Cerita panjangku yang ketujuh bertajuk Chasing Horizon: Morning Motions tersedia >>>>>>> di sini <<<<<<<

⁂

PR's Tumblrdome
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
YOU ARE THE REASON

No title available

Janaina Medeiros
we're not kids anymore.
Game of Thrones Daily
art blog(derogatory)
hello vonnie
One Nice Bug Per Day
Lint Roller? I Barely Know Her

pixel skylines
Peter Solarz
DEAR READER
Stranger Things
$LAYYYTER

@theartofmadeline

No title available

❣ Chile in a Photography ❣

seen from United States

seen from Thailand

seen from Malaysia

seen from Spain
seen from United States

seen from Singapore
seen from Bahrain

seen from United Kingdom

seen from Brunei

seen from Singapore
seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@chamimrajif
Cerita panjangku yang ketujuh bertajuk Chasing Horizon: Morning Motions tersedia >>>>>>> di sini <<<<<<<
wake up
WE ALL NEED TO WAKE UP!
You can read wake up >>> HERE <<<
stay woke, folks :)
An Endless Night
HELLO EVERYONE!
You guys can check my new journey to an endless night in here
hi guys!!!
here's a sneak peek from my upcoming story album, track number 9. demon's diamonds!
bloom in my doom
Dear my dusty rose
Would you like to bloom in my doom?
With your grace and sweetness
Call me when you remember my existence
Your sour mango in a paper bag
I left my jokes on the back
Dear my broken melody
Can I sing your untaken memory?
Cause I don’t want to hear your cruel story
About your bad dad
About your mad land
It’s so damn sad, I’m sorry for your pain
Someone tells me that I’m a sucker for an oddball
I know, they’re just envy 'cause you’re so pretty
Looking like a pop star, with a diabetically smile
You just make me forget that we separate a hundred miles
I still can smell your presence
I still can read your love language
It’s pathetic every time you cross my mind
We were dreaming of our future in fantasy
But we forget that we just like history
I wish I could do better with your hair
You can punish me, it’s fully fair
You might sail with your new sailor
Who holds you like a true lover
Going to another island with a thousand flowers
The sky is falling on the blue moon
Maybe you don’t want to bloom in my doom
I miss you and that’s the only thing I can do
BAH!
You know– gue tinggal di pesisir pantai. Dulu sebelum dibangun tanggul gede di pinggir kali, rumah gue udah jadi langganan banjir. Ibaratnya udah berasa bestie gitu-lah sama banjir. Itu kalau banjir musim ujan, lain lagi kalau banjir rob. Jadi disamping gue tinggal di pesisir laut utara pulau Jawa, rumah gue juga deket sama kali atau sungai kecil. Jadi, ketika fenomena pasang-surut air laut terjadi otomatis air kali juga ikutan naik, alhasil terjadilah banjir rob dan itu hampir setiap hari terjadi. Bisa dibilang banjir adalah nama tengah rumah gue.
Saking seringnya banjir, semua perabotan rumah selalu siap siaga di atas. Rumah gue cuma satu lantai, tapi kan ada ranjang dan meja kursi yang secara sementara bisa menampung pernak pernik yang menempel di lantai seperti karpet dan kasur lantai. Semua sudah aman selalu di atas. Walau ternyata namanya hidup ya, kadang ada yang bisa diselamatkan dan ada yang tidak. Kulkas adalah korban pertama yang nyawanya direnggut oleh banjir. Sedih banget, padahal itu kulkas umurnya lebih tua dari gue. Yaa disamping udah tua juga, jadi emang udah waktunya pensiun juga. Mau beli yang baru, tapi keinget kalo banjir adalah nama tengah rumah gue, auto-batal beli.
Dulu pernah banjir yang ekstrim, jadi curah hujan luar biasa tingginya di bulan Januari, terus ditambah air laut pasang, jadilah banjir bandang. Takut banget waktu itu buat keluar rumah. Selain arusnya kuat, airnya juga kotor. Jadi misal lu selamet ngga anyut ke kali yaa pasti minimal kaki gatel gatel lah. Dan ini yang terjadi di kaki gue, untungnya ada salep– ngiklan gue ya. Dan waktu banjir gede itu jelas aja gue ngungsi, rumah gue bener-bener udah ngga bisa lagi jadi tempat berteduh. Mana bahaya juga kan kalau banjir terus ada arus listrik yang nyala, konslet duh bahaya banget. Se-traumatis itu ternyata menjadi salah satu korban bencana alam. Ya walau di sini kasusnya bukan gempa 8.0 SR atau angin puting beliung, cuma siapa sangka kalau banjir juga bisa menorehkan luka cukup dalam bagi para penyintasnya.
Kadang gue suka mikir “tai lah orang-orang buang sampah sembarangan, jadi banjir begini. Ini tuh imbas pendangkalan air sungai, mana global warming makin nyata di depan mata. Es di kutub mulai mencair, jadilah permukaan air laut naik. Gimana nasib anak cucu kita di masa depan kalau begini terus?” dengan berbagai usaha dan upaya akhirnya pemerintah kota melakukan proyek tanggul di pinggiran kali sepanjang puluhan meter, bahkan sebagai bonus pemerintah bangun MCK di setiap radius sekian meter di pinggir tanggul beserta jembatan di satu titik, guna memudahkan akses warga sekitar. Ok banget kan programnya?
Nah jujur kalau mau dibilang, semenjak ada tanggul kita emang jarang banget kedatangan tamu banjir lagi, cuma ya kalau hujan ekstrim tetep bertamu-bertamu juga –emang kurang ajar ya tamu yang satu ini. Banjir rob tuh udah jarang banget selama 2 tahun terakhir, hampir ngga ada malahan. Selain buat tanggul pemerintah juga pasang alat pompa sedot air di beberapa titik bahkan ini tersebar di seluruh wilayah pesisir, tujuannya untuk mengontrol jumlah debit air yang mengalir. Jadi kita bisa lebih siap siaga kalau volume air sungai meningkat. Keren banget ya penanggulangannya. Terima kasih Pak Walikota.
Hidup di daerah yang berada di 0 km di atas permukaan air laut membuat kita hidup dibayang-bayang kegelapan. Kalian tahu apa yang terjadi jika global warming terus berlanjut tanpa ada gebrakan atau perubahan besar-besaran? Kota tempat gue tinggali saat ini akan tenggelam bersama kota-kota pesisir lainnya seperti Jakarta. Kita perlu upaya yang jauh lebih konkrit dari hanya sekedar membangun tanggul ataupun pompa air. Ya walau itu memang membantu, cuma sifatnya sementara. Cepat atau lambat permukaan air laut akan terus naik akibat pemanasan global. Jadi solusi jangka panjangnya adalah mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan tindakan-tindakan pemicu percepatan pemanasan global seperti: gemar memakai kendaraan pribadi, memakai perabotan yang menggunakan bahan bakar minyak bumi atau gas alam. Ini bisa mempercepat para penguin bermigrasi ke pulau Hawai atau bahkan punah karena rumahnya sudah hilang mencair.
Gue pikir dunia saat ini sudah mulai waspada soal isu global warming ini karena imbasnya menyangkut hajat hidup orang banyak. Bukan perkara penguin atau beruang kutub aja. Gue ngga bayangin kalau gue harus hidup di bawah laut akibat rumah gue tenggelam, berasa jadi Aquaman nanti. Apakah mungkin nanti manusia berevolusi menjadi manusia ikan? Nobody knows.
Gue sadar gue juga masih suka berkendara kendaraan bermotor berbahan bakar minyak bumi, maka dari itu gue buat tulisan ini sebagai self-reminder juga kalau bumi kita udah cukup tua untuk bisa bertahan dengan kelakuaan kita yang kurang ajar dan luar biasanya merusak. Maafkan kita ya Bumi. Tapi gue tetep yakin sih suatu saat di masa yang akan datang bumi kita bakal lebih lestari lagi, lebih hijau dan lebih seimbang layaknya Pandora gitu. Seru ya kayaknya kalau semua permukaan bumi berubah jadi begitu. Persetan area urban dan metropolitan. Bumi butuh penyembuhan layaknya kita sebagai manusia.
Kembali lagi ke topik awal: banjir.
Dengan trauma yang gue alami ketika banjir besar waktu itu, jujur pernah waktu itu gue tidur dengan kondisi hujan lebat. Ya benar, walaupun rumah gue sudah dirancang sedemikian rupa untuk aman-jika-banjir-datang, tapi tetap saja ada perasaan was-was ketika hujan lebat turun. Apalagi kalau hujannya malam, dijamin ngga bisa tidur nyenyak. Kadang gue sedih kalau ada orang yang bilang begini: tidur dengan stimulus suara hujan bisa membuat kualitas tidur kita lebih baik. PERSETAN! Coba sini lo tinggal di rumah gue, yang ada lo ngga tenang tidur kalau posisi hujan lebat. Pernah waktu itu tidur, sebelum tidur udah hujan ringan, okelah kalau hujan ringan gue masih bisa tidur tapi tetep aja kepikiran sampe kadang kebawa mimpi. Lo ngerti kan kalau posisi maksain tidur di saat kondisi “sedang tidak kondusif”?
Tapi kadang pikiran kecil gue selalu melawan dengan mengatakan, “udaaah ngga banjir, kan udah ada tanggul ada pompa air juga, aman udah. Lagi pula abis ini hujannya berhenti, chill…” tapi kenyataannya gue bawa juga ke mimpi. Walau kenyataanya rumah gue ngga kebanjiran, cuma di mimpi itu rumah gue kebanjiran. Jadi di mimpi, gue bangun tidur terus kaki gue turun dari atas ranjang dan mendapati kalau kaki gue basah karena banjir masuk ke rumah. Saking seringnya mimpi banjir, untuk pertama kalinya gue melawan dan memberontak di mimpi gue sendiri.
