Japanese Graphic: Astral Projection. Kawakami Daiki. 2015
taylor price

oozey mess
sheepfilms
Keni
we're not kids anymore.
will byers stan first human second
🩵 avery cochrane 🩵
occasionally subtle
he wasn't even looking at me and he found me
d e v o n

★
official daine visual archive

ellievsbear

PR's Tumblrdome
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Discoholic 🪩
Game of Thrones Daily
todays bird
RMH
noise dept.
seen from United States

seen from Bangladesh

seen from France
seen from Congo - Kinshasa

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from Mexico

seen from Türkiye
seen from South Africa

seen from Colombia

seen from Brazil
seen from Italy

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from T1
seen from Malaysia
@berkilahkemudian
Japanese Graphic: Astral Projection. Kawakami Daiki. 2015
淋しさ。
いよいよお前の番だよ。我慢しろ。
Miskin Bahasa Ibu
Salah satu ironi dalam hidup saya adalah sebagai orang yang kuliah di jurusan sastra, baru saja mendapat gelar sarjana sastra, saya baru tahu kalau bulan Oktober adalah bulan bahasa dan satra.
Menurut sumber yang saya baca, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa dan sastra karena sumpah pemuda diikrarkan pada bulan yang sama.
Seberapa kaya kamu akan bahasamu sendiri?
Hmm.. Sangat tidak kaya, mungkin?
Jurusan saya kuliah bukanlah sastra Indonesia. Saya pikir tidak terlalu penting mendalami bahasa sendiri karena toh dipakai sehari-hari dan sudah melekat di diri sendiri. Mengapa tidak belajar bahasa orang lain saja agar lebih kaya pengetahuannya. Itu yang saya pikirkan saat saya memutuskan untuk kuliah di jurusan sastra Jepang.
Setelah kuliah, memang benar kalau pengetahuan saya bertambah. Tidak hanya tentang bahasa Jepang namun, juga budayanya. Tetapi karena hal ini pula saya jadi merasa dipermalukan.
Dipermalukan oleh kebodohan diri sendiri dan sadar karena saya terlalu sibuk belajar bahasa orang lain, menjadikan saya miskin akan bahasa ibu sendiri.
Saya ingat bagaimana sulitnya saat mengerjakan ujian terjemahan bahasa Jepang-Indonesia dulu. Bagaimana frustasinya saat kita mengerti maksud dari sebuah kalimat namun tidak bisa menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak hanya baik dan benar namun juga indah karena kita bicara tentang sastra.
“Bahasa Indonesia kamu berantakan ya.” Begitu pula yang dikatakan dosen pembimbing saya saat menyusun skripsi kemarin. Kamu tahu, untuk orang yang bercita-cita menjadi penulis, mengaku mempunyai hobi membaca dan menulis, mendengar perkataan seperti tadi rasanya bagaikan menerima cubitan di pinggang.
Hal lain yang mendukung kemiskinan saya dalam berbahasa Indonesia adalah internet. Membaca artikel, menonton video di youtube, menulis status di media sosial semua terasa lebih baik dan keren jika dilakukan dalam bahasa Inggris. Jujur saja, saya malu jika harus menulis sesuatu yang dramatis menggunakan bahasa Indonesia. Kesannya akan menjadi terlalu “dangdut” atau memancing orang lain untuk berkata “ea!” atau “cie”.
Jika Sutan Takdir Alisjahbana masih hidup, mungkin beliau akan sedih, menutup muka, merasa gagal saat melihat ada sebutir anak bangsa yang malu menggunakan bahasanya sendiri.
Di bulan bahasa dan sastra yang dengan ironisnya baru saja saya ketahui ini, semoga bahasa Indonesia saya menjadi lebih kaya kosakatanya dan lebih baik susunannya. Lebih penting lagi, semoga saya dapat lebih dengan leluasa mengekspresikan tulisan dalam bahasa Indonesia.
