halo
mungkin aku akan kembali.
tumblr dot com
Show & Tell

shark vs the universe

Andulka

⁂
taylor price
noise dept.
h

No title available
d e v o n

Kiana Khansmith
DEAR READER

pixel skylines
hello vonnie
Sade Olutola
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Kaledo Art
macklin celebrini has autism
No title available
NASA
seen from United States

seen from Singapore
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from Sweden

seen from Mexico
seen from Mexico

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@annisafajarutami
halo
mungkin aku akan kembali.
3 maret 2011-3 maret 2018, tutup pulpennya ketemu dan cocok.
Kamu tau, sekarang aku selalu lewat plasa semanggi.
Kamu ga kasian aku 4 tahun nangis karena ini terus?
Hai bukannya kamu sudah terbiasa pura-pura? Kenapa sekarang kamu lemah dan terasa sesak? Ah. Payah.
Rindu. Sungguh.
Melewatkan hal baik disaat terlalu lama menunggu. Kamu.
Tidak menemukan sebuah sosok.
Kamu. Jelek.
Bukannya aku tak bersyukur, tapi ada hal yang belum terselesaikan. Dan itu menggangguku.
Resa, aku membencimu karena buatku seperti ini.
Aku akan pulang, lalu membawamu pergi bersamaku, Niza.
Si Unik, Niza.
“halo sayang, aku udh selesai nih ngelabnya, kamu masih di sekre?” tanyanya. “iya jelek, jemput ya. Udah laper banget. Udah ada yang demo nih karena UKT.” Candaku. “dasar aktivis. Tp apa hubungnnya laper sama UKT yang?” “UKT itu uuuuu kelaperan tenan. Cacing di perut yanvG demo. Haha” candaku. “hahaha. Dasar. Oke aku ke sekre ya yaang.” “okeee. Hati hati ya.” Jelek. Iya aku panggil dya jelek. Karena aku ga mau mengakui kalau sebenarnua dya ganteng bgd. Resa itu sebenarnya ganteng banget, ga Cuma gw aja yang bilang dya ganteng, temen temen gw dan temen temen dya juga bilang hal yang sama. Bangga? Yes, gw sebagai wanita bangga punya pacar yang ganteng. Walaupun gw sayang dan cinta dya bukan karena dya ganteng, tapi gw selalu mikir mungkin gw lagi dapet bonus. Hehe. Resa itu badannya tinggi, kulit putih, mukanya adem banget dan bugar karena emang dya suka olahraga yaitu lari. Udah kejawab kan kenapa pertemuan ppertama kita itu lari. Hehe. Dan itu jadi dampak positif juga sih buat gw, gw jadi ikut ikutan olahraga lari karena sebagai pacar yang baik gw suka nemenin dya untuk lari pagi atau ga lari sore. Di sekre. “Niza, ada pangeran lo nih.” Kata Sarah, salah satu anak BEM yang lagi ada di depan sekre. “hah.. pangeran? Kudanyaa parkir dimana sar?” godaku. “kudanya mutasi jadi kawasaki oren” jawabnya. “hahaha. Mutasi. Jadi inget kuliah genetika. Thank you sasar.” Lalu aku keluar sekre. Dan lihat Resa yang Cuma bisa senyum senyum sendiri. Dan manisnyaaaaa. Gw selalu terpesona dengan senyumnya dya. Adem banget kaya lagi dibawah pohon. Yes, dya bagai oksigen buatku. Lebai? Ah biarin. Namanya juga jatuh cinta. Haha. “hallo jelek sayang. Jangan senyum senyum aja nanti banyak yang naksir. Eh udah banyak deh. Hehe” candaku. “ga ah cuma kamu aja yang naksir aku” “oh masa ya? Emang aku naksir kamu? Aku cinta kamu kali. Haha” candaku lagi. “haha. Dasar. Iya deh” jawabnya sambil