Hai dianhr
Ketika Tuhan menitipkan kamu kepada kedua orang tuamu, apakah orang tuamu telah sepakat? Atau apakah mereka hanya menuruti kata hatinya dan memeliharamu serta merawatmu dan membesarkanmu atas dasar cinta yang begitu besar?
Orang tua, kurasa tidak mengenal kata ‘sepakat’. Mereka mencintai kita begitu saja, murni, apa adanya, tidak pilih-pilih, karena anak (bagi mereka) bukan pilihan untuk dijadikan prioritas nomor kesekian.
Tuhan, orang tua, pasangan hidupmu, sahabat, and so on.
Sudah tahu dimana prioritasmu seharusnya diletakkan? :)
Dan segala sesuatu yang dilakukan dengan mengikutsertakan kata ‘paksa’, itu bukan pengorbanan.
Karena ketika kau berkorban, kau tidak merasa telah dipaksa ataupun terpaksa. Pun ia bukanlah sesuatu yang perlu untuk diikrarkan, serupa dengan keikhlasan.
Dan suatu saat nanti, akan datang petunjuk Tuhan, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan demi kebahagiaan orang tua, akan berujung pada kebahagiaan kita. Setidaknya, aku masih percaya itu sampai saat ini.
:)











