* Di ladang bunga mimpi dan kupu-kupu kertas. Kelak ia akan membakar tempatnya berpijak, Menempa anggar dari abu. ** Makara tak usai menunggu. *** Lalu? - c // 2018.10.23.02.36
KIROKAZE
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
AnasAbdin

izzy's playlists!
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available
ojovivo

if i look back, i am lost
I'd rather be in outer space 🛸
h
sheepfilms
Claire Keane
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
almost home

blake kathryn

Discoholic 🪩
Cosmic Funnies
Cosimo Galluzzi

ellievsbear
$LAYYYTER

seen from Iraq
seen from United States

seen from China

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Singapore
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States

seen from T1

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Türkiye
@crnputri
* Di ladang bunga mimpi dan kupu-kupu kertas. Kelak ia akan membakar tempatnya berpijak, Menempa anggar dari abu. ** Makara tak usai menunggu. *** Lalu? - c // 2018.10.23.02.36
“Everyday you give away a piece of yourself until there’s nothing left. That’s how you become a ghost.” - unknown // ( 📷 : @arzrose_ )
#thepersonalquotes
Rumah
Rumahku sederhana. Terbakar warna putih, Berwangian rempah janji, harap, tawa, benci. Pagarku sederhana. Ada yang bilang ia rapuh, pun tak terjamah. Tembokku kokoh. Kesederhanaan paling mahal adanya. Tetap berdiri dikala badai, Teduh menaungi dari sengatan mata iri. Pintuku, Pintuku selalu terkunci. Agar tiada yang menghuni. - c // 2018.02.18.16.56
Jeritku tertahan di sela kerongkongan, Bersama asap mengepung sekat paru. Nafasku lirih mengiringi namamu, Tergelincir dari lidah yang linu. Kaki yang kokoh menopang ego, Kini terkulai di tanah berserak segala rindu. "Tuhan, Tuhan, Tuhan.. Perpanjang tidurku, Jika disana kubisa bersamanya." - c // 2018.02.16.02.09
Tentang Ayah
Seorang lelaki dengan gagahnya mendaratkan pukulan di tubuhku. "Cinta pertamamu", mereka bilang. Seorang lelaki tanpa sesalnya meninggalkanku. "Ungkapan kasih sayang", mereka bilang. Seorang lelaki berani mengolokku. "Membuatmu kuat", mereka bilang. Seorang lelaki yang datang kembali, Berpura membawa pelangi. "Aku mati rasa", kubilang. - c // 2018.02.15.23.04
Demi rindu tanpa nama, Ragamu melebur dengan segala luka. Di kekosongan yang melanda, Maka untuk siapa kau berduka?
Puan, dingin jarimu tak lagi dijamah bulan. Mata angin tak kunjung beri tujuan.
Putri, lelahkah kau berlari? Sudahkah hampa menyapamu lagi?
Sejatinya, siapa yang kau tangisi?
- c // 2018.02.15.22.43
Tentang Perjalanan
Yang berlari bukan lagi kaki. Rumahmu pelana kuda tak bertuan, Lalu lalang tanpa tujuan. Tenangmu angin di sela bising kota. Pertanyaanmu dijawab bual belaka. Dan 'pulang', kau tatap nanar tanpa makna.
Entah kian apa, Membawa mimpi di celah cerita. Duka dan tipu belaka. Tawa tak lagi riang diantara kita. - c // 2017.01.07.02.03
Di ujung pintu kamar, Mata belati menatap tajam. Menyeringai, Menanti luka ternganga. Dalam redup ia menunggu, Kala lidahnya mengecup permukaan kulitku. "Hingga kita berjumpa lagi, Putri." - c // 2017
Post Mortem
My head is in the air. Floating. A song plays in the back of my mind on repeat. Starlight. As the night when you held me in your arms, Whispering parts of the lyrics. I was half convinced you were singing for somebody else. My feet glued to the ground, Yearning. That sweet kiss on the forehead i've lost, colder than winter. Oh how i begged, and begged, and offered my soul to bring you back. Oh how i threw myself into the fire just to feel your warmth. And how i looked for you in stranger's eyes. But you're not there. You were never there. And i keep longing.. For something i never had. - c // 2018.02.12.16.14
Aku bertanya tentang hujan, Dan mereka menyanyikan rindu yang tak berkesudahan. Aku bertanya tentang detik, Dan mereka merawi murka dengan segala sesalnya. Aku menari diatas kertas-kertas puisi dan tinta hitam tentang namamu, lalu kubiarkan hujan membasahi kertas itu. Hingga hilang detik dibias perih. - c // 2017.01.06.03.32
Ia mengenakan baju yang sama. Kemeja garis merah berlengan panjang yang digulungnya ke siku lengan. Di malam gaduh sambil meletakan tangannya di pinggul seorang perempuan.
Ia mengenakan topi yang sama. Dengan kacamata membingkai matanya.
Tapi ia bukan lagi pria yang pernah kudamba.
Dan aku, Aku memakai sepasang sepatu yang sama. Seperti pada malam yang penuh duka.
- c // 2017.11.20.22.39
Bummer.
Di bukit sepi, Biar tawa menari.. Lirih dan pedih melangkah pergi. Meski seluruhmu terbakar api. Rasakanlah hidup sekali lagi.
Jika hidupku panjang. Ingin ku menari diatas bukit nestapa, Yang nyenyat dari bising tawa kota. Jika hidupku panjang. Ingin ku melagu bersama burung-burung perih, yang terbang membawa luka. Jika hidupku panjang. Ingin ku berayun di tangkai bunga-bunga mimpi, dengan angin berhembus doa. Jika hidupku panjang. Kubawa cermin retak, sambil tertawa mengenang duka. Di bangku goyang, bersama cucuku mendengar serantaian cerita.