Pernah ngga sih kalian mimpi, saking nyatanya mimpi itu lo ngga sadar kalau itu cuma mimpi. Jadi, lo enjoy aja gitu di mimpi hingga ada beberapa adegan atau momen dimana lo sadar kalau ini too good to be true, atau mimpi buruk yang sangat menakutkan, atau mungkin mimpi lo bangun dari tidur terus jalan ke toilet dan kencing terus bangun-bangun kasur lo udah basah karena lo ngompol. Barulah lo saat itu juga terbangun. Nah di mimpi banjir kali ini, gue sejak awal selalu menanamkan di dalam pikiran bahwa: ini bukan banjir sungguhan, ini cuma mimpi. Kalau kasus kencing di mimpi itu sering terjadi, cuma udah dari lama (karena saking seringnya) gue jadi udah apal kalau ini cuma mimpi, alhasil selalu bisa gue tahan dan ngga akan kencing di dalam mimpi. Kasus serupa juga gue terapkan di dalam mimpi kebanjiran.
Jadi waktu itu –di mimpi banjir gue – gue bangun posisi duduk di pinggir ranjang dengan posisi kaki udah turun dan menyadari kalau udah ada air di bawah ranjang. Gue selalu memberontak dengan mengatakan: ini ngga nyata, ini cuma mimpi, ini cuma mimpi, ini cuma mimpi. Anehnya gue ngga terbangun di mimpi itu, biasanya kalau tahu cuma mimpi gue langsung kebangun, cuma kali ini engga. Sempet ragu juga apa ini kejadian nyata atau hanya ilusi semata. Tahu apa yang terjadi selanjutnya? Gue lihat tangan gue nge-blur, persis mirip di film-film kalau kita lagi ada di dimensi yang sulit membedakan antara realita dan hayalan.
Gue panik waktu liat tangan gue kabur dan pandangan burem, saat itu gue semakin yakin kalau ini cuma mimpi, dan akhirnya gue terbangun juga dari mimpi dan langsung liat bawah ranjang dan benar saja kali ini tidak banjir. Hanya mimpi semata. Ini pengalaman pertama gue mimpi sampe tangan nge-blur. Sungguh di luar nalar. Tapi ya dari sini gue jadi tahu kalau gue se-trauma itu dengan bencana banjir. Mungkin suatu saat gue akan menormalisasikan hal ini layaknya kencing di dalam mimpi. Jadi ternyata benar adanya, ketika kita sulit membedakan mana kenyataan dan hayalan mendadak pandangan kita mulai kabur dan memudar. Kalian paham lah apa yang gue maksud.
Satu hal yang gue salut, di dalam mimpi gue masih bisa melawan. Bener-bener memberontak dengan pikiran gue sendiri dan yakin kalau itu semua cuma mimpi. Berasa lagi dihipnotis terus lo terbuai dan ngga sadar tapi batin lo masih percaya kalau ini cuma ilusi semata. Gila! Keren banget ya bisa gitu. Mimpi nge-blur.
Nicole World Tour 2023 (Pt. 2)
“U LOOK UGLY WHEN U CRY, kayaknya mau nulis itu deh” ucap gue waktu kita udah masuk venue dan nungguin Nicole keluar panggung.
Kita masuk venue konser setelah 2 jam lebih antri, panas-panasan, dan yaa effort lah pokoknya.
Ceu Dea lebih effort lagi sampe bawa kertas + spidol. Ya memang awalnya kita udah janjian mau bawa tulisan tulisan gitu (siapa tahu di notice kan?) dan gue lupa bawa haha untung ceu Dea bawa banyakan ye kan? Bisa tuh kita buat tulisan, kebetulan juga kita kebagian front row untuk kategori festival. Jadi ada dua jenis tiket: Festival & VIP. Kita kebagian yang festival, jadi ya bukan VIP yang bener-bener di depan panggung banget. Tapi setidaknya kita kebagian front row di area festival. Jadi bisa lah di-notice tulisan kita (masih berharap).
Satu jam lebih kita nunggu Nicole keluar panggung. Sebelum muncul, seperti biasa lagu Indonesia Raya berkumadang. Agak shock aja awalnya gelap tiba-tiba udah di atas panggung aja si Nicole. Langsung auto teriak dan heboh donggg orang-orang!!! Dia muncul dengan dress batik motif kawung nya dong. Gue yang dateng jauh-jauh dari Pekalongan merasa tersanjung aja, tahu gitu bawa batik banyakan yaa. Satu kasih buat Nicole (No, I lie. Niki udah kaya raya, u broke. Better save ur money).
Begitu anggunnya Nicole muncul dengan gitar dipelukannya. Mulailah lagu pertama dinyanyikan, here’s the track list:
Before (ini lagu favorit banget sih, pertama denger lagu ini tuh kerasa banget Taylor Swift vibes)
Keeping Tabs (ini lagu yang jadi favorit ceu Dea dan gue, lagu yang jadi awal mimpi kita nonton Nicole. Kita nyanyi sampe paru-paru kita mau copot)
urs (ini lagu jujur gue ngga begitu familiar tapi suka)
Autumn (ini juga lagu ngga begitu familiar, cuma sekedar tahu aja)
Backburner (ini lagu ter-relate di album Nicole! Also one of my favorite! Ya kalian tahu lah salah satu lirik “u look ugly when u cry” ada di lagu ini)
*switch to the keyboard*
Anaheim (ini lagu enak, cuma karena mungkin bukan di Indonesia ya jadi kurang relate gitu. Karena Anaheim salah satu nama daerah di California. Next buat judul Jogja atau Semarang gitu Nik, atau Pekalongan sekalian like... High School in Pekalongan walau agak maksa dan ngatur)
Take A Chance With Me (ini lagu favoritnya ceu Dea, lagu ABG banget katanya)
The Apartment We Don’t Share (ini lagu enak, cuma kurang relate aja)
Around (jujur ngga tahu lagu ini sama sekali, jadi skip. Sorry Nicole)
Lose (ini lagu pecah parah sih, lagu tergalau di album debut Nicole: Moonchild, favorit banget!)
*switch to the guitar (again)*
Facebook Friends (lagu buat Mark Zuckerberg, kata Nicole. Familiar, cuma sekedar tahu aja)
Split (ini lagu kalau rilis waktu gue masih di Bekasi mungkin bakal super duper relate sih. Enak didenger, Lana Del Rey banget vibes-nya)
Laskar Pelangi (ini lagu surprise banget sih, siapa sangka Nicole bakal nyanyi lagu Indonesia? Dengan gitar dipelukannya, lagu Laskar Pelangi versi Nicole bener-bener bikin kita semangat buat meraih mimpi setinggi-tingginya)
La La Lost You (ini lagu favorit banget! Semua temen kantor harusnya suka sama lagu ini sih. Like, come on.. siapa yang ngga suka lagu ini? Liriknya sekeren itu)
*drop the guitar*
Vintage (ini lagu yang enak banget gila! enerjik dan penuh semangat buat balikan sama mantan(?)eh)
*take the guitar*
Ocean & Engines (ini lagu tersedih dan ter-merinding menurut gue di album Nicole. Lagu yang cukup relate dan bisa dijadikan semacam LDR anthem)
*break for a moment, change the outfit*
High School in Jakarta (ini lagu TERHEBOH sepanjang konser. Like... siapa coba yang ngga tahu lagu ini? Even seorang Maisie Peters aja suka sama lagu ini. Dan seluruh masyarakat Indonesia patut bangga dengan lagu ini. I know, it sounds overproud. Cuma yaa gila aja orang-orang jadi tahu Jakarta)
lowkey (ini ngga kalah heboh, lagu pertama (breakout) yang buat Nicole bisa seterkenal sekarang!)
*break again, coming back for the last song and closing with greetings & confettis*
Every Summertime (nah ini lagu penutupan yang tepat. Lagu yang jadi soundtrack film Marvel: Shang-Chi ini sempet viral di US dan juga masuk top viral song Worldwide di Spotify (CMIIW). Sedih banget saat mengetahui ini lagu terakhir di Nicole World Tour)
Dengan durasi kurang lebih 90 menit, Nicole resmi mengakhiri konsernya di Jakarta Day 1 (ya Nicole konser 2 hari di JIExpo) sedih harus berarkhir, cuma ya tetep puas sih. Lumayan seru, ketemu kenalan baru sesama fans NIKI. Ngobrol banyak, sharing pengalaman, dan berbagi foto-foto bareng.
Terus gimana nasib tulisan “U LOOK UGLY WHEN U CRY” gue? Jujur karena gue di front row jadi berkali-kali pihak dokumenter potoin gue while holding the sign. Bahkan ada crew bapak-bapak yang lewat dan sempetin berhenti sebentar buat baca tulisan gue sambil terus senyum-senyum?!!! Hahaha tapi apalah daya, foto gue ngga diposting di instagram nikizefanya. Ada beberapa yang diposting, tapi bukan foto gue. Ya sudahlah, setidaknya mereka mengarsipkan foto gue.
Selesai konser, kita sempet foto-foto bentar. Setelahnya kita bergegas pergi keluar venue dan langsung menuju ke stasiun Kemayoran. Kalian tahu lah, kereta Cikarang terakhir ada di jam 11.00 dan kita mesti buru-buru buat ngejar kereta itu. Karena kalo engga kekejar, kita bingung mesti pulang naik apa hahaha.
Waktu itu aslinya kita terlambat. Ya kita sempet hopeless, “kayanya kita ngga kebagian keretanya deh ceu” tapi kalah-menang kita coba datengin stasiun. Dan teryata kereta terakhir belum dateng. And guess what? Pas kita masuk, lampu kereta terakhir udah kelihatan. Duh, mana posisi kita berdua kebelet kencing lagi. Alhasil kita kencing sekedarnya, demi Last Train. Berasa lagi dikejar zombie banget waktu itu demi mendapatkan Last Train to Cikarang. Untungnya posisi kereta ngga padat, jadi kita bisa kebagian kursi tempat duduk. Dan menuju pemberhentian terakhir: Cikarang.
Begitulah perjalanan gue nonton Nicole di Nicole World Tour 2023 Jakarta. Lelah iya, tapi semua terbayarkan dengan kegembiraan yang tiada gantinya. Siapa coba nonton konser ngga capek? Antri berjam-jam, panas-panasan, desek-desekan, asal penyanyinya kita suka banget sih harusnya paid off ya semua effort yang kita keluarkan buat nonton konser.
