Hi, aku sudah wisuda
Dan sekarang aku masih di rumah.
Cosmic Funnies
Misplaced Lens Cap
RMH
I'd rather be in outer space 🛸
trying on a metaphor
Show & Tell
Keni
Not today Justin

JVL

titsay
Today's Document
noise dept.
Peter Solarz
Stranger Things
Monterey Bay Aquarium
official daine visual archive

Love Begins
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
$LAYYYTER

if i look back, i am lost
seen from Belgium
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Japan

seen from Belgium
seen from United States

seen from Germany
@ayfidani
Hi, aku sudah wisuda
Dan sekarang aku masih di rumah.
aku kalah, aku install tiktok lagii.. livenya tetap menyenangkan walaupun yang tampil hanya pekerjaannya, aku masih bingung ia termasuk ujian atau bukan
kadang aku berfikir ia adalah ujian yang hadir disaat seperti ini, tapi ternyata hari ini aku bisa melihat livenya dengan mengerjakan pekerjaanku
aku lebih sering mengutuk diriku akhir-akhir ini
kegiatan mengutuk diri dan berdoa berjalan beriringan, aku tahu aku jarang berdoa lama akhir-akhir ini dan berdoa lama jika memang butuh sesuatu
malu kadang, karna datangnya ke Allah pas butuh aja, tapi ya nggak ada yang bisa nolong aku selain Allah...
aku uninstall tiktok lagi.. setelah livenya berakhir
hi! aku kembali dan aku sudah sidang skripsi minggu lalu
rasanya ngambang, sekarang aku berkutat dengan revisian yang tak kunjung selesai. aku hanya diberi waktu dua minggu untuk mengerjakan. ada ketakutan tak bisa mengerjakan, tapi aku ingin menyelesaikannya.
kenapa ya? aku tahu harus memaksa tubuhku untuk menyelesaikannya minggu ini
tapi kenapa susah sekali untuk bergerak
little bit :)
22/5/2025 - aku berhasil menambahkan lampiran (etik dan turnitin)
aku sudah baca al-kahfi - 23/5/2025
ternyata hari ini aku kalah lagi, aku belum berhasil menang melawan diriku sendiri
aku berhasil keluar untuk membeli galon dan persediaan makanan, tapi aku nggak ke kampus, aku hanya melewatinya, segitu takutnya aku sampai untuk menoleh pun aku tak mau
yang ada di kepala ku ini perlu dibuktikan, benar atau tidak, sekalipun itu skenario terburuk yang pernah dibuat otakku
aku tahu yang bisa mengubahku ya aku sendiri
satu-satu yaa...
kita keluar dari brain-fog ini..
Tugas kita itu memang perihal membereskan kewajiban
Ketika ada kewajiban kita yang tidak beres, maka akan menghadirkan ketidaktenangan dalam hidup kita.
Tugas yang tidak diselesaikan, pekerjaan yang tidak dibereskan, hutang yang tidak segera dibayarkan.
Semakin banyak ketidakberesan yang tidak kita selesaikan, maka semakin bertumpuk juga rasa bersalah yang kita punya.
Itu baru urusan duniawi, ada sebegitu banyaknya rangkaian ketidaktenangan yang kita datangkan sendiri.
Barangkali itu alasan mengapa ketika kita meninggalkan sholat, pikiran kita menjadi resah, jiwa kita gelisah dan tidak nyaman.
Karena sejujurnya kita sadar bahwa ada kewajiban yang sudah kita tunda-tunda.
Makanya tidak akan ada hidup seseorang yang tenang, jika ia hidup dalam bayang-bayang kebohongan.
Bahkan jika itu hanya sebatas dirinya sendiri yang dia bohongi.
Sebab sederhana, tanda bahwa hidup yang tidak tenang adalah perihal seberapa banyak tanggung jawab yang tidak dibereskan.
Maka segerakan dan bereskan, jangan ditunda-tunda
—ibnufir
Tulisan : Dewasa dan Mawas Diri
Kamu mungkin adalah monster di kehidupan orang lain. Sepengetahuanmu atau tidak. Bahkan, mungkin ada orang lain yang sedang membandingkan hidupnya dengan hidupmu. Baginya, kamu adalah penyebab masalah hidupnya, traumanya, dan segala macam gejolak hidup yang lagi ia jalani.
