Resign ?
Tepat hari selasa, 15 februari 2019, saya resmi resign dari kerjaan sebagai guru. Awal cerita, butuh bertahun - tahun buat saya menerima harus menempuh pendidikan di fakultas keguruan, tepatnya prodi kimia. Dulu, tak terpikirkan bagi saya kuliah disana, begitu juga tak terpikirkan saya akan menjadi seorang guru. Jadi, butuh waktu dalam diri saya berdamai dengan kondisi tersebut, sampai akhirnya saya menjadi seorang guru. Setahun mengajar, saya masih bisa menikmatinya. Entah ketika hadir putri kecil kami, sayapun merasa tak nyaman lagi bekerja di luar rumah. Walaupun, di sekolah hanya dari 06.30- 12.30, tapi tetap saja rasanya lama sekali di sekolah. Rencana resign sudah ada sejak awal semester, segala macam ikhtiar sudah saya lakukan, untuk meyakinkan saya. Sampai akhirnya, Allah menjawab doa doa saya. Allah menjawab doa saya, dengan sakit. Saya diberi sakit, agar segera resign. Ternyata banyak hal bisa saya lakukan ketika resign. Mungkin Allah mengingatkan saya untuk lebih dekat lagi denganNya. Saya lebih banyak waktu, untuk mengadu banyak hal. Melakukan banyak ibadah yang mungkin, lama saya tinggalkan. Sedih memang, kenapa harus sedih? ini cuma perkara dunia. Iya memang, tapi saya harus dihadapkan dengan kekecewaan orang tua saya. Mereka dari dulu ingin melihat saya menjadi seorang guru. Tapi kini, mereka harus menerima keadaan saya sekarang, yang memilih untuk keluar dari pekerjaan saya. Dalam doa saya sekarang, hanya kesehatan buat mereka, kebahagiaan mereka. Walaupun satu kebahagiaan mereka, harus hilang. Mungkin dengan doa yang bisa saya panjatkan, bisa menghantarkan mereka di tempat yang peling bahagia. AAmiin...








