Pejamkan matamu. Tenang, kamu masih bernapas.
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
YOU ARE THE REASON
tumblr dot com
d e v o n
Not today Justin

No title available
will byers stan first human second
dirt enthusiast
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
NASA
Alisa U Zemlji Chuda
Mike Driver

izzy's playlists!
occasionally subtle

PR's Tumblrdome
i don't do bad sauce passes

Andulka
AnasAbdin
$LAYYYTER

Love Begins

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Singapore

seen from United States

seen from China
seen from Finland

seen from Malaysia
seen from United States

seen from France

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from T1
seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Canada
@palawija
Pejamkan matamu. Tenang, kamu masih bernapas.
Mulutmu adalah tyrannosaurus rex-mu.
Tepat di saat hari buruk menyerang, ada banyak hari baik yang menunggu giliran.
Pondasi Cantik
Ibu sedang duduk teliti baca tulisan tentang darah dagingnya di tabloid, sementara keponakan kecil berlari-lari mendekat ke rumah dari jarak kurang lebih lima puluh meter, "Mereka sudah dekat! Mereka sudah dekat! Tutup semua jendela! Mereka sudah dekat!". Layar telepon genggam meredup setelah peringatan 10% sisa baterai muncul mengingatkan dekatnya usai. Suaranya pun jernih dan cepat mengisi nikel menuju corong. Ini pagi saya hari ini. Dan ini cukup menyentak. Ibu sudah siapkan makanan enak di atas meja. Sudah ada di sana sejak pukul tujuh. Genap angka menuju sepuluh, baru saya jalan menuju meja makan disalip keponakan yang semakin kencang berteriak, "Dia sudah dekat!". Si bocah kecil larang saya makan, dia bilang ada bahaya. Ada asap. Seketika di depan teras, pekat asap putih pembunuh nyamuk. Makanan ditutup tudung, mungkin berbahaya bila memaksa sekarang mengisi perut. Seharusnya saya turun sejak tujuh. Seharusnya saya gunting gerombolan nikel dan tidak menaut tusukan tepat di ulu hati. Makanan buatan Ibu jelas lebih enak bila dibandingkan dengan merdunya suara si cantik yang belakangan baru terasa, menyayat-nyayat hati. Ini pagi saya hari ini. Dan bila kamu baca, percayalah betapa dada saya sesak dan saya ingin bertemu kamu sekarang, pondasi cantik.
Semoga nggak perlu berakit ke hulu lalu berenang ketepian. Tapi kita semua, naik kapal motor cepat ke hulu dan turun tepat di tepian. Aaamin.
Sebanyak apa pun mulut bicara, mata tetap lebih nyinyir.
Semenjak ada detektor metal. Mencari jarum di tumpukan jerami jadi masuk akal. Permisi leluhur.
Jangan ambilkan bulan, Bu. Yang lain juga ingin lihat.
Teman baik, akan selalu mengingatkan. Tapi teman baik, juga bisa merasa bosan.
Tanggal berganti tanggal, hari berganti hari. Sesal tebusan bengal, untuk terus mencari-cari.
Saat semua orang ingin jadi yang pertama. Mungkin, ruang di kedua akan lebih lega.
Lirik Lagu Sepatu
Kita adalah sepasang sepatu Selalu bersama tak bisa bersatu Kita mati bagai tak berjiwa Bergerak karena kaki manusia
Aku sang sepatu kanan Kamu sang sepatu kiri
Kusenang bila diajak berlari kencang Tapi aku takut kamu kelelahan Ku tak masalah bila terkena hujan Tapi aku takut kamu kedinginan
Kita sangat ingin bersama Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua Terasa sedih bila kita di rak berbeda Didekatmu kotak bagai nirwana Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
Cinta memang banyak bentuknya Mungkin tak semua bisa bersatu
Selain tumbuh, makan, ekskresi, beradaptasi, bernapas dan berkembang. Ciri makhluk hidup yang lainnya adalah, gengsian!
Jangan beri tau saya datangnya akhir. Bahkan jangan untuk petunjuk kecil sekalipun. Lebih baik tamat buruk, daripada baik karena terdesak.
Konser Diorama. Jangan bayangkan besarnya energi yang kami terima, kami tidak mau membuat kalian terkejut. Untuk kesekian kalinya, terima kasih banyak. Kalian membuat kami lupa akan seramnya lelah. Kini kita di serambi, untuk lalu berjalan menuju ruang tengah.
Bila nanti tiba saatnya mati. Ini lagu untukmu tetap bisa bernyanyi. Bersenang-senanglah. Di depan mataku, jangan ada sedikitpun muram. Di depan mataku, jangan ada sedetikpun suram. Nikmati sisamu.
Iseng-iseng Berhadiah
Itu dia kertas keras tidak tahan air. Lalu arang untuk mulai melengkung garis kepala badan kaki. Itu dia pisau tipis yang tajam. Siap dia meliuk melepas erat para serat. Ini dia kepala yang sudah terpotong rapi. Ini dia badan yang siap disambung dan ini kaki yang rela diikat mati. Mengapa datang begitu murah bila iseng-iseng berhadiah lupa ia juga punya bakat untuk terpaut. Si cerah yang terbakar bingung. Tidak mencari air dan tidak pula lari dari si pisau tipis. Bukan sombong tujuannya. Menurut pengakuannya, ia hanya sekedar bingung. Keparat! Mustahil enyah duhai darah. Kakiku keburu terikat mati. Terpasang kamera pengintai di tiap sudut ruang ujung kiri atas. Tersambung nirkabel untuk munculnya gambar di layar-layar koleksimu. Hanya mungkin abu kembali direkatkan satu persatu, bila masih terlalu banyak waktu.