-
Hobi kok maksa. Mendorong dan memaksa dalam keputusan-keputusan hidup.
Sesak.
d e v o n
I'd rather be in outer space šø
Today's Document
No title available
he wasn't even looking at me and he found me
Show & Tell
sheepfilms
Cosimo Galluzzi
almost home

Discoholic šŖ©
Misplaced Lens Cap
Fai_Ryy
Doug Jones

shark vs the universe
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Monterey Bay Aquarium

Origami Around

PR's Tumblrdome
Interview Vampire Daily
RMH
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from Colombia
seen from India

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Ukraine

seen from United Kingdom
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Brazil
seen from Argentina
@ceritanashahta
-
Hobi kok maksa. Mendorong dan memaksa dalam keputusan-keputusan hidup.
Sesak.
20 Desember 2017
I will cry once, today.
And I will not look back.
22 November 2017
I know people kept saying that this will be over soon.
"Be patience"
But it's really hard to get tired all the time during the busiest season of the year
1 step forward, 2 steps backward
This afternoon I was talking to Moli. What was started as an update about office rent turns into a moreĀ āseriousā talks.
One of the hottest topic nowadays is Mark Zuckerberg decision to donate 99% of his share. We rant about how hard it is to actually make money for us that are working in theĀ āsocialā field. Itās like we have to think two sides all the time : social impact and survival. While the corporates can think about profit for as long as they wish and think about social impact later (or never).
- Ini ditulisnya 2016 tapi gantung dan gak pernah dipost. So I finish it now.
If I'm fucking sad, who would help me?
When you're standing too close, you can't see how bad it is. Ya Allah, Ya Allah. Ampun aku ya Allah.
Thought via Path
Tadi di jalan kepikiran : people should be kind, just because. Terus sepanjang jalan dibikin ngakak sama bang Ojek yang nganterin ke rumah. 1. "Mbak gak langsung keluar sih, jadi saya takut kan. Gelap, mana banyak pohonnya. Saya jalan-jalan aja ke ujung situ, eh di situ ada bangku kosong! Gak bener ini. Soalnya pernah pas nunggu penumpang, kaki saya kaya dicolek gitu! Kalo dipikir pake logika kan gak mungkin ya, orang saya pake sendal. 2. Saya pernah lewat tuh di tempat Uje kecelakaan, kan meninggal. Saya pas lewat situ, motor saya mati juga gak bisa distarter. Saya terusin jalan, baru bisa. Eh pas nengok ke spion, ada cewek! Saya nengok gak ada, liat spion ada. Sampe saya tanyain : mau dianter kemana, gapapa deh saya anterin, daripada nakutin. Eh dia turun di jembatan. 3. Mbak, ini rumahnya di antara Gang Kelinci dan Gang ... (like I know). Wah, mbaknya gak tahu? Sini saya jadi guide ya. Nih ini gang xx, ini gang xx. Mbaknya gimana sih, coba sesekali lihat Maps sambil jalan-jalan. 4. Karena kepo, gue nanya dong gimana dia bisa tahu jalan sini. "Nanti gang Kelinci nih, mbak. Dua rumah sebelah kiri tuh rumah wakil walikota. Ah tapi sudahlah, udah lama, gak perlu diinget. Ih mbaknya kepo (Yeee, baper tapi cerita) Seneng juga kalo ketemu orang baru yang gak melulu nanya kapan kawin, suami kemana dan milih siapa. Just be kind (and funny)! ā Read on Path.
14 Oktober 2016
This is the worst anniversary ever.
20 September 2016
Bad mood
Beli kopi Tuku
Bad mood
Beli cheese tots
Mudah-mudahan cepet kelar siklusnya.
