Kurasa maknanya luar biasa ketika di pertengahan sayyidul istigfar ada salah satu kalimat begini: “…Aku berlindung kepada-Mu dari keburu kan yang telah aku perbuat.”
Kayak kita tuh sedang meminta perlindungan dari Allah atas diri kita sendiri dan hal-hal yang sudah kita lakukan. Menurutku itu deep banget, dan ngena banget ke aku.
Dilanjut dengan: "Aku mengakui seluruh nikmatMu kepadaku. Aku mengakui dosaku.
Terus, disambung dengan kata faghfir li...
Ini dia gong-nya. Kayak ada jeda untuk menghela napas dulu sebelum kita akhirnya sepasrah itu sambil bilang faghfir li.....
Aku mengakui dosa-dosaku, Ya Allah, maka ampunilah aku. Karena tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Ngena banget, deep banget. Gak ada lagi pengingkaran, rasionalisasi, atau apa lah. Mungkin ini juga alasan kenapa dzikir ini jadi penghulu istigfar ya; doa memohon ampun yang paling utama. Karena ya... udah mencakup semua gitu. Dari awal dzikir ini udah dimulai dengan tauhid, penghambaan, rasa syukur, pengakuan dosa, permonan perlindungan, sampai ke permohonan ampun;
Sebuah paket lengkap untuk merayuNya.