Adalah Matamu
sebuah entah yang ingin kupecahkan lewat percakapan-percakapan di atas ranjang. Bondowoso, 2016
styofa doing anything
noise dept.
YOU ARE THE REASON
d e v o n
Sade Olutola

izzy's playlists!

ellievsbear
occasionally subtle
wallacepolsom
Not today Justin
TVSTRANGERTHINGS
Three Goblin Art

#extradirty
tumblr dot com
art blog(derogatory)

if i look back, i am lost
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Cosimo Galluzzi

Kaledo Art
Alisa U Zemlji Chuda
seen from United States

seen from Switzerland

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Spain
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Switzerland

seen from United States

seen from France
seen from United States

seen from Austria

seen from United States

seen from Switzerland
seen from Sri Lanka

seen from Russia

seen from Germany
@aporsiapsika
Adalah Matamu
sebuah entah yang ingin kupecahkan lewat percakapan-percakapan di atas ranjang. Bondowoso, 2016
Dinding Bambu di Ruang Tamu
aku seringkali bertanya kepada dinding bambu di ruang tamu mengapa seekor cicak lebih memilih bertamasya di kaca jendela daripada di tubuhnya padahal sejak pagi telah ia pasang sawang perangkap serangga sebagai jamuan
aku seringkali bertanya kepada dinding bambu di ruang tamu mengapa setiap hari masih saja ada angin yang menusuk kulit ari padahal menjelang hari raya telah ayah tutup lubang-lubang kecil di antara persendiannya
aku seringkali bertanya kepada dinding bambu di ruang tamu seperti asisten rumah tangga baru yang belum tahu beda kamar tamu dan kamar pembantu.
Bondowoso, 2016
Kemudian, selesai.
Ijinkan saya istirahat sejenak :)
Ada yang tengah menyembuh luka. Ada pula yang kembali merobeknya.
Hidup kadang selucu itu.
karena gk bisa lewat message jadi lewat ask aja wkwkwkwk .. mbakk tolong update pusinya agak sering yaa .. tema dan bahasan nya selalu menarik .. sendu sendu gmn gitu wwkwkw .. ty
duh~ kasi semangat dong, bang *ditabok*
Terkadang aku merasa menjadi yang begitu disukai, dan kemudian di lain waktu -oleh orang yang sama- merasa menjadi yang begitu dibenci.
SIKLUS, yang harus diterima meski kita tak pernah tahu apa sebab di balik itu semua.
Tanpa kau, acara ini akan hampa. Maka, datanglah dibincang dan bedah buku puisi saya “RITUS KHAYALI”. Diselenggarakan oleh Komunitas Bacaisme, Malam Puisi Jakarta, Ganding Pustaka, dan Post Santa. Yuks!
cc. @tumbloggerkita @poetfolks @kelaspuisi @kitajabodetabek
sebarkanlah sebagaimana menyebarkan kebaikan. Terima kasih 🙏🙏
Sedang merasa sendiri?
Bercerminlah, dan renungi mengapa kau masih saja berpikir senaif itu.
Bertahan tidaklah menyenangkan, apalagi jika hanya dilakukan sendirian.
Sebab dalam bertahan selalu ada sesuatu yang dipaksakan.
Tak ada barometer yang dapat mengukur seberapa besar kesedihan ketika seseorang dipaksa menerima kehilangan.
Bisa jadi ia menghindarimu bukan karena benci padamu, melainkan karena ia terlalu takut pada cinta yang menggebu-gebu di kedua pelupuk matamu.
Jatuh-cintalah sesuai porsinya. Sebab tak ada berlebihan yang benar-benar membahagiakan.
Aku tak akan memintamu untuk mengirimiku puisi-puisi romansa. Sebab itu sungguh percuma, jika kau tak sedang benar-benar hidup di dalamnya.
