"Yah gagal lagi" "Aku bodoh banget ya gagal terus" "Padahal aku udah usaha banget loh" "Sudah sejauh dan se-effort ini kok gagal ya" "Padahal dikit lagi, nyaris " "Loh kok bisa dia,padahal kan…….." "Jangan-jangan dia….."
Ngeluh, sedih, kecewa, patah hati it's okay. Gapapa. Gapapa banget. Kamu manusia dan itu wajar. Semua itu adalah reaksi alami yang akan terjadi jika dihadapkan dengan kegagalan. Lain cerita kalau berhasil. Pasti akan tersenyum sumringah setiap saat. Sampai kering gigimu🤭
Gapapa, mari mengeluh, mari bersedih, mari kecewa. Tapi hanya untuk hari ini saja yaa. 2 hari lah gpp diperpanjang😅. Tapi besok-besok janji kepada diri kita sendiri untuk beristighfar yaa. Kalau sudah beristighfar tapi hatimu masih mengeluh, masih kecewa dan masih sedih artinya ada penyakit di dalamnya. Maka perlu untuk disembuhkan terlebih dahulu sebelum kita memulai kembali untuk berjuang di kesempatan berikutnya.
Jika hatimu masih panas ketika melihat orang lain berhasil lebih dulu dengan pekerjaannya yang diimpikan banyak orang, dengan kehidupan yang serba lancar, dengan pendidikan yang lebih tinggi atau dengan pencapaian yang lebih besar itu artinya kamu belum memaknai rasa syukur.
Selalu melihat ke atas memang akan menjadikan kita manusia yang tinggi angan-angan. Bukankah Pekerjaan yang kamu jalani sekarang adalah impian terbesarmu disaat masih jadi penganguran. Gelar pendidikan yang kamu dapat sekarang adalah impian terbesar setiap mereka yang tidak punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Bukankah keadaan yang saat ini terjadi adalah harapan terbesarmu ketika dahulu hidup serba kekurangan.Bukankah juga sehat wal'afiat jiwa dan ragamu. Maka nikmat mana yang tidak Allah berikan kepadamu.
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim Ayat 7)









