Kembali menjadi penganguran.
Sudah hampir 4 bulan sejak adanya pandemi, saya menjadi pengangguran yang diphp oleh kantor.
Kenapa bisa begitu? Panjang sekali ceritanya.
Berawal dari sebuah tawaran baru di perusahaan baru, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari kantor lama. Namun, semua tak berjalan sesuai rencana. Pandemi Corona merubah segalanya. Perusahaan baru tersebut memutuskan untuk menunda bergabungnya saya ke perusahaan mereka. Padahal sebelumnya kami sudah deal untuk tanggal join.
Yah apa daya, saya tidak bisa berbuat banyak toh saya juga belom terikat dengan mereka.
Bak sudah jatuh tertimpa tangga, THR melayang, income bulanan pun ikut hilang. Sedangkan saya hidup di perantauan.
Alam memang terkadang sebercanda itu. Mungkin Tuhan memang sedang ingin tau seberapa kuat saya dalam menghadapi badai ini. Atau mungkin Tuhan ingin tau, apakah saya sudah naik level atau belum.
Jika ditanya bagaimana perasaanmu? Saya akan jawab dengan Luar Biasa.
Luar biasa sedihnya, luar biasa marahnya, luar biasa pusingnya dan luar biasa nikmatnya.
Lalu, apakah usahamu?
Saya akan menjawab, mencari pekerjaan part time/full time baru, memulai semuanya dari nol lagi, menata ulang rencana rencana yang berantakan, mulai belajar hal hal baru yg sebelumnya tidak pernah terpikir untuk saya lakukan.
Apa contohnya? Saya punya podcast. Salah satu hal faedah yang saya lakukan ditengah pandemi.
Semua terasa berbeda, semua terasa menyedihkan, tetapi saya yakin akan ketetapan Tuhan.
Jika ditanya, apa kamu pernah menangis? Jawabannya tentu pernah.
Kapan? Sekarang ketika saya menulis cerita ini. Segala kesedihan, kepedihan yang selama ini saya tahan, kali ini tercurah melalui tulisan ini. Ternyata saya masih manusia, karena masih merasakan sedih, sakit, marah dan kecewa.
Saya hanya sedang berusaha untuk tetap berdiri ditengah gempuran gelombang, saya hanya sedang mencoba bertahan ditengah terpaan badai.
Hidup memang tidak semudah yg dibayangkan, karena hidup memang tidak untuk dibayangkan tetapi untuk dijalani.
Saya percaya, ketika hidup terasa susah disitulah tangan Tuhan sedang bekerja. Dia ingin saya naik level sehingga harus diuji terlebih dahulu.
Terimakasih Tuhan atas segala kemurahanmu, mohon untuk selalu kuatkan aku Ya Tuhan.
Amin
-Rah-












