katanya, di surga itu semua orang berusia 33. itulah mengapa usia ini adalah usia favoritmu. setiap kamu melihat ke dalam cermin, kamu bilang, "oh seperti inilah kamu jika nanti kamu tinggal di surga." lalu kamu berdoa, “ya Allah izinkanlah aku tinggal di surga.”
sebentar lagi, usia "surga" ini akan berlalu. kerutan di wajahmu akan semakin banyak dan kentara. satu dua rambut putih mulai ada. begadang tidak lagi semudah dulu--selain karena kamu juga menghindarinya. mari kita akui, kamu tidak sekuat dulu.
tapi, lihatlah. kamu telah menjadi lebih kuat dalam banyak hal. sujudmu lebih panjang sekarang. doamu lebih lama dan dalam. cintamu, maafmu, hatimu... oh semua itu tumbuh lebih besar. tidak mudah menjadi kamu, tidak mudah menjalani hidupmu. tetapi kamu bertahan.
terima kasih sudah bertahan, ya. terima kasih kamu tidak menyerah. terima kasih karena kamu telah mencari dan menemukan alasan untuk hidup setiap hari. terima kasih kamu telah menyandarkan semua urusan kepada Yang Maha Mengatur Semua.
terima kasih sudah berupaya mengobati semua luka. terima kasih sudah mengakui bahwa kamu perlu dibantu. terima kasih sudah meminta bantuan dengan caramu. terima kasih sudah menemui semua perasaan, menerimanya, dan belajar mengelolanya. semoga Allah ridho dan semua luka berhenti di kamu saja.
terima kasih sudah mau terus belajar. terima kasih sudah membaca buku-buku itu, mengikuti kajian-kajian itu, menghadiri kelas-kelas itu, mendengarkan siniar-siniar itu. terima kasih karena kamu mau mengubah bahkan mengganti definisi-definisi akan banyak hal. semoga kamu terus bertambah bijaksana.
terima kasih sudah membela mimpi-mimpimu. terima kasih sudah menyelesaikan yang kamu mulai. terima kasih sudah merawat dan memelihara yang kamu yakini. terima kasih kamu beristirahat jika perlu. terima kasih kamu tidak pernah berhenti.
terima kasih sudah merawat semua titipan Allah: badanmu, pikiranmu, hatimu, keluargamu. terima kasih sudah meniadakan rasa kepemilikan dan meninggikan tanggung jawab. terima kasih karena kamu memilih yang terbaik dan memilihkan yang terbaik.
terima kasih sudah setia kepada prinsip yang kamu punya. kamu begitu babak belur dan susah payah menggenggam keimanan. tetapi kamu terus bertahan. semoga kamu dihadiahi oleh Allah ketenangan.
terima kasih sudah menyayangi dirimu sendiri, menyayangi orang-orang terdekatmu, menyayangi sesama manusia, menyayangi sesama ciptaan Allah. terima kasih untuk semua cinta yang kamu punya dan bagi.
sampai bertemu besok, besoknya lagi, besoknya lagi. semoga kamu selalu sehat, semangat, bersyukur, dan berbahagia.