..cukup banyak helm dari Amerika yang tersedia di Eropa, dan tidak menjadi masalah apabila semuanya harus di cat biru...
Raden Mas Jerry Indrawan

#extradirty
Alisa U Zemlji Chuda
Cosimo Galluzzi
DEAR READER
dirt enthusiast
TVSTRANGERTHINGS
occasionally subtle
KIROKAZE

JBB: An Artblog!
Claire Keane
Sade Olutola
NASA

Kiana Khansmith
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
đȘŒ
One Nice Bug Per Day
will byers stan first human second
No title available
Keni

seen from Malaysia

seen from T1
seen from Lithuania
seen from Italy

seen from TĂŒrkiye
seen from Denmark

seen from United States

seen from United States
seen from Italy
seen from TĂŒrkiye
seen from United States
seen from United States

seen from France
seen from United States

seen from TĂŒrkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from France
seen from United States
@apakatamerly
..cukup banyak helm dari Amerika yang tersedia di Eropa, dan tidak menjadi masalah apabila semuanya harus di cat biru...
Raden Mas Jerry Indrawan
Unoffi[cia]l Motto (Damn I Love It!)
âKu teringat hati yang bertabur mimpi, kemana kau pergi, cinta? Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri, kuatkanlah hati, cinta.
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri, temani harimu, cinta
Ingat kah engkau kepada embun pagi bercahaya yang menemanimu sebelum cahaya. Ingat kah engkau kepada angin yang berhembus mesrah yang kan membelaimu, cintaâ - Jesus Christ Saying
I do not hate you. I just stay away from people who will make me feel I am hard to love
DIri Sendiri
Berenang atau Tenggelam; Lanjutkan atau Berhenti?
Kemarin karna lagi tidak ada kerjaan dan males nganggur (ceilah), saya beres2in tools di kantor yang biasa dipake untuk simulasi MUN (bagi yang gak tau apa itu MUN atau Model United Nations, silahkan cek disini http://bestdelegate.com/what-is-model-united-nations/ ), itu kayak bendera-bendera seluruh negara, placard, taplak meja hingga kertas-kertas yang kayaknya gak penting tapi yaudahlah saya tata ulang lagi aja. Lagi ngeberesin, tiba-tiba tuan saya (Agen 1) dateng:
âLho, mer, lagi ngapain?â
Salah satu dosen senior  (Agen 2) nyahut: âYaa..bapak sih gak kasih dia kerjaan, jadinya dia sendiri deh yang nyari kerjaan.â
Dosen lainnya (Agen 3) nimbrung: âIni contoh yang baik pak. Gak kayak bapak (nunjuk Agen 2) tuh..â
Agen 2: âLha, kan saya lagi ngerjain disertasi. Ntar kalo gak kelar bakalan dikejar balik sama Agen 1â
Agen 3: âWahâŠtapi kayaknya gak ada kemajuan..justru beban kerjanya malah makin berkurang..atau jangan-jangan sengaja ya pak biar bebannya dikurangin jadi reserachnya terus molor ha ha haâ
Agen 1: âLho, iya gapapa kalau masih molor. Saya sengaja gak ngejar-ngejar, biar sekalian nanti lulusnya bareng-bareng Merly saja pak Agen 2 ha ha haâ
Agen 3: âHooâŠatau gini, Agen 2 gapapa santai aja biar pas Merly udah lanjut dan lulus Master, tapi Agen 2 masih tetap Kandidat wahahaâŠâ
Merly: âeh bener juga bu Agen 3. Saya selesai Master, beliau masih Kandidat Ph.D. Trus langsung sy daftar deh Ph.D biar bisa tikung Agen 2â ---- (duuh sumpah yang ini bercanda ya guysâŠ)
Agen 2 : â Merly, jadi kamu mau ijazah kamu dibatalkan kelulusannya??â (bercandaaa-lagi)
Beberapa menit kemdian:
Agen 3: âtuh mer, kamu dikejar-kejar buat lanjut studi tuh..ih kalau aku jadi kamu mah lanjutnya di luar ajaâ
Merly: iya bu, tapi.....................
Here, guys! Saya lagi dipersimpangan jalan: antara mau betah berkarir lama-lama atau langsung lanjut studi (either itu di dalam negeri atau ke luar negeri). Tapi saya sendiri bingung, sebenarnya haruskah ngelanjutin sekolah dengan mengambil konsentrasi yang lebih fokus lagi? Saya sadar sih sejauh ini lensa saya dalam bidang Hubungan Internasional (HI) itu masih burem banget. However, I had been interested to study more about International and Homeland Security studies dan sempat kepikiran apa saya masuk Criminology HI aja kali ya? Ngurus2in terrorist and kind of illegal trafficking gitu yang tampaknya serem banget bagi seorang perempuan macam saya.
TapiâŠmy heartâs left in doubt, kayak lagunya Celine Dion-Thatâs the Way it is. Saya ragu, apakah saya yakin akan  melanjutkan studi yang lebih dalam ilmunya? Apakah saya yakin ingin menghabiskan satu atau dua tahun di tempat lain untuk belajar lagi ditengah kerumitan papa dan mama saya yang juga sedang berusaha menyekolahkan kedua adik saya lengkap dengan track record beban-beban yang lain? Tesis apakah yang akan saya bahas nanti? (dan ini lagi saya pikirkan sekarang lho, takut kedepannya gak tau mau meneliti apa) Apakah ke depannya ilmu yang saya dapatkan itu bisa berguna bagi bangsa negara, teman-teman kantor dan gereja, serta keluarga saya? Dan yang lebih penting motivasi apakah yang harus saya pegang teguh untuk bisa mencapai ambisi saya untuk melanjutkan studi tersebut?
Ini bagaikan lagi tidur trus tiba-tiba kebangun kita pe badang so (baca: tubuh saya sudah) di tengah-tengah laut.Gilee cepet aja yaa saya udah berumur 23 tahun! Udah record apa aja nih? Teman-teman yg lain mungkin masih beruntung, walopun pendidikan biasa aja tapi pengalamannya buanyaak banget dibandingkan dengan saya! Lha, iki piye?
Mencapai pendidikan setinggi-tingginya itu adalah hal yang tidak salah dan semakin banyak jam terbang kita di dunia pendidikan yang merupakan bagian dari mahkota kesuksesan, maka semakin besar kesempatan untuk membangun generasi selanjutnya. Well, dalam hal ini sih calon anak-anak saya kelak hihihi. Dunia zaman sekarang, gak usah jauh-jauh deh, setiap kali ketemu fresh-graduate atau hanya sekedar ngobrol ringan dengan teman kalau ditanya âabis lulus ngapain?â pasti mayoritas (termasuk saya sendiri) pasti jawabnya mau lanjut S2, S3, S4, S5, S6 hingga mungkin S7. Tapi realistis ajalah, gak mudah mendapatkan S3, S4, S5, S6 apalagi S7, hanya SAMSUNG yang bisa! #lho
Oke, kalau ditanya kenapa semudah itu menjawab mau lanjut kuliah, ya jawabannya S1 skarang udah banyak jadi lapangan kerja makin meningkatkan standar untuk menerima calon pegawainya. Ya, itu jawaban ngambang saya juga standar seperti itu, tetapi kalau lebih jauh dan lebih serius ditanya kenapa mau lanjut studi saya mungkin butuh waktu berbulan-bulan (bahkan sampai sekarang sejak lulus 2016 lalu) untuk menjawab pertanyaan tersebut yang tampaknya mudah tapi ternyata sulit untuk dipenuhi..Nah itu makanya saya orangnya sangat susah untuk diajak lebih serius dan lebih jauh #salahfokus -_-
Terus terang saja, banyak hal yang membuat saya stuck ketika memikirkan untuk melakukan studi lanjutan dan rasanya tuhhh udah mager banget alias malas gerak (udah sy sebutin diatas ya). But Yes, I know, I must learn more about my fields and passion or knowly well as a Temporary Suffering (doing research, sitting in class, grouping with peers,etc). Tapi setelah saya pikirkan, konsultasikan, renungkan, puasakan (puasa membatasi diri gak hanya makan dan minum ya, but for all our flash desires dan itu gunanya untuk lebih melihat kehendak Tuhan yang mana), kayaknya saya harus berjuang kembali deh untuk berjuang memenuhi kebutuhan dasar saya sebagai manusia untuk kembali belajar dan merendahkan hati untuk masuk kelas, kerjaain tugas-tugas dari dosen2, membentuk grup kelompok dimana akan ada orang-orang tertentu yang akan jadi superior atau bahkan menjadi benalu (bagi mereka mungkin saya lah benalu atau si superior itu) dan menyediakan waktu lebih untuk spending time to read a lot of books yang tiap lembarnya tuh datar-datar aja, tanpa gambar dan tanpa warna (mostly buku2 bernilai dalam tuh kayak gitu, moody banget bacanya!)
