When you really want a “thing” meanwhile there is other thing that makes you realize maybe that “thing” will not be your “thing”. Kalian pasti pernah kan di posisi ini?
Tidak sulit buat mendeskripsikan posisi ini sebenarnya, cuma yang sulit ada di posisi tsb. I almost turning crazy because of this! Susah banget buat tipikal orang kaya gue untuk memilih to be an idealist or a realist. Dan sebenernya gue nulis ini, mencoba buat nasehatin diri sendiri juga sih. To speak with your own soul is not that easy, sure. Well here is my story:
Posisisnya adalah ketika gue dihadapkan dengan pilihan antara :
1. Mengejar mimpi disaat mimpi itu menjauh dan sulit buat diraih karena beberapa kondisi yang akhirnya gue sadari;
2. Memilih hal yang sudah terlihat nyata bisa diraih tapi bukan merupakan mimpi awal.
Dua bulan belakangan ini tanpa disadarin ternyata hidup gue bergejolak cuma karena hal mimpi ini.
I know I am a big dreamer, and I also damn know that I almost throw out my dream. My childhood dream, my college student dream.
Well, recently I am trying to turn my life into another direction. I kinna try to be a realistic person. Actually it is not that easy, then finally I turn back to follow my heart to keep going on my dream. I do not know it will work or not, but the thing is I just can not leave and wave my hands to my dream.
In relation with Idealist and Realist, gue pengen kasih pandangan gue terhadap dua tipe ini. Tipe idealis yaitu tipe yang punya warna konsisten, teguh tapi sedikit keras kepala. Dan Tipe realistis yaitu tipe yang punya warna pasti, jelas tapi sedikit tidak sabaran. Tipe realistis ini yang bakal banting stir mimpinya ke mimpi yang lain karena dirasa lebih mudah jalannya, jelas dan terjangkau. Akhirnya pun sebenarnya orang dengan tipe ini bakal bahagia juga nantinya. Dan tipe idealis adalah tipikal orang yang bakal kekeh buat ngejer mimpi itu, walaupun liku2 di depan mata, susah, butuh effort banyak, harus sabar, dan belum tentu terjangkau tapi mereka tetep mau aja bahagia jalaninnya.
Hmm beranjak dari kalimat gue diatas ternyata gue bisa ambil satu bait kalimat kesimpulan awal sih bahwa “Cara orang menjalani hidupnya berbeda walaupun tujuannya sama yaitu mencapai kebahagiaan”. Masalah stay or move itu bagian dari pilihan yang harus diambil dengan segala konsekuensi nantinya.
Kalian mau jadi bagian dari orang yang realistis dengan mudah mencapai keinginan atau yang idealis bertahan dengan satu tujuan untuk satu keinginan awal itu terserah kalian. Gue emang belum bisa kasih concrete conclusion and recommendation sih tentang topik ini, karena gue sendiri masih ngejalanin dan baru ada di bab awal yaitu memilih.
Kalau kalian di posisi gue, which one would you choose?
Topik ini bakal jadi topik yang berkelanjutan buat gue bahas nantinya di tumblr hehe. Gimana gue dengan pilihan yang gue ambil ini? hemm semoga bisa kasih manfaat dan pandangan baik buat kalian yang nantinya ada di posisi kaya gue.
I am Faradita, 25 years old. I choose to be an idealist.