Hari Bersejarah: 13-14 Agustus 2023
Tulis sini ah. Biar ga lupa gimana kerennya pengalaman lahiran anak pertama :")
Awal kehamilan, uda pilih provider di salah satu natural birth center di Sidoarjo. Konsepnya dia birthcation dan klaimnya sih minim trauma (menghindari episiotomi dan intervensi serupa).
All good n fun sampe pas trimester kedua tiba² aku divonis preeklamsia karena aku kegendutan dan katanya janinku nggak tumbuh dengan baik. Jeduaarr hati rasanya kayak adshsjsjenskal mboh wes ga karuan pokoke.
Dan yg bikin makin asem adalah penyampaian bidannya waktu itu sangat ga woles. Menyudutkan aku banget, dibilang aku mengecewakan lah, makannya kebablasanlah, blablabla. Sampe waktu itu suami ikutan panik dan ikutan marahin aku juga (its okay hubby, untung kita segera balik jadi tim yg cihuy lagi yak)
Selama seminggu setelah kontrol rutin itu aku stress banget. Problem² kehamilan yang dipicu oleh stress mulai bermunculan. Aku makin sulit makan, sulit tidur, sesak napas juga ikutan kambuh, sakit badan sakit hati sakit semua wes rasane.
Singkat cerita, pas weekend aku ngobrol² sama instruktur yogaku setelah selesai kelas. Aku ceritakan tentang pengalaman konsul di birthcenter minggu lalu yg bikin stress. Direkomendasikanlah aku ke seorang obgyn spesialis fetomaternal, namanya dokter Pram. Segera ku laporkan ke pak suami, dan kami segera bikin jadwal konsul di salah satu klinik tempat praktek beliau.
Setelah diperiksa ini-itu, hasilnyaaa...... ada masalah sama hemoglobinku tapi enggak sampai preeklamsia. Jauuhh bangeett diagnosanyaaaa! Bahkan seminggu setelah konsul sama dokter Pram dan mengikuti saran beliau dalam hal diet dll, kondisiku sudah normal dan alhamdulillah sehat semua sampai persalinan.
Inilah bund, pentingnya selalu cari second option dalam intervensi medis :))
Nah, karena sudah takut sama birthcenter yg awal tadi (dan karena suami sudah "nggak usah, nanti kamu tambah stress lagi" dan memang benar hehe) jadi aku cari² lagi opsi provider lahiran yg nyaman.
Aku sebenernya pengen di birthcenter awalnya karena klaim minim epis ituu, soalnya kan badanku kebal sama bius lokal (kalau total aku belum tau sih, belum pernah nyoba dan semoga ga perlu nyoba juga) jadi aku mikirnya sih bakal lebih ga sakit. Tapi seiring berjalannya trimester 3 sampai hari H lahiran, aku sampai di titik di mana aku pasraaahhh banget sama Allah dan hatiku bener² tenang banget dalam menerima apapun yang bakal terjadi. Bener² ga takut apa² dan nggak kuatir apa² lagi, cuma pengen anak lahir selamat. Udah, itu aja.
Qodarullah suami dapet info soal lahiran di paviliun RSUD Sidoarjo. Dan pas banget dokter Pram juga praktek di situ, jadi aku akhirnya lahiran di paviliun dan tetep ditangani dokter Pram pas hari H.
Pengalaman lahiran mulai dari kontraksi sampe si bayi launching juga menyenangkaan buaangeeett. Walaupun nggak jadi birthcation di birthcenter yg awal itu, aku tetep bisa birthcation di paviliun dan even better! Big thanks to suami yg merancang birthcation ala² ini demi kenyamanan anak istrinya. Huhuhuhu terharu banget :")
Di kamar paviliun, bayinya boleh room in sama ibuknya. Trus nggak ada visitor lain selain suami dan ibuk (dan keluarga inti dari ortu dan mertua) juga nggak ada perawat judes yg selama ini sering kutemui di fasilitas rawat inap kelas 1 :")
Trus makanan juga semuamuamuanyaaa diturutin suami, disediain banyak cemilan dan minuman² seger. Disuapin pas abis lahiran dan badan belum kuat bangun. Dibiarin bengong sendirian pas badan rasanya rontok, ga nyambung sama otak. Pokoknya sangat ramah introvert yg takut manusia dan berhati rapuh sepertiku. Wkwkwkw
Oh iya. Tidak lupa untuk mengapresiasi suamiku yg berusaha keras mengalihkan perhatianku dengan cara ngajak ngobrol pas proses jahit luka epis ku karena aku 2x dibius masih ga mempan juga. Makasih yaa lov, walaupun masih ya Allah ya Allah pas dijahit tapi aku seneng kok dibantuin buat nggak fokus ke rasa sakitnya ehehehehehe
Hmm... so far pengalaman kelahiran anak pertama ini luar biasa bikin tentram hati sih. Bener kata quote² di luar sana yg bilang "langkah awal untuk belajar menjadi ortu yg baik tidak dimulai sejak bayi masih dalam kandungan, tapi dimulai sejak memilih pasangan".
Aku ga bisa bayangin jadi orang tua (dan jadi ibu yg keren adalah cita²ku yang paling ultimate) dengan pasangan yang gamau terus belajar, yg kalau abis lahiran malah nyuruh istrinya bikinin kopi.
Makasih banyaaak suami dan keluargaku yang sangat menjagaku dari baby blues!!
Btw, kalau butuh yoga hamil, doula, pijat pre/post natal, baby spa, pijat laktasi bisa ke bidan Lakhmy yaa, rekomended banget! (IG: @bidanlakhmy)
Kalau butuh obgyn yg pro pervaginam, sangat telaten dan nggak pricey (padahal kualitas top) bisa ke dokter Pramudya, beliau praktek di klinik citra husada, RSUD Sidoarjo (khusus paviliun) dan RS Mitra Keluarga. Aku terbantu sekali oleh 2 orang ini. Semoga beliau berdua senantiasa dalam rahmad Allah. Aamiinn.