huffffft
inhale, exhale.
can u imagine?
ketika senangmu juga sakitmu, itu sakit.
ternyata aku tetap saja tidak lupa.
menerima bukan berarti lupa; pun memaafkan, itu juga bukan berarti melupakan.
memaafkan juga bukan lupa.
ketika kamu masih merasakan sesak, berarti kamu masih peduli.
kamu peduli karena kamu sayang.
sayang, cinta, dan perasaan apapun yang sejenis dengan itu, bukan kita yang menjadi kendali.
kita, tidak bisa mengendalikan perasaan kita sendiri.
lagipula, sayang, cinta; mereka memiliki makna yang luas.
bahkan, ia bisa bermakna melepaskan.
.
kau tau?
sekarang, aku ada di fase, ketika aku sudah melepas semuanya, entah aku mengerti permasalahannya atau tidak, aku sudah terima, aku sudah pasrah, sekuat tenaga, menerima, memaafkan, memaafkan siapa? memaafkan semuanya, diriku sendiri, mereka, dia, semuanya, benarbenar semuanya. semua kupercayakan pada Sang Pemilik Semesta, harapanku penuh kepada-Nya.
tetap saja, hati selalu terbolak-balik. ketika bangkitku sudah mulai utuh, hatiku mulai penuh, yakinku semakin besar, dan doaku semakin terpasrah; ada yang kembali.
apa yang kita lepas, kembali. ingin dekat. ingin lekat. ingin bersama. membawa penyesalan. is that regretness even real? is that regretness even matter? semuanya koyak. membingungkan. ibarat air yang sudah mulai jernih, yang endapannya sudah turun, perlahan, lama, dan mengendap; seakan tergoyah, kembali mengambang, kebingungan, mencari jalan pulang, butuh waktu untuk kembali mengendap. jangankan mulai mengendap, airnya saja masih terus terkoyak. membuat segalanya semakin membingungkan.
butuh diam. butuh tenang.
ya, kau butuh tenang dan diam. sedikit bergerak. bahkan tak perlu. kau tak perlu bergerak. diam saja. pun bersuara, tidak perlu. karena untuk bersuara lirih sekalipun, kau tetap butuh sedikit gerakan. jangan. diamlah saja, meskipun keruhmu peluh di dalam. kau butuh itu. kau butuh diam. untuk sekarang. kau butuh mengendapkan yang koyak, maka kau harus diam.
tenangkan, maka kau akan tau ke mana arah pulang. kau akan tau ke mana kau akan pulang. ketika kau tau arah, perjalanan akan tampak lebih jelas, meski butuh waktu, setidaknya kau mengerti bagaimana cara pulang.
sabar, ya? semua tidak harus ada jawabannya saat ini juga. lihat. banyak kesempatan baik di depanmu. kau mampu. ambil kesempatan itu. lakukan yang baik. niatkan yang baik. jadikan lebih baik. be better for urself. be kind. be warm. maka kau akan membuat nyaman. siapapun. sekitarmu. dan dirimu sendiri sekalipun.
if u were realizing this, this one is the upper level of exam in ur life. ketika kamu lulus di level bawah, maka kau akan dibawa ke ujian di level selanjutnya. it’s like a game, right? so it’s ok. it’s ok. and it’s ok. ga semua orang dipilih untuk menghadapi ini. u can. so why not?
karena ada kemudahan setelah kesulitan.
karena sesuatu yang baik dicapai setelah lelah.
bersusahlah dalam usaha menjadi lebih baik. carilah. mencari berarti mencoba. sampai tidak ada lagi alasan untuk mencari. karena kau telah menemukan.
sadari apa yang kau rasakan. itu yang akan membuatmu lebih peka. terlebih, sadari ketika kau sakit, berbuat baik tidak selalu harus membuatmu sakit. ketika ada pilihan berbuat baik dengan ia yang tetap menjaga agar kau tidak sakit, kenapa tidak pilih itu saja?
ketika logikamu sudah berjalan dan mempertimbangkan banyak hal; untuk kali ini, hatimu juga perlu didengar, karena bahagiapun, hadirnya juga dari sana. perasaan ada dari sana. pahami lebih lagi. jika perlu, alihkan sejenak, perhatikan, mana dirimu yang lebih menjadi dirimu. ketika apa. ketika bersama siapa. ketika sedang apa. ketika berhadapan dengan siapa. dan ketika mengerjakan apa.
semua akan perlahan terlihat ketika kau mengambil kesempatan-kesempatan baik itu. selamat mencoba. selamat menjalani. selamat bertemu, dan ditemukan.
you love yourself as much as i love you.









