AnasAbdin
Show & Tell
ojovivo

Kaledo Art

roma★
Stranger Things

祝日 / Permanent Vacation
Keni
noise dept.

Origami Around

❣ Chile in a Photography ❣
occasionally subtle
No title available

Kiana Khansmith
NASA
Alisa U Zemlji Chuda
Not today Justin
i don't do bad sauce passes
almost home
Cosmic Funnies
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Suriname
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from India

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Portugal
seen from United States
seen from United States
@bicarasa
I hope my back didn’t break your knife.
Your Selfies Make Me Cringe // CGI Type Illustration by Ben Fearnley
Follow us on Instagram: @betype
TERUS SEPERTI ITU
Aku akan lebih banyak diam. Lebih banyak menerima. Lebih banyak rela. Lebih banyak kehilangan dan lebih banyak terluka. Aku akan lebih banyak diam, sementara kamu tak perlu tahu apa-apa. Aku akan lebih banyak mengadu pada Penciptaku. Aku akan bicara soalmu sebebas-bebasnya, cukup dengan Dia. Aku akan lebih banyak terlihat baik-baik saja di depanmu. Agar bahagiamu bebas berkeliaran, sementara milikku terpenjara pada kehilangan yang paling sunyi. Aku akan lebih banyak menunduk untuk mengacuhkanmu, meski dengan menatapmu itu nyawa terbesarku. Aku takkan tega membiarkan wajahku terlihat penuh airmata saat melepasmu tanpa aba-aba. Ketidaktahuanmu itu sungguh mericuhkan duniaku yang rasanya ingin bersuara menunjukkan semua. Tapi tak semuanya harus terlihat, tak semuanya harus terungkap, meski harus tahunan atau selamanya dijaga. Tak apa, mungkin begini seharusnya cinta diperankan. Padamu, olehku.
Tidak ada yang tahu sebesar itu perasaanku. Tidak ada yang tahu bahwa sebegitu berharganya satu pertemuan yang menghadirkan kamu. Tidak ada yang tahu bahwa bersebelahan denganmu, itulah yang kutunggu. Kamu asing dengan duniaku dan duniamulah yang membiasakanku dengan keberisikan akan dia. Mungkin ini saatnya menutup telinga dari suara-suara yang menggoreskan luka baru, ini saatnya kepergianku. Ini saatnya aku membawa pergi hati dan seisinya agar terobati. Lebih cepat angkat kaki, lebih baik. Aku tak ingin membiarkan perulangan ini melukaiku berulang-ulang dan aku hanya akan menanggapinya dengan sebuah ‘kembali’. Semoga ini tidak akan terjadi.
SURAT PENGUNDURAN DIRI
Untuk seseorang yang pernah begitu kupahami,
Maaf kalau harus menyebutkan kata-kata ‘pernah’. Karena memang pernah dan kini tak lagi. Ada sebuah batas transparan dari dirimu yang kini tak pernah bisa kusentuh. Arena khusus yang tak lagi menyertakan aku dalam arenanya. Pikiranmu yang tak bisa lagi kuterka akan kemana tujuannya. Ada banyak hal sederhana yang kini berformula jadi rumit. Dan seolah-olah perubahan-perubahan ini membuat kita saling menyalahkan diri sendiri. Bukan salahmu, jika ada yang harus selesai di antara kita. Bukan salahku, jika tak bisa lagi meneruskan setiap rasa pertama kali yang pernah kita bagi. Ini hanya cara kita belajar bahwa memang perlu ada yang berubah. Dan biarkan waktu yang mengajari kita untuk menerimanya, ya?
