Lets discuss guyssss
Sumpahh dalem banget inii.
Sampe ngga tau mana yang denial mna yang disembnyiin mana yang beneran
First of all, aku tidak jatuh cinta. Ini beneran. Memang tidak. Dari awal aku udah nandain dia emang se persis itu dengan faskal gerak geriknya. Tapi aku tidak jatuh cinta. Aku menandai.
Kedua, my eyes catch another guy to crush. Yang dimanapun aku melihat aku mencari keberadaannya meskipun paham tidak akan memilikinya tapi mataku selalu tertuju padanya.
Ketiga, aku beneran ingin berteman dan bersyukur dia dalam intensitas yang sama. Tarik menariknya dalam pertemanan. Bukan dalam intensitas lain. Bahkan aku bukan yang dari awal suka sma dia
Setelah menandai, aku cuma mencatat bahwa he's a guy in the corner. Yang dingin. Sok cool. Freak.
Then, he's not that cold. He's warm with cool cover.
Gini, aku ngga begitu inget kejadian yng kita nyari takjil di mesjid itu atau bubur ayam nya dluan. Tpi out the box aku punya pernyataan sendiri bahwa aku ngga akan pernah bisa baper sma mereka berdua dan anak anak yang lain karena standarku ya rfi. Physically. Sexy back and chest at once. Cara berbicara yng buat lawan bicara nya terintimidasi. Alpha male. Pemimpin. Senyum yng bkin orang lain senyum. At all
Oh keknya buryam dlu soalnya sebelum puasa kan itu nae.
Oiya.
Yahh yang menawari buryam dlu ya berati, kita sepakat itu dluan. Nah itu aku tolak dan biar tida menyakiti hati jadilah aku bilang besok aja pesan buat makan siang.
Bahkan aku ngga inget hal yng berkaitan sma tu anomali di mesjid selain dia ada. Ya di sana. Ya ada. Ngga lebih.
Smapai di pairing karna butun pindah dan butuh diajarin. Sbenenarnya aku takut blunder apalagi bawa orang. Tapi kenyataannya orangnya tidak peduli.
Dann ohh aku inget dia ngga tahan liat mataku. Pasti lamgsung ngalihin pandangan, maksudku whyy.. dlu aku merasa apa dia ngga suka kontak mata ya. Tapi tapi tapiii, make senseee nowww