Dan ketika saya mikirin kembali sebenarnya apa sih motivasi dibalik itu semua , saya cuma terpikirkan untuk mengenal lebih dalam hasil-hasil karya Tuhan yang sudah ada sejak kekekalan sampai kekekalan. (woaa mulai berat) ~ okay I know these words are kind of abstract ideas ya hahaha
Trus gimana saya mengetahui apa yang kekal dan tidak kekal?
Ya! Saya harus belajar, bukan karena sekedar untuk memenuhi dan mengobati rasa ingin tahu saya sebagai manusia. Inget lho, Tuhan itu luas banget lho, sangking luasnya Dia, saya dan kalian sampai bisa ada di dalam Dia. Dan cara mengetahui apa yang Dia inginkan itu ya kalau gak berenang, ya dengan tenggelam.
Trus gimana caranya, either itu tenggelam atau berenang?
Saya mikir mungkin saya harus berenang. Yaa semuanya sama sih sama-sama mengarungi suatu tempat yang luas. Bedanya kalau tenggelam ya kita dikendalikan oleh air, sementara kalau kita berenang ya itu dari usaha kita dengan menggerakkan seluruh jiwa dan raga untuk mencapai suatu tujuan. Artinya, saya harus belajar dengan dasar butuh, kalau saya belajar hanya untuk ingin tahu, well said âOh, well, I got those things, bye!â instead of wondering whatâs God purpose created all things in this world, Iâll trapped in chasing the world desires, not God desires.
Saya harus punya motivasi yang kuat dan itu adalah karena saya butuh untuk belajar lebih dalam dan lebih lebar (lebar disini saya gak maksud untuk membuat pandangan bahwa saya seorang penganut liberal yang bisa menerima semua hal heheheâŠmasih ada batasan). Saya butuh, bukan karena hanya ingin tahu saja. Saya butuh makan, agar saya tidak sakit, kalo saya sakit maka saya tidak bisa menjalankan pelayanan saya terhadap sesama apalagi terhadap Tuhan.  Well, butuh di sini yang saya maksud adalah punya keinginan untuk menjadikan itu sebagai bagian dari dasar-dasar kehidupan sepanjang kita jalanin tugas di dunia, karena Tuhan pun mengharuskan kita untuk hidup yang semuanya balance (spiritual, social, physical, emotional, and knowledge) seperti yang bisa kita interpretasikan dari Doa Bapa Kami untuk yang sering memperdebatkan kebutuhan untuk makanan haha. Anyway, do not get  the wrong interpretation in Matthew 4:4 ya!
Ketika kebutuhan belajar saya lebih terfokus dalam bidang yang akan saya ambil, saya akan tahu kasus-kasus dan kebijakan-kebijakan yang well experienced dan  itu akan membuat saya berpikir: ini kejadian apa sih? Kalau mau diterapkan kebijakanya harus gimana? Siapa aja sih yang boleh menjalankan hal tersebut? Kenapa sih cara A itu boleh dan B gak boleh? Apa sih yang membedakan teori A dan teori B? Dimana sih tempat yang boleh dan gak boleh terapin yang kayak2 gini? Hingga semuanya dihubungkan dengan Firman Tuhan!
Dari situ, mungkin saya akan sadar dan berharap bisa menemukan kebenaran karena ilmu-ilmu juga luas banget ternyata, terutama di dunia politik yang orang sering anggap panggung paling kotor seakan-akan luas dan tidak mampannyaa hukum moral maupun tertulis di dunia politik. Menemukan kebenaran yang kebenarannya itu adalah sesuai dengan kehendak Tuhan, sebagaimana yang ada di Alkitab. Kebenaran yang sebenarnya mudah sekaligus sulit untuk kita lakukan karena seluruh petunjuknya sudah ada di Alkitab, ngalahin semua tutorial-tutorial yang ada di Youtube. (but anyway thanks to Youtube yah, I learn more from Youtube ratherthan from school especially to see those real explanation about World, Human and God)
Ketika kita sudah mencoba untuk berenang dan menemukan kebenaran yang dari Tuhan, kemanapun kita pergi, kita akan terus memberikan dampak yang positif sadar atau tidak sadarâŠya walopun tidak semua tempat yang kita singgahi bakal diterima dengan baik oleh orang lain karena perbedaan pendapat serta budaya. Tapi setidaknya ada tempat dimana kita punya visi dan misi yang Godly Center untuk menyalurkan apa yang sudah kita dapatkan dari hasil belajar kita di S1, S2, S3, dan seterusnya (kalau ada yg lebih tinggi lagi) sambil juga mengoreksi diri sendiri atas apa yang sudah kita miliki. Semakin benar motivasi kita, yaitu ingin mendekatkan diri kepada Tuhan dan bukan untuk kemuliaan diri sendiri, maka makin berguna ilmu itu dan bisa dipakai dimana saja, di tempat-tempat besar maupun yang pelosok. Tapi ingat, kalau mau tahu seberapa salah atau benar segala hal, ya takaranya kita harus tahu konteks Firman Tuhan juga.
Jadi, bagi saya pribadi untuk melanjutkan sekolah yang sedalam-dalamnya merupakan salah satu (bukan satu-satunya) wujud nyata dari berenang dalam kehidupan agar suatu saat saya bisa lebih memahami tentang kehendak-kehendak Tuhan atas hidup saya di dunia ini. Dengan berenang, saya yakin iman saya pada Tuhan dan usaha saya bisa menjadi jalan untuk menemukan muara kebenaran Tuhan yang telah dirindukan oleh âaku dan nafaskuâ. Jika saya memilih untuk tenggelam, artinya saya akan dikendalikan oleh dunia terlebih dahulu dan mungkin diujung cerita berakhir dengan maut. Milih lanjutin kuliah ternyata tidak sesulit itu jika kita sudah tahu kita mau kemana. Jangan kayak Dora yang tidak tau arah dan tujuannya dan selalu bertanya ke orang lain âmau kemana kita?â he he he
Everything is Beautiful
I would not be here tonight, if I had to choose. Itâs always the bigger things in life that seem to choose you.
You can say what you want. Believe what you will believe. But Iâll take what I want, and see what I need to see.
When Iâm buried in the questions, I canât find the answers. I close my eyes and listen, âtill I remember Everything was beautiful, Nothing seem to matter Every day was just another day to dream
You can say what you want, and be who you want to be. And you never looked back to the things that you had or the ones that you never need.
Buried in the questions, I canât find the answers I close my eyes and listen, âtill I remember Everything is beautiful, beautiful
If this is all there is, you canât wrap your head around it If somewhere love exists you can wrap your arms around it
Can you hear me now?
Buried in the questions, you canât find the answers Close your eyes and listen until you remember
You donât need the answers Just close your eyes and remember Everything was beautiful
Read and listen to one thinker and you become a clone; Read two and you become confused; Read ten and you get your own voice; Read a hundred and you start to become wise.
Timothy J. Keller
Yang Hobi Memecahkan Gelas, ke Sini Deeh!
Mungkin judulnya ini tidak begitu tepat dengan konten yang akan saya bahas..biasaaa..marketing..ala-ala cerpen.co.id hahaha
Anyway, mungkin kita sering banget mendengar dari  berita di tv, sosial media, surat kabar atau bahkan Vlog dari teman-teman muda yang membahas isu-isu negara Indonesia yang sedang bergejolak.
Sejak kapan negara mulai bergejolak? Siapa sih yang hobi banget menyulut api di negara kita yang subur ini? atau Bagaimanakah negara kita mulai goyah dengan ideologi Pancasila-nya (yang katanya Berketuhanan, Berkemanusiaan & Beradab, Bersatu, Berkerakyatan & Bermusyawarah dan Berkeadlian) ? Atau adakah diantara kita yang masih belum melek dengan keadaan negara kita saat ini???
Tema kali ini saya mencoba ingin âmembangunkanâ kita sebagai anak-anak muda yang mungkin sedang âtertidurâ untuk âbangunâ memikirkan sesaat tentang nasib bangsa Indonesia.
Lalu, apa yang akan saya bahas?
1. Dapur itu selalu jorok dan banyak kemungkinan kesalahan teknis. Gak pandang restoran se-mewah gimanapun (ayo ayo saya ajak berpikir, apa nih maksudnya?!) 2. Penyebab api menyala (duh..makin kuat nih benang merahnya) 3. Gimana sih cara padamin api ditengah krisis?
