Jejak langkahnya tak lagi bisa ku lihat jelas.. angin seperti menyapu bersih jejak indahnya di pasir putih itu,mungkin angin berniat menghalangi ku untuk menemukannya.
Aku terus berlari dan masih berusaha untuk tetap berlari walau langkah kaki mulai tak beraturan memapaki dataran pasir putih yang tak pernah ku jumpai sebelumnya.
Lalu ku lihat dari arah jauh.. ia tengah berdiri memandangiku.. berdiri di bawah pohon pohon hijau yg asri nan indah tinggi , pohon yang melindunginya dari terik matahari..
“Siapa dia.. ” kata ku dalam hati.
Ia lalu berjalan pergi.. “heii.. tunggu” teriak ku lirih . Berharap ia berhenti dan berjalan menghampiriku . Tapi sepertinya suaraku tak sampai di telinganya, ia masih tetap berjalan.
Kucoba tetap berjalan menyusulnya sembari meraih persediaan air yang ku bawa, ku susuri pasir yang tak pernah ku temui sebelumnya.
Air yg ku bawa ternyata habis , dan leher ini seperti tercekik.
Dengan sisa tenaga seketika aku lunglai, tubuhku lemah tak kuasa menahan lelah akibat berlama dalam lari saat mengejarnya, aku lalu tumbang.
Tak lama aku tersadar , samar samar aku melihatnya. Ia berdiri di depanku. Wajahnya tak terlihat jelas karna ia berdiri dengan kepala yg tepat menghalangi matahari untuk melindungiku dari terik matahari.
Dengan jarak dekat Ia terlihat gagah dengan pakaiannya yg putih bersih , sekilas ku lihat ia tersenyum, sedetik dua detik sebelum ia beralih dan membiarkan sinar matahari itu mengenai mataku ,lalu.. aku terpejam .
*
Aku masih terpejam, merasakan desiran angin sejuk yang seakan memeluk tubuhku , rasa haus yang sedari tadi mencekik leherku kini tak lagi ku rasakan . Terik panas matahari pun tak lagi ku rasakan dalam wajahku.
“Bugg!!” Terdengar suara benda jatuh yg ku rasa tak begitu jauh
Perlahan aku membuka mataku , masih samar samar ku lihat keadaan sekitar. Aku terus saja mengedipkan mataku..
Sedetik dua detik penglihatanku mulai jelas , ku lihat diatasku pohon indah yang rindang dan berbuah lebat di depan mataku.
Buahnya merah ranum tak terhitung jumlahnya.. daunnya begitu hijau dan asri.
Batang pohonnya coklat indah dengan akar indah yg cukup besar melingkarinya.
Aku mencoba bangkit, lalu berdiri dengan masih sedikit tertatih dan menengok kanan kiri keadaan sekitarku , aku terkagum melihat pemandangan di depan mataku.
Dari tempat aku berdiri.. aku menginjak rerumputan kecil hijau rapi harum dan wangi. Di depanku danau dengan aliran air yang begitu tenang dan air yg terlihat sangat jernih. pohon cemara berjejer rapi sedikit menutupi gunung yang menjulang tinggi .
“Dimana ini” kata ku masih dengan perasaan kagum dan masih tak percaya dengan penglihatanku. Tak lama Mataku menatap sosok putih yang tengah duduk di atas perahu kecil , mengayun sampan dengan perlahan menuju dataran sebrang dekat dengan cemara itu.
“Dia… ” postur tubuhnya sama persis dengan lelaki di padang pasir.. ia juga memakai pakaian putih.
dan sekarang aku disini.. “mengapa?” Ujarku tersadar
Lelaki itu menengok dan tersenyum.. senyumnya sungguh menenangkan hati,. “Kamu.. siapa kamu?”