Tak Perlu Terburu - buru
Kerjain 3 Fitur dalam 1 Hari, Multitasking biar kerjaan cepet beres, Fail Fast Break Things.
Begitu lah bentuk - bentuk jargon atau kasus yang sering kita alami agar kita terlihat lebih produktif, terlihat lebih hebat dan progresif. Tapi terkadang, tidak semua Aksi terhitung sebagai Aksi. Mungkin cerita ini bisa sedikit memberi titik terang dari sebuah pernyataan “Terdapat tidak berbuat di dalam perbuatan, terdapat perbuatan dalam tidak berbuat”.
Sering kali orang mengatakan, keputusan yang cepat adalah keputusan yang terbaik, karena keputusan terbaik jarang muncul dari keputusan yang lambat. Kecepatan menjadi dambaan semua orang pada masa kini. Semua dapat didapatkan dengan instan, tanpa memperhitungkan apa yang terjadi berikutnya.
Akan tetapi, semua yang cepat, terkadang memperlambat keseluruhan proses, dan yang lambat, justru mempercepat keseluruhan proses.
Ketidakpastian ini terjadi, sangat dominan karena kita yang kurang tepat untuk meletakkan sebuah Value. Hal tersebut dilakukan cepat atau lambat, sebenarnya akan ditentukan oleh Value dari apa yang dikerjakan.
Tapi, bagaimana cara kita menemukan dan menentukan Value agar keputusan yang kita ambil merupakan keputusan yang terbaik ?
Dalam pencarian sebuah Value, sangat dibutuhkan untuk mengenali Problem atau permasalahan yang kita hadapi dan seringkali, karena dunia ini dibentuk oleh perspektif kita, kita hanya dapat meng-cover permasalahan tersebut dengan solusi - solusi pendek yang kita punya.
Untuk mengenali Problem, kita harus berada pada posisi dan mengenali gap yang terdapat pada masalah yang disebut masalah tersebut. Jika tidak terdapat sebuah gap, berarti sesuatu yang disebut Problem itu sebenarnya bukanlah sebuah problem, akan tetapi sesuatu itu adalah manifestasi dari sebuah opini atau solusi yang dipaksakan.
Ketika kita mengerjakan banyak permasalahan yang sebenarnya bukan sebuah masalah, maka tersebutlah sebuah sistem / solusi yang sifatnya kompleks. Sebuah permasalahan yang sudah jelas titik duduk masalahnya, dapat diselesaikan dengan sederhana dan kesederhanaan sebuah solusi tidak mengimplikasikan bahwa solusi tersebut adalah solusi yang berjangka pendek. Simplicity is harder than Complexity.
Kompleksitas yang kita perkenalkan ketika kita menyelesaikan sebuah masalah tanpa memperhitungkan dimana titik duduk permasalahannya dan apa value yang dapat kita berikan pada masalah tersebut, akan menjadi sebuah Kompleksitas yang sering disebut Accidental Complexity.
Jadi, bagaimana cara yang tepat untuk menyelesaikan sesuatu ? Adalah dengan tidak terburu - buru. Menguliti permasalahannya adalah salah satu jalan yang paling bijak untuk menyelesaikan sebuah masalah. Setelah mendapatkan semua isi dari permasalahan tersebut, coba untuk menemukan cara untuk mengatasi / mencegah masalah tersebut terjadi lagi. Tidak berhenti sampai disana, solusi yang telah kita buat, harus di-kaji ulang lagi, apakah solusi tersebut adalah solusi yang berjangka panjang / pendek / malah sebenarnya seharusnya tidak seharusnya ada, karena akan hanya menjadi sebuah Accidental Complexity di hari berikutnya, disanalah pentingnya untuk melihat dengan Helicopter View.
Mungkin, dari pelajaran hari ini, dapat juga menjadi pelajaran, khususnya untuk Developer ( Programmer IT ) pemula, untuk tidak terburu - buru dalam mempelajari hal - hal yang ada dalam dunia Software Engineering. Karena, semua pelajaran, semua konsep, memiliki value nya masing - masing, dan kita harus secara seksama dapat melihat Problem yang sedang dihadapi, bukan sekedar coding menggunakan bahasa C, C++, atau COBOL. Akan tetapi, akan lebih bermakna lagi ketika kita mengerjakan suatu masalah, memberikan added value, dan membuka ruang pada yang lain untuk menyempurnakan perspektif yang kita miliki ketika mengerjakan Problem tersebut.



















