MEMBANGUN KEPALA DINGIN . Dulu, setiap kali menghadapi sebuah masalah saya selalu berpikir keras untuk mencari solusi yang paling sederhana dan cepat. Tapi tak jarang usaha itu justru menghasilkan rencana yang rumit, atau malah tidak solutif, dan akhirnya membuat proses penyelesaian jadi lebih lama. Keadaan ini juga kerap kali membuat saya malah jadi tertekan. Mungkin hal ini terjadi karena saya bergantung pada otak untuk mencari solusi. Alih-alih mendapatkan solusi dengan cepat, saya malah tenggelam dalam stress dan masalah pun tetap menggantung. . Orang bilang idealnya masalah diselesaikan dengan kepala dingin. Tapi bagaimana bisa menciptakan suasana otak yang tenang dikala kesulitan menghimpit? Dalam posisi ini saya menyadari bahwa kita semua butuh tempat bergantung, yang berarti Ia lebih tinggi, dan Ia lebih kuasa. Kepala dingin hanya bisa dicipta dalam keberserahan, keikhlasan atas apapun yang akan terjadi. Ya, tentu tempat kita bergantung ini haruslah yang merupakan sumber kebaikan, yang serba maha dan serba berkuasa. Tak mungkin kita menggantungkan masalah kepada sebatang bara api, atau setenggak minuman, atau bentuk-bentuk kefanaan dan tipuan lainnya. . Sekarang-sekarang saya jadi merasa kalau kita semua sesungguhnya tidak tercipta untuk stress. Karena kita ada untuk memajukan kehidupan, dan stress pada otak adalah penghambat. Jadi, bukankah berarti berserah diri kepada yang Maha Berkuasa adalah pra syarat untuk bisa membawa kehidupan melesat jauh ke depan? . . #raditmeracau2018 #sedinginubinmesjid