Jadi, ini ada lah salah satu best moment gue di tahun 2023. Juga kebetulan konser Nicole diadakan di bulan September, kalau kata temen-temen gini “udah ngga papa, ambil aja tiketnya itung-itung self reward, kado ultah buat diri sendiri”. Iya juga sih bener, and here I am. Happy & Healthy.
Thanks Nik for just being you. Also thanks for the therapy (your songs) make me really heal and seal.
Can’t wait for the upcoming project!!!
Nicole World Tour 2023 (Pt. 1)
Jadi begini awal ceritanya.
Mimpi itu bermula tahun 2022, bukan jauh sebelumnya.
tahun 2019 awal discover Niki (Nicole Zefanya), jadi waktu itu muncul iklan di Instagram, iklan samsung kalo ngga salah. Nah si Nicole tuh ngomong pake bahasa inggris, pada momen itu gue tebak nih penyanyi Malaysia atau Singapura ya mukannya melayu tapi fasih inggris-nya. I swear to God, sekalipun ga terbesit di otak gue yang mikir ini orang Indonesia. mikirnya kalo ngga Malaysian atau Singaporean. Penasaran lah dari situ.
Lagu pertama yang gue dengerin dari Nicole judulnya Lowkey. Enak dan masuk selera pribadi lah. Setelahnya mengetahui fakta kalau dia satu label & manajemen bareng Rich Chigga (Rich Brian) makin takjub lah, dan ya ternyata Nicole orang Indonesia- yaa gimana ga makin bangga tuh. Semenjak itu lah jadi ngikutin perkembangan musik Nicole sampai sekarang. Sama sekali ngga kepikiran bakal dikasih kesempatan buat lihat live perform Nicole, dulu ya mikirnya cuma "enak ya lagu-lagunya Niki" udah begitu aja. Hingga seiring berjalannya waktu rasa suka, rasa kecanduan, rasa "merasa relate" dengan lirik lagu ciptaan Nicole makin besar, tercetus lah buat mimpi nonton konser Nicole suatu saat, padahal mimpi nonton Demi jauh lebih tertanam di pohon harapan. Tapi yaa ternyata yang dateng kesempatannya Nicole duluan.
Tahun 2021, setelah penantian panjang akhirnya 88rising (manajemen artist) mengumumkan akan melakukan Head in The Clouds Festival di Jakarta untuk pertama kalinya. Pada saat itu jujur belum kepikiran buat nonton (beside harga tiketnya mahal) ya karena itu kan festival ya, jadi artist yang perform banyak dan ngga cuma Nicole, jadi waktu itu ya udah lah lewat aja. Rugi aja si mikirnya kalau misal dateng ke festival HITC tapi cuma mau nonton Nicole.
Sempat dibatalkan HITC Jakarta 2021 karena kasus covid meningkat di Indonesia waktu itu. Setelah tertunda setahun akhirnya dilanjut itu HITC Jakarta 2022. Dari situ lah doa kami (Ceu Dea & I) terbuat. Kita berharap kapan ya Nicole bisa konser di Jakarta tanpa bawa rombongan 88Rising. No offese, tapi yaa emang kita cuma mau nonton Nicole bukan semua artis 88Rising. Fair enough lah.
Ditambah tahun 2022 Nicole rilis album self-title miliknya, and guess what? ya dia melakukan tour keliling USA!! dia jadi headline di tour nya dia sendiri, di Amerika Serikat dan kerennya semua tiket sold out. Waktu itu sempet discuss sama Ceu Dea gini: "emang se-terkenal itu ya ceu, Niki di Amerika? semua tiket sold out bahkan kalo kita liat di youtube cupllikan konsernya bisa se-rame dan se-heboh itu?"
Ya, bisa jadi.
Emang se-terkenal itu.
Makin besar dah itu mimpi kita buat berharap Nicole ngadain World Tour dan mampir ke Indonesia. Sebenernya Nicole juga udah buat Asian Tour, cuma ya khusus Indonesia masuk ke dalam rangkaian HITC Jakarta 2022, jadi bukan headline dia sendiri. Sempet berhenti istirahat tour sejenak di awal 2023, dan akhirnya...
Nicole mengumumkan untuk melanjutkan NICOLE WORLD TOUR 2023, mulai dari Amerika, lanjut ke Australia, Asia sampe Eropa (emang boleh se-world tour ini?) bedoa banget tuh supaya Indonesia masuk list (waktu itu sebenernya pede aja si bakal mampir Indonesia, YAKALI ngga mampir ke Negaranya sendiri)
Tiket diumumin dan yaa kita berdua war tiket (Ceu Dea & I)
Kita udah antri lama-lama nih, sempet ngga dapet tapi memang takdir berkata lain: Ceu Dea ngga dapet, but I GOT THE TIX BITCH!!!
Niat awal sebetulnya kita mau nonton berempat, me & the gank (anjay!) walau pada akhirnya kita cuma bisa kebagian 2 tiket dan yaa memang Tuhan tahu juga siapa yang emang niat nonton Nicole jadi cuma dikasih 2 tiket. But it's fine, kita berangkat berdua tuh.
Udah jauh jauh hari ajuin cuti, anw gue ijin cuti 2 hari dan kebetulan hari ketiga tanggal merah jadi ya kebeneran aja jadi libur 3 hari. Jadi lumayan bisa agak longgar dan ngga begitu buru-buru banget buat pulang.
Perjalanan dimulai dari Pekalongan, naik kereta pagi buta karena kebagian tiket di jam segitu. Kereta apa lupa namanya, sempetin juga sarapan di kereta karena ngga sempet sarapan takut kelewat jadwal keretanya. Selama perjalanan agak sedikit boring karena you know lah kondisi gerbong waktu itu sepi jadi ya penumpangnya ngga begitu banyak. Mau dengerin musik, sayang baterai nanti cepet abis. Thank God gue bawa buku jadi bisa lah dijadikan temen buat bacaan.
Jam 9 lebih gue menginjakkan kaki di Jakarta juga. You know lah atmosfer panas-pengap khas Jakarta langsung menyambut gue dengan sinis dan penuh dendam. Kalau bukan buat Nicole, males banget mesti menghirup udara Jakarta yang ya kalian tahu sendiri lah gimana kotornya.
Oke, gue tunggu ceu Dea di stasiun. Kita janjian nanti ke Jiexpo naik Kereta komuter aja, cuma 2 kali pemberhentian. Gue tunggu tuh biar satu rangkaian kereta yang bareng. Hingga akhirnya kita ketemu juga.. setelah sekian purnama. We talk, we laugh, and we tell a bunch of our stories. Seru deh pokoknya.
Selagi kita nunggu open gate, kita makan dulu, ngobrol, sampe berbusa kan. terus waktu menunjukkan pukul 3 sore tuh. Open gate jam 4 sore, jadi kita pikir this is the best time. Biar ngga begitu antri pikir kita. Guess what? tetep aja sampe venue udah rame dan kita mesti antri panas-panasan. Ngga begitu lama sih, cuma lumayan. Udah tuh kita masuk, digiring satu per satu berasa sapi yang mau dijagal pas musim kurban.
Pas udah masuk ke area festival seperti biasa kita tidak boleh membawa makanan dari luar, tapi jangan khawatir karena pihak promotor menyediakan beberapa booth makanan yang sudah kerjasama. Dan yaa lumayan lah kita ngga kelaperan banget. Hingga akhirnya pintu JIExpo Hall D2 dibuka juga and THE NICOLE WORLD TOUR dimulai...
SURV;VORS
Mungkinkah kita mati dan dikubur ketika kita belum (bahkan) masih berusaha untuk mencari “akhir-bahagia” versi kita?
Kematian adalah hal paling misterius yang ada di dunia ini setelah kasus siapa pembunuh asli Munir yang sebenarnya. Kematian identik dengan sesuatu yang menyedihkan dan cukup membuat dada sesak ketika harus melihat kematian seseorang yang kita sayangi ada di depan mata kita sendiri. Berpisah dengan mereka yang terkasih, membuat kita secara mendadak mengingat masa lalu bersamanya.
Kematian sulit terhindarkan, kita bisa sepakati hal itu bersama. Namun seringkali sulit bagi seseorang untuk menerimanya. Walau dengan lapang dada sekalipun, masih saja ada rasa tidak ikhlas hingga muncul pertanyaan ‘mengapa harus sekarang?’ dalam pikiran kita. Sialnya pertanyaan itu selalu menghantui ketika kita rindu atau sekedar teringat momen bersama mendiang. Ini sangat menyebalkan.
Kehilangan orang yang kita cintai memanglah sulit, setidaknya ada 5 fase yang harus kita lalui, mulai dari Penolakan, Marah, Sacrificial, bahkan hingga Depresi dan berakhir dengan Penerimaan. Namun ternyata tidak semuanya harus melewati kelima fase tersebut, pada beberapa kasus cukup dengan 2-3 fase hingga berakhir penerimaan, setidaknya itu yang dikatakan oleh psikolog Zarra Monica.
Jika pada akhirnya air mata kita tidak bisa kembali menghidupkan mereka yang sudah pergi ke Surga, maka merelakannya adalah cara bijak untuk berdamai dengan keadaan. Kita tidak pernah tahu perjuangan seseorang untuk bertahan hidup sampai kita ada diposisi mereka.
Semakin bertambahnya usia jelas semakin banyak hal yang kita ketahui, maka hal ini berkorelasi positif terhadap beban moral dan pikiran yang mesti kita pikul. Mengutip kalimat dari mantan seorang guru sekolah dasar bahwa setiap harinya kita akan belajar dan memahami satu hal, dan jika diakumulasikan setiap hari maka semakin bertambah usia kita maka semakin besar pula beban yang kita harus terima.
Ketika kita miliki tanggung jawab yang besar maka sudah seharusnya kita lebih bijak dalam melihat suatu fenomena. Kita semua tahu jika hidup ini hanya seputar ujian yang selalu Tuhan berikan. Tidak-kah kalian berpikir jika tidak ada manusia di bumi ini yang hidup tanpa mengenal sebuah cobaan –sekalipun itu orang yang paling rajin bermeditasi dan sering mengunjungi tempat-tempat yang sepi.
Mengutip dari sebuah analisis pada tahun 2014 yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine, mereka menemukan bahwa meditasi dapat membantu mengurangi kecemasan dan depresi. Oke, itu sedikit membantu memang (atau mungkin banyak membantu). Tapi fakta bahwa sampai kapanpun setiap masalah pasti akan saja muncul dikemudian hari.