mengelus kepalaku dan mencubit hidungku. Dan itu kebahagiaan sederhana gw bersamanya. Dielus kepala dan mencubit hidungku aja udah bisa buat gw bahagia banget. Tanda dya juga bahagia bersama gw. Menurutu gw sih. Dan semoga memang dya sama kaya gw, bahagia selalu jika sedang bersama. “yuk sayang, UKTnya udah darurat.haha.” Di Warung Bu Budi. “Bu Budi, saya mau beli nasi, ayam saayur, dan sayur2 ya bu. Kamu apa sayang?” tanyanya. “aku mau sama ikan tongkol dipedesin aja sayang”jawabku. “Bu, saya nasi, ikan tongkol pedes dan sayur ya bu. Dibungkus ya bu. Sama es teh manis ya bu.” “oke mas.” Jawab Bu Budi. “Yang, kamu abis makan mau ngapain?” tanyanya sambil menunggu nasi bungkusnua selesai. “hmmm.. belum tau yang. Aku udh free sih. Kamu ada ide?” jawabku. “nonton aja yuk sayang, seperti biasa” “hmm. Boleh deh.” “Mas, ini ya mas nasinya semuanya 10.000 ya mas” kata Bu Budi. “oh ya bu, ini ya bu uangnya. Makasih ya bu” Lalu kamipun pulang ke kosannya Resa. Di kosannya Resa, seperti biasa saya duduk di ruang depan kosannya. Dan kamipun sama sama membuka nasi bungkua tersebut dan mencaournya disatu tempat. Lalu kami makan bersama di satu tempat itu. Kaget ya? Atau aneh? Haha. Yups. Itulah kebiasaan unik kita. Haha. Kita paling suka makan bersama di satu tempat. Kadang malah jadi berebutan lauk. Haha. Tapi, kita bahagia. Alasan kami selalu melakukan itu buka karena suoaya romantis, tapi karena gw adalah anak pramuka dulunya. Jadi., mmakan bersama kaya gitu udah biasa. Dan gw selalu merasa kegiatan itu bikin kita jadi makin dekat. Mungkin kalian yaang udah ounya pacar, bisa ikut cari kami untuk bisa buat hubungan kalian makin dekat dan makin bahagia. Hehe.
Hobi kita.
Purwokerto, 05.30. Pagi ini seperti biasa sudah ada seorang lelaki yang sudah stand by di depan gerbang kosan sambil sibuk megang HP untuk memastikan gw segera menghampiri lelaki itu. Resa memang paling rajin kalau untuk masalah lari pagi. Itu hobi dya dan jadilah itu hobi kita bersama. "Pagi sayang." Sapanya sambil mengelus kepala gw. "Pagi juga jelek." Jawabku yang sambil berusaha mau mengacak rambutnya dan pastinya sambil jinjit karena emang dya lebih tinggi dari gw. "Yuk sayang, lewat sawah aja yuk." "Yes" Yaps. Sawah. Kita punya destinasi favorit kita di setiap pagi sebelum lari, kita selalu suka untuk memilih lewat sawah dekat gor kampus kami. Bahagia bukan tiap pagi bisa liat pemandangan padi yang menghijau berdua. Di GOR, seperti biasa kita kesana bukan untuk berduaan, dan lari beriringan. Dya selalu duluan kalau sudah memulai lari. Resa selalu bisa lebih dari 5 putaran vor kampus kami. Dan gw? Jangan ditanya. Hahaha. Paling cuma bisa 1 putaran, dan yang terbaik paling dua putaran. Haha. Maklum masih junior daei dunia perlarian. Kalau lari dari kenyataan, mungkin jago. Hehe. "Sayang, kamu udah beapa putaran?" Tanyaku. "5. Kamu?" Jawabnya. "Hehe. 2. Udahan yuk lek, cape nih. Hehe. Mari kita makaaaaan. Makan bubur yuk. Mumpung masih jam segini belum abis." "Yawdah yuk yang." Bubur adalah makanan favorit kita selain ramesan. Dan bubur glempang palinv enak. Buburnya