Kali ini aku tersadar, yang awalnya ku kira aku punya kamu setelah mereka pergi. Ternyata sama. Aku juga tidak memiliki kamu. Hanya aku. Sendirian.

祝日 / Permanent Vacation
occasionally subtle

#extradirty
No title available

titsay

Janaina Medeiros
will byers stan first human second
Alisa U Zemlji Chuda

Love Begins
ojovivo
hello vonnie
Xuebing Du
Peter Solarz
I'd rather be in outer space 🛸
No title available
i don't do bad sauce passes
Sade Olutola
cherry valley forever

izzy's playlists!

oozey mess
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Norway

seen from Yemen
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from Colombia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Canada
@chandrinhk
Kali ini aku tersadar, yang awalnya ku kira aku punya kamu setelah mereka pergi. Ternyata sama. Aku juga tidak memiliki kamu. Hanya aku. Sendirian.
Even it’s just a phase of my feelings. Why this did always happen all the time when I feel sad. The problem always the same. The conclusion always the same.
I live just for other’s happiness. Indeed.
Feelin’ anxious. But, nobody can handle me even everyone around me. The things that they said you gotta to fix your brain. The problems it’s me. It’s hurt. Feelin’ like I have nobody.
Kepada siapa lagi aku bisa bercerita? Menyampaikan cerita sepertinya selalu salah. Kenyataannya hanya ingin didengar. Tapi mengapa cerita berbalik menjadi tuduhan.
Kejadian lagi. Hal kecil ternyata menutup hal-hal besar.
Keputusan hidup saja mesti bergantung kepada orang lain. 🥺
Mengapa sesakit ini jalan menuju surga?
Insyaallah aku belajar ikhlas ya Allah. Kuatkan. Beri aku ketegaran. Kokohkan kakiku berdiri lebih tegak
Kata ‘maaf’ tidak berarti lagi karena pada akhirnya aku lagi yang disalahkan.
Hari terus berganti. Semakin hari aku semakin tahu. I’m not good enough for you. The simple sentences broke me into pieces. Mau dikata apalagi? Iya. Seperti itulah yang terjadi. Kehadiranku benar-benar sudah tidak ada artinya.
Menyampaikan keluh kesah ternyata membuat kamu merasa tidak dihargai. Menegur ternyata membuat kamu sakit hati. Aku ternyata hanya boleh diam agar tidak ada lagi hal yang menyakitkan dari ucapanku.
Dulunya dibilang ‘aku bosen sama kamu’, ‘kamu banyak omong’, ‘pergi sana kamu’, ‘jangan ikut camput’ dan banyak kata-kata lain yang sunggut membekas hingga hari ini. Aku yang masih kuat mempertahankan hingga hari ini.
Apa salah ya Allah?
Tanda yang Engkau berikan cukup jelas tetapi aku tetap diam dan menjalani.
Tanpa perlu aku usaha mencari kebenaran. Ternyata dengan mudah kau ucapkan. Sakit hatimu terhadapku ternyata lebih menyakitkanku. Hal ini membuat aku tidak percaya siapa-siapa lagi. Termasuk diriku sendiri.
Tempatku bersandar sudah tidak ada lagi. Dimanakah aku bisa menaruh sedihku? Tidak ada tempat untuk itu. Tidak ada tempat untuk aku
Tanam sedihmu, hapus airmatamu. Tidak ada lagi tempat untuk kesedihanmu disini.
Sudah tidak ada lagi kata yang boleh terucap dari bibirku untuk menyalurkan pikiran dan perasaanku. Secara tidak langsung dipaksa untuk memendam dan tak boleh berkata yang tidak sesuai. Hanya diperbolehkan untuk hal yang menyenangkan hati orang lain tanpa memikirkan aku.
Hatiku hancur. Tapi siapa yang mau peduli? Tidak ada lagi. Diriku pun sudah lelah mengasihani diri sendiri tapi air mata tidak bisa berhenti. Maaf ya Allah bolehkah aku menyerah?
Sayangnya aku sudah menyerah. Memilih antara kepentingan diri atau orang lain. Sudah tidak ada lagi harapan untuk diri sendiri dan ditambah orang lain sudah tidak lagi ingin keberadaanku.
Kehadiranku saja sudah mengusik orang lain.