Kita tidak bisa mengontrol pikiran orang layaknya Profesor X, bisa saja kita sudah rajin meditasi dan menenangkan pikiran kita, tapi bisa jadi dalam lingkungan hidup manusia seringkali kita menemui makhluk hidup yang sedikit berbeda. Karena memang pada hakikatnya setiap manusia itu unik, maka perbedaan-perbedaan inilah yang seringkali bergesekan dengan karakter masing-masing setiap individu.
Terjadilah perdebatan, beradu argumen, bahkan parahnya bisa berakhir dengan bermusuhan. Sederhana saja, cukup hindari itu semua. ‘if you cant live in the river, then move into the ocean’ begini lah kurang lebih perumpamaannya. Cari lah tempat yang bisa membuatmu nyaman dalam menjalani hidup. Ya memang benar, kemanapun kita pergi akan ada saja masalah, tapi kita juga harus mempertimbangkan kesehatan mental kita juga. Don’t be so hard on yourself.
Setiap orang pasti punya kisah perjuangan versinya sendiri. Setiap orang juga pasti pernah ada pada posisi terpuruk dalam hidupnya, hanya kedalamannya saja yang membedakan. Jika seseorang terpuruk pada dasar laut Banda, maka kamu mungkin ada pada level palung Mariana. Bukan bermaksud membandingkan, hanya saja semakin bertambahnya usia kita semakin sadar bahwa terkadang hidup memang tidak adil jika kita melihatnya secara umum.
Seseorang pernah berkata jika ‘ya benar, hidup memang terasa tidak adil bagi mereka yang hanya melihat dari satu sudut pandang. Pernahkah mereka melihat sebuah peristiwa dengan melibatkan lebih banyak sudut pandang? Itu jelas akan mengubah perspektif seseorang’. Dan ini benar adanya.
Penulis menyebutnya POV-Power, kekuatan sudut pandang. Ketika kita dihadapkan suatu masalah, lalu kita melihat sekeliling yang tampak bahagia bagaikan bangun di pagi hari saat hari raya tiba, kita jelas akan tampak begitu kesal. Maka timbul-lah perntanyaan dalam otak “Mengapa orang bisa berbahagia, sedangkan saya duduk di sini dan hanya berteman dengan masalah dan pikiran-pikiran yang tidak penting?”.
Pada titik ini, kita akan merasa hidup begitu tidak adil. Tapi jika bisa mengambil sudut pandang yang lebih luas, kita bisa mengambil mode wide pada kamera mata-pikiran kita, maka semua akan tampak lebih jelas.
Seseorang tertawa bahagia dengan temannya, tidak akan selalu berarti bahagia. Bisa saja dia hanya mahir dalam menyembunyikan kesedihannya. Atau mungkin kita melihat teman kita dengan gaji yang lebih besar dibanding kita. Ya bisa jadi memang dia memiliki kebutuhan yang lebih besar dibanding kita, memiliki tanggungan atau sekedar membeli makanan lebih banyak.
Seseorang pasti memiliki rahasianya sendiri yang hanya dia tahu ketika berada di dalam kamar sendirian. Seseorang menjadi dirinya sendiri ketika tidak ada orang lain di sekitarnya. Tidak ada orang yang bisa membuat dia berinteraksi. Hanya ada dia dan pikirannya sendiri. Kadang, kegiatan menyendiri seperti solo traveling, nonton film di bioskop sendiri, makan di warung sendiri, dan segala sesuatu yang dilakukan sendiri itu penting dan sebuah keharusan.
Bukan bermaksud untuk menjauhi lingkungan sosial, hanya lebih kepada untuk mengenal dirimu sendiri, agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Ketika kita lebih memahami diri sendiri, maka kita juga akan lebih paham akan apa yang kita mau. Untuk memvalidasinya kadang kita membutuhkan sahabat yang supportif dan selalu menjadi pendengar yang baik. Disini-lah peran sahabat selalu dilibatkan.
Di dunia yang penuh dengan berbagai macam problematik sekarang ini, kita memang dituntut harus bisa lebih tangguh dalam menghadapi masalah. Ya jika generasi kakek-nenek kita mungkin berjuang melawan para penjajah, maka kita di generasi yang sudah merdeka ini tetap harus berjuang melawan kerasnya laju inflasi, mahalnya biaya KPR rumah, atau sewa gedung dan biaya persalinan. Kalian tahu, hidup hanya soal berjuang dan itu tidak akan pernah usai sampai kita menghembuskan nafas terakhir kita.
The Great One – satu frasa yang mampu menggambarkan kalian para penyintas, untuk kalian yang selalu percaya bahwa badai pasti akan segera berakhir, dan kalian akan segera bangkit dari keterpurukan. Berenang menuju ke permukaan, dan menari di tengah ombak yang besar. Kalian hebat bisa berhasil melalui ini semua, kita hebat karena bisa menjadi manusia tangguh yang bisa bertahan sejauh ini.
Siapapun yang membaca tulisan ini, percayalah jika hidup kita ini berharga dan bernilai lebih tinggi dibanding intan permata atau apapun yang pernah ada di bumi. Kita harus bangga atas segala yang telah kita lalui. Terima kasih sudah bisa bertahan selama ini, dengan berbagai cobaan yang silih berganti, tapi kita tetap berdiri kokoh bagai pahlawan yang gagah berani dan tidak takut mati.
We’re survivors and I’m so proud of us.
©2022 , SURV;VORS
Black Canyon
Jadi ceritanya ini mau menceritakan soal kisah liburan singkat yang gue dan temen-temen lakukan tahun lalu di salah satu daerah Petungkriono. Lebih tepatnya Black Canyon.
Sedikit terlihat biasa saja mungkin, tapi kembali lagi tujuan awal tulisan ini dibuat untuk mengabadikan momen dan cerita yang ada di ingatan memori gue yang minimalis ini. Jika kalian pikir ini tidak begitu menarik perhatian, kalian bisa skip. Tapi kalau bisa jangan, please.
Baiklah, cerita bermula dengan meeting-meeting lewat google meet. Ceritanya ini bener bener acara niat gitu, karena lama banget ya kita ngga mengagendakan acara begini. Terakhir kumpul besar ya waktu buka bersama tahun 2021 kemarin, inget banget kita abis kelar bukber bukannya ikut solat tarawih malah asik-asikan narik kabel di Happy Puppy. Tolol sekali.
Kembali ke topik awal, jadi awal mula ide itu muncul begitu saja. Cobalah kita sounding di grup kelas (SMK), cuma ya ujung-ujungnya itu-itu aja yang merespon. Intinya lama-lama kita gondok juga kan, terus kita buat lah grup WhatsApp khusus untuk event ini –anjay event, udah berasa acara gede bin meriah aja ya. Total ada 9 orang yang berkenan hadir, untuk mengapresiasi para legenda ini mari kita coba abadikan nama mereka dalam tulisan kentang ini, ada sang mastermind: Siroj, Tegar aka Topung (si pengembara dalam kegelapan), Pak Amar (hanya karena beliau sekarang jadi guru, bentuk respect kita memanggilnya Pak), Mei (sang sekretaris dalam pagelaran event ini) beliau yang selalu rajin mencatat notula disetiap rapat, Qotun (eks Timetoon Chamblast), Rotti (si paling ngaret, eks Timetoon Chamblast juga), Muslima (si paling niat bikos sampe rela balik ke Pekalongan biar bisa ikut event ini di tengah kuliah S2-nya yang mungkin bikin pusing), Iyunk (seksi perlengkapan dan konsumsi).
Jujur, awalnya kita merencanakan untuk pergi keluar kota, namun mengingat waktu yang cukup singkat jadi kita putuskan untuk memilih daerah yang dekat-dekat saja. Meeting pertama dimulai, hampir semua antusias datang menyuarakan pendapatnya, pertama memilih lokasi. Dilanjut menentukan budget dan perlengkapan. Untuk lokasi kita putuskan untuk memilih Black Canyon –kalian bisa mecari tahu lebih detail di Google. Setelah menimang-nimang banyak faktor +- akhirnya kita putuskan untuk menjadikan BC sebagai tempat gathering kita. Gila ngga sih, sampe bener-bener kita analisa sebegitunya demi kelancaran MEGA-EVENT yang kita buat ini. Ngakak sampe bego.
Terus kita juga bahas makanan-minuman-snack, dan percaya ngga sih kalau kita langsung yang dateng ke tukang ayam potong, terus beli bumbu-bumbu & arang ke pasar (ini cuma Iyunk dan Siroj yang melakukannya) ribet deh pokoknya. Ya mohon dimaklumi aja ya, kita belum mampu buat hire EO gitu kan buat acara receh begini. Sayang juga kan uangnya, jadi ya kita mesti turun tangan sendiri dan berbagi peran.
Hingga tibalah hari HA. Kita berangkat Sabtu berpasang-pasangan, kebetulan gue kebagian sama Mei aka Meyong, well beliau ini juga Eks Timetoon Chamblast loh ya. Sedikit throwback, dulu kita berempat sempet membentuk semacam grup drama Bahasa Indonesia gitu jaman High School in Pekalongan.
Ya intinya kita orang punya ikatan yang lebih aja setelahnya, jadi temen curhat, temen main dan sebagainnya. Thanks to Timetoon Chamblast (bangsat pengen banget bahas Timetoon Chamblast lebih panjang), soon yaa dilain kesempatan.
Kita berangkat duluan nih ceritanya, Siroj nunggu Muslima landing di Pekalongan dari Solo, Iyunk nunggu Amar yang datang dari luar kota (berasa paling jauh banget say), Rotti si manusia paling lama dandan bareng Qotun, Topung sendirian karena dia dateng langsung dari Purwokerto. Melihat semua orang punya alasan untuk datang terlambat, alhasil timbang ribet kan ya, gue dan Mei gas duluan lah ke lokasi, sekaligus persiapan dan koordinasi sama pemilik BC yang lahannya udah kita sewa buat EVENT AKBAR kita punya. Sekaligus kita nyewa tenda gitu disana, total ada 3 tenda yang kita sewa.