beda dari yang lain apalagi bumbu satenya. Ah enak banget. Sambil makan bubur kita membicarakan sesuatu yang sudah menjadi hobi kita bersama yaitu travelinga alias jalan jalan. "Yang, kamu ga bosen ngelab terus? Mau jalan jalan ga? Tanyaku. "Yuk. Mau jalan jalan kemana sayang? Jawabnya. "JOGJA" Jawabku dengan tegas. Dari lama aku mau ke jogja. "Hmmm... serius ke Jogja? Minta ijin dulu ya aku sama mamah kamu" jawabnya. "Yaaaaaah... diijinin ga ya? Yawdah deh." "Kita coba dulu ya." Yups, Resa itu anak kesayangannya mamah gw. Mungkin mamah lebih suka punya anak seperti Resa dibanding gw. Haha. Resa udah dipercaya sama mamah untuk ngejagain aku disini. Dan memang Resa kalau ada apa-apa pasti cerita sama mamah. Ah, semoga mamah kasih ijin untuk kita jalan jalan ke Jogja. Jogja, tunggulan kedatangan kita.
Si Unik, Niza.
“halo sayang, aku udh selesai nih ngelabnya, kamu masih di sekre?” tanyanya. “iya jelek, jemput ya. Udah laper banget. Udah ada yang demo nih karena UKT.” Candaku. “dasar aktivis. Tp apa hubungnnya laper sama UKT yang?” “UKT itu uuuuu kelaperan tenan. Cacing di perut yanvG demo. Haha” candaku. “hahaha. Dasar. Oke aku ke sekre ya yaang.” “okeee. Hati hati ya.”
Jelek. Iya aku panggil dya jelek. Karena aku ga mau mengakui kalau sebenarnua dya ganteng bgd. Resa itu sebenarnya ganteng banget, ga Cuma gw aja yang bilang dya ganteng, temen temen gw dan temen temen dya juga bilang hal yang sama. Bangga? Yes, gw sebagai wanita bangga punya pacar yang ganteng. Walaupun gw sayang dan cinta dya bukan karena dya ganteng, tapi gw selalu mikir mungkin gw lagi dapet bonus. Hehe. Resa itu badannya tinggi, kulit putih, mukanya adem banget dan bugar karena emang dya suka olahraga yaitu lari. Udah kejawab kan kenapa pertemuan ppertama kita itu lari. Hehe. Dan itu jadi dampak positif juga sih buat gw, gw jadi ikut ikutan olahraga lari karena sebagai pacar yang baik gw suka nemenin dya untuk lari pagi atau ga lari sore.
Di sekre.
“Niza, ada pangeran lo nih.” Kata Sarah, salah satu anak BEM yang lagi ada di depan sekre. “hah.. pangeran? Kudanyaa parkir dimana sar?” godaku. “kudanya mutasi jadi kawasaki oren” jawabnya. “hahaha. Mutasi. Jadi inget kuliah genetika. Thank you sasar.” Lalu aku keluar sekre. Dan lihat Resa yang Cuma bisa senyum senyum sendiri. Dan manisnyaaaaa. Gw selalu terpesona dengan senyumnya dya. Adem banget kaya lagi dibawah pohon. Yes, dya bagai oksigen buatku. Lebai? Ah biarin. Namanya juga jatuh cinta. Haha.
“hallo jelek sayang. Jangan senyum senyum aja nanti banyak yang naksir. Eh udah banyak deh. Hehe” candaku. “ga ah cuma kamu aja yang naksir aku” “oh masa ya? Emang aku naksir kamu? Aku cinta kamu kali. Haha” candaku lagi. “haha. Dasar. Iya deh” jawabnya sambil mengelus kepalaku dan mencubit hidungku. Dan itu kebahagiaan sederhana gw bersamanya. Dielus kepala dan mencubit hidungku aja udah bisa buat gw bahagia banget. Tanda dya juga bahagia bersama gw. Menurutu gw sih. Dan semoga memang dya sama kaya gw, bahagia selalu jika sedang bersama. “yuk sayang, UKTnya udah darurat.haha.”