Sebelum kita membahas, mari kita buka 1 Korintus 12:12-26 Kalau sudah baca, ada beberapa keywords dari bacaan tersebut: satu tubuh, membutuhkan, dan perpecahan.
Ketika kita berbicara tentang Indonesia, pasti akan terlintas terdiri dari pulau-pulau; lebih dalam lagi akan membayangkan 1340 jenis suku & bangsa (sumber: www.kitabangga.com) , hingga agama yang merupakan partikel terkecil dan sensitf dalam susunan pribadi seseorang dlm sistem kenegaraan. Hmmm, tapi kayaknya di banyak negara nyaris hampir tidak dipertimbangkan, kecuali Indonesia negara berketuhanan, dan jika dibahas, tidak akan ada habisnya perdebatan tersebut.
Ada lagi, ketika kita berbicara tentang Indonesia, ya pasti muka Presiden, Pak Jokowi, kebayang di pikiran kita dan lebih dalam lagi kita mau tidak mau arek-arek politik atas nama kepentingan rakyat pun turut meramaikan berjalannya keseluruhan sistem di negara kita. Belum lagi budaya-budaya tambahan dari dunia luar: homoseksual, feminity, hedonisme (mengumpulkan dan menikmati materi sebanyak2 dan semewah mungkin), cukuplah budaya indomie saja kita pertahankan (lho?!). Sekilas sih hal yang biasa dan sudah menjadi budaya dalam daging kita untuk dibicarakan/diperdebatkan. Tapi, kalau dibicarakan atau diperdebatkan tidak pada situasi & kondisi yang layak, bisa jadi boomerang dan hasilnya seperti sekarang ini: penistaan, persekusi, teror, dan bahkan banyak ranjau yang meletus.
Tapi, coba deh kita pikirin kembali, sebenarnya kenapa sih kita bisa di sini, kita sebagai bangsa Indonesia yang jenis budayanya sangat banyak? Yet, kita sering berdebat dan stated: Kamu salah, saya benar! Come on, sadar ndak sih, (menurut iman kristiani) kita itu diciptakan dengan tujuan seperti yang ada di  1 Korintus 12:12-26 tersebut: banyak anggota tubuh tetapi satu tubuh, dimana konteksnya kita hidup di negara Indonesia masing-masing sudah punya peran dan tugas-tanggungjawab untuk memelihara negara yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita yang kebetulan kebagian wilayah Indonesia.
Saya keinget ketika salah seorang tim sharing di FC Christ Cathedral pada saat itu bilang, âGuys, semewah apa pun restoran, coba deh liat ke dapurnya, pasti kotor..disaster banget deh pokoknya. Tapi liat, gimana restoran tersebut bisa menyajikan hidangan yang sangat menarik mata dan ternyata pas dicicipi juga enak.â Itu sama ketika kita melihat Indonesia saat ini. Cukup banyak perdebatan dan pertikaian yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan sebelum mengeluarkan keputusan bagi masyarakat luas yang tujuan akhirnya untuk kepentingan bersama. Tapi balik lagi, tergantung pribadi yang mendapatkan kepercayan dari rakyat merasakan singgassana di kantor-kantor perwakilan rakyat. Itu masalah dipanggung politik.
Tapi, permasalahannya beda lagi nih di antara masyarakat awam, seperti kita sekarang ini. Kita tuh sering banget saling berdebat satu sama lain secara tidak dewasa dan tidak terstruktur. Menganggap diri paling pentinglah, menganggap diri paling benar lah, menghina si A atau si B tanpa tau kronologi asal muasal satu sama lain.
Saya juga kadang heran dengan perdebatan antar orang Kristen sendiri, yang beda aliran gitu: Katolik, Protestan, Karismatik, GBI, Calvinist atau aliran lainnya yang mempercayai Yesus dan tidak sesat dari Alkitab. Kenapa sih sesama Kristen saling mencelah? Kenapa sih sesama Kristen saling curiga dan menyalahkan? Kenapa sih sesama Kristen saling meng-anaktiri-kan? Kenapa sih cara beribadah seperti ini-itu dianggap salah, padahal sama-sama percaya Yesus? Kenapa sih kita sesama umat Kristen, umat yang percaya pada Yesus, tidak pernah saling mengunjungi satu sama lain dalam ibadah untuk saling memahami makna dari cara beribadah? Kenapaaaa?
Ohya, satu lagi, belakangan ini saya baru tahu-dari leader FC-kalau salah satu ormas (ormas adalah organisasi masyarakat, bukan orang gemas) yang paling sering dipergunjingkan itu ternyata punya dampak yang positif lho bagi sebagian pihak, gak melulu bikin kerusuhan, dan gak heran mereka didukung ketika ada momen demo besar-besaran. Tahu tidak, ormas yang mungkin kita kenal sebagai pembawa rusuh atau suka mengompori situasi kondisi sekarang, ternyata dibalik itu semua mereka pun mendapatkan dukungan yang loyal dari beberapa pihak karena mereka punya sesuatu untuk dipercayai, yaitu tindakan yang nyata. Emang sih mereka mendapatkan duit dengan cara yang mungkin saja kurang berkenaan, tetapi apa yang mereka dapatkan ternyata bukan untuk kepentingan mereka sendiri, tapi mereka mau share sama orang lain. Yaa walaupun ujungnya biar orang yang menerima itu bisa loyal sama mereka. Contohnya ketika ormas-ormas tersebut memiliki program kerja sosial yang tidak kalah dengan Gereja/Masjid/Vihara/tempat ibadah lainnya ataupun Pemerintah dengan memberikan bantuan terhadap anak-anak yang ingin bersekolah atau dititipin orang tuanya untuk didik daripada katanya berkeliaran dimana2 dan gak jelas. Selain itu, mereka juga bisa memberikan kartu jaminan kesehatan layaknya pemerintah punya untuk jadi jaminan mereka bisa berobat dalam keadaan apapun.
Nah, coba kita pikirkan, mereka aja nih yang sering kita nilai tidak benar, ternyata masih memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Tapi coba bayangkan, bagaimana jadinya jika ormas2 tersebut sudah melihat bahwa pihak lain yg loyal nih ternyata bisa dimanfaatin untuk hal-hal negatif dan semakin menyebarkan huru-hara yang tidak kita kehendaki. Lalu, bagaimanakah dengan kita yang sudah mengetahui kebenaran itu sendiri hanya bisa berkoar tanpa bertindak? Apakah selama ini kita sudah berani mengubah melalui langkah yang jelas dan tepat? Apakah kita melihat ormas itu hanya sebagai bagian dari segelintir negara kita dimana mereka itu tidak begitu penting dan mereka pantas mendapatkan celaan dari kita? (ini rawan loh kesombongan rohani, sementara belum tentu kita sendiri benar)
Saya bukan bermaksud membela siapapun ya. Ingat, tidak ada seorang pun yang bisa dianggap paling penting atau gak penting di negara ini (yaa beda konteks kalau ngomongin Presiden dan kawan-kawan, paham ya), sekalipun ada orang-orang tertentu yang kita anggap sampah masyarakat ataupun pembawa ke-onar-an, semuanya punya tujuan. Either yang baik dan yang tidak baik, karena melalui Rasul Paulus, kita diberitahu untuk menerima perbedaan dan bisa berfungsi sebagaimana masing-masing kita diciptakan. Kita tidak boleh menolak mereka yang jahat ataupun yang sesat, tetapi hendaknya kita rangkul agar merekapun bisa melihat bahwa sungguh nyata ya kasih Tuhan, Yesus, sebagaimana ada di Lukas 6:27, yang terpancar dalam sikap kita ketika menghadapi situasi sekarang ini. Â Dan tidak ada yang berhak memberi penilaian paling benar atau salah ketika kita menjalankan tugas di dunia karena hanya Tuhan yang merupakan hakim tertinggi di akhirat nanti- MA, MK, ICJ, ICC mah lewat- Jadi, saya simpulkan poin pertama ini kita (terutama orang Kristen) jangan pernah selalu merasa benar ya dan jangan pernah berpikir I wish they were not here and I donât need them. Kita memang butuh menyebarkan Kebenaran tapi ingat jangan sampai itu memicuh keributan he..he..he..