Kita sampe lokasi masih sore, masih bisa lah liat sunset sebelum kabut tebal menyelimuti daerah BC yang notabene kategori dataran tinggi.
Udah lah setelahnya kloter kedua ada Amar-Iyunk & Rotti-Qotun, posisi mereka sore masih di jalan, jadi pas naik ke daerah hutan sambil gelap-gelapan. Sempet ada drama anjir, Rotti nge-bel Mei kalo dia ngga jadi ikut, ya akibat hari sudah gelap jadi khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Mei udah mulai panik tuh, yakali dia cewe sendirian ditambah Muslima bakal se-canggung apa bangke, ya kita akui kalau memang mereka bukanlah teman dekat sewaktu jaman sekolah. Ya sekedar teman biasa saja, tidak lebih. Maka dari itu Mei sempet panik dan hopeless. Tapi gimana ceritanya ngga tau dah, pokoknya mereka berempat berhasil sampe lokasi. Setelahnya tidak lama Siroj-Muslima datang.
Satu hal yang kita semua salut –entahlah mungkin cuma gue ya, lihat Siroj dengan kacamata minusnya tapi masih berani gitu berkendara di tengah kegelapan dengan medan yang se ekstrim itu. Gokil asli. Yang ngga kalah gilanya, Topung cuy, tengah malem dia baru sampe lokasi kira-kira jam 12-an. Dan dia sendirian naik motor antiknya dari Purwokerto, sempet nyasar katanya karena ini baru pertama kali ke BC. Gila ngga tuh? Ditambah mata dia kan juga berkebutuhan khusus, juga posisi ujan waktu itu. Sungguh manusia-manusia siluman kucing.
Kita bakar-bakar tuh ayam yang udah setengah mateng, kasih kecap sama sambel, sosis-bakso juga sekalian dibakar, mantep banget udah itu kumpul sambil ketawa-ketawa, bakar-bakaran, makan-makan, juga tidak ketinggalan poto-poto e-ke-e mengabadikan momen. Anjay.
Selesai makan niatnya mau nyanyi nyanyi gitu kan pake api unggun ala-ala summer camp gitu, tapi nyatanya gerimis hujan turun, alhasil kita masuk ke tenda dan mulai main card game, terus yang kalah mesti kena hukuman pilih truth or dare gitu. Seru lah pokoknya. Se-jam lebih kita main judi –ralat kartu remi– mulai nguap-nguap tuh kita, tanda ngantuk. Istirahatlah kita.
GOOD MORNING.
Esok pagi harinya kita siap-siap buat sarapan, kita bakar sisaan bakso dan sosis yang semalam sambil makan cemilan kita punya, tak lupa bolu kukus Delizia menjadi saksi bisu MEGA-EVENT kita kali ini –bisa nih soon jadi official sponsor. Kita sarapan sambil bincang-bincang juga di gazebo sekitaran BC dengan ditemani luwak white cofee –kopi nikmat yang nyaman di lambung. (SHIT! Paragraf ini sepenuhnya diisi dengan iklan). Btw udah berasa kayak bule gitu kan kita, sarapan pake roti, sosis, sambil minum kopi, ancurrr bor!
Tak terasa udah agak siangan jam 10-an, baru lah kita ke lokasi curug atau ke Black Canyon itu sendiri. Sesuai namaya, Black Canyon memiliki view serupa dengan Grand Canyon di Amrik, cuma ini versi yang basah dan berwarna hitam untuk bebatuannya.
Pokoknya seru aja udah bisa main air, berenang di sana. Walau ini bukan kali pertama ke Black Canyon cuma tetep aja terasa begitu menyenangkan bersama para kunyuk-kunyuk ini.
Selesai sudah perjalanan fall-camp kali ini –anjay gaya banget pake istilah fall-camp, berasa tinggal di negara 4 musim lo? Haha. Ya pokoknya seru aja bisa gather sama temen temen lama, sampai kapanpun akan selalu seru. Walau makin tahun makin dikit personelnya, ya kalian tahu lah.
Setelah menikah, jelas prioritas seseorang akan berubah menjadi kepada keluarga dibanding teman. Kadang gue suka mikir kalau hidup itu soal fase, dan ya akan ada masanya fase ini berakhir dan lanjut ke fase kehidupan berikutnya. Just living for the best aja sih kalo kata gue, nikmati aja. Toh akan ada saatnya juga kalian bakal menutup fase hidup yang ini terus lanjut ke fase berikutnya.
Dan ya setiap orang kan punya masanya masing masing, jadi ya dibikin santai aja. Sesantai liburan fall-camp di Black Canyon. Sejenak lupain urusan kerjaan, bisnis, dan hal-hal duniawi lainnya.
Kawan, kalian butuh liburan. Kita semua akan selalu butuh liburan.
Kemasi barang-barang kalian, mari kita berangkat liburan.
read before i go
Tahun 2020 memang tahun yang berat bagi siapapun, tanpa terkecuali gue.
Ya benar, kalian ngga sendiri. Sedikit throwback di pertengahan tahun 2020. Kalian semua tahu, per Maret 2020 kontrak gue di perusahaan tempat gue kerja sudah resmi berakhir. Dan jelas saja itu sudah terstruktur dan diluar dugaan pula jika virus korona hadir di tahun 2020. Setelah Maret 2020 hidup sedikit sepi, karena kalian tahu yang sebelumnya gue mesti bangun pagi dan mandi terus lanjut berangkat ke tempat kerja. Tapi sekarang gue bangun siang pun sama sekali ngga ada efeknya. Maksud gue kalo dulu bangun siang efeknya bakal telat masuk kerja dan pasti kena semprot atasan. Walau ngga pake pompa air simizhu, tapi tetep aja semprotannya bisa bikin mental basah kuyup dan melempem.
Jujur, gue berusaha terus terang aja pada masa itu gue merasa cari kerja susahnya minta ampun di tengah wabah korona sialan ini. Sesekali gue dapet panggilan interview, dan jelas aja saingannya berjibun. Karena kalian semua tahu kalau banyak perusahaan yang dengan terpaksa memecat –bukan kata yang tepat sih, lebih fancy dikit orang-orang menyebutnya lay-off, gelombang lay-off ini membuat banyak sekali pengangguran aktif seperti gue pada saat itu. Cuma bedanya gue memang masa jabatannya sudah selesai, kontrak kerja udah abis, jadi yaa emang kebeneran aja pas musim lay-off ini. alhasil ya saingan gue makin meningkat, peluang semakin kecil. Kocak dah kalau inget jaman itu.
Karena punya banyak waktu sendiri di kosan, gue jadi lebih sering masak sendiri. Ya lo pikir aja gue lebih punya banyak waktu luang, daripada terbuang sia-sia gue manfaatin buat (setidaknya) memasak. Kegiatan gue selama menganggur itu selain apply CV lewat email, gue juga hobi nonton TV. Segala macem berita infotainment gue tonton. Gila yaa se-tidak-berfaedah-nya hidup gue kala itu. Cuma yaudah lah ya semua udah berlalu juga.
Selain makan-tidur-nonton TV, gue juga jadi lebih rajin olahraga dan ibadah, karena pada saat itu juga momen puasa dan jujur sedikit nyesek ketika bahan bahan makanan mahal dan gue menganggur. Tapi gue tetap bersyukur waktu itu karena ya dianugerahi sahabat-sahabat yang baik sama gue, walau mereka ngga membantu secara finansial (which is gue juga masih cukup mampu untuk menghidupi kebutuhan gue pribadi), setidaknya mental support mereka mampu memberikan gue banyak semangat untuk menjalani hidup. Thanks guys!
Tiada hari tanpa menyebar lamaran, bosen jujur ketika kegiatan lo cuma itu itu aja. Bukan karena kegiatan yang diulang-ulangnya, cuma lebih kepada hari-hari yang dihabiskan seorang diri. Ditambah kalian tahu kalau gue tipikal orang ekstrovert yang mana sangat haus akan energi ketika menghabiskan waktu sendirian sepanjang hari untuk jangka waktu yang sangat lama. Stress banget gila, udah ngga boleh keluar rumah, ditambah pengangguran lagi. Kayak gue mau ngapain gitu? Karena punya waktu luang yang banyak, akhirnya gue lebih sering nulis. Ngga heran kalau belum genap setahun umur blood/sweat/tears gue udah bisa rilis 12 cerita baru di Seratan Asta. Gila kan gue, sangat produktif nulis sekali pada saat itu. Dan selain Seratan Asta, juga pada momen itu gue berhasil nulis 20 chapter Rise & Shine, sebuah miniblog tentang ilmu investasi. Sedikitnya cukup membantu banyak temen-temen gue yang mulai kepo dan penasaran soal dunia investasi. FYI aja, gue kuliah jurusan akuntansi dan ambil tema investasi di judul Tugas Akhir gue, jadi yaa lumayan ngerti lah perihal investasi ini.
Setidaknya ada alasan logis dan kreatif ketika gue ditanya pas interview kegiatan selama menganggur, manusia cerdik gue ini. Kalian harus akui itu dengan penuh kesadaran. Atau setidaknya kalian bisa contek ide gue kali ini.
Interview demi interview, tes demi tes gue lalui. Hingga akhirnya gue sedikit putus asa. Gue tahu ini ngga bener, cuma ya pada akhirnya ada biaya sewa kos yang mesti dibayar tiap bulannya, ada iuran keamanan, kebersihan, listrik, dan kebutuhan rutin lainnya. Setelah 3 bulan berjuang mencari pekerjaan di tengah korona sialan, gue putuskan untuk pulang ke rumah. Keputusan yang sangat berat, mengingat banyak sekali memori yang sudah terukir di kosan tercintah itu. Ditambah banyak sekali perabotan yang gue punya mulai dari kasur, meja, lemari, kompor dll. Dengan berat hati gue titipkan perabotan itu ke rumah saudara. Ya pikir gue timbang dijual ye kan? Kali dikemudian hari gue bakal balik lagi kesono, who knows?