Aku undur diri, atas segala rasa yang nantinya bisa memperburuk kondisi hati. Aku undur diri untuk menitipkan lagi segala rasa yang pernah dimintamu dulu. Aku undur diri untuk segala masa depan yang dulu pernah kita impi-impikan. Langkahku pelan-pelan menjauh, mungkin kenangan akan begitu riuh, tapi takkan membuat beberapa luka semakin melepuh. Maaf jika aku tak mampu lagi bertahan, dan maaf jika aku secepat ini melepaskan. Namun hal-hal pahit, harus kau cicipi lebih dulu agar kau tahu apa rasanya manis. Sesendok pelajaran sedang kita lahap bersama-sama, tentang kenyataan bahwa tak seharusnya lagi kita bersama. Lepaslah dengan rela. Karena suatu hari, kita akan sama-sama tersenyum mengingat hari ini.
Memasuki pekarangan hatimu adalah cara terbaik mengenal cinta. Dan mengundurkan diri adalah satu-satunya hal yang paling tepat untuk menjauh dari pergerakan luka. Kita akan baik-baik saja. Selamat menemukan yang lain selain aku.
Dari yang langkahnya sudah menjauhi kediamanmu.
- lovepathie.tumblr.com
Hand Type Vol. 29 by Raul Alejandro
I am so itchy to see this.
Anamorphic Typography by Wenjing Chua / Jessinta Cheng
Amazing work.
Just my type by Rafael Kida
FLS2N Aceh 2015 - Juara 4 Semangat Indonesia
Tipe Teman Asrama
Hello again!
Mungkin kalian-kalian yang tinggal nya jauh dari orang tua karena migrasi (?) ke sekolah berasrama dan tinggal bersama orang yang kepribadiannya jauh berbeda dengan diri kalian sendiri dan bukan bagian dari keluarga kalian sendiri. Nah kali ini aku coba golongin tipe-tipe siswa yang tinggal di asrama. Check it out:
1. Tukang Gossip
Tipe yang kaya gini sih beserak kayanya ya bertebaran di seluruh pelosok asrama di muka bumi. Kerjaannya gossip-in teman se asramanya, ngomongin sifat-sifat jeleknya, terus suka banget urusin hidup orang lain.
2. Muslim Sejati
Tipe ini nih yang bener-bener bikin asrama adem ayem, bahagia, tenang, dan nyaman. Aktifitas sehari-harinya gak jauh dari ibadah kepada Allah SWT. dimanapun dan kapanpun *alhamdulillah*. Teman kaya gini nih pasnya nge-ruqyah tipe teman di atas terus ngebasmi jin-jin di tubuh gossiper hahaha.
3. Pecicilan
Di antara kalian ada yang punya temen kaya gini? Pasti deh kayanya. Sifatnya kekanakan, terkadang ngeselin, dan suka ngehibur orang lain tapi diri sendiri kurang terhibur. Kasian banget. #pukpuk
4. Pinter
Ini tipe temen selanjutnya, biasanya orangnya pendiam, jarang keliatan keluar kamar, jarang ngomong, sekali ngomong pasti omongannya yang bermutu semua. Beda sama tipe temen tukang gossip, tong kosong nyaring bunyinya. Tapi terkadang pinter gak pinter nampaknya sama aja ya di sekolah aku -_-
5. Penghutang...
Ngutang, ngutang, dan ngutang. Boleh sih, tapi kalau jatuh tempo gimana? kan kesian yang dihutangin kan jauh juga dari orangtua, sama-sama limited edition mah duitnya kan ya.
Nah kira-kira begini lah tipe teman asrama yang aku jumpai selama ini. Adakah yang sependapat? hehe.
NB: buat temen asramaku, jangan tersinggung ya hehe.
Salam,
Gery
Sorry!
Maaf karena aku belum nge-post satu posting pun tentang seleksi tahap 2 Bina Antarbudaya disini. Waktu memisahkan kita eeaa.. Kuusahakan untuk mulai aktif lagi di blog ini mulai hari ini ya.
Keinginan ini sih dari dulu udah pingin banget aku lakuin tapi yaa ntah kenapa ketunda-tunda terus dan memang sama sekali berfikir gak punya skill dalam hal menulis hehe malah sempat down juga soal menulis karena satu dan lain hal tapi ya bismillah aku berusaha buat nulis lagi. Happy writing buat aku! hahaha.
Salam, Gery
Queenstown | New Zealand (by dorthrithil)
Flying high… (by Nacho Coca)
Lanterns hung on Madison Ave | New York (by Joel Zimmer)
Light Night | New York (by Aleksandr Stzhalkovski)
We share but a feverish alliance.