Meski sebenarnya, kamu sendiri tidak pernah berniat jahat. Tidak pernah ada maksud untuk melukai siapapun. Tidak pernah dengan sengaja melukai orang lain.
Tapi barangkali, ia bertemu denganmu waktu kamu lagi lelah. Kamu lagi ada masalah. Atau bahkan kamu lagi terpuruk dengan trauma hidup yang kamu miliki. Sehingga, apa yang keluar dari dirimu adalah sesuatu yang menurut orang lain tidak tepat, kata yang keluar darimu adalah sesuatu yang tidak enak didengar.
Untuk itu, dalam hidup. Kita perlu belajar banyak-banyak untuk bisa mengoreksi diri sendiri. Karena kalau mengoreksi orang lain, mudah bagi kita, tidak perlu belajar.
Untuk itu, siapapun yang mungkin pernah terluka dengan lakuku dan perkataanku. Sepanjang sepengetahuanku, aku tidak pernah berniat jahat pada siapapun. Kalau kamu merasa kujahati, silakan utarakan karena sesungguhnya aku sangat berterima kasih jika aku diberitahu jika aku berbuat salah.
(c)kurniawangunadi
little bit :)
22/5/2025 - aku berhasil menambahkan lampiran (etik dan turnitin)
aku bayar kosan tanpa ditagih ibu kos duluan - 23/5/2025
little bit :)
22/5/2025 - aku berhasil menambahkan lampiran (etik dan turnitin)
aku lipat baju dan rapihin kasur [9.22] - 23/5/2025
POV : Someone to Talk
Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini? Kayaknya, kamu lagi ngerasa dunia terus bergulir sementara kamu jalan di tempat? Atau merasa kosong, saking kosongnya bahkan kamu nggak bisa bicara dengan pikiranmu sendiri karena ia terus menerus berbicara tanpa henti. Sampai riuh isi kepalamu sama hal-hal yang tiap bangun tidur, kamu udah ngga ada semangat.
Inget nggak, dulu waktu kita masih anak-anak. Dunia rasanya begitu menarik, dengan segala hal baru yang kita temui. Kita nggak perlu banyak berpikir tentang masa depan. Bahkan, kalau pun mau bercita-cita buat nangkep semua pokemon di seluruh dunia, kita seoptimis itu dan tidak ada orang yang menertawakan.
Sekarang, saat kita bilang mau milih jalan hidup sendiri. Orang lain mengernyitkan dahinya, menertawakan impian kita dalam hati. Sampai-sampai kita takut buat bermimpi, akhirnya kita memilih buat menjalani hidup seadanya tapi nggak ikhlas. Hati kita nggak di sini, tapi kalau buat mengubah semuanya, rasanya kok kayak terlambat, umur udah segini, masak mulai dari nol lagi?
Itu bukan, isi pikiranmu sekarang? Atau rasa kosong ini ternyata karena kita ngerasa kok sekarang ini, susah buat nemuin orang yang bisa diajak ngobrol dengan intens. Makin dewasa, rasanya makin sepi. Orang-orang udah hidup sama dunianya masing-masing, sama strugglenya.
Pandangan lagi sawan-sinawang, orang lain kok udah berkeluarga bahkan jadi orang tua, kerjaannya seru, sementara kita lagi hidup sama diri sendiri - sendirian, menjalani hari-hari dengan rutinitas yang itu-itu aja. Tapi juga balik lagi, kalau mau ngubah semua ini, nggak seberani itu.
Pengen deh rasanya bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, tapi kan itu jalan satu-satunya ya menjalani apa yang orang lain jalani? Artinya, nggak bisa dengan jalan yang sekarang ini. Lagi-lagi, nggak seyakin itu.
Ini bukan, isi pikiranmu sekarang? Kalau ngomongin soal berkeluarga, pengin sih punya pasangan. Tapi takut juga kalau salah milih. Gimana ya, kayak mau tapi takut. Emang beneran ada ya? Soalnya di lingkungan sekarang, belum nemu orang yang kiranya cocok sama kriteria. Tahu sih sebenarnya harus cari di luar lingkunganku sekarang, tapi balik lagi, kita nggak seyakin itu buat memulai segala sesuatunya dari awal. Repot bangettt ternyata kalau pikiran ngebatasin diri.
