Emosi manusia
Untukku, terkadang rumit memahami emosi manusia. Tidak hanya yang berkaitan dengan orang lain, kadang terhadap diri sendiri juga demikian. Beragam hal di masa lalu seringkali menghalangi pandangan dan berdampak terhadap kehidupan ang dijalani hari ini. Sebenarnya teori untuk hidup di masa kini bukanlah hal yang asing,, tetapi perlu dijalani secara utuh. Teori tanpa praktek dan latihan, hanya menjadi āideaā yang tidak membumi. Maka dengan sadar, aku mengakui bahwa dalam detik demi detik yang dijalani, aku dipenuhi dengan kekuatiran akan masa depan, maupun ketakutan akan masa lalu. Hal tersebut membuatku tak utuh hadir saat ini. Saaat teudh ku hari ini mengingatkan, bagaimana menjadi pengikut Tuhan yang setia, dengan beragam tantangan dan dinamikanya. Stefanus bahkan harus mengalami penderitaan yang tak mudah. Disadari perasaan : kecewa, perasaan diabaikan, tak perlu berpura-pura. Tetapi setelah menyadari, ada jeda untuk tin menentukkan respon. Apakah akan tetap dikendalikan pikiran, atau mau hidup berkesadaran. Sadari : bahwa ada hal yang tak dapat kau ubah, maka jangan habiskan waktu untuk mengubah yang tak dapat kau ubah. Sadari, bahwa ada hal di luar kendalimu, maka fokus pada apa yang ada dalam kendalimu -> yakni hidup berkesadaran. Bersedia dituntun oleh Sang Terang. #udmitraYogya - 09.32













