Kalau bisa balik ke masa lalu, atau minimal ketemu diriku waktu kecil. Aku mau kuatin dia, kasih perhatian lebih dan support. Aku mau kasih tau kalau dia berharga, aku mau dia tidak merasa diabaikan, aku mau kasih dia apresiasi paling tinggi karena telah kasih yang terbaik.
Hari ini aku termenung, tiba-tiba saja aku mengingat satu luka masa kecilku yang baru aku sadari, baru aku tau ternyata ada bagian diriku terluka karena satu hal—yaitu diabaikan.
Hari ini aku memberikan sebuah kue untuk ibuku, katanya dia mau kue untuk hari ibu. Ketika aku belikan, responnya biasa saja. Cenderung tidak peduli, justru ayahku yang memakannya terlebih dahulu dan lebih antusias aku membeli kue. Saat itu juga aku teringat waktu aku SD (Sekolah Dasar) saat hari ibu, aku membuatkannya sepiring martabak telur dengan sosis karena aku baru pertama kali bisa masak dan sedang suka masak sendiri saat itu. Saat aku memberikannya, responnya biasa saja, cenderung tidak peduli, persis seperti hari ini.
Diriku saat itu sangat terluka, terbaikan dan merasa tidak berharga. Akhirnya aku sadari, sampai besar pun saat aku sering membelikan barang, makanan dan apapun aku selalu cemas dan takut, takut akan penolakan, takut tak di hargai, aku takut kecewa dengan respon ibuku. Sakit rasanya, tapi diriku saat ini sebenernya biasa saja, tapi diri kecilku, membawa semua kenangan pahit itu
Sepahit apapun itu, tidak akan membuatku melupakan semua perjuangan dan kasih yang tercurahkan padaku, dan semua anaknya