Waktu ngedengerin dan ngeliatin lagu “Aksara Doa”, anak kedua ngotot kalo yang ada di videonya itu adalah dirinya waktu masih bayi. Ya tentu bukan, karena video itu lebih dulu “lahir” dari dirinya. Jadi tentu yang ada disana adalah anak kami yang pertama, Uni -nya. Dia sempat protes, kok ngga ada lagu buat dia..😅.
Hari ini, dari coret-coretan yang entah kapan awalnya. Lagu tentangnya selesai juga. Kebalikan dari anak pertama (syairnya berisi harapan atas setiap kelahiran buah hati ke dunia), bait-bait untuknya justru hadir sebagai bentuk penguatan diri atas kepergian seorang yang dicintai dari alam fana.
————
.:.
Ada cinta yang tulus dari dalam hati
Untuk mu yang selalu hadir menemani
Walau tak sempurna, takkan bisa sempurna
Tapi cinta buat kita saling terima
Takkan pernah terhitung, kenangan manisnya
Karena bersamamu semua indah terasa
Kisah perjalanan kita berakhir jua
Kau ada untukku tapi bukan milikku…
Kepergianmu…
Bukan berarti usai sudah duniaku,
Ku hanya perlu waktu untuk bernafas
Trus melangkah…
Memang tak sama…
Hari-hari setelah dirimu tiada,
Namun bukan berarti aku tak bisa,
Tuk lanjutkan hidupku tanpamu,
Ku mampu…
Ku yakin kita nanti kan bertemu lagi
———
Serang, 19 Agustus 2025









