apa bisa sepenuh hati?
Xuebing Du

No title available

JBB: An Artblog!

titsay

tannertan36
Show & Tell
🪼
d e v o n
Monterey Bay Aquarium
Stranger Things
Lint Roller? I Barely Know Her

Kiana Khansmith

blake kathryn
Sade Olutola
dirt enthusiast
todays bird
No title available

@theartofmadeline

oozey mess
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from Mexico

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from France
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States
seen from Finland
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
@cahyaabdullah
apa bisa sepenuh hati?
to leave something familiar…
that’s so hard
aku mendatangi semua tempat, mencari-cari. tapi tidak aku temukan. kita.
berlutut, mengasah telapak tangan
menyalakan api, dan mengaku salah
ini buat lelah.
when you love me in june
i looks like a fortune,
they said, “how come?”
you just smiled, and
everyone else have green-eyed
when you like me seven times
i stop at six,
fly high, bright
and we’ll be fine
somenight i said “look! that moon.”
while you talk about penguins
memories making
mysterious way
dangerous battlefield
suddenly we got 28
i miss you enough to stop
seperti sudah ada di buku panduan, kalau sedih bisa membuat waktu tidur lebih lama.
ruang senang sering terisi,
ruang sedih selalu penuh.
duduk diantara ruang sepi,
berhadapan dengan kursi kosong
menunduk tenang
mengurai benang
menghela napas berkali-kali
berdebat sendiri,
dan bersedih.
rasanya hanya disini,
diantara ruang sepi
kita bebas merasa apapun
langkah teguh itu tetiba berhenti.
intuisinya mengatakan sesuatu, dia berbalik.
kabut terurai mengikuti irama angin.
dia sudah setinggi ini.
perasaan itu ternyata berada tepat di belakangnya.
selama ini.
sejauh ini.
sering takut dengan intuisi sendiri. bagaimana bisa dia begitu tepat?
if the love is real,
i’ll see you again
aku selalu mengatakan pada orang-orang yang ingin mendekatinya, kalau mereka harus mahir membaca sorot matanya, rautnya.
dia seperti langit malam, tidak pandai menjelaskan perasaannya. bahkan hari ini pun, aku hampir tidak tahu kalau dia tengah sedih. langkahnya terlampau pelan, sesekali dia mengangguk, juga tersenyum kecil.
sampai aku menemukan setitik sendu di raut itu. rupanya hari ini dia tengah sedih sekali.
“ada apa?”
dia hanya menggeleng pelan, mengangkat bahu rendah.
dia pasti tengah sedih sekali. dia sedih, tapi tidak tahu cara mengutarakannya.
“akan aku pikirkan cara untuk membuatnya bahagia atas hidupnya.”
disuatu hari diantara celah cahaya sore.
“kenapa orang-orang selalu butuh alasan?”
“hm?” pertanyaanku sepertinya mengalihkannya.
“kenapa tidak terima saja tanpa alasan.”
dia memperbaiki duduknya, menatap jauh. “karena meraka butuh diyakinkan, meraka ingin percaya.”
aku meraih ujung mata.
“alasanmu mungkin bisa membuat orang lain yakin atas makna dirinya” sambungnya.
celah cahaya mengurai jeda.
“kenapa kamu menyukai sabit?” dia mengisi jeda.
“hanya saja.”
dia mendengus, “karena kamu menyukai gelapnya.”
aku tersentak.
tiba-tiba dia tersenyum, “kamu selalu begitu, disaat orang lain melihat cahayanya, kamu melihat gelapnya. gelapnya yang membuat orang-orang bisa sadar kalau sabit indah. karena itu kamu menyukainya, bukankah begitu?”
aku tertunduk, ketahuan.
“kamu punya alasan. kamu hanya tidak mengakuinya.”
satu helaan napas terdengar berat.
“kenapa terima kasih? padahal kamu merasa bersalah, bukankah kamu ingin bilang maaf?”
kali ini aku yang beralih, menatapnya.
“karena kamu khawatir kata maaf akan membebaninya.”
telak. aku kalah.
keramaian selalu punya energi yang aneh. saya terlalu sering menghela napas
untuk kali ini aku akan mengamatinya sampai selesai, tidak terburu-buru dan menyesal. aku akan berusaha menyemangati diri sambil berjalan pelan. sampai akhirnya selesai, aku akan berterima kasih. untukku. karena telah berusaha semampunya.