âWhatever your difference from another person on the organ issue, care for that personâ- John Piper
Yang kedua kenapa kita bisa terpecah, itu karena ada pepatah mengatakan âMulutmu, harimaumuâ. Salah sedikit, bisa-bisa orang lain terluka atau tidak menyukai kita seumur hidup. Mulut itu yang sering membuat orang-orang enggan untuk berbaur dengan yang lain, either karna tidak paham dengan budaya (bahasa) atau takut menyakiti atau tersakiti saat ngomong dan jadinya kita saling menegakkan pagar untuk membatasi diri. Hasilnya, ya pengetahuan dan kesadaran kita disitu-situ aja muter gak ada kemajuan. Tapi disisi lain, mulut ini pembawa berkat juga.Â
Di FC tersebut, sang leader juga menceritakan salah satu peristiwa sejarah di Indonesia yang paling berkaitan dengan poin yang kedua ini adalah ketika kerusuhan 1998, dimana mahasiswa Trisakti versus aparat keamanan saling bernegosiasi agar mahasiswa tersebut membubarkan diri. Namun, ketika hendak membubarkan diri, salah satu oknum tak bertanggung jawab meneriaki mahasiswa dengan kata-kata kotor sehingga memancing kembalinya massa mahasiswa tersebut yang pada saat itu juga terjadi kekacauan dan berakhir dengan penembakan peluru tajam ke empat mahasiswa terbaik Trisakti pada saat itu. Kata-kata kotor seperti apakah? Silahkan jalan-jalan ke museum reformasi Jakarta jika ingin mengetahui lebih lanjut, tulisan kata kotor tersebut terpampang besar di sana dan saya tidak akan membahasnya disini.
Terkadang saya, sebagai seorang Kristen, merasa malu dan merasa bodoh jika mulut yang saya pakai untuk memuliakan Sang Pencipta, tetapi di satu keadaan tertentu, saya pake mulut saya juga buat mengutuk-marah-ngomel dan tindakan lainnya yang tidak memanusiakan manusia. Nah harusnya nih, sebagai seorang pengikut Kristus, ya saya wajib-kudu-harus mempertanggungjawabkan segala yang saya terima, dimana ketika sudah menerima Roh Kudus, saya seharusnya memperkatakan Kebenaran Mulia yang sudah saya dan kalian ketahui dan tentunya harus diperkatakan melalui kita pe mulut selain bertindak langsung. Yet, kita juga harus berjaga-jaga terhadap mulut kita seperti kata Mazmur 141:3, tidak hanya menghindari kata-kata kotor/mengutuk karena abisi diri atau kesensitifitas kita pribadi, tetapi seperti yang Paulus katakan bahwa kita juga harus menjaga diri kita dan orang lain dari hal-hal yang memudahkan terjadi kesalahpamahan. Ingat, sekejam-kejamnya setan mereka itu sangat halus lho cara bermainnya. Setan itu lihai banget menipu dalam keadaan pemahaman kita yang sangat terbatas. Saya kasih tahu ya, setan itu kalau bekerja gak seperti yang kita bayangkan atau liat di film-film, yang hobi bisik-bisik di telinga kita, âHayo..merly, kamu pasti bisa membalas orang itu dengan kata-kata yang lebih dari yang dia ucapin ke kamuâ Tapi, setan itu gak pernah bisik2, melainkan dengan cara menyempilkan rasa egoisme ke dalam mimpi kita. Mimpi dimana kita ingin mencapai atau menjadi sesuatu, sekalipun kita hendak jadi seorang agamawi, kalau kita lemah dan tidak nempel pada Tuhan, setan bisa aja membuat mimpi kita tuh jadi obsesi yang menciptakan musuh di dalam diri kita sendiri yang akan menghancurkan ya tidak hanya kita tapi juga orang lain yang berinteraksi dengan kita. Nah, kalau kita tidak berhati-hati menggunakan mulut, kita bisa saja merasa sedang memajukan Kerajaan Tuhan tetapi sebenarnya kita sedang menentang Kerajaan-Nya, ingin mendapatkan keuntungan sendiri serta keuntungan sesaat.
HmmmâŠmemajukan-sembari-menentang???? HmmâŠpiyee iki?? *mikir-mikir*
Nah itu gunanya Yakobus 1:19 berkata âQuick to hear, slow to speakâ dan sambil menjaga sifat rendah hati karena Tuhan itu menentang banget yang namanya kecongkakan (1 Petrus 5:5)
So, be sober-minded ya guys ketika berbicara, saya juga masih belajar kok!
 Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menghindari perpecahan?
Pertama, kita harus mau memahami yang namanya perbedaan ada yang high, ada yang low; ada yang extra, ada yang less; ada yang berlimpah da nada yang kekurangan; ada yang hebat dan ada yang biasa saja; dan ada yang benar tentu ada yang salah. Kalau semuanya sudah berkelimpahan dan benar, lalu untuk apa Kerajaan Turun ke bumi? Bukankah Kerajaan-Nya itu ingin membuktikan bahwa di atas yang tinggi masih ada yang lebih tinggi yaitu Tuhan itu  sendiri, dan sekalipun bagi mereka yang memiliki kelimpahan yang lebih dibanding manusia yang lain hendaknya saling menguatkan. Ya saya tidak berbicara mengenai harta materi melulu ya. Cukuplah, ketika kita bertemu dengan orang yang bukan sepaham dengan kita, ya paling tidak kita mengemukakan pendapat yang (dirasa) benar dan tentunya dengan motivasi untuk melihat orang tersebut maju, bukan malah untuk bermegah diri dan melihat yang lain kamu salah dan saya benar. Bukaaaann! Tapi bagaimana kita memperkatakan Kebenaran untuk sama-sama belajar bahwa kita seharusnya sampai di titik âITUâ, dititik kita dekat dengan Tuha, bukan hanya ukuran duniawi saya. Selain itu kita dengan mengerti kekurangan masing-masing pasti satu sama lain akan sama-sama mencari Role Model yang sesuai dengan Kebenaran tersebut, Yesus itu sendiri.  Diantara kita tidak ada yang 100% di jamin benar ataupun salah. Biarkan Dia yang memutuskan, jangan kitaâŠhe he he
Kedua, jangan kita mencari pujian yang sia-sia dan pahamilah kepentingan orang lain. Menurut St. Thomas Aquinas, pujian dari orang lain itu menunjukkan sesuatu yang lebih dari diri seseorang yang diketahui dan diakui oleh orang lain dan yah, tidak ada yang salah dengan menyadari kualitas dan perbuatan baik kita. Tetapi, lagi-lagi perlu kita batasi ya guys, dan yang satu ini memang cukup sulit apalagi di era modern seperti ini dimana semua hal yang baik maupun yang buruk bisa terekspos dengan mudah di sosial media. Ya dengan kata lain, menjadi inspirasi bagi orang lain dalam hidup itu ya memang bagus sih sebenarnya, tapi jangan sampai kita yang ingin jadi pusat, bukan Tuhan lagi (Matius 5:16). Hmm..kalau yang ini aku mau ngasih contoh generasi Yosua yang sangat dikehendaki oleh Kristus karena adanya perubahan gerakan, penyelamatan jiwa-jiwa dan dan berkat Tuhan bagi generasinya. Tapi kalau kita terlusuri lebih jauh sebelumnya, hal tersebut ternyata sudah dimulai sejak keturunan Musa yang memimpin mereka dari tanah Mesir. Saya sendiri sih sempat berpikiran negatif, gimana ya kalau waktu itu saya yang jadi Musa? Mungkin saya akan memimpin bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir itu dengan hati yang congkak, dan bagaimanapun harus melakukan tugas itu agar dipuji orang-orang. Tetapi Tuhan berkata lain, Musa meninggal dan digantikan oleh Yosua sebagai generasi baru yang menikmati tuaian Musa sebelumnya. Hal ini berarti Musa sudah memperjuangkan kepentingan orang lain walaupun dia sendiri sempat meragukan kemampuannya untuk dipakai oleh Tuhan menyelamatkan bangsa Israel.
Nah dengan begitu, kita semua yang punya kelemahan merasa perlu satu sama lain untuk berjuang dan bertahan di bumi yang pertiwi ini, atau mungkin untuk generasi musa yang akan datang.