Keputusan terberat yang pernah gue ambil pada saat itu dan ngga akan pernah gue lupain seumur hidup. Gue sempet nangis anjir waktu itu, semacam ngadu sama Yang Maha Kuasa, banyak banget yang gue ceritain, mulai dari gue yang belum juga dapet kerja, rindu orang tua, dan keputasan untuk pergi dari kosan. Sumpah itu bikin gue jadi manusia melankolis abis selama satu minggu. Dengan berat hati gue berbenah, gue bersihin lemari gue, gue nemuin baju-baju Mom yang jelas udah ngga kepake lagi. Mendadak gue keinget Mom. Buka lemari lagi, gue nemu buku peraturan perusahaan yang awal banget dikasih waktu pertama masuk kerja. Gue jadi throwback lagi jaman awal training. Ketemu Pak Tamin (sekuriti idola), jadi inget dulu gue bergaul sama semua lapisan masyarakat di Meaina, mulai dari sekuriti, tukang kebersihan, pegawai kantin-koperasi, anak gudang, anak departemen lain. Anjir gue ngga nyangka bakal serindu itu sama atmosfer Meaina. Sialan.
Intinya momen beberes kala itu semakin mendukung perasaan sentimental gue muncul kepermukaan dan menguasai diri gue. Gue tahu ini mungkin terdengar sedikit berlebihan, tapi ini memang adanya. Gue butuh waktu dua setengah hari untuk secara perlahan merapikan dan mengemas barang barang untuk pindahan. Sampe kemeja yang gue pake pertama kali buat interview di Meaina aja gue coba pakai lagi, terus gue ngaca dan membatin ‘terima kasih ya udah jadi bagian dari perjalanan panjang gue di meaina’ sumpah gue se-sentimental itu waktu mau pindahan. Dan percaya atau ngga, gue pindahan pun sama sekali ngga info ke temen-temen gue. Karena gue bener-bener ngga pengen banyak orang yang tahu. Gue ngga mau aja merepotkan banyak orang dengan keputusan berat gue dalam hidup. Anjay pede banget, siapa juga yang mau bantuin pindahan.
Gue murni ngurus pindahan sendirian, dibantu sama abang-abang supir pindahan yang gue sewa lewat facebook –mungkin itu kali terakhir gue secara sadar mendapatkan manfaat facebook untuk yang terakhir kalinya, karena setelah itu gue resmi menutup akun facebook gue. Jujur, capek banget ternyata ketika harus melakukan pindahan. Berat dan melelahkan. Tapi ya, mau gimana lagi. Sebelumnya gue sempet bagi-bagi sebagian properti gue ke para tentangga termasuk ibu kos gue kasih dispenser yang udah lumayan lama ngga gue pake. Beliau seneng banget pokoknya gue kasih itu, sekalian gue mau pamit. Kata ibu kos gini “mas kalau ke cikarang nanti main-main kesini ya, jangan lupain kita.” Jujur kalimat sesederhana itu bisa bikin gue meleleh, mendadak gue throwback ke momen dimana gue ngga punya siapa siapa, gue sakit tapi para tetangga termasuk ibu kos yang begitu baik mau merawat dan menganggap gue sebagai bagian dari keluarganya. Sedih banget sumpah. Gimana cara ibu kos yang dengan baik hati sampe kasih gue info lowongan pekerjaan, segitu baik dan perhatiannya mereka ke gue. Dan itu buat gue terharu sekaligus sedih harus berpisah sama mereka. Terutama Pak Khotib dan Bu Khotib yang sudah menjadi tentangga super duper baiknya sama gue. Kasih gue banyak nasihat layaknya gue anaknya sendiri. See, I told ya. Ini momen yang paling gue benci ketika harus berpisah sama orang-orang yang gue sayangi, mendadak kita bakal mengingat momen-momen penting dalam perjumpaan kita sebelum berpisah. Berat banget serius.
Banyak banget hal yang dengan terpaksa harus gue relakan, ikhlaskan, dan lepaskan. Sekitar bulan Agustus gue bener bener putuskan buat pulang ke rumah. Ya rumah peninggalan orang tua yang sudah tampak begitu usang dan tak terawat. Pada saat itu gue bener-bener disambut dengan suka-cita. Gue merasa semua orang sangat teramat peduli sama gue. Tante-tante gue yang coba kasih info lowongan kerja dan ya bersyukurnya keterima. Kalian tahu, kekuatan orang dalam.
Gue jujur masih ngga nyangka ketika harus kembali mengingat momen pindahan 2020, momen tersentimental yang pernah gue rasain dan datang dari internal diri gue. Lain cerita ketika kita sedih karna ditinggal orang lain atau disakitin orang lain ya, itu faktor eksternal. Ini bener bener dari keputusan pribadi gue. Kadang gue sempet mikir gimana tanggapan Mom soal keputusan gue kala itu. Ya selama ini, keputusan yang gue ambil selalu dapat insight atau setidaknya masukan dari Mom. “yaudah pulang aja dulu, gampang nanti kalau dapet panggilan kesana lagi.” Kurang lebih itu komentar yang keluar dari mulut Mom. Ya gue yakin banget kalau itu keputusan yang tepat dan bijak yang pernah gue ambil. Karena yaa bagaimanapun mungkin Mom rindu anaknya, dengan gue balik ke rumah setidaknya Mom bisa liat lagi anaknya yang sekarang udah besar tapi masih betah membujang.
Pada saat tulisan ini dibuat, gue berusaha menarik cerita yang pernah gue lalui dua tahun yang lalu. Keputusan terberat yang pernah gue ambil. Ngga nyangka aja udah jalan dua tahun. Kadang gue suka berandai-andai what if kalau gue ngga ambil keputusan ini kala itu, apakah gue masih bisa bertahan lebih lama? Entahlah. Apakah gue bisa bekerja sesuai passion gue saat ini? siapa yang tahu?
Gue paham banget ketika kalian merasa ada di ujung jurang dan kalian have no clue buat jump or fall ke dasar. Maksud gue, kadang kita emang harus banget yakin kalau di sisi seberang akan ada kehidupan yang lebih baik. Gue paham kekhawatiran kalian akan sisi seberang yang mungkin lebih gelap atau terjal, cuma ya balik lagi siapa yang tahu kalau kita belum pernah coba? Bagaimana jika memang kita ditakdirkan untuk hal yang demikian, dan kita bisa menjadi pribadi yang lebih bajik atau ya lets say mendapatkan yang lebih baik? Again, siapa yang tahu?
Hidup memang seputar keputusan, baik buruknya keputusan pasti kita-lah yang tentukan. Kadang seringkali keputusan terberat yang kita ambil adalah salah satu jalan terbaik yang telah Tuhan siapkan untuk kita –period. Better read this before we go to another dish.
TGID
Tulisan ini didekasikan untuk seseorang Idola yang sudah sejak lama penulis kagumi sebagai sesama manusia yang memiliki jiwa seni. Bagi sebagian banyak teman, pasti sudah paham betul jika penulis sangat suka sekali mendengarkan lagu karya penyanyi Amerika ternama bernama Demi Lovato. Penulis tahu dan jelas jika tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, jadi tidak ada salahnya juga mengagumi seseorang yang –setidaknya menjadi panutan dalam beraktivitas atau sekedar semangat hidup.
Namanya Demi Lovato, berangkat dari aktris cilik dalam acara Barney and Friends, sebuah badut dinosaurus berwarna ungu nan lucu. Tidak selama itu juga penulis menyukai Demi. Tercatat sejak tahun akhir tahun 2013, untuk pertama kalinya penulis mendengar lagu Heart Attack karya Demi Lovato. Sejak saat itu, penulis merasa jika lagu tersebut memiliki semacam kekuatan tersendiri yang mampu membawa pendengarnya ada pada titik yang sangat penuh dengan kekuatan. Bukan lagu sedih yang merana dan hanya meratapi kegagalan, tapi lagu yang memiliki kekuatan untuk bangkit dan terus berjalan.
Karena merasa jatuh cinta dengan suara Demi dan juga lagu serangan jantung, penulis memutuskan untuk mencari tahu lebih dalam tentang siapa sebenarnya sosok Demi Lovato ini dan juga mendengarkan lebih banyak lagi karyanya. Benar saja! Setelahnya penulis menemukan lagu Skyscrapper yang mana benar-benar memberikan dampak positif bagi siapapun yang mendengarnya. Lagu ballad yang dikemas dengan berani dan tangguh seolah kegagalan bukan suatu hal yang perlu kita ratapi selamanya. Ditambah dengan karakter vokal Demi yang sangat keras (rock) dan kuat, membuat makna lagu Pencakar Langit lebih pas dan melebur jadi satu kesatuan yang sempurna.
Ada juga lagu Demi dari albumnya yang pertama berjudul Believe in Me, lagu yang benar-benar mampu meningkatkan kadar kepercayadirian pendengar. Ada juga Unbroken yang memiliki makna tak terpatahkan, rapuh tapi tidak melepuh. Tetap kokoh meski banyak halangan dan rintangan yang menghadang. Itulah ciri khas lagu Demi Lovato.
Tidak hanya sampai disitu, pada tahun yang sama Demi merilis album keempatnya yang bertajuk Demi. Ya benar, album yang diberi judul namanya sendiri itu cukup sukses dipasaran, terbukti lewat lagu serangan jantung tadi, yang bisa tembus ke posisi teratas ditangga lagu Amerika. Bahkan sampai tulisan ini dibuatpun, lagu serangan jantung karya Demi masih sering diputar diberbagai macam platform musik atau aplikasi berbasis media sosial. Percayalah, karena lagu itu penulis mengenal Demi.
Lewat album self-titled Demi, ada beberapa lagu favorit yang benar-benar membuat pendengar akan dibuat terbang –bukan secara harfiah. Sebut saja Warrior, lagu ballad yang memiliki arti lirik begitu dalam. Lewat lagu itu Demi ingin menyampaikan jika seberapa banyak luka yang sudah dia dapat, dia akan tetap berdiri tangguh layaknya para pejuang yang gagah berani di medan perang. Juga ada lagu berjudul Really Don’t Care yang lagi-lagi sukses membuat pendengar tidak lagi sedih dengan perkataan orang yang buruk. Ya, ‘cause I really don’t care. Cuekin aja lah, kalo kata Demi.