Ini bukan, isi pikiranmu sekarang? Tapi kamu inget nggak, kemarin kita sempet belajar. Belajar buat ngelihat takdir hidup sebagai bagian yang diri yang perlu kita yakini bahwa itu yang terbaik. Sadar kalau nanti, hidup kita itu sama orang lain tuh beda-beda garisnya. Termasuk beda takaran rezekinya. Saat sekarang orang-orang di sekitar kita sibuk ngomongin duit-duit-duit, semuanya bermuara ke duit, kamu mau nggak ngelepasin semua itu. Hidup lebih tenang dengan apa yang udah kamu miliki, bukan sibuk mikirin apa yang enggak kamu miliki.
Apa yang udah kamu miliki sekarang itu adalah takaran rezeki terbaik kamu. Kalau kamu belum ada rezeki pasangan hidup sekarang, itu yang terbaik, cuma emang kita nggak bisa melihat alasan dibalik kenapa itu yang terbaik, hanya Dia yang Maha Tahu. Nanti kalau udah lewat beberapa waktu, kita baru ngerti kenapa kita nggak dikasih rezeki itu sekarang.
Itu berlaku buat hal-hal yang lain. Segala sesuatu yang terjadi sama hidup kita, itulah yang terbaik. Cuma kita emang nggak tahu maksud-Nya.
Kalau kamu sampai depresi di kerjaan dan kamu tahu sebenarnya kamu harusnya nggak di sana, kamu takut nggak sama rezeki kamu kalau keluar dari sana?
Kalau kamu kehilangan orang tua, mau nggak kamu ngelihat semua kejadian ini bukan dari sudut pandangmu yang ditinggalkan, tapi dari sudut pandang orang tuamu yang meninggalkan? Kalau kamu lagi merasa kosong banget sama hidup ini, mau nggak ngelist lagi apa yang udah kamu lakuin selama beberapa waktu kemarin. Apa yang udah kamu miliki. Hal-hal bahagia apa yang pernah kamu punyai. Biar kamu tahu, hidup nggak selamanya kosong, nggak selamanya sedih.
Kalau sekarang lagi sedih, itu ya sementara aja. Cuma karena kita lagi di fase dewasa, kesedihan kita terlalu dramatis ya ternyata. Dulu waktu kita kecil, sedih tu nggak lama dan kita langsung bahagia lagi sama hal baru yang kita kerjain. Sekarang, mungkin sedihnya bertahan karena nggak ada hal baru yang bikin kita excited. Hidup lagi berjalan dengan alur yang sama tiap hari.
Mau nggak, beraniin diri buat ketemu sama hal baru? Sama lingkungan baru, sama orang baru, sama aktivitas baru. Siapa tahu, apa yang kamu cari, ada di sana. Besok-besok, kita ngobrol lagi. Kamu sehat-sehat ya!
little bit :)
22/5/2025 - aku berhasil menambahkan lampiran (etik dan turnitin)
menyenangkan juga kembali kesini :)
aku mulai mempertanyakan suatu hal pada diriku, kenapa aku susah sekali duduk lama setelah sholat? apa aku terlalu sombong dengan berfikir bahwa Allah sudah tahu apa yang ada di otak dan hatiku, dan apa yang aku bingungkan. tapi kan, aku perlu mengatakannnya saat aku berdoa, setelah sholatku.
atau.. aku selama ini bingung bagaimana bahasanya ketika aku berdoa dan menceritakan apa yang aku rasakan ke Allah. aku takut kalau kalimatku terlalu seperti teman, karena aku sedang berdoa kepada Tuhanku
Di hadepin ay
Hadepin
Hadepin
Cuma bentar kok
Hari ini urusan ay hari ini, besok urusan ay versi besok
Hadepin yaa
Nggak nyaman emang
Dihadepin yaa..
11 agustus 2024
Hai, hari ini maba datang dan aku sendirian
Ya, masih sendirian
Salahku kok
Seharusnya tidak menangis sudah jadi ahlinya kan(?)
Kan salah sendiri
:)
-ay
ternyata memang aku yang payah, tidak memiliki daya juang, aku bisa excited dengan hal-hal yang remeh tapi aku tidak bisa mengeluarkan energi yang sama pada penelitianku
aku bisa kok, tapi seperti siput...
semoga aku bisa cepat seperti kura-kura yang mengalahkan kelinci...
-ay