa Allah swt mengabulkan doa kita, serta kita terus menjalani perintah-Nya dan menjaga keimanan kita pada-Nya... meski dalam proses tersebut kita terkadang merasa bahwa Allah swt belum mengabulkan doa kita, yakinlah bahwa Allah swt menyimpan yang lebih untuk kita. Tidak hanya apa yang kita mohon, tetapi Allah swt selalu memberi lebih dari apa yang kita pinta.
Dalam Qur'an surah al-Anbiya', Allah swt menceritakan kisah permohonan doa para nabi dan selalu mengikutinya dengan 'dan', maksudnya, "Allah mengabulkan doa fulan dan... (atau) lalu..." lanjutan dari dan atau lalu tersebut adalah tambahan rahmat dari Allah swt, apapun itu bentuknya.
"Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)-nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar." [QS al-Anbiya': 76]
"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, (Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang. Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami." [QS al-Anbiya': 83-84]
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." [QS al-Anbiya': 87-88]
"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik. Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami." [QS al-Anbiya': 89-90]
Kuncinya apa? Ayat yang sudah kita bahas tadi. Percaya bahwa Allah dekat dan mengabulkan doa kita, lalu kita senantiasa menjalankan perintah-Nya dan juga menjaga keimanan pada-Nya. Memang, terkadang akan muncul rasa lelah dalam berdoa, rasa dan bahkan bisikan syaithan yang menganggap Allah swt tak kunjung mengabulkan doa kita. Padahal, sebetulnya jika kita bersabar dan meneladani para nabi terdahulu, Allah swt akan menjawab doa kita dengan jawaban terbaik-Nya dan bahkan menambah rahmat-Nya pada kita, dengan jalan yang tak disangka-sangka, cara dan waktu yang tak disangka pula. [QS ath-Thalaq: 2-3]
Bahkan, barangkali itulah cara Allah memberikan petunjuk-Nya dan menjaga kita dalam jalan kebenaran menuju-Nya. Kelak, kita akan menyadari bahwa di setiap proses berdoa ini, sebetulnya Allah swt berikan hikmah yang amat banyak, yang mungkin saja tak akan kita dapatkan kalau saja kita tak bersabar dalam prosesnya.
Maka, jangan sampai kita lelah dalam berdoa. Sesederhana doa yang dipanjatkan rekan dari Robert Davila di video kedua ("Allah Mengabulkan Doa") yang akhirnya dikabulkan oleh Allah swt. Silakan ditonton. Please do watch it, I truly had goosebumps and couldn't hold back my tears listening to ustadz Nouman's stories.
Sebagai tambahan, di video lainnya, ustadz Nouman juga memberikan gambaran. Seringkali kita sudah berdoa, tapi Allah tidak kunjung menjawab doa-doa yang kita panjatkan, padahal Allah sudah berjanji bahwa Dia pasti akan mengabulkan doa yang kita panjatkan. Lalu apa yang salah? Ustad Nouman menjelaskan secara singkat tentang doa yang tidak terkabul di kajian ini: 'Mengapa Doaku Tidak Terkabul?'
Umar bin Khattab pernah berkata, “Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa.” Beliau tidak pernah mempermasalahkan soal doa beliau dikabulkan atau tidak. Tetapi, sayyidina Umar ra. takut jika beliau tak lagi diberi hidayah oleh Allah sehingga beliau berhenti berdoa lagi.
Oleh karena itu, andai kita merasa doa kita tak kunjung dikabulkan, yang seharusnya kita lakukan adalah terus berdoa dan terus ikhtiar. Barangkali Allah swt sedang menguji kesabaran dan ketaatan kita dengan menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkan doa kita.
Sekali lagi, barangkali Allah swt. memiliki rencana lain yang lebih baik untuk kita. Atau bisa jadi kita masih memiliki sekian banyak dosa yang menjadi salah satu penyebab doa kita tak kunjung dikabulkan. Yakin, meski doa kita tidak dikabulkan di dunia, Allah pasti mengabulkannya di akhirat kelak.
Yang terpenting, sebagaimana wujud doa terbaik ialah Qur'an surah al-Fatihah yang diawali dengan doa pujian kepada Allah swt terlebih dahulu, baru selanjutnya doa memohon mengenai diri kita — akan terselesaikannya urusan kita, permohonan supaya kita tetap terjaga di jalan-Nya yang lurus. Maka, sebagai adab, sangat diutamakan untuk menyanjung Allah swt dengan segenap asma wa sifat yang dimiliki-Nya, lalu berdoa meminta kebaikan di akhirat — seperti berdoa ingin diampuni semua dosa-dosa kita, ingin mendapat ridho-Nya, dan ingin meninggal dalam keadaan membawa Islam dan iman. Baru setelah itu, kita berdoa meminta urusan dunia yang bisa menopang bekal ibadah kita di dunia.
Terus berdoa supaya kita dimudahkan dan diberi nikmat dalam memanjatkan doa kepada-Nya, sebab itulah cara kita berkomunikasi langsung dengan-Nya, dan senantiasa mendapat bimbingan-Nya agar terus berada dalam jalan kebenaran menuju surga-Nya.
May Allah swt. make us people of dua so that we can always have those beautiful conversations with Him.
Ushikum wa nafsiy bitaqwallah.
Catatan ini adalah resume dari video kajian ustadz Nouman Ali Khan yang berjudul "Doa" & "Allah Mengabulkan Doa".
#MatrikulasiNAKid Batch #3 @nakindonesia week 2.