Di tahun 2015, Demi membuat album kelimanya yang bertajuk Confident, album yang mendapatkan nominasi Grammy untuk kategori Best Pop Vocal Album ini diawali dengan single Cool For The Summer yang benar-benar bisa membius pendengar untuk ikut gabung ke pantai untuk sekedar berjemur atau berenang di pinggir pantai. Lewat album ini, Demi berpesan bahwa siapapun harus percaya diri, tidak boleh ragu ataupun malu. Tunjukkan talenta dan bakat atau kemampuan yang kalian punya. Lewat lagu Confident juga Demi berharap jika tidak ada lagi pendengarnya yang masih ragu untuk menjadi seseorang yang percaya diri. Apa yang salah dengan menjadi percaya diri?
Lanjut di tahun 2017 Demi merilis lagu berjudul Sorry Not Sorry yang kemudian diikuti dengan album keenamnya yang bertajuk Tell Me You Love Me. Bicara soal Sorry Not Sorry, lagu ini memiliki makna jika tidak seharusnya kita menyesal atas penilaian buruk seseorang tentang diri kita. Abaikan saja, selagi itu membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik maka silahkan dipertimbangkan, jika tidak maka abaikan saja. Lagu Sorry Not Sorry sukses menjadi lagu tersukses yang pernah Demi ciptakan. Percaya atau tidak, sejak kemunculan lagu tersebut penulis selalu memutarnya saat sedang bekerja, dan secara tidak langsung membuat banyak rekan kerja ikut mendengarkan Sorry Not Sorry. Jadi, tidak hanya Demi yang rajin promo Sorry Not Sorry di berbagai acara, radio ataupun festival musik. Penulis selaku penggemarnya pun juga ikut aktif mempromosikan lagu tersebut ke semua teman tanpa terkecuali.
Perjalanan hidup Demi sangat berat, sama seperti kita semua. Hanya saja mungkin bukan masalah finansial yang Demi miliki seperti kita. Demi mengalami overdosis di tahun 2018 yang membuatnya harus menjalani pengobatan intensif dan beberapa terapi. Hampir sepanjang tahun 2019 Demi tidak muncul dipermukaan, bahkan saat berita overdosis tersebut, hampir satu dunia memberitakan hal serupa. Jujur, penulis sangat sedih kala itu.
Demi muncul kembali di akhir tahun 2019 dengan mengumumkan jika dirinya tidak lagi berada dalam manajemen yang lama. Kini Demi sudah menjadi bagian dari keluarga besar SB Project. Dan percayalah jika sekarang Demi Lovato sudah satu manajemen dengan penyanyi besar lainnya seperti Justin bieber, Ariana Grande, J Balvin dan BTS. Sungguh mantap sekali. Hingga puncaknya, Demi memiliki lagu kolaborasi pertamanya dengan Ariana dalam album ketujuh Demi yang berjudul Dancing With The Devil…The Art of Starting Over. Lewat lagu Meet Him Last Night, Demi dan Ari sukses membuat telingga pendengar terberkati. Lagu yang begitu indah dan penuh makna positif, sangat sangat legendaris.
Kembali ke tahun 2020, di awal tahun Demi mengatakan jika dia akan kembali naik ke panggung setelah hampir 2 tahun pasca overdosis. Demi tampil di Grammy dengan membawakan lagu barunya kala itu yang berjudul Anyone, lagu yang sebenarnya lebih kepada “tangisan minta tolong”. Anyone sukses membius pendengar dengan suara Demi yang khas, ditambah lirik sederhana yang mampu membuat siapapun pendengarnya pasti ikut menangis dan terbawa suasana. Ya, itu lah kekuatan Demi. Dia salah satu penyanyi yang benar-benar berbakat yang mampu membuat para penikmatnya kagum sekaligus takjum. Saat pertama kali melihat penampilan Demi di Grammy pasca overdosis, jujur, penulis ingin sekali datang ke Staples Center di Los Angeles dan memeluk Demi seraya berkata “I am here Demi, I am here for you”.
Berbicara soal album Dancing with The Devil…The Art of Starting Over, ini jadi album Demi dengan judul terpanjang baik secara harfiah ataupun secara maknawiah. Untuk pertama kalinya Demi memiliki album yang berisi 18 lagu pada pada versi originalnya, dan total ada 23 lagu untuk beberapa versi seperti Deluxe dan Target. Sangat banyak, dan begitu emotional. Hampir semua lagu dalam album ini merupakan perjalanan panjang Demi selama menjalani terapi pasca overdosis. Maka dari itu, lagu-lagu dalam album ini begitu dalam dan sangat menyentuh maknanya. Jika ditanya mana yang favorit secara personal, maka penulis sangat menyukai semuanya tanpa terkecuali. Namun, ada satu lagu yang sangat mencuri perhatian penulis baik dari segi musik ataupun liriknya yang sangat membangun dan memberi semangat. Judulnya California Sober, lagu ini sempat menjadi bahan perdebatan banyak orang karena abiguitas dalam label atau judul yang Demi berikan. Terlepas dari kontroversi yang ada, lagu ini sangat nyaman untuk didengar kala berkendara di tengah gurun dengan nuansa musik awal 2000s, angin sepoi-sepoi, kacamata hitam, kalian harus mendengarkan semuanya!
Penulis bisa katakan jika Demi salah satu penyanyi terbaik pada dekade ini, lewat suaranya, lagunya, karyanya, dia mampu membuktikan bahwa untuk menjadi seseorang yang sukses tidak melulu soal angka. Dalam hal ini uang, tangga lagu, jumlah penghargaan ataupun yang lainnya. Ya benar, Demi adalah Demi. Lewat Demi, penulis sadar bahwa kesuksesan tidak semata-mata diukur dari angka, tapi kebahagiaanlah tolak ukur sesungguhnya. Untuk apa kita “sukses” punya banyak harta tapi tidak bahagia. Lewat Demi juga penulis belajar banyak hal, seperti lebih percaya diri dalam membuat sebuah tulisan, sebuah karya. Tidak peduli sedikit banyaknya orang yang membaca, tidak peduli sedikit banyaknya orang mengapresiasi, yang terpenting itu bisa membuat diri sendiri bahagia dan senang, itu yang utama.
Thank God its Demi!
SADWICH (Roti Lapis yang Menangis)
“Bro ada duit lebih ngga? Gue pinjem lah buat bayar rawat inap bokap sama buat bayar sekolah anak gue juga yang baru mau masuk SD.”
Berat ketika harus mengatakan bahwa kita sedang kekurangan uang kepada orang lain, terlebih meminta pinjaman. Sah-sah saja untuk meminta pinjaman, tapi apa mungkin kebiasaan buruk ini akan digeneralisasikan di suatu hari? Sederhananya, membuat kebutuhan akan berhutang harus selalu terpenuhi, terlebih melihat orang tua yang sudah renta dan sakit-sakitan, ditambah anak yang sudah beranjak tumbuh dan mulai memasuki fase belajar formal. Sungguh malang nasibmu wahai roti lapis.
Sebut saja Roti Lapis, atau dalam bahasa asing disebut Sadwich (tanpa N karena ini versi menyedihkan dari sebuah Sandwich). Istilah ini kian populer karena ternyata tanpa disadari semakin banyak masyarakat dunia berada di posisi tersebut. Posisi dimana harus menjadi tulang punggung keluarga dan juga orang tua, membuat fenomena ini sering disebut dengan Sandwich Generation (Generasi Roti Lapis). Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1981 oleh Dorothy A. Miller, seorang prefessor dan direktur praktikum Universitas Kentucky, Amerika Serikat di sebuah jurnal pekerja sosial. Dalam jurnal Dorothy yang berjudul “The Sandwich Generation: Adult Children of the Aging” mengatakan bahwa generasi sandwich adalah generasi orang dewasa yang mana harus menanggung hidup orang tua dan juga anak-anak mereka.
Generasi sandwich sendiri ada 3 jenis, dan yang paling sering terjadi adalah Traditional Sandwich Generation atau Generasi Sandwich Tradisional. Pada jenis ini, mereka yang berusia berkisar 40-50 tahun harus hidup dengan dua tekanan karena harus memenuhi kebutuhan orang tua yang sudah lansia serta biaya pendidikan anak yang mungkin sudah mulai memasuki bangku perkuliahan. Bahkan menurut pandangan pribadi penulis generasi sandwich sudah lahir sejak usia 30 tahun mengingat rentang usia pernikahan di Indonesia cenderung masih muda. Sebagai sumber acuan, menurut data Badan Pusat Statistik atau BPS mengatakan jika rata-rata usia menikah di Indonesia ada pada rentang usia 19-21 tahun. Dan kembali, menurut BPS usia pernikahan pertama turut berpengaruh atau berkorelasi positif terhadap pengeluaran rumah tangga, yang mana 40% terbawah didominasi oleh pemuda yang menikah di bawah usia 22 tahun.
Ketika seseorang belum siap secara finansial untuk memulai berumah tangga, maka yang terjadi hanyalah menambah daftar panjang keluarga miskin di Indonesia. Bayangkan, di usia 19-21 tahun seharusnya seseorang sedang belajar untuk menyelesaikan tugas akhir atau bahkan menyusun tesis guna penelitian. Di Indonesia, sebagian masyarakat masih memandang rendah soal literasi keuangan serta stigma buruk pasal perempuan. Mereka beranggapan bahwa perempuan tidak harus memiliki pendidikan tinggi, atau karir yang cemerlang karena pada hakikatnya seorang perempuan hanya akan mengurus anak dan rumah. Sungguh ironi sekali.
