PENGINGAT
Bismillah.
Pertama mungkin tentang platform ini, semoga ia bisa lebih lama eksis agar aku bisa kembali mengingat bahwa masa-masa seperti ini pernah ku alami. Dan bagaimana Allah menyelamatkanku.
Berikutnya tentang segala hal yang ingin direcap tentang perjalanan dalam waktu hampir setahun ini. Atau mungkin lebih. Tentang memasuki angka 25.
PERTAMA -
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاه
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidaklah seorang muslim itu ditimpa musibah baik berupa rasa lelah, rasa sakit, rasa khawatir, rasa sedih, gangguan atau rasa gelisah sampaipun duri yang melukainya melainkan dengannya Allah akan mengampuni dosa-dosanya” (HR. Al-Bukhari, no. 5641 dan Muslim, no. 2573)
Pesan ini untuk kamu yang selalu mengatakan bahwa aku dihantui rasa bersalahku mengenai dosa-dosaku di masa lalu yang membuatku sedih dan merasa bersalah berkepanjangan sebab dirimu merasa belum menemukan jalan keluar terbaik untuk menebus rasa bersalahmu. Percayalah dengan semua rasa sedih dan bersalahmu itu adalah cara Allah yang sedang mengampuni dosa-dosamu. Bersikaplah pertengahan mengenai kematian. Kematian adalah takdir yang pasti terjadi dan harus dipersiapkan. Pun kematian bukan berarti menjadi alasan untuk berpasrah. Sebab seberapa panjang usiamu di dunia hanya Tuhan mu lah yang mengetahuinya. Bukan karena sebab kau merasa tak ada yang kau inginkan akan dunia menjadi alasan bagimu berpasrah. Iya, walau sebenarnya juga nyatanya kamu sangat keras mendidik dirimu sendiri. Tak apa, dunia ini hanya sebentar bila dibanding akhirat yang abadi maka kembali lagi nasehat yang berharga itu hanya satu, jadilah hamba yang pertengahan- antara khouf dan roja’. Tetaplah berdo’a kepada Rabb mu meski pun kamu merasa dirimu kotor, mudah futur, atau dadamu sesak dengan hal-hal yang sulit kamu kendalikan.
KEDUA -
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” [Al-Ahzab/33:72]
إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً شَدِيدَةً، فَاصْبِرُوا حَتَّى تَلْقَوُا اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الحَوْضِ
“Sungguh sepeninggalku nanti kalian akan melihat banyak perkara yang sangat berat. Maka dari itu bersabarlah hingga kalian berjumpa dengan Allah dan Rasul-Nya ﷺ di telaga al-Haudh.”([57])
Surga hanya bagi mereka yang berjuang menegakkan al-haq. Sungguh berlindunglah engkau dari harta haram, harta ghulul, harta khianat. Harta itu yang akan mengalir di tubuh, menyatu dalam darah, menjadi segumpal daging. Tidakkah kau jijik jika diperlihatkan padamu dosa-dosa apalagi segumpal daging yang kau makan dari harta haram. Bagi mereka yang sedang bersenang-senang dengan harta khianat itu cukupkan pada dirimu untuk mendo’akan taufiq dan hidayah Allah bagi kita semua. Kamu juga telah berupaya semampumu. Berdo’a dan berusahalah untuk melindungi dirimu dan keluargamu. Sungguh Allah melaknat segala perilaku kedzoliman. Tetaplah teguh seperti Ibrahim, Musa, Muhammad. Ibrahim ‘alaihissalam yang tak gentar menghadapi api yang bersiap membakarnya karena keyakinannya menegakkan Al-haq. Berdiri tegak menjadi khalilullah yang hanif. Musa ‘alaihissalam yang dengan seluruh keyakinannya kepada Rabbul ‘Alamin menghadapi Fir’aun yang bengis dan pertolongan itu datang di waktu yang sangat krusial ketika Allah memberinya mukjizat agar dapat membelah Laut Merah. Muhammad shalallahu’alaihi wa salam yang terus bersabar tatkala diperlakukan tidak adil bahkan oleh keluarganya sendiri. Tatkala beliau dan keluarganya diboikot oleh kafir Quraisy di negerinya sendiri. Begitu sabarnya beliau dan umat Islam di masa itu menghadapi kekejian dan kedzaliman. Begitu tabahnya meski hidup serba kekurangan. Sungguh Allah Maha Penolong, mintalah padaNya. Berdo’alah pada Allah niscaya Allah akan mengijabah do’a-do’a hamba yang meminta dengan penuh rasa percaya.