Sabtu kemarin diajakin @weirdoningrum untuk ikutan "Career Day" di Rumah Baca Pintas. Ampun deg-degannya bukan main, takut pada bosen. šš Momen yang paling seru buat gue sebenernya adalah pas lihat @gakhansa ngajarin coding dengan serunya. Gue terbengong-bengong sementara dedek-dedek SMP dan SMA ini pada seneng banget. Rumah Baca Pintas ini dijalanin oleh Om Ton dan dibantu sama Ibu Budi. Buka tiap hari dari jam 9 pagi sampai 9 malem. Koleksi bukunya dari serial cantik sampai klipingan Tempo tahun 90an. Kalo deket, aku mah mau main sering-sering. š Nisul kemudian inisiatif ngadain kelas Bahasa Inggris seminggu sekali, disusul kelas-kelas gemes lainnya mulai dari cara antri sampai Career Day macam ini. Sejauh ini, pengajarnya baru ada 5 sementara adiknya sampai 60an. Cuss yah yang tinggal deket Pangkalan Jati, dijamin pasti kepincut dedek-dedek gemes ini dan makan siang masakan Ibu Budi! (at Pangkalan Jati, Cinere)
Maaaak, anaknya masuk tipi! *tapi si mamak bobo* Alhamdulillah ya Allah karena ternyata suara gue gak gengges š Plus amat terharu denger testimonial organisasi yang gak pernah gue temui sekali pun šš Definitely the best media coverage that Indorelawan ever received. ā View on Path.
Secangkir kopi mengepul hangat
āGue semangat banget nih, udah mau mulaiā
Pertemanan yang berlanjut memulai bisnis bersama. Banyak orang akan bilang ini langkah yang terlalu riskan untuk sebuah persahabatan. Ah tidak, kita terlampau saling mengerti untuk berpisah karena hal sesepele itu.
Jam di layar digital bergerak tak terasa. Waktu serasa tak punya makna kalau pembicaraan kita sudah bertemu muka.
What would I do without your smart mouth? Drawing me in, and you kicking me out
Kalimat-kalimatmu perlahan memelan, tak sederas di awal. Lelah kah?
āAda banyak hal dalam hidup kita yang membuat kita tersanderaā.
Ah, jam sudah berganti menuju filosofi hidup berjalin curahan hati.
āKatanya dia akan coba cari sampai Februari, kalau tidak bisa katanya aku silakan cari yang lain.ā
Ah pengecut itu.
āTak ada satu pun dari kalian yang berani menjadi penjahat. Be the jerk. Tidak ada yang mau berperan sebagai orang yang lebih dulu menyerah. Everybody wants to be the victim.ā
O. Semoga kau tak menangkap emosiku dalam kalimat-kalimat yang bahkan ku tak yakin berani kuutarakan. Terdengarkah? Terasakah degup jantungku yang mau meledak?
āSeperti yang kukatakan pada calon..calon perempuan yang rencananya akan kunikahi. Begini keadaanku, aku tidak ingin membuatmu merasa tertipu atau apa. Ini pilihan yang kau buat sendiri.ā Nadaku menurun. Lidahku terasa pahit.
Kau termangu, menatap jauh.
Oh perempuan berkerudung manis yang kusayang. Sejuta tanda kulempar seperti melempar garam ke lautan.
āIya juga.ā
Aku tertawa.Ā āAh ya sudah. Kenapa jadi baper begini!ā
Christina Perri pun mengalun dan menginjak hatiku lebih dalam.
āI have died everyday waiting for youā.
-- Hegemony Coffee, hasil nguping meja sebelah plus ngarang bebasĀ sembari mengerjakan Excel Sheet on a supposedly day off --
Pengertian
Beberapa hari (atau seminggu?) lalu, saya iseng membaca (alias stalking) blog dan social media teman saya. Sebagai pelaku nikah muda yang telah sukses menjodohkan beberapa pasangan, ia membuat kesimpulan akan poin-poin utama yang dilihat ketika mencari pasangan. Buat cowok, yang paling penting itu (setelah agama) adalah fisik. Ha! Ya udah lah ya, udah ketebak juga.
Nah, buat perempuan (again, setelah agama. btw, ini situasi dalam circle dia ya), syarat utama adalah pengertian.
Dulu jaman muda belia, jaman ngarep punya pacar tap gak ada yang mauh hahaha, di majalah Gadis dan Kawanku kan sering tuh ya artis-artis diwawancara : bagaimana kriteria cowok idaman Astrid? (anggep lagi interview Astrid Tiar). Lagi dan lagi, pasti ada aja yang jawab : pengertian.
Berhubung gue masih muda belia, dulu gue rada gak paham. Maksudnya apa sih pengertian. Ngerti sama cara komunikasi kita apa gimana sih? Kalo dia nggak ngerti sama kita, gimana caranya bisa pacaran? #ceilah