Di Warung Bu Budi. “Bu Budi, saya mau beli nasi, ayam saayur, dan sayur2 ya bu. Kamu apa sayang?” tanyanya. “aku mau sama ikan tongkol dipedesin aja sayang”jawabku. “Bu, sama nasi, ikan tongkol pedes dan sayur ya bu. Dibungkus ya bu. Sama es teh manis ya bu.” “oke mas.” Jawab Bu Budi. “Yang, kamu abis makan mau ngapain?” tanyanya sambil menunggu nasi bungkusnua selesai. “hmmm.. belum tau yang. Aku udh free sih. Kamu ada ide?” jawabku. “nonton aja yuk sayang, seperti biasa” “hmm. Boleh deh.” “Mas, ini ya mas nasinya semuanya 15.000 ya mas” kata Bu Budi. “oh ya bu, ini ya bu uangnya. Makasih ya bu” Lalu kamipun pulang ke kosannya Resa. Di kosannya Resa, seperti biasa saya duduk di ruang depan kosannya. Dan kamipun sama sama membuka nasi bungkus tersebut dan mencampurnya disatu tempat. Lalu kami makan bersama di satu tempat itu. Kaget ya? Atau aneh? Haha. Yups. Itulah kebiasaan unik kita. Haha. Kita paling suka makan bersama di satu tempat. Kadang malah jadi berebutan lauk. Haha. Tapi, kita bahagia. Alasan kami selalu melakukan itu bukan karena supaya romantis, tapi karena gw adalah anak pramuka dulunya. Jadi, makan bersama kaya gitu udah biasa. Dan gw selalu merasa kegiatan itu bikin kita jadi makin dekat. Mungkin kalian yang udah punya pacar, bisa ikut cara kami untuk bisa buat hubungan kalian makin dekat dan makin bahagia. Hehe.
Resanya Niza
Nama gw Niza. Umur 20 tahun. Gw cuma wanita biasa, yang suka berteman, gak bisa diem, ga enakan, perasa, ga bisa bohong dan hmmm terlalu pendek pikirannya. Jadi suka banget salah ambil keputusan.
Gw punya pacar, namanya Resa. Umur 22 tahun. Dya orangnya ambisius, rame, ga bisa diem juga dan yang paling unik adalah dya orangnya hemat bgd. Tapi, dya selalu bisa buat gw bahagia tanpa pura-pura dengan cara yang sederhana.
Gw dan Resa udah pacaran selama kurang lebih 2 tahun. Jadi inget pertama kenalan itu dari Facebook. Haha. Untung bukan yang kenalan bodong terus ajak ketemuan abis itu jadi kasus seperti di berita-berita yang nyeremjn banget.
Jadi dia kakak kelas gw, kebetulan ketemu di kampus terus gw sebagai cewe penasaran dong tuh kaka kelas siapa, searching di facebook, dan add friend deh. Terus jadi temenan di facebook, dan ada yang kirim message di facebook. Mulai deh kita chat disana, mengalir aja. Entah kenapa ngobrol sama dya seru aja, nyambung mungkin efek kasmaran. Haha. Karena kita sekampus, jadi setelah intens chat kita jadi sering ketemu.
Pertemuan pertama kita itu lari pagi dan main sepeda bersama. Hahaha. Unik kan? Bukan kaya sinetron india sih yang ada lari lari megang selendang, but pertemuan itu bener-bener buat aku bahagia. Dari pertemuan itu mulai deh kita jadi makin deket.
Suatu hari, ada yang jemput di kosan dan ngajak ke suatu tempat. Bilangnya sih mau wifian bareng karena dya lagi ada tugas. Ya gw sih oke, karena pas itu mau juga download film dan jurnal plus seneng juga sih bisa bareng dya. Haha. Dasar cewek ya, hatinya lemah. Haha. Di tempat itu, di lantai dua, dan outdoor, banyak lampu, buat cuma cari wifi aja itu tempat terlalu romantis. Ga ada firasat sama sekali kalau dya bakalan menyatakan perasaannya ke gw, tapi ya itulah dya selalu ga bisa ditebak. Tiba-tiba dya buka laptop dan buka file video gitu. Gw disuruh liat tuh filenya. Dan, gw cuma biaa melongo aja.