KETIGA -
Allah ta’ala berfirman,
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar baginya. Dan akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia duga” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)
Jika hari ini rasanya begitu lelah menanti maka saranku bersabarlah. Sabar sebab yang dijanjikan Allah itu surga. Iya, tak mengapa apabila yang masih ditempa pada dirimu adalah perkara ikhlas dan sabar dari sumber yang masih sama. Jika ujianmu masih tentang suatu perkara yang belasan tahun selalu datang dan pergi pada hidupmu. Terima kasih untuk kali ini kamu telah begitu teguh, meski hatimu mungkin terasa hampir saja runtuh. Allah merahasiakan takdir untuk menguji seberapa besar iman dan rasa cintamu padaNya. Terima kasih untuk kembali tidak kalah pada nafsumu. Meski menjaga iffah seperti pesan namamu semakin hari rasanya semakin pelik. Namun, bukankah sebaik-baik penjaga tempat kamu meminta adalah Allah? Jadilah iffah, al-ghuroba’, golongan para hunafa’ tanpa menggantungkan apapun harapanmu pada manusia. Tanpa dan adanya bantuan manusia hubungi Allah lebih dahulu sebagai call center utama. Tetaplah menjadi kamu, hamba yang terus belajar dan berdaya. Jadilah wanita mulia yang begitu berharga. Tetaplah tertutup dan asing. Terima kasih karena telah mengalahkan seluruh egomu akan kepemilikan harta duniawimu. Meski kamu juga tertatih untuk mengupayakan ikhlas pada dirimu ya? Siramilah hatimu selalu dengan ikhlas dan sabar. Sekali lagi, bukankah kamu yakin bahwa yang dijanjikan Allah itu surga? Menjadi wanita yang hidup di akhir zaman dan masih berkubang pada berbagai celah fitnah dunia pasti membuatmu kelelahan. Namun, apa yang telah kamu upayakan sampai sejauh ini percayalah bahwa itu hal yang cukup menawan. Terus berusaha ya? terus yakin. Lelahmu hari ini atas rasa keterasinganmu pada dunia yang semakin mendekati akhir zaman ini akan berakhir indah dengan sabarmu di atas tauhid dan sunnah. Berjanjilah untuk membawa seluruh keluargamu ke surga firdaus ya..
KEEMPAT -
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).
Kata ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi) Berkemaslah. Iya, sungguh kematian bukan sesuatu yang bisa kamu pelajari dengan teori peluang. Kematian adalah kejadian dengan peluang 100 persen. Pasti terjadi, entah bagaimana kamu lari darinya. Persiapkan diri dengan baik. Berwasiatlah yang baik. Iya, kemarin diingatkan lagi tentang kematian seseorang yang sebenarnya tidak kukenal, namun begitu mempersiapkannya dengan telah bersiap menulis pesan bagi mereka yang masih hidup. Maka jika telah usai usia ku di dunia semoga seluruh yang tertinggal adalah kebaikan. Untuk seluruh tulisan-tulisan ini semoga hanya kebaikan yang tertinggal.
- Perlakukan jenazahku, mandikanlah aku, sholatkanlah aku, dan kuburkan lah aku sebagaimana Rasulullah dikuburkan. Sebagaimana para syuhada’ uhud dikuburkan.
- Jangan sekali pun memasang foto ku; bahkan apabila masih tertinggal jejak fotoku di dunia bantulah aku menghapusnya. Sungguh diri ini berlepas diri dari segala kejahilan dalam bentuk seperti ini.
