Menarilah didepanku—seperti kemarin, diatas Bulan.
— Raden
Cosmic Funnies

No title available
KIROKAZE
occasionally subtle

Game Changer & Make Some Noise
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
d e v o n
The Bright Sessions

bliss lane

Kiana Khansmith

izzy's playlists!
noise dept.
Keni
Cosimo Galluzzi
Sade Olutola
No title available
I'd rather be in outer space 🛸

if i look back, i am lost

Discoholic 🪩

pixel skylines

seen from Brazil

seen from Netherlands
seen from Uruguay
seen from Pakistan
seen from Kenya
seen from India
seen from Philippines

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Indonesia

seen from United States
seen from Colombia

seen from United States
seen from Belgium
seen from Bangladesh

seen from Australia

seen from Belarus
seen from Bangladesh
seen from United States
@coffeeandthestory
Menarilah didepanku—seperti kemarin, diatas Bulan.
— Raden
Ngga usah minta menjadi Prioritas sebab ketika lo sudah diperlakukan seperti itu berarti lo sedang berada ditempat yang tepat, lelaki yang bertanggu-jawab, pantas untuk itu dilakukan dan dia akan memberikan yang terbaik.
— Raden
Dia anak orang kaya, gue dari keluarga yang sederhana. Bukan, bukan gue minder. Gue cuma bisa bilang; kalau dia bisa membuat gue 'merasa Yakin'. Itu bahkan bukan masalah buat gue, se-di-kit-pun-. dan Catat: “Gue ini? lelaki! Tubuh besar yang terpisah dari sebuah tulang rusuk.”
— Raden
“Not everyone has the same heart as you.” — Meylika Ryuki
“Dunia kita sama, Tapi tidak dengan isinya.”
“I hate having to fake my mood all the time.”
“Tempatku yang dia tinggalkan, terasa sepi— lebih dari yang aku bayangkan.”
This isn't fair! don't you try to blame this on me my love for you was bulletproof but you're the one who shot me.
“Aku; sembrono, aku—bodoh, pemalas dan bukan penurut, marah tidak membuatku takut. Tapi ketika dia tersenyum… aku kalah.”
Siapa bilang aku melakukannya untukmu, aku bermimpi sendiri—aku menulis sendiri—aku bernyanyi sendiri—bahkan sendirian.
Raka Abimanyu
“Jangan bodoh, aku bisa terlalu cemas jika membiarkanmu berjalan sendirian.”
“Jika waktu kita hanya 1? Aku akan terus berdoa. Dan aku akan membelah waktu itu menjadi bilangan–bilangan pecahan sebanyak mungkin, supaya kau sibuk mengerahkan seluruh tenaga untuk menghitungnya dan lupa pulang.”
“Tidak masalah tempat atau jarak. Insya Allah, dengan kepercayaan, kita—hanya sesuatu yang terhitung dan jarak hanya spasi diantara kau aku yang menjadi ‘kita’.”
“Aku suka berbicara dengan bintang, karena dia tidak bisa mendengar.”
“Setengah mimpiku pergi—mengalir, seperti butiran air hujan terakhir yang menetes dari ujung jari manis.”