"Tuh lihat, gambar aku tuh kaya gini. Bukan gambar sketsa-sketsa kaya Jumin (dan teman-teman kebanyakan)." "Ya gak apa-apa. Gak ngerugiin orang kan?" Basic gambarku bukan sketsa ilustrasi keren dengan render drawing pen ataupun pensil yang gak kalah keren. Basic-ku sejak dulu adalah menggambar seperti di atas. Semi-semi chibi animasi kartun gitu. Pada awal aku masuk jurusan ini, aku minder melihat begitu kerennya sketsa-sketsa bangunan mereka. Betapa bagusnya render pensil dan pulpen mereka. Yang sebelum masuk aku pede dengan titel "Aku bisa gambar!", menjadi "Aku tak bisa apa-apa." Beberapa bulan lalu aku menemukan satu akun instagram dengan gaya gambar yang kurang lebih mirip dengan saya. Dia seorang perempuan yang cinta pekerjaannya. Membuat handmade dan menggambar di kreasi handmade itu. Karyanya begitu disukai oleh banyak orang. She's just too creative. Mbak Puwi (begitu panggilannya) membuat aku ingin menggambar seperti itu lagi. Dan satu lagi yang membuat aku akhirnya menggambar dengan gayaku adalah Dudu. Dia sedang rajin membuat sketsa dan aku yang tiap hari melihat hasil kerjaan dia merasa kecil. Pada akhirnya aku memutuskan menggambar lagi dan dia bilang, "Gak apa-apa. Gak ngerugiin orang lain kan?" Berbeda dengan kebanyakan kadang membuat sulit. Seperti ketika kamu mendesain dan hampir semua mendesain minimalis modern dengan gambar tampak yang 'WOW' , lalu kamu hanya membuat jendela dan pintu kemudian dibilang, "Kamu bener ya, monoton.". Kemudian aku sadar, mencoba berbeda itu cukup sulit. Tapi terimakasih untuk Dudu yang membuat aku berpikir kalau kita sama itu malah buruk hahaha. Sambil menulis aku akhirnya sadar satu hal, aku mulai menemukan gayaku sendiri. Gaya yang sepertinya berbeda. "Tapi kamu kalau gambar perspektif bangunan jangan gitu ya." "Iya lah gak akan. Kecuali aku udah punya nama, terus gambar perspektif kaya kartun, pasti gak apa-apa." Hehe. -artimgwt
