- Jangan menangis berlebihan atas kepergianku (niyahah), sebab sungguh sejatinya semua manusia pasti akan berpulang kepada Rabbnya.
- Untuk hutang yang mungkin belum sempat kutunaikan maka hubungilah ahli warisku dan maafkanlah atas kekhilafanku.
- Untuk harta yang mungkin masih kutinggalkan, bagilah sesuai dengan yang Allah perintahkan dalam ilmu faraidh.
- Untuk semua yang tercinta, sungguh jangan karena hidup ini maka kita merasa bisa tanpa Allah. Jauhi riba. Sungguh pelaku riba adalah musuh Allah yang nyata.
- Untuk semua kesalahanku, kumohon ridho yang setulusnya untuk memaafkan.
- Do’akan aku semoga pengampunan Allah luas bagiku. Semoga hanya Surga Firdaus tempat kita berkumpul kelak.
Untuk kamu pada kehidupan yang masih berjalan ini..
Sesungguhnya untuk kehidupan ini, bercerminlah pada bagaimana Allah mengajarkan pada Nabi Muhammad. Allah menurunkan ayat tauhid selama 13 tahun sebelum hijrahnya Nabi ke Madinah. Tanamkan dan kuatkan tauhid setiap waktu, detik demi detik. Tenanglah dan perlihatkan bahwa mukmin itu kuat dan tenang. Sungguh sabar itu berada di hentakan pertama ketika datangnya musibah. Perbaikilah sholat, sungguh sholat itu tiang agama. Jika sholatmu tidak baik sudah pasti Islam dalam dirimu mudah runtuh. Nggakpapa kalau masih naik turun, terseok-seok, minta bantuan Allah terus ya. Jangan hilang rasa percaya.
Belajarlah terus menerus. Jika ada yang mematahkan bahkan jika itu dirimu sendiri jangan percaya. Belajar itu tidak pernah ada yang sia-sia. Berakhlaq lah yang baik. Jadilah muslim yang menunjukkan jati diri muslim sejati. Amalkan dengan baik ilmu-ilmu yang telah kamu pelajari.
Berdzikirlah. Banyaklah mengingat Allah di waktu apapun itu. Bahkan jika waktumu terasa sempit beristighfarlah. Allah akan memberi pada hambaNya yang membersihkan diri dengan istighfar dan tobat. Tobat lah, minta ampunlah kepada Rabb mu.
Bershadaqohlah. Jangan biarkan harta itu membelenggumu menjadi orang yang bakhil. Jangan biarkan ia menjadi pemberat yang tidak baik di yaumul hisab.
Jadilah muslimah yang baik. Ikutilah jejak ummahatul mu’minin. Ketauhidannya, kesabarannya, kecerdasannya, kedermawanannya, kekuatannya, seluruh akhlaqul karimah yang sangat patut dijadikan panutan bagimu wanita akhir zaman. Janji ya? Jadilah muslimah sejati.
Do’a panjang itu harus terus kamu panjatkan sepanjang hidup di dunia ini masih ada. Jangan berputus asa. Allah sedang membantumu. Tentang seluruh pertolongan-pertolongannya padamu, tidakkah kamu lihat betapa Allah sungguh sedang menyelamatkanmu? Bersiaplah dengan seluruh pengabulan do’amu. Do’a itu permohonan bukan pemaksaan. Maka do’a itu adalah keyakinan. Allah mengijabah do’a dalam 3 bentuk bagi seorang mukmin: Mewujudkannya karena itu baik bagi hambaNya; Tidak mewujudkannya dan menyelamatkannya karena itu tidak baik bagi hambaNya; Disimpan di hari kiamat sebagai tabungan pahala bagi hambaNya. Tetaplah berdo’a, berikhtiar, dan bertawakkal, sebab demikianlah bagaimana seorang mukmin sepantasnya hidup.
Palu, 7 Dzulhijjah 1444H