Video itu isinya semua kenangan gw sama dya pas masa masa pdkt. Oh my god, kok dya bisa inisiatif merekam semua kejadian yang kita lalui bersama. Dan sejak itu gw sadar itu hobinya dya untuk menyimpan baik-baik kenangan menggunakan foto dan video. Di video itu semua terekam dengan jelas dan banyak kata kata yang membuat gw sebagai wanita luluh.
Dan di akhir video itu ada pertanyaan yang membuat gw ga bisa lagi jawab pertanyaan itu dengan kata kata. Gw cuma bisa tersenyum, menangis dan mengangguk.
“ aku rasa kamu adalah tutup pulpen yang pas untukku. Kamu mau jadi tutup pulpennya aku?”
Hahaha. Kalau dipikir pikir sekarang sih sedikit aneh ya, tapi itu malah buat gw kemarin ga bisa berkata apa apa.
Yes gw sekarang adalah tutup pulpennya Resa. Dan gw bahagia.
“Pagi sayang” kata Resa. Dan gw tiba tiba kaget dan tersadar dari lamunan gw. “Eh, ya sayang” kata gw “Hayo mikirin apa kamu? Aku ya. Haha. ” godanya. “Hahaha. Iya. Kenapa? Ga boleh? Harus bayar nih? Atau aku boleh mikirin cowo lain?” Kata gw yang ga mau kelihatan ketauan mikirin dya. “Iya bayar, kan lumayan buat beli ramesan bu budi. Haha.” Godanya lagi. Huft. Dasar. Mulai deh sifat hematnya. “Huuuu.. dasar kamu, mikirnya makan aja. Kamu hari ini ngapain?” Tanyaku. “Aku hari ini ke lab, temenin yuk.” Ajaknya. “Ah ga ah. Bosen kalau ke lab. Liatin kamu mainin tabung tabung. Nanti aja deh abis kamu ngelab kita makan yuk ke bu budi. Haha.” Jawabku. “Terus sekarang kamu mau kemana?” “Aku mau kemana ya? Sekre aja deh. Hehe.” “Anak Bem anak bem. Inget kamu juga kuliah loh” “Iya sayang. Siap.” Lalu kita berpisah.
Oh ya, pasti kalian bisa tau kan perbedaan antara aku dan dia. Haha. Yup, dya akademis banget. Ipk selalu cumlaude, anak kesayangan dosen-dosen, asisten praktikum hampir di semua lab dan dya banyak fansnya. Haha. Gw? Gw bukan tipe akademis walauoun nilai gw ga jelek juga, gw juga asisten lab sih cuma ga banyak kaya dya, gw anak yang lebih suka punya kegiatan di luar akademik gw. Gw anak organisasi di kampus. Tapi, walaupun gw sama dya beda bgd, tapi selama ini kita saling dukung satu sama lain. Caranya?
Ya gw sebisa mungkin kalau lagi mood, pasti nemenin dya ke lab, nemenin dya baca jurnal yang sebenarnya ga gw ngerti dan nemenin dya untuk ngoceh ngoceh masalah akademiknya. Kalau dya selalu support dengan jadi panitia di acara organisasi gw. Haha. Dya suka fotogragi, jadilah dya tukang foto. Dan juga dya cukup bisa untuk memandu acara, walaupun dya akademis banget, tapi dya punya kemampuan sosialisasi yang bagus mungkin karena dya asisten lab juga kali ya. Jadi dya pernah jadi mc di acara gw.
Kita, bisa dibilang paketan yang lengkap. Itu aih kata temen temen gw. Dan gw mah cuma bilang, alhamdullilah.
Bersambung. Niza dan Resa lagi ujian. Hehe.
Kala itu
aku mau kita tersenyum seperti kala itu.
aku bahagia.
semua kita lakukan berdua.
ternyata, aku bahagia.
kenapa aku lupa?