Hal ini selaras dengan pendapatan yang diterima, (tanpa bermaksud menghakimi) fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia 56% yang bekerja memiliki pendidikan rendah, sehingga rentang usia pengangguran terbanyak di Indonesia ada pada umur 15-24 tahun. Ketika mereka yang secara finansial belum siap untuk menikah lalu karena beberapa keadaan membuatnya untuk segera menikah akhirnya terciptalah cacat ekonomi. Hal ini akan semakin parah ketika kelak pasangan muda ini sudah memiliki anak. Belum juga ditambah orang tua yang sudah mulai renta dan tidak produktif.
Sebagai perbandingan, budaya asuh orang Indonesia yang cederung mengedepankan kebersamaan hingga beranak pinak. Artinya seorang pemuda yang sudah menikah sekalipun masih bisa tinggal bersama orang tua karena memang menurut budaya jawa ‘mangan ora mangan sing penting kumpul’. Analogi yang cukup menarik untuk dikupas. Hal ini menjustifikasikan jika kalau keluargamu sakit maka kamu harus ikutan sakit, keluargamu tidak bisa makan maka kamu juga tidak bisa makan, tak apa asal tetap bisa berkumpul bersama. Ini semacam sebuah jurang yang dalam, lalu keluargamu menarik dari bawah supaya kamu bisa ikut merasakan gelapnya jurang tersebut. Terdengar sangat setia kawan, namun cukup menyakitkan. Melihat fakta bahwa orang tuamu mungkin sedang kelaparan lalu kamu tidak bisa melakukan apa-apa. Sudahkah kalian berterima kasih kepada mereka yang sudah berjuang membesarkanmu dengan penuh keringat dan air mata?
Inilah yang membuat pentingnya sebuah ilmu dalam mengatur keuangan. Keluarga muda yang belum siap untuk membina biduk rumah tangga harus dihadapkan dengan problematika atas dan bawah membuat tekanan yang didapat juga terasa berkali lipat. Melihat orang tua yang sudah tidak lagi produktif bekerja, nihil pendapatan, hanya bisa berbaring di rumah dengan penuh harap anaknya bisa datang membawakan –setidaknya sesuap nasi untuk mengganjal perut. Disisi lain, ada anak yang masih harus membeli perlengkapan sekolah yang tidak sedikit. Ibarat sebuah bola salju, semakin lama bergulir semakin besar bola tersebut. Orang tua yang semakin lama pasti membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit dan juga anak yang semakin usianya tumbuh biaya pendidikan pun juga ikut tumbuh mengikuti jenjangnya.
Memang benar sekali bila sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk mengurus orang tuanya sampai kapanpun itu sebagai wujud menghormati karena semasa kecil mereka sudah merawat kita dengan tulus penuh kasih sayang, tetapi bagaimana jika porsi tersebut sudah tidak rasional? Maksudnya ketika kebutuhan orang tua melebihi kebutuhan keluarga kita sendiri? Fenomena ini yang membuat banyak sekali generasi roti lapis stress dan merasa sulit untuk mengatur kondisi ekonomi keluarganya yang tidak seimbang.Sampai kapan ingin membebani atau terbebani seperti ini?
Merdeka finansial.
Satu-satunya jawaban dari belenggu roti lapis yang pastinya tidak berlapis-lapis hingga ratusan generasi.
Ketika kamu masih muda (dalam artian masih dalam usia produktif) dan memiliki pendapatan mandiri, alangkah lebih baik jika menginvestasikan sebagian harta kepada instrumen strategis sedini mungkin. Singkatnya, semakin awal kamu memulai investasi maka semakin besar peluangmu untuk mendapatkan tujuan merdeka finansial. Sepenting apa merdeka finansial bagi KAMU yang masih muda, yang sedang membaca tulisan ini, yang masih produktif untuk menghasilkan uang?
Dalam skala 1-10 maka jawabannya ada pada 10. Artinya, penting sekali bagi KAMU untuk menyiapkan tabungan masa depan. Bukan untuk anakmu, tapi untuk dirimu sendiri ketika kelak sudah tidak lagi produktif bekerja –secara tidak langsung juga tidak membebani anakmu di kemudian hari. Ketika KAMU sudah memiliki dana pensiun yang berlimpah (karena kamu sudah mempersiapkan sedini mungkin), maka kamu akan tenang hidup di masa senja tanpa khawatir biaya perawatan, biaya kehidupan, bahkan syukur syukur bisa berbagi warisan. Ketika kamu sudah ada di posisi merdeka finansial atau momen dimana kamu sudah tidak memikirkan perkara pendapatan yang harus kamu cari karena uang itu sendiri yang sudah bekerja untukmu, maka menikmati hidup adalah tujuan akhirmu. Masa senja adalah waktu yang sangat kritis, sudah saatnya masa senja dihabiskan dengan penuh ketenangan jiwa.
Bagai rantai yang tidak akan terputus, jika kamu tidak sadar untuk berinvestasi sedini mungkin maka fenomena Sandwich Generation pasti akan terus diturunkan ke anak cucumu. Pada akhirnya bukan warisan yang kamu beri, melainkan beban yang tak kunjung henti. Bayangkan jika kamu sudah merdeka finansial, anakmu kelak tidak perlu susah payah ikut membantu perekonomianmu yang sudah ada pada silent mode. Sehingga anakmu akan lebih fokus mengurus cucumu, memberikan pendidikan yang terbaik untuk cucumu, serta berinvetasi lebih banyak darimu (karena alokasi dana yang seharusnya untukmu, dialihkan oleh anakmu untuk menambah nominal investasi masa tua anakmu), sehingga keluargamu serta keturunanmu terbebas dari jerat Roti Lapis yang berlapis-lapis dan terus menangis sampai air mata habis.
Jadi, mau mulai kapan untuk investasi?
Rise & Shine
Selamat Datang Investor Muda Penerus Bangsa!
Senang sekali rasanya bisa berbagi sedikit ilmu dan pengalaman saya tentang investasi kepada kalian!
Saya akan sangat senang jika kita bisa saling berdiskusi atau membahas mengenai investasi di Tumblr maupun via Instragram
Berikut adalah bagian-bagian dari blog investasi yang nantinya akan saya unggah setiap akhir pekan (Sabtu & Minggu)
1. Chapter 1 : Intro
2. Chapter 2 : Bebas Untuk Bahagia
3. Chapter 3 : Harus Kuat
4. Chapter 4 : Kamu Kelas Berapa
5. Chapter 5 : Investor Pemula
6. Chapter 6 : Mari Kita Perjelas Lagi
7. Chapter 7 : Level Satu Part 1
8. Chapter 8 : Level Satu Part 2
9. Chapter 9 : Level Satu Part 3
10. Chapter 10 : Konklusi Level Satu
11. Chapter 11 : Level Dua Part 1
12. Chapter 12 : Mayat Hidup
13. Chapter 13 : Level Dua Part 2
14. Chapter 14 : Level Dua Part 3
15. Chapter 15 : Level Dua Part 4
16. Chapter 16 : Konklusi Part 2
17. Chapter 17 : Istilah - istilah
18. Chapter 18 : Analisa - analisa
19. Chapter 19 : Analisa -analisa Part 2
20. Chapter 20 : Outro
Terima Kasih!
Rise & Shine!
Selamat Datang Investor Muda Penerus Bangsa!
Senang sekali rasanya bisa berbagi sedikit ilmu dan pengalaman saya tentang investasi kepada kalian!
Saya akan sangat senang jika kita bisa saling berdiskusi atau membahas mengenai investasi di Tumblr maupun via Instragram
Berikut adalah bagian-bagian dari blog investasi yang nantinya akan saya unggah setiap akhir pekan (Sabtu & Minggu)
1. Chapter 1 : Intro
2. Chapter 2 : Bebas Untuk Bahagia
3. Chapter 3 : Harus Kuat
4. Chapter 4 : Kamu Kelas Berapa
5. Chapter 5 : Investor Pemula
6. Chapter 6 : Mari Kita Perjelas Lagi
7. Chapter 7 : Level Satu Part 1
8. Chapter 8 : Level Satu Part 2
9. Chapter 9 : Level Satu Part 3
10. Chapter 10 : Konklusi Level Satu
11. Chapter 11 : Level Dua Part 1
12. Chapter 12 : Mayat Hidup
13. Chapter 13 : Level Dua Part 2
14. Chapter 14 : Level Dua Part 3
15. Chapter 15 : Level Dua Part 4
16. Chapter 16 : Konklusi Part 2
Terima Kasih!
Rise & Shine!
Selamat Datang Investor Muda Penerus Bangsa!
Senang sekali rasanya bisa berbagi sedikit ilmu dan pengalaman saya tentang investasi kepada kalian!
Saya akan sangat senang jika kita bisa saling berdiskusi atau membahas mengenai investasi di Tumblr maupun via Instragram
Berikut adalah bagian-bagian dari blog investasi yang nantinya akan saya unggah setiap akhir pekan (Sabtu & Minggu)
1. Chapter 1 : Intro
2. Chapter 2 : Bebas Untuk Bahagia
3. Chapter 3 : Harus Kuat
4. Chapter 4 : Kamu Kelas Berapa
5. Chapter 5 : Investor Pemula
6. Chapter 6 : Mari Kita Perjelas Lagi
7. Chapter 7 : Level Satu Part 1
8. Chapter 8 : Level Satu Part 2
9. Chapter 9 : Level Satu Part 3
10. Chapter 10 : Konklusi Level Satu
11. Chapter 11 : Level Dua Part 1
12. Chapter 12 : Mayat Hidup
13. Chapter 13 : Level Dua Part 2
14. Chapter 14 : Level Dua Part 3
15. Chapter 15 : Level Dua Part 4
Terima Kasih!
Rise & Shine!
Selamat Datang Investor Muda Penerus Bangsa!
Senang sekali rasanya bisa berbagi sedikit ilmu dan pengalaman saya tentang investasi kepada kalian!
Saya akan sangat senang jika kita bisa saling berdiskusi atau membahas mengenai investasi di Tumblr maupun via Instragram
Berikut adalah bagian-bagian dari blog investasi yang nantinya akan saya unggah setiap akhir pekan (Sabtu & Minggu)
1. Chapter 1 : Intro
2. Chapter 2 : Bebas Untuk Bahagia
3. Chapter 3 : Harus Kuat
4. Chapter 4 : Kamu Kelas Berapa
5. Chapter 5 : Investor Pemula
6. Chapter 6 : Mari Kita Perjelas Lagi
7. Chapter 7 : Level Satu Part 1
8. Chapter 8 : Level Satu Part 2
9. Chapter 9 : Level Satu Part 3
10. Chapter 10 : Konklusi Level Satu
11. Chapter 11 : Level Dua Part 1
12. Chapter 12 : Mayat Hidup
13. Chapter 13 : Level Dua Part 2
14. Chapter 14 : Level Dua Part 3
Terima Kasih!