Dear my boyfriend’s friend,
Yes, you. I’m talking about a girl who 3-year older than me and still in the first year at college.
Mungkin aku masih terlalu ‘bocah’ buat mengomentari atau memberi saran buat kamu yang jelas-jelas kelahiran 97′. Tell me I take that your age as a problem, cause it is. Karena dari kamu, aku baru menemukan bukti nyata kalau umur memang tidak menjamin kedewasaan seseorang. I thought you were such a mature lady instead of that childish one.
I’m totally wrong though.
Aku tahu kita juga nggak saling kenal. Gimana mau kenal ya, aku ada di Purwokerto dan kamu ada di Semarang. Aku tahu sedikit tentangmu ya sebatas dari ucapan si Mister, dan temen-temenku yang sekampus sama kamu.
Aku mungkin nggak begitu mengenal pacarmu sama kayak si Mister kenal dia. Tapi yang aku tahu, pacarmu itu bener-bener introvert akut. He’s never talking about something which he doesn’t have any interest to. Aku cuma tahu dia pendiam, semuanya dipendam sendiri, agak kekanakan dan pernah nelpon mantan pacarnya dulu ( yang anak kedokteran itu) jam 2 pagi tepat setelah mantannya mengakhiri hubungan mereka. Kamu tahu? pacarmu yang pendiam dan berkacamata itu nangis-nangis di telepon. Ngomong kalau tangannya nggak bisa gerak (I really don’t have ideas why tho).
Dia punya masalah dalam komunikasi dan agak keras kepala. Dia sering banget berantem sama mantan pacarnya gara-gara masalah sepele dan dia pantang ngalah.
Aku tahu dari mana? aku dulu temen sekelas mereka. Aku sama mantan pacarnya itu sebangku bareng dan mantan pacarnya selalu cerita tentang masalah mereka sekaligus cara mantan pacarnya itu mengalah supaya mereka nggak terus-terusan berantem.
I’m telling you, your boyfriend had big crush on her since junior highschool. And finally could took her as a girlfriend at the first year of highschool.
Kamu tahu lagi, mantan pacarnya itu nggak benar-benar suka sama dia. She had that stupid mindset that she would love him as the time flies. Yes, She was totally wrong too. Then, they broke up at 6th January. With a total just approximately 5 months in a relationship.
Sekarang kamu protes kenapa dia ngatain kamu ‘nyusahin’? Here’s a thing, dibanding kamu yang secara umur memang lebih matang dari kami semua, mantan pacarnya itu jauh lebih dewasa dari kamu. No offense, and I didn’t defend her whether we were friends in the past (sekarang udah nggak kok, kamu bisa bernafas lega). Tapi memang dari segi pemikiran yang ‘tua’ aku bisa bilang kalau mantan pacarnya lebih ‘tua’ daripada kamu.
Mantan pacarnya itu bisa mengatur kapan dia bisa ‘nyusahin’ pacarmu tanpa harus bikin dia keberatan, dan kapan dia bisa bertingkah mandiri dan nggak bergantung sama pacarmu.
Mereka saling mentraktir satu sama lain kalau makan, mereka saling meminjamkan jaket kalau ada yang nggak bawa, mereka saling mengantar dan nggak keseringan, juga saling mengajari.
Mungkin itu yang bikin pacarmu dulu tergila-gila sama dia. Tahu nggak? aku kaget sekaligus bersyukur waktu tahu pacarmu bisa dapet kamu sekarang. Soalnya mantan pacarnya itu udah dapet pacar baru bahkan sebelum lulus SMA. Sedangkan pacarmu itu masih gamon setengah hidup, ngebayangin mantan pacar tercintanya pacaran sama temennya sendiri.
Kata Mister, kosanmu itu berlawanan arah sama arah ke kampus. Sedangkan kosan pacarmu itu ada di tengah-tengah kosanmu dan kampus, jauh lebih efisien kalau dia berangkat ke kampus tanpa jemput kamu karena kosanmu mengharuskan dia buat puter balik dan ambil jalan lebih jauh cuma demi jemput kamu. Belum lagi kalau kalian makan, aku denger dari Mister kalau tagihan selalu dibayar sama pacarmu. Am I wrong?
Begini deh, kamu sama pacarmu itu sama-sama anak perantauan bukan? sama-sama suka seret uang kan? kalau mau makan diluar, usahain bayarnya dipisah. Ini bukan perhitungan, oke? Ini cuma mau ngelurusin masalah kalau kalian itu masih sama-sama ngekos dan minta duit orang tua. Kecuali pacarmu itu tajir melintir dan udah punya penghasilan sendiri. Belum lagi biaya bensin buat jemput kamu di sana-sini, sama tenaga dia yang kepake. Kalian kan satu fakultas, satu kelas, satu tugas. Harusnya tahu dong kesulitan masing-masing. Kamu nggak bisa minta diturutin terus sama dia soal semua hal. Dia ngatain kamu ‘nyusahin’ emang bener, kamu nyusahin. Apa salahnya buat berangkat ke kampus sendirian? taksi online udah banyak, dan aku yakin kamu pasti punya uang buat bayar.
Pacarmu, punya kehidupan. Dia juga manusia, bukan robot.
Dan kalau ada masalah apa-apa itu dibicarakan baik-baik. Jangan emosi. Kalau emosi, mending diem dulu sementara waktu. Jangan takut buat ngomong duluan ke dia tentang uneg-unegmu. Kecuali tentang kelupaan anniv sebulan ya.. soalnya menurutku anniv sebulan itu sangat-sangat nggak penting. Dan jatuhnya lebay kalau kalian berantem cuma gara-gara itu. Aku paham, kamu pernah diselingkuhin sama mantan pacarmu, tapi perlu kamu inget kalau nggak semua cowok itu mantan pacarmu.
Oiya, tolong jangan lebay dan kebanyakan curhat sama Mister. Soalnya MIster sendiri punya tanggungan aku buat diajak berantem. Jadi dia nggak perlu mikirin hubunganmu sama pacarmu. Are we clear?