Makhluk istimewa yang diciptakan Tuhan..
dihadiahkan nafsu dan akal..
Itulah yang jadi pembeda antara kita dan hewan..
Melalui nabi Adam dan Siti Hawa
Allah ramaikan bumi ini dengan manusia yang akan membentuk peradaban panjang
Peradaban penuh perjuangan yang dipenuhi kegelapan dan cahaya disaat bersamaan
Kemudian Allah datangkan nabi dan utusan
sosok pengingat dan penyelamat dari kebodohan
Hingga terbebaslah kita dari masa kegelapan akhlak dan pikiran
Ilmu adalah nikmat luarbiasa
Yang pecintanya dijanjikan kesyahidan
Ia adalah sesuatu yang harus diperjuangkan oleh laki-laki dan perempuan
Bahkan firman Allah yang pertama kali diturunkan, mengandung banyak hal bermuatan pengetahuan;
بسم الله الرحمن الرَّحِيْمِ
اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَۚ
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan
خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍۚ
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha mulia,
الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ
4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.
lebih dari sekadar ajakan membaca lewat lembaran-lembaran , tapi juga membaca sekitar
bukan hanya sekedar wahyu pemula, tapi ajakan berpikir tentang tanda-tanda kebesaran Allah dan alam semesta
Ilmu adalah penyelamat manusia dari kekufuran dan kesombongan..
dari keserakahan dan penindasan..
dari perilaku hewani dan pelecehan pada kaum perempuan..
Laki-laki ataupun perempuan..
Yang membedakan kita adalah ketaqwaan..
Sedangkan pendidikan, wajib dirasakan dan diperjuangkan semua kalangan..
Bahkan dalam sebuah sabda, nabi berkata" طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ و مسلمة
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim laki-laki dan muslim perempuan"
Namun kata sebagian orang, "Pendidikan itu tidak penting. Mencari uang lebih penting"
Kata sebagian lagi,"Halah. Kau itu perempuan. Tidak usahlah sekolah tinggi-tinggi. Ujung-ujungnya akan kerja di dapur dan jadi pelayan di kasur"
Katamu, "Apa gunanya sekolah jika tidak menghasilkan uang banyak. Mending menikah saja.."
Perenpuan pernah terhina pada zaman jahiliah..
Hingga datang nabi pembawa kemerdekaan pada perempuan yang terjajah..
Lalu lahirlah Siti Aisyah, sang ummul mukminin yang cerdas dan berwawasan.
Satu-satunya perempuan dalam sejarah yang meriwayatkan hadits sampai ribuan..
Cerdik dalam politik, fikih, sastra, dan kedokteran..
Khadijah binti Khuwailid. Srikandi pertama dalam Islam. Penuh kejujuran..
Berwawasan dan bermartabat
Sosok mulia berpendidikan dan cerdik dalam berdagang..
Seorang penyair pernah berkata;
“الأُم مَدْرَسَةُ الْأُوْلَى, إِذَا أَعْدَدْتَهَا أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِبَ الْأعْرَاقِ"
Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya.
Dibalik kehebatan Imam Syafi'i, ada sosok ibunda yang telaten nan terpelajar
Ada Sayyidah Nafisah, guru mulia sang Imam yang setia mengajar..
Ibu bukanlah identitas sederhana..
Menjalaninya dibutuhkan skill dan ilmu
Darinya akan dilahirkan generasi emas..
Yang akan berhadapan dengan kehidupan yang lebih menantang dan keras..
Darinya akan terlahir generasi dengan segudang potensi..
Potensi yang nantinya bisa bermanfaat untuk agama, manusia, dan negeri..