Bukankah kita tak perlu menunggu hujan untuk bisa bersua dalam bulir-bulir kenang? Bersama airmata, masih bisa.
Luka
Ia hanya isyarat seperti kata cinta yang cukup diungkap dengan sebuah peluk atau terkadang, sedikit kecup Bondowoso, 2016
Badai Ingatan
Jam beker menunjukkan pukul 23.00, dan aku belum juga lelap. Hanya mata yang terpejam, sementara ingatan kembali memutar rekaman suara parau malam itu. Sebuah bisikan kecil menyuruhku berlari, terus berlari mengejar cahaya lampu di balik jejeran pohon pinus. Dan ingatanku masih tetap berlari ketika sayup-sayup kudengar sebuah teriakan yang juga merupakan ucapan perpisahan.
Kepalaku mulai sakit. Seperti ada tangan raksasa yang ingin memecahkannya. Degup jantung bahkan berdetak lebih cepat. Seperti ada genderang di dalam dada yang ditabuh dengan begitu keras. Sungguh, keadaan seperti ini sangat menyiksa.
Kursi goyang di sudut kamar memantik lagi kenangan saat aku menyiapkan sarapan di meja makan untuknya setiap pagi. Mengingatkanku pada senyumnya, nasihat-nasihatnya, juga kecup bibirnya di pipi dan dahiku setiap hari. Air mata menetes, dan seketika aku kembali merutuk dalam setiap isakan.
Aku tersungkur mencium tanah, mencoba menahan tangis dan kekesalan yang begitu dalam kepada para lelaki yang telah menuduh ayah sebagai komplotan PKI. Para lelaki yang menetapkan label yatim piatu untukku. Para lelaki yang memberikan nyanyian kehilangan berupa jeritan ibu-ibu janda dan anak-anak yatim dari balik jejeran pohon pinus. Malam itu aku ingin rasanya tertidur nyenyak, tanpa pernah lagi terjaga. Namun, aku hanya bisa merutuki kekejaman mereka yang membabi buta.
Hingga kini aku masih gemar merutuk. Bahkan di pengujung sujud, aku meminta kepada Tuhan agar Ia bangun sebuah neraka khusus untuk mereka bertamasya kelak. Sebab bagiku, mengikhlaskan kepergian ayah bukan berarti dapat menghapus ketidakmanusiawian para lelaki terkutuk itu!
Prosa dengan tema Kehilangan ini dibuat untuk mengikuti writing project prosa deskriptif Ruang Kolaborasi.
cc : @ruangkolaborasi @rintikkecil
Belum ada lelucon yang lebih menggelikan daripada ucapan selamat tinggal dari cawan madu di wajahmu.
Pengumuman : Open Member Ruang Kolaborasi
Halo selamat malam semua. Ada kabar gembira dari ruang kolaborasi nih. Buat kamu yang ingin memiliki sahabat untuk berkarya bersama, jangan ragu untuk daftar ruang kolaborasi ya.
Open member Ruang Kolaborasi dibuka mulai tanggal 25 September - 30 September 2016.
Bagaimana cara bergabung?
Add dan Chat ID LINE Mak @rintikkecil : irayukii hanya dengan format berikut:
1. Nama lengkap - Domisili
2. Sebutkan semua kelebihan kamu (menulis puisi, prosa, surat, flash fiction/cerpen, buat gambar/ilustrasi, main musik, nyanyi, musikalisasi puisi, dll)
3. Berikan 1 contoh karya (boleh kirim via chat atau linknya saja)
Yuk, berkarya bersama! :)
ps: flyer kece open member ini dibuat oleh @anagramrasa
cc anak-anak ruang kolaborasi :
@krisanyuanita @limamaret @pemudabiasa @epicsymphony @narasibulanmerah @menatapmu @anagramrasa @vinotm @masadepankamu @pengejarsubuhbiru @alifanoor @zulfasalsa @putririzkik @aporsiapsika @es-kacang-merah @nurulfadhilahkdr @noroum @nayundaw @symphonykalbu @evajelista
yuk, gabung! 😉😉😉