Namun tidak kalah penting, mari kita kejar kebersamaan dalam Tuhan dan jangan lupakan untuk kemuliaan Tuhan, bukan kemuliaan manusia! (Kejadian 11:1-6) sering banget nih,  seperti yg sudah saya sebutkan  tentang perdebatan antar Kristen sendiri, âPokoknya, diluar cara berdoa ini salah..Pokoknya di luar dari pemahaman ini itu sesat!..Pokoknya diluar dari surat ini dosanya tidak diampuni!..Pokoknya..pokoknya..pokoknya..â gitu terus sampai Tuhan Yesus datang ke dua kali. HayyyaaaahâŠgimana mau menang kalau dalam rumah sendiri aja sekali sentil langsung hancur kabeh. Saya sendiri mencoba untuk memandang kepada satu gereja yang saya rasa secara pribadi itu cocok dan merasa tidak perlu mengumbar kejelekan gereja ini-itu. (tapi sometimes tergoda sih untuk menceritakan pengalamannya hahaha) Tapi kalau bisa nih yang lebih terpenting kita sama-sama memiliki kepercayaan yang sama yaitu percaya bahwa hanya Yesus yang merupakan satu-satunya Penyelamat manusia dari Maut dan kita  sebagai manusia yang penuh dengan dosa harus tahu bahwa hanya Yesus yang bisa membuat kuasa Maut yang tadinya mendekap Adam dan Hawa terkaget-kaget pasca kebangkitan-Nya yang kemudian turun ke dalam kerajaan maut untuk melepaskan manusia dari cengkeraman maut setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa yang upahnya adalah maut. Hayoo, kita itu sama-sama percaya Tuhan Yesus, masa iya gara-gara tata cara beribadah kita saling judge dan tidak saling bersatu untuk mengabarkan kabar sukacita dari Tuhan Yesus? Tidakkah lebih baik kita sama-sama bersatu dalam keragaman cara beribadah? Tidakkah lebih baik kita sama-sama saling memperlengkapi satu sama lain agar tidak terjadi perpecahan. Kalau kita terpecahkan, gimana caranya berjuang bersama mendoakan bangsa kita? Inget lho, Tuhan itu melihat kesatuan hati para jemaat-Nya (Kis. 12:5) dalam rangka menyebarkan injil atau kebangunan rohani lainnya, bukan hanya keinginan pribadi. Mari dong bersatu bersama untuk menjalankan mandat dari Tuhan Yesus untuk memenuhi bumi ini dan mengabarkan kabar sukacita!
Nah, kalau yang sesama believer sudah bersatu, itu artinya kita juga harus sama-sama dengan orang lain untuk membawa Indonesia ke masa depan yang cerah. Hey anak Tuhan, ngerti kan maksud saya? He he he
Kalau gak ngerti, mari kita lanjut, nanti bisa hubungi saya via instagram aja haha
Hmmm..hampir ketinggalan! Jangan lupa untuk kita hidup saling ber-TOLERANSI yang jelas beda dengan Kompromi! Ketika mendengar kata toleransi, hmm biasanya nih orang yang kerap bertoleransi dianggap sebagai yang liberal dan juga broad-minded dan banyak yang salah mengartikan bahwa toleransi itu sama dengan kompromi, isnât it?
Tapi sayangnya, saya sendiri dalam membedakan antar toleransi dan kompromi ini masih sangat ngambang. Masih sering tidak berhati-hati dan makanya prinsip saya sendiri untuk tidak sembarangan dalam bertoleransi karena ukup banyak lho bentuk-bentuk toleransi yang kemudian bisa menjadi kompromi jika kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kita hidup bersama orang yang memiliki kebiasaan yang tidak bermoral, menyalahgunakan alcohol atau obat-obatan terlarang, bahkan mungkin orang tua/keluarga kita bercerai atau bertengkar, kita biasanya mencoba untuk protes, tetapi mereka tetap melakukannya dan kita mulai toleransi, âyaudahlah ya, masing-masing punya urusan sendiri. Gapapa deh, asal kita tetap bersamaâ. Lalu karena penasaran, kita pun mulai mencoba apa yang orang-orang tersebut coba, dengan alasan âgapapa kok, kompromi skali2 gapapaâ atau kita sering berpendapat, âgapapa lah, tuh mereka aja ngejalananin. Atau hal kecil, ketika saya masuk kantor, sesekali kalau terlambat 5 menit malah membelah diri, âhalaah..yang lain aja bisa sampai setengah jam telatnya. Sesekali okelah, kan semalem kurang tidur dan blablabla alesan lainnya.
Coba kita tanya ke diri masing-masing? Kenapa sih kita harus membatasi pikiran kita dari hal-hal yang sebenarnya dikompromikan? Ini pandangan dari Billy Graham, bayangkan, kenapa kita harus belajar ilmu matematika dan kenapa tuh ilmu yang susahnya gak ketulungan tuh (bagi saya) narrow-minded banget? Kenapa ada yang namanya pelajaran geometry dimana kita harus mengukur dan menggambarkan hubungan spasial dalam kehidupan sehari-hari dan semuanya itu tentang perhitunganâŠdihitung, dibentuk dan dibatasi! Yah, ada batasan guys! Coba kalau gak ada batasan, apa jadinya pesawat tanpa perhitungan jarak, itu bisa dalam keadaan bahaya lho.  Itu sama dengan hidup kita, gak mungkin kita mottonya âHidup jalani aja semuanya, YOLO, just take any act you wish, they all lead to Heavenâ BIG NO!
Ohya, saya teringat satu lagu Sekolah Minggu saya nih:
âdi dalam dunia ada dua jalan,
Lebar dan sempit, mana kau pilih?
Yang lebar api, jiwamu mati
Tapi yang sempit, Tuhan berkati!â
Wahh udah tau dong ya benang merah dari toleransi dan kompromi ini. Ya, toleransi itu dimana kita merelakan orang lain menjalankan apa yang hendak mereka jalankan, yang berlawanan dengan prinsip kebenaran, tanpa paksaan dari kita untuk mengikuti apa yang kita percaya dan tentu kita sendiri harus tetap memegang prinsip kita yang benar. Sementara kompromi, ya membiarkan diri kita sendiri untuk masuk ke dalam area tertentu yang tidak sesuai dengan prinsip kebenaran yang kita percaya dan seringkali orang kompromi ini dianggap open-minded. Tapi Tuhan Yesus sendiri ingetin dalam Matius 7:13-14 kalau jalan-jalan yang lebar dan ramai dilalui oleh orang itu biasana yang mudah dan tidak sesuai dengan keinginan Tuhan, ya tau sendirikan kebiasaan manusia selalu ingin yang muda dan instant, gak peduli dengan dampak long-term.
Sebagaimana yang kita tahu, Tuhan Yesus itu sendiri bukan orang yang toleransi sebenarnya terutama akan hal-hal yang hipokrasi (hal yang seharusnya tidak sesuai standar moral tapi tetap diakui baik); selfish; dan jelas nyata itu adalah dosa, cuma⊠manusia aja yang belakangan di bumi ini mulai bikin aturan sendiri dan berusaha ngebedain antara toleransi dan kompromi. Padahal sama aja, toleransi kalau gak benar merupakan awal dari kompromi yang didasarkan oleh pembenaran karena merasa takut untuk tidak diterima dalam masyarakat sosial. Lagian sudah dijelaskan oleh Tuhan Yesus kalau cuma Dia-lah satu-satunya jalan kebenaran (Yoh. 14:6; Kis. 4:12) Lalu, kenapa kita masih harus mengorbankan yang hal yang seharusnya benar jika kita susdah mengetahuinya? Kenapa kita masih harus mendiamkan tetangga kita disebelah jika ada yang berbuat tidak benar?
Nah balik lagi. Ketika dalam kehidupan sosial dan bernegara kita mulai tercium kelakukan yang tidak menyenangkan baik itu kita sendiri ataupun orang lain, belajarlah untuk menegur dan memberitahukan yang benar. Jangan peduli kita dianggap kolot atau sok suci. Tapi itu harus benar-benar karena untuk kebaikan mereka atau diri kita juga agar lebih baik, tulus gitu. Kalau ada teman kita yang ngepost hal-hal yang menunjukkan kebencian akan orang tertentu atau kelompok tertentu mungkin sebaiknya kita langsung tanyakan kepada mereka sebenarnya ada apa gerangan dibalik postingan tersebut (hhmm saya sendiri kadang kalau lagi kurang iman dan emosian akan bertingkah seperti ini) atau kalau ada yang meminta kita bertoleransi akan suatu tindakan yang ingin dia lakukan, ya tanyakanlah alasan kenapa kita harus bertoleransi? Kalau gak ada dasar alasan yang masuk akal dan benar, ya untuk apa kita mengikutinya?
Ingat, toleransi itu tidak selalu benar tapi juga tidak selalu salah. Sebelum bertoleransi kita harus tahu seberapa besar sikap toleransi yang patut kita lakukan. Gak mungkinkan ngeliat teman memukuli atau mengerjai teman lain trus kita diem aja dengan alasan toleransi. Â Bisa mati ditempat anak orang mah kalo kayak gitu dan kita jadi saksi dari kejahatan tersebut.