Pas udah gedean, kemudian gue merasa bahwa kriteria Pengertian ini sebenernya egois dan gak masuk akal. Gimana caranya coba ada satu manusia yang ngerti segala maunya kita? Yang tahu kalo kita lagi sebel atau lagi seneng? Yang paham kalo kita lagi sedih terus diajak jalan-jalan? Yang kalo kita lagi repot terus bakal dateng buat nolongin? Rada gak masuk akal, apalagi kalo kitanya nggak pernah ngomong mengenai kebutuhan atau perasaan kita gimana.
Beberapa kali deket sama cowok membuktikan hipotesa ini. Kagak ada deh cowok-cowok ini yang klop plek plek. Pegel komunikasi, kita diem salah, kita utarakan langsung eh yang ini gak terima. Ujung-ujungnya bubar semua. Kray bay bay bay.
Terus, gue ketemu imre.
Terus pacaran. Imre pengertian? Ya nggak juga. Kadang lebh sabar. Kadang lebih galak. Kadang yang gue mau diturutin. Kadang dia lebih manja sampe gue bengong sendiri.
Tapi Imre itu mau mendengarkan. Dan dia sungguh pendengar yang baik. Kalo gue meeting sampe malam, dia suka tawarin buat jemput. Bukannya gue gak bisa pulang sendiri sih cuma kan seneng ya ada yang perhatian haha. Terus baru-baru ini, gue juga baru tahu kalo ternyata dia suka khawatir kalo gue pulang malem. :_ D
Atau kalo gue lagi pusing kerjaan terus ngomel-ngomel curhat, abis itu ditawarin jajan es krim. Kalo nyanyi nyanyi ngaco fals juga dibiarin hahaha.
Komunikasi dengan imre juga mudah. Orangnya nggak gampang tersinggung. Kalo dia lagi to the point banget, gue pun entah kenapa gak tersinggung tapi malah ketawa. Saat lagi berantem, orangnya gak suka bicara kasar. Lebih sering diam.
Kesimpuannya? Dibanding pengertian, gue rasa kriteria yang lebih tepat adalah mau mendengarkan dan fokus pada solusi, instead of ego masing-masing. Masuk akal gak?
Kesayangan. Kekangenan. Ku kemellowan. :'')
* foto ini diambil jam 3 pagi saat muc nganterin gue ke airport. flight jam 6 pagi boi. doi tidur di mobil dari jam 12 karena takut kesiangan dan jam 10 udah kudu jemput bokapnya lagi di halim. manis banget kaya gula jawa. :*
Sedetik merasakan kekuasaan. Kapan kita punya gubernur perempuan? #hailAhokanyway with Maritta at Kantor Gubernur DKI Jakarta ā View on Path.
6 Tahun
Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini kita tidak kemana-mana. Hari libur justru membuat kita malas pergi, kamu kerja dan aku menikmati tidur. Kau meneleponku tadi pagi, tepat 11 lewat lima. "Selamat enam tahuun", pakai nada selamat ulang tahun. "Semoga awal tahun depan bisa menikah", katamu. Dua tahun terakhir itu saja doa kita. Semoga diberkahi dan segera menikah. Mereka yang berdiri di trotoar pasti bertanya mengapa terus berdoa tapi belum juga melaksanakan. Oh ya, pertanyaan kita sama. Ketiadaan selebrasi (di hari ini) justru memberiku waktu berpikir. Aku yang tipe 'if you want it then get it' masa gak get it juga? Hahaha. Ternyata setelah dipikir-pikir, di dalam doa itu bukan hanya ada harapan akan keringanan rezeki dan langkah. Di dalamnya terangkum harapan bahwa hati ini diteguhkan dan ditegakkan pendiriannya. Bahwa sekali hati ini berlayar, tak akan sekali pun kami menoleh ke belakang dan berkata : andai saja. Hari ini aku menyadari bahwa sebuah keputusan yang kau buat begitu saja bisa mempengaruhi hidupmu begitu rupa. Sebuah kata 'Ya' bermakna jalur kehidupan A dan bukan yang lainnya. Ini bukan perjalanan paling sempurna. Oh, sungguh bukan. Kami bertarung dengan ego, membuat kesalahan bodoh dan mempertanyakan satu sama lain. Tak terhitung air mata yang dihabiskan, tak kan sanggup kalau saling menghitung sakit hati yang ditimbulkan. Kalau ada hal yang kupelajari, setiap hal yang ditempuh, kami jalani karena kami mau. Kami masih bersama karena di persimpangan yang muncul, kita masih memilih untuk terus berupaya Terus pinjamkan tangan jika salah satu ingin menyerah. Dan pilih aku, setiap detik. Sebanyak aku memilihmu. Tanpa henti.