Aku pernah terluka Untuk sebab ataupun alasan, bisa karena beragam cara Siapapun pasti pernah merasakannya Sakit. Ya, sulit dijelaskan dengan kata Bahkan terkadang, air mata lah yang menjadi isyaratnya Seseorang pernah membuatku kecewa Itu salahku, yang sejak semula terlalu berharap pada manusia Aku merasa, tak satupun orang bisa menerjemahkan sesak dalam dada Tidak juga aku mampu untuk meredamnya Hatiku terasa hancur Dikhianati, disakiti, dikecewakan, bahkan juga ditinggalkan Semua itu pernah ku rasakan Diam. Itulah yang ku lakukan Ya, aku lebih memilih diam, menahan, dan memendam Sebab tak satupun hal yang bisa diutarakan dengan lisan Selain dari merasakannya dengan sabar Menangis? Jangan tanyakan lagi Kala sepi menerpa, dalam diam berlinanglah air mata Aku mulai terisak, batinku terasa begitu sesak Sulit sekali mencari sesuatu yang bisa menjadi pelipur lara Rapuh. Seperti itulah keadaanku Bahkan dengan atau tanpa disengaja seringkali aku mengeluh Namun perlahan air mataku mulai mereda Dan setelahnya, hatiku terasa sedikit lebih lega Sedikitnya aku bisa meluapkan sesak yang tertahan Meski tak satupun yang bisa turut merasakan Jika ada yang membuat hatimu terluka, terangkan saja Ingin menangis? Luapkanlah Setidaknya itu bisa mengurangi beban yang terasa Tetapi jangan lupa, kembalilah kepadaNya Karena hanya Allah lah Dzat yang Maha membolak balikan hati manusia Hatimu terluka? Allah lah yang akan menyembuhkannya Percayalah, tak satupun luka yang tanpa memiliki penawarnya Mendekatlah kepadaNya Karena saat hatimu terluka, Allah ingin kamu selalu mengingat dan memanggil namaNya . .












