Dunia tidak serta merta berakhir, hanya karena banyak hal tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan.
@reihaaaf
almost home

祝日 / Permanent Vacation
Cosimo Galluzzi
d e v o n
Jules of Nature
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
will byers stan first human second

if i look back, i am lost
Xuebing Du

ellievsbear

Discoholic 🪩
dirt enthusiast

JVL

#extradirty
Misplaced Lens Cap
cherry valley forever
DEAR READER
Monterey Bay Aquarium

Love Begins

tannertan36
seen from Lithuania
seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from India
seen from Spain
seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Singapore

seen from United States
seen from Spain
seen from Russia
seen from Greece
seen from Sweden

seen from United States
@deakhumaira
Dunia tidak serta merta berakhir, hanya karena banyak hal tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan.
@reihaaaf
Your Rabb has taken care of you since the day you were born. He will continue to take care of you...
Tawakkal melahirkan ketenangan jiwa.
Instagram Andrianda
Day 20 : Respons
Tidak semua pernyataan yang berlawanan, perlu ditanggapi dengan argumentasi. Seringkali hanya butuh diam, untuk mencerna banyak hal, untuk tidak memancing keributan.
Diam saja, cukup.
Dalam hening kita belajar, tidak menanggapi pun merupakan sebuah bentuk tanggapan.
Selasa, 2 Juli 2024
Day 19 : Ikhtiar, Doa, dan Takdir
D : Sist, gue tadi pagi di kabarin ibu. Kayaknya kemungkinan beliau ga lolos promosi lagi kali ini.
R : Hah? Yaa Allah :(((
Kekecewaan yang kami rasakan mungkin ga ada apa-apanya, dibandingkan yang dirasakan si ibu karena tau kemungkinan beliau ga lolos promosi lagi kali ini. Sudah ke sekian kali terlewati, di saat rekan-rekan seangkatannya sudah naik beberapa tingkat di atas jabatan beliau saat ini.
R : Tapi ya Kak, mau gimana...rezeki kan udah di atur Allah ya. Bukan kayak dulu kita sekolah dan ngerjain soal ujian. Hasil ujian kita sangat ditentukan gimana kita belajar tekun atau ga. Rezeki kan ga gitu ya...
Ucap temenku.
Sejujurnya, aku memandang dari sudut pandang yang berbeda...Namun aku tidak berargumen lebih lanjut. Mengingat sore tadi aku cukup lelah dan ingin segera sampai di rumah.
Bagiku, baik belajar giat untuk ujian, maupun usaha keras untuk menjemput rezeki, keduanya sama-sama membutuhkan ikhtiar, doa dan takdir Allah.
Kita belajar segiat apapun, seandainya pada hari ujian kita sakit flu berat misalnya, tentu kita ga bisa mengerjakan soal. Meskipun sepanjang tahun kita sudah belajar sangat giat. Ada faktor 'takdir', yang kita jemput dengan ikhtiar dan doa :)
Senin, 1 Juli 2024
Day 18 : Sukses
Apa ukuran standar kesuksesan?
Apakah ketika berhasil masuk perguruan tinggi negeri favorit?
Apakah ketika berhasil dapat pekerjaan impian banyak orang dengan gaji pertama mencapai angka 2 digit?
Apakah ketika berhasil membeli rumah pertama dengan hasil kerja keras?
Apakah ketika punya kendaraan roda empat pertama?
Semua standar kesuksesan itu relatif, berbeda-beda bagi setiap orang.
Bagi seseorang, membangun rumah bagi orang tuanya adalah kesuksesan. Bagi yang lain tidak, karena orang tuanya sudah punya rumah yang nyaman ditinggali.
Bagi seseorang, membiayai umroh pertama kedua orang tuanya adalah kesuksesan. Bagi yang lain hal tersebut biasa saja, karena orang tuanya sudah sering bolak-balik menjalankan umroh.
Bagi seseorang, jadi pegawai kontrak di sebuah instansi adalah hal yang ia nikmati. Karena ia tidak punya ikatan dinas dan bebas berkarya selain di tempat kerjanya. Bagi yang lain, hal tersebut bukan pencapaian hidup.
Bagi seseorang membeli mobil roda empat adalah keharusan, agar nyaman berpergian, juga karena menunjukkan status sosial. Bagi yang lain, hal tersebut belum menjadi prioritas dalam hidupnya. Tak apa bila masih naik angkutan umum kemana-mana.
Kenali diri baik-baik. Agar tau, apa yang menjadi value bagi diri kita. Sehingga saat mencapai sesuatu, kita tau hal tersebut yang diinginkan, yang dibutuhkan. Tidak hanya sekedar ikut-ikutan...
Minggu, 30 Juni 2024
Day 17 : Boundaries in the Pursuit of Knowledge
Hidup di zaman dengan sumber informasi yang begitu banyak, kita punya kesempatan untuk belajar apa saja dan dari mana saja.
Namun, penting sekali untuk punya batasan. Sejauh mana ilmu pengetahuan tersebut dapat kita adopsi. Bagi seorang muslim, batasan tersebut ialah deen.
Apakah yang dipelajari masih selaras dengan ajaran agama yang dianut? Apakah dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajari, akan melewati batas-batas ajaran agama yang dianut?
Sehingga, penting sekali memohon kepada Allah agar diberikan petunjuk, dibimbing, didekatkan pada sumber ilmu yang mendekatkan kepada-Nya, bukan yang menjauhkan dari-Nya.
Naudzubillahi min dzalik...
Sabtu, 29 Juni 2024
Day 16 : Dear Diri (2)
Dear Diri,
Terima kasih sudah berjalan sejauh ini.
Terima kasih sudah berani berkenalan dengan beragam emosi yang hadir...dari masa lalu dan masa kini.
Terima kasih telah memeluk diri, menerima segala emosi yang hadir.
Karena hakikatnya, emosi-emosi yang hadir tersebut hanya butuh diterima kehadirannya.
Emosi tersebut ketika dibungkam, diabaikan, di-....ah, sebut saja apapun usahamu, maka ia akan terus hadir, meminta perhatianmu.
Cukup dengarkan dia, terima hadirnya...
Maka kamu akan belajar lebih banyak tentang dirimu, yang dulu dan yang sekarang.
Terima kasih ya diriku ❤️
Kamis, 27 Juni 2024
Day 15 : Dear Diri
Dear diri,
Terima kasih ya, karena semakin bertambahnya umur, kamu semakin bijak untuk tidak membanding-bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.
Orang lain mungkin sudah lulus kuliah, kamu belum.
Orang lain mungkin sudah mendapat pekerjaan impiannya, kamu belum.
Orang lain mungkin sudah menikah dengan pasangan hidupnya, kamu belum.
Orang lain mungkin sudah memiliki anak-anak yang dititipkan Tuhan kepadanya, kamu belum.
Orang lain mungkin sudah naik ke jabatan yang lebih tinggi di kehidupan karirnya, kamu belum.
Orang lain sudah menjelajah eropa, kamu belum.
Tidak apa