Selamat bulan bahasa dan sastra..
Lamp: Kini dan Lalu
Pernahkah kalian semua merasa setiap adegan dalam kehidupan ini harus ada yang mengisi latar belakang suaranya agar terasa lebih dramatis, atau setidaknya sedikit menyentuh?
Lamp (ランプ) merupakan sebuah grup musik indie jazz/alternative yang beranggotakan tiga orang pemegang masa depan skena indie Jepang. Musik-musik Lamp mendapat pengaruh yang sangat besar dari bossa nova, salah satu aliran jazz yang tumbuh dan berkembang di Brazil. Trio ini terdiri dari Kaori Sakakibara pada vokal, Yusuke Nagai pada vokal dan gitar, dan Taiyou Someya pada gitar elektrik. Selain mengisi vokal, Sakakibara juga bermain flute dan akordion. Yusuke Nagai juga bertugas sebagai pengisi bass dan keyboard.
Mengandalkan perpaduan vokal Sakakibara yang sendu dan Nagai yang melankolis, ditambah harmoni flute, akordion, saxophone, permainan gitar yang tidak muluk-muluk, beserta tabuhan perkusi yang unik, Lamp berhasil mengguncang skena Jepang, bahkan Asia dengan musiknya yang khas. Debut album mereka sebagai sebuah band utuh bermula dari six-track EP mereka yang berjudul Soyokaze Apartment 201 (そよ風アパートメント201) yang dirilis pada tahun 2003, dengan Kaze no Gogo ni (風の午後に) sebagai andalannya. Dilanjutkan dengan rilisnya album dan mini album, seperti Koibito he (恋人へ), Komorebi doori nite (木洩陽通りにて), Zankou (残光), Gensou (幻想), Hachigatsu no Shijyou (八月の詩情), Tokyo Utopia Tsuushin (東京ユウトピア通信), dan album teranyar rilisan tahun 2014, Yume (ゆめ). Dalam proses produksi dan paska-produksi, mereka dijembatani oleh label Botanical House, MOTEL BLEU, dan P.S.C.
Jika kita mendengarkan salah satu lagu mereka, misalkan Nichiyoubi no Owakare (日曜日のお別れ) tanpa mengetahui latar belakang dan sejarah grup musik ini, pastilah kita akan menilai bahwa lagu ini merupakan lagu lawas. Memang, tak dapat dipungkiri bahwa nuansa musik Jepang tahun 1970-an sangat kental pada lagu-lagu mereka. Tidak hanya lagu, bahkan untuk video klipnya pun menggunakan kamera 8mm demi menciptakan kesan lapuk dan termakan zaman.
Ketika mendengarkannya untuk pertama kali via youtube, saya terpukau. Semakin saya mendengarkan lagu yang saya suka, saya mulai membayangkan beberapa skenario yang tepat untuk mendengarkan lagu tersebut di kemudian hari. Lagu-lagu yang sebagian besar disusun oleh kolaborasi antara Nagai dan Someya ini, berhasil memanjakan hati saya yang tidak terpaku pada suatu genre ketika mendengarkan lagu, karena pada akhirnya telingalah yang menentukan lagu itu enak didengarkan atau tidak. (altius)
Rekomendasi: Nichiyoubi no Owakare, Kaze no Gogo ni, Ame no Message, Hirogaru Namida, Saishuu Ressha ha 25 Ji, Komorebi no Kisetsu, Yokaze, Kuusou Yakan Hikou, Hiyayaka na Joukei, Sachiko, A Toshi no Aki.
♥ 戸川純 - 恋のコリーダ http://ift.tt/1oBk2Lu
http://ift.tt/1oBk2Lu
♥ 大滝詠一 - カナリア諸島にて http://ift.tt/xZA2M3
http://ift.tt/xZA2M3
♥ danilla - Ada Di Sana http://ift.tt/17knVCg
http://ift.tt/17knVCg
♥ SUGAR BABE - いつも通り http://ift.tt/JtoDLZ
http://ift.tt/JtoDLZ
♥ 細野晴臣 - Choo-Chooガタゴト http://ift.tt/1uM2UuC
http://ift.tt/1uM2UuC
♥ 戸川純 - 好き好き大好き http://ift.tt/1kH1yIK
http://ift.tt/1kH1yIK
♥ きのこ帝国 - 夜が明けたら http://ift.tt/MByo1U
http://ift.tt/MByo1U
♥ きのこ帝国 - 夜が明けたら http://ift.tt/MByo1U
http://ift.tt/MByo1U
♥ はっぴいえんど - 明日あたりはきっと春 http://ift.tt/14jwrs0
http://ift.tt/14jwrs0
♥ Moby Grape - Murder In My Heart For The Judge http://ift.tt/1m2iXg4
http://ift.tt/1m2iXg4