Abis nulis panjang-panjang, saya langsung bergumam dalam hatiâŠâIYAAAAAAAâŠTAPI PRAKTEKNYA SUSAH KALEEEE!!â *usap-usap muka*
Sumber: Bahan Sharing FC Chosen-Christ Cathedral https://billygraham.org/story/the-sin-of-tolerance/
Flashback
Digital numbers comes up,
something is buzzing on her ears.
It seems like, âOsshh!!!! Did you?â
She had those flashback,
everything blows up,
she froze.
 The car was following behind the girl,
turned around.
At the one point they were met,
in the end of the track.
The wind was blowing,
her sweat was flowing, Â
as the car passed the way, along the broken roads.
 How can this girl remember everything and flashback instantly?
This girl hates the way her brains works.
She have got the chip safely,
embedded inside  her head.
 Yet, she can feel the quiet atmosphere
But it is not a silence.
Sheâs trapped in quiet,
she filters every sounds,
a sound in the wilderness.
 Her prayers was a simple prayers,
âGod, please help me!â
Kaesang oh Kaesang: Kaesang Tidak Tidur
âLaki-laki seharusnya merakyat, jangan tidur kalau orang sedang merakyatâ
Kaesang..oh..Kaesang..
Tanggal 6 Juli 2017 kemarin saya mampir ke website berita nasional Kompas, dan sayang sekali kali ini melihat di headline website âPolisi Pelajari Laporan terhadap Kaesangâ. Ada kabar, bahwa seorang anak muda bernama Kaesang telah dilaporkan telah menyebarkan isu kebencian melalui media sosial. Tetapi sayangnya di website tersebut belum memastikan bahwa benarkah itu Kaesang dari Bapak Presiden Jokowi atau Kaesang yang lain-lain?
*Kaesang Roma, kau kah itu?*
*Iyaa, aku disini, Ani!*
Karna merasa kurang yakin dan naluri orang Indonesia itu pada dasarnya kepo dan perhatian (yang beda tipis), dengan sangat berhati-hati, lirik kanan-kiri, saya coba langsung search di google dengan perlahan-lahan, ketik satu persatu: Kaesang dilaporkan ke polisi âŠ. yaa berhati-hati biar keyboard komputernya gak cepet rusak maksudnya dan lirik kanan kiri siapatau yang ngelaporin Kaesang itu ada di kantor saya he he he
Nah, ternyata bener! Bener itu Kaesang anak Pak Presiden dan Vlog yang dimaksud juga terpampang disitu dengan amat sangat jelas (nasional.kompas.com) . Â Kaesang dilaporkan kepada polisi dengan tuduhan Vlog yang diupdate pada tanggal 27 Mei 2017 mengandung ujaran kebencian dengan ucapan yang ada di Vlog tersebut katanya menyinggung beberapa pihak/kaum tertentu.
Berikut transkripnya:
"Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja.... (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak "bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga").
Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar N**** (sensor bunyi). Ini ajarannya siapa coba? dasar N**** (sensor bunyi).
Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.
Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar N**** (sensor bunyi)
Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong".
 Entah kenapa ya, apa hanya saya dan Kaesang saja yang paham (EaaaâŠ.mau banget nih di-saja-saja-in) kalau apa yang dibicarakan dalam Vlog tersebut ya memang benar! Ya ini alasan saya:
Pertama, Kaesang memperlihatkan video segerombolan anak kecil yang membawa bendera merah putih (benderanya gak pantes pakai huruf capital, bendera Indonesia tidak pantas disentuh oleh orang yang tidak memahami ideology Pancasila dengan benar) sambil berteriak-teriak bunuh ahok..bunuh ahok.. Mengerikan banget lho guys masih kecil gitu mereka udah kenal sama satu kata yang begitu ngeri jika kita orang dewasa nyebut âbunuh..bunuh dia!â Miris banget ketika kita mengetahui bahwa dari kecil anak-anak di negara kita sudah ditanami dengan ideologi kebencian, belum lagi ideologi kebencian tersebut langsung dipraktekkan mentah-mentah di usai seperti itu. Yakin dan percaya deh, sebagian besar dari mereka ntar pas gede akan selalu ingat praktek tersebut dan akan menjadi tempat kakinya berpijak jika dihadapkan pada suatu masalah ketika mendapati pemimpin yang kurang nancep di hati, âWong dulu guru aku pernah kok diajarin dari sekolah untuk mendemo dan ada yelyel: bunuh dia..bunuh dia..â dan gitu terus sampai anak-cucunya, the power of killer mindset. Seremkan?
Saya mau quote Kaesang nih: âini ajarannya siapa coba?â Ajaran siapa kah? Apakah dalam kurikulum pendidikan kewarganegaraan ada ajaran seperti itu? Saya aja diajarin praktek berdemokrasi secara langsung dan genting itu pas udah lulus kuliah dan itupun dibekalin pihak insititusi bahwaâ ini bukan memihak, tetapi menjadi saksi saja dan maka dari itu jangan membawa atribut-atribut termasuk benderaâ GituâŠ
Bapak, ibu sekalian yang punya wewenang mengatur kurikulum, kalau bisa kurikulum sekolah kita dipentingin dulu deh belajar Caracter Development-nya dari kecil. Atau pelajaran agama yang sesuai dengan kebenaran dulu. Jangan langsung mengajarkan politik praktis diihh, kasian adek-adek yang belum dapet bekal yang cukup langsung disuruh praktek mentah-mentah. Itu bagaikan belajar logika yang hanya mencomot pengetahuan awal dan pengetahuan akhir, dan langsung jadi kesimpulan. Tidak terjadi proses analisa yang jelas di antara pengetahuan awal dan akhir tersebut.
Saya kasih analogi. Saya ketemu sama seorang bapak dan saya nanya:
Kasus I: memakai analisa yg baik dan benar
Saya bertanya: âBapak, gimana sama keluarganya kalo dirumah â
Si bapak jawab: âooh sayang...â
Biar tidak mencolok coba ditanya lagi...
Saya nanya lagi: â bapak ada akuarium kah?â
Si bapak jawab: âooh ada..dong..ikannya gede-gede malahâ
Saya nanya lagi: âbiasa biar akuarium tetap bersih gimana pak?â
Si bapak jawab: âyaa saya punya tanggung jawab buat bersihin. kalau gak ya anak atau istri sayaâ
Saya nanya lagi: âhooo di rumah bapak punya anak sama istri?â
Si baapk jawab: âIya dek, anak saya ada dua dan istri cuma satuâ
Kesimpulan Kasus I: dari akuarium kita bisa tau bapak ini sayang keluarga dan tidak H*mo.
Kasus II: ketika ketemu bapak yg lain dan saya tidak memakai analisa yang baik dan benar
Saya nanya: âPak, dulu sama keluarganya gimana waktu kecil?â
Bapak ngejawab: âwah sayang dongâ
Saya nanya: âBapak ada akuarium di rumah?â
Bapak jawab: âwaduh, gak ada dek. kenapa tuh?â
Saya bergumam dalem hati: FIX, bapak H*mo!
Nah kayak gitu tuh kalau kita bernalarnya tidak melalui proses yang benar dan baik. (Jangan ditiru ya guys!)
Ketika, mendapatkan situasi yang mirip, maka kesimpulan yang didapatkan pasti disamaratakan dengan kesimpulan yang kasusnya padahal jauh berbeda. Akibatnya, kesimpulan tersebut ngawur. Si adek memahami dengan ngawur, orang tua makin sulit membendung seiring semakin maju dan liarnya zaman, dan pemerintah sendiri ngalor ngidul memperbaiki kurikulum tiap tahun sementara si adek terus bertambah umur dan otomatis pemahaman-pehamannya di masa lalu yang tidak benar sudah terlanjur disimpen karena âdibuang sayangâ. Duuh..piye iki?
Lagi pula, sebenarnya untuk apa sih menyuruh anak-anak berteriak-teriak seperti itu? Apakah pemimpin yang diteriaki tersebut adalah dia pemimpin yang tidak berkulitas: tidak memberikan arahan, tidak konsisten dengan performance, tidak menjadi contoh bagi generasi muda atas kerja kerasnya, atau dia adalah seorang yang tidak bermoral sehingga harus diketahui orang banyak termasuk anak-anak yang sepintas tidak tahu apa-apa, yang semuanya ditukarkan dengan video editan yang berdurasi hanya beberapa detik saja dan tidak membutuhkan usaha yang besar untuk membuat video tersebut dibandingkan dengan usaha-usaha beliau bersama warga Jakarta menurunkan banjir Jakarta yang hasilnya terlihat jelas penurunan jumlah kecamatan yang terkena banjir di tahun 2015 (silahkan cek website http://data.jakarta.go.id )
Dan lagipula, kenapa sih harus protes kalau Kaesang menyuarakan pendapatnya tentang hasil didikan usia dini di Indonesia? Tidak kah itu lebih baik, daripada Kaesang sendiri yang langsung turun ke lapangan menggulung lengan bajunya, membawa bendera dengan ukurang yang lebih besar dan lebih disorot media sambil berteriak âbunuh dia..bunuh dia..â #lho
Gini yah, lagi pula yang dikatakan om Dedy itu ada benarnya juga. Si Kaesang ini bener-bener lho ndak pantes jadi anak presiden. Mana ada anak pejabat di Indonesia yang berani menyuarakan pendapatnya seperti itu disaat gentingsperti saat ini? Yaa kalau  saya jadi anak presiden ya mungkin juga bakal minta proyek pembangunan dimana-mana, minta dimodalin usahanya, minta diperlengkapi dan minta-minta yang lain. Coba deh bandingkan dengan anak-anak pejabat lainnya, jangankan anak pejabat, anak rakyat jelata seperti saya aja masih sempet mikirin minta-minta sama orang tua trus tujuannya rada gak jelas pula hihihi *kok bangga?!* sedangkan si Kaesang, duh speechless saya! Apa adanya dan berani pula! Mana ada anak pejabat yang berani memberikan suaranya dengan berani dan mencolek sedikit luka lama para pihak-pihak yang jenisnya disebutkan di Vlog itu hehe
Tidak cukup kah orang yang cukup senior, tegas, berani dan cerdas kita masukkan dalam penjara? Apakah perlu juga generasi muda yang berani dan tepat sasaran kita hilangkan dari Indonesia? Apakah kita terus mencoba mendekap Indonesia dengan manja agar tidak pernah jadi dewasa yang seutuhnya? Apakah kita terus menyembunyikan Indonesia di mata dunia ketegasan seakan menjadi âseseorang yang luguâ ?
June 2017 - When I Grow Up
This is why I love this song: Ruang Rindu
Bait I
Di daun yang ikut mengalir lembut
(Sometimes, I follow the world)
Terbawa sungai ke ujung mata
(Drifting in the lust of the world)
Dan aku mulai takut terbawa cinta
(Iâm afraid that Iâm not on the track towards the True Port)
Menghirup rindu yang sesakkan dada
(I missing my God, a pile of homesickness in my chest)
Bait II
âtak pernah kuragu dan sâlalu kuingat.
(I should not be doubt for what He promised to me)
Kerlingan mata-Mu dan sentuhan hangat.
(when we meet God, we can look His sincere eyes and His sweet touches to our hearts)
âku saat itu takut mencari makna.
(in reality, I'm afraid to swim in depth for searching and yearning the Right One)
Temukan rasa yang sesakkan dada.
(but it turns out, when we found the Right One, it can change the nature of  our desires in the moral and spiritual of our dreams)
 Reff Bait I:
Jalanku hampa dan kusentuh Dia.
(when our life feel so empty and suddenly we become near back to God)
Terasa hangat, oh di dalam hati.
(we feel the Truly of satisfaction of our heart)
Kupegang erat dan kuhalangi waktu.
(however, we must realize that often we become far away from God and time looks alike a tug of war)
Tak urung jua kulihat Dia pergi.
(but God never fails to be near of us)
Reff Bait II:
âkau datang dan pergi oh begitu saja,
(people forget who they are, especialy when being satisfied the temporary needs; we forget to thank Him)
Semua Ku-trima apa adanyaâ
(He still pursuing peopleâs long-term and true comfort)
Mata terpejam dan hati menggumam.
(and then we realized, in prayer)
Di ruang rindu kita bertemu.
(and in one foothold point we meet Him and yearn for Him)
Hello
Merly is Back!
Ketika Negara Api Mulai Menyerang (PART II)
tetapi kemudian berita muluk mulai bertebaran bentuk pertanyaannya membuat galau:Â "Mer, lu kapan dan mau magang dimana????"
Lah? emang itu wajib dan harus setelah semester ini ya?
"Yee emangnya lu mau lulus tanpa pengalaman kerja dan lama lulusnya?" atau "iyalah..orang libur panjang cuma di Desember dan bulan yg lainnya bentro jadwal kuliah sist" atau "lu orang makassar ? ingat slogan ini gak? 'makin cepat lebih baik'..gitu bro"Â
pokoknya banyak komentar-komentar yg bikin saya stuck, mau magang bulan desember atau tidak mencapai syarat kelulusan akhir. dan karna dari dulu naksir sama salah satu badan keuangan independen negara, maka saya berniat magang disitu. banyak yang bilang, disitu susah masuk lah, disitu kerjaannya beratlah, tapi bagi saya itu adalah tantangan and I love those challenges :D siapa bisa masuk ya berbahagialah walopun cuma magang hihihihiÂ
berminggu minggu saya mempelajari struktur lembaga keuangan negara tersebut, diliputi rasa tidak ngerti tetapi semakin ingin tahu, akhirnya saya mulai paham and I got the Idea, apa yang harus saya kejar dalam magang di tempat tersebut!!! Â beberapa hari kemudian, dengan keyakinan yang teguh saya mencoba memberanikan diri menelepon lembaga tersebut dan pdkt sama operatornya, tapi operatornya kepo banget *geer* ...ada perlu apa mbak...huffttt..."saya mau magang bu, dan mau bicara dengan HRD atau siapapun yang mengurus mahasiswa magang"..disambungin dan nyambung kesalah satu bapak yang merupakan bagian urusan hrd sekaligus analisis lembaga keuangan tersebut. dari suaranya saya bisa menebak sepertinya bapak ini belum terlalu tua dan masih punya selera humor #????? semuanya saya jelasin dan rencananya Agustus selama libur dua minggu akan saya manfaatkan untuk ke kantor tersebut memperkenalkan diri kepada bapak analisator tersebut dan kami deal. pokoknya smua sy jelasin, kecuali status single saya. ho ho ho bapak nanti istrinya marah lho :DÂ
ya si bapak nyuruh saya masukin surat pengantar dari kampus dan proposal magang dan yaa jujur saja saya belum berpengalaman membuat proposal magang, dan ketika minta ke senior, yaaa cuma di kasih contoh format huuu -__- bolak balik saya meminta tanda tangan kajur dan dosen PA walopun ada pertemuan-pertemuan mereka dgn tamu penting aaah bodo amat yg penting urusan saya selesai dan bisa hidup normal lagi karna orang-orang yang saya temuin di F15 itu rata-rata suka bilang "kamu rajin banget  sih kesini..mau ketemu sama siapa??". tapi satu hal yang saya senang di UPH, pelayanannya cepat skali. Saya mengajukan permohonan untuk surat pengantar magang dari kampus, hari ini saya mengajukan besoknya langsung jadi lengkap dengan tanda tangan dan stempel kajur. senangnyaaa \(^.^)/ dan setelah proposal saya selesai smua langsung di kirim ke institusi tersebut. dagdigdug jantungku berdebar karna sempat lupa lampirin lembar pengesahan proposal padahal proposal udah di tempat pengiriman barangnya dan hari itu juga bolak balik kampus-agen DHL untuk menjilid ulang proposalnya. DHL thank you so much udah mau menunda beberapa jam kelengkapan proposal saya. setelah proposal dikirim, kepada mulai ringan seperti ada invisible hand yang mijit. saya menghubungi bapak tersebut, eh lupa, namanya Bpk Glen. setelah libur lebaran usai seninnya saya langsung ditelepon pak glenn dan bersyukur banget kok lembaga ini ramah dan baik banget pelayannanya sama mahasiswi, cuma mau magang lagi. dia telepon saya dan menanyakan saya apakah agustus akan kesini? yaa sayangnya liburan dua minggu tersebut tidak bisa saya dapatkan karna harus kerja di asrama termasuk menyambut kedatangan anak baru. apa boleh buat bapaknya langsung "berarti ga jadi ya? karna kalo ga jadi kamu digantiin dulu sama yang lain" ..saya langsung kaget dan keceplosan ngomong "waduh! digantiin gimana dlu nih pak?" GUBRAKK MERLYYYY!!! I was doing the stupid thing!! Bapaknya langsung bilang "iya saya mau konfirmasi aja, kalo ga bsia agustus km kesini itu artinya ada yang gantiin dan kamu harus ngajuin surat di November lagi nanti". "YAAA BAPAAKKKK ..Gimana dong? trus saya ngajuinnya dua atau tiga bulan sebelum desember?".."Iya merly, kira-kira bulan november sperti yg sdh saya bilang tadi. krn kamu ga jadi kan kesini?"...adduuh kecewa nih, giliran udah seneng juga malah gagal. terakhirnya saya nanya, "trus pak, surat keterangan yg untuk konfirmasi atau ditolak kapan bapak kirim balik ke jurusan saya?"..bapaknya jawab, "pokoknya after kamu kirim surat lagi ke kami november nanti suratnya langsung saya balas".
yaa intinya adalah karna ga bsia ketemu bapak itu agustus itu saya belum di beritahu fix diterima atau ditolak untuk bisa magang disitu. menurut feeling saya mereka menanyakan saya ingin ke sana kayaknya untuk tanda tangan kontrak ya??? :| aduh gimana ini diinggg??? saya coba mau tahu alasannya kenapa ga bisa dikasih kepastian, apakah itu untuk interview ataukah hal lain, tp bapaknya bilang ga ada interview kok cuma mau konfirmasi aja kesini bisa atau gak. jadi saya menyimpulkan itu merupakan hal tanda tangan kontrak tapi saya nya yang ga bisa dateng dan kehilangan kesempatan pertama T_______T
dan setelah saya menyampaikan ini ke pihak urusan magang-me-magang di jurusan saya, mereka bilang, kamu turutin aja kata mereka, kirim surat lagi, anggap aja itu gagal.Â
tapi ini saya masih bingung, apakah benar saya ditolak atau emang cuma disuruh ngulang??Â
yasudahlah, kalau memang Tuham mengizinkan saya untuk magang disana, saya capcus setelah UAS november nanti.
Negara Api Mulai Menyerang (PART I)
Semester ini benar-benar menguji iman. Saya merasa kayaknya ini udah pintu gerbang menuju gelar "Senior" kampus seperti cerita-cerita sebelumnya, dimana kita sebagai mahasiswa suatu saat (baca: jika sudah menanjak level semesternya) akan menghadapi yang namanya perjuangan individual.(yaaa emang temennya ga banyak juga kok)
Dimulai dari FRRS online untuk semester ini bulan Mei kemairn. di rumah lagi liburan, bukannya kepala menjadi ringan, malah menjadi berat seperti menampung batu berkilo-kilo. mau connect ke oracle ga bisa. mau add kelas beberapa kali gagal dan sampai masuk kuliahpun ada satu mata kuliah yang ga bisa saya ambil, padahal smua persyaratan udah lulus. stelah menemui dosen PA beserta Kajur dan meneliti apa yang salah, ternyata saya tidak bisa mengambil kelas Multinational Coorperation karena sebelumnya mengambil kelas Management yang itu seharusnya utk anak jurusan manajemen -___-" tapi berkat doa dan keyakinan akhirnya bisa transfer nilai hahaha lumayan, nilai manajemen saya tertinggi diantara beberapa teman sejurusan yang lain (iyalah orang ambilnya dijurusan manajemen, pasti belajarnya lebih komplit)
setelah masalah kelas selesai, smua mata kulah yang saya ambil setelah diteliti ulang tidak ada satupun MKU yang saya ambil, dan itu artinya saya masuk di jurang mimpi yang buruk dimana butuh usaha keras utk bisa melalui jurang mimpi buruk teresbut selama satu semester ini. Karna, menurut 'kami' MKU itu adalah salah satu wahana kesenangan untuk menyentil nilai agar bisa naik 'sedikit' ketika MKP ada yang yg tidak standard-standard saja nilainya. dan benar saja, ketika aktif perkuliahan sungguh banyak tugas yang menurut saya sungguh membuat keluar dari zona nyaman, seperti membuat paper kerja kelompok. terus terang saja, saya lebih suka ngerjain makalah, jikaaaa secara individual karena saya orangnya tidak sabaran maka mengerjakannya milih lebih cepat agar akhirnya saya bisa mengerjakan tugas yang lain secara bergantian. mengerjakan sekaligus itu sama dengan sambil memotong bawang sambil mengaduk adonan kanji. susahnya minta ampun jika dikerjakan bersamaan. tidak hanya paper, dari mata kuliah hukum kami diberi tugas untuk mencari kasus yang telah diselesaikan oleh pengadilan tingkat pusat untuk dijadikan bahan UTS dan itu rasanya susah gampang, susahnya adalah mengumpulkan niat untuk memulai perjalanan ke pengadilan tersebut, entah mengapa, apakah saya tidak begitu suka dengan lingkungan pengadilan karena lingkungan itu seolah olah menunjuk ke kita "heh lu tukang langgar aturan ya!!" atau karena emang kurang suka menghakimi orang *eeaaaa ..tetapi gampangnya adalah ketika dengan gampangnya saya hanya diberi info bahwa yang ke kantor teresbut cuma butuh perwakilan anggota kelompok, karna syaa tidak memiliki kendaraan pribadi (tida memiliki kendaraan pribadi tidak selamanya buntung, ada untungnya juga). jadi yasudah, beberapa dari mereka lah yang pergi mengajukan diri ke pengadilan.Â
setelah semua tugas selesai, damn! I love Jesus..ternyata selama hampir satu semester ini saya di temani oleh Dia yang selalu memberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi orang-orang dalam mengerjakan tugas kelompok. tau sendirikan gimana rasanya kerja kelompok. dan mungkin karena saya orang yg cenderung realist, maka sering menganggap segala sesuatu hal itu adlah ancaman bagi kepentingan saya. hmmm egois. tapi tidak apa-apa, berjaga-jaga itu baik, seperti yg ada di Alkitab. selama hampir satu semester pun saya sangat bersyukur dimana banyak permasalahan dapat saya selesaikan dengan hampir mencapai target perfect (mengingat tdk ada yg sempurna di dunia ini)Â dan Puji Tuhan UTS dilewati dengan sejahtera lengkap dengan paper-paper kelompok yg menyusahkan tersebut. Â
setelah UAS, beban kerja kelompok sudah berkurang, digantikan dengan paper individu, tapi tidak apa-apa ini pekerjaan yang tidak menyusahkan sperti kerja kelompok tadi.Â
hari-hari kulalui dengan tidak sabaran ingin segera:
1. menyelesaikan semester ini dengan nilai yang memuaskan dalam proses yang halal agar bisa melangkah ke jenjang yg lebih serius (semster akhir) dan membahagiakan orang tua serta mantan pacar maupun calon suami yang sudah berdiri di sana menungguku XD *siapakah dia??*
2. semester baru berarti pergantian mahasiswa dorm dari yang lama menjadi anak baru :) bertemu dengan adek-adek baru
3. pindah kamar dan ganti roommate (biar lebih fresh dan mengenal satu sama lain)
4. teman-teman Supervisor baru (4 dari 8 orang) Â dan resident assistant yang baru :) :) :)
5. memperbaharui dan memperbaiki kinerja sebagai Supervisor Asrama di tahun ke-II :) :) :) semoga lebih baik lagiÂ
Israel-Palestina : Konflik wilayah, bukan konflik agama
Menanggapi masalah konflik Israel dan Palestina, saya sangat menyayangkan respon-respon yang dilontarkan oleh beberapa komunitas dan media yang pro-Palestina, dimanapun berada, banyak yang menuliskan berita-berita propaganda negatif jika dilihat dan dibandingkan dengan wikipedia (sampai saat ini satu-satunya disitus online yang saya-pribadi-masih percaya 30% dan sampai saat ini jika saya mengerjakan tugas akan ditanya sama dosen "ini sumbernya buku/jurnal atau wikipedia?") jelas-jelas sangat berbeda dengan yang mereka lontarkan. sometimes, I think deep down in  my brain and in my heart, "are they realize that their article will be received roundly by the readers?" while we can see so many article has made in the internet and we can make the differentiation for that all.Â
so, I hope for you all my brothers and my sisters, don't try to make or give suggestions or denies for that issues, because you are not receiving the positive respond of them but the scorn only, threats to kill-to be destroyed and also another rough words, so pleaseee don't share anything that offensive the pro-palestinian groups.
for the Christian community,primarily in Indonesia, is wise if we put ourself far from the Palestine problems to avoid clashing between Christians and pro-Palestinian in this republict.
some words up here may are offensive the pro-palestinian groups, but it just my explanation about the issues which I have heard for couple weeks ago .
and also let's read the history both of them first because that sources is not really hard to found: bible, wikipedia, newspaper (manual/online news)
let's pray for our nation so that issues aren't influencing our relations between religions.
dear you
Dear Mas Jokowi, laksanakan tanggungjawab Anda dengan bijaksana, jika tidak, Saluran Air Solo menunggu Anda.
Dear Daeng JusufK, laksanakan tanggungjawab Anda juga dengan bijaksana, jika tidak, Pantai Losari Makassar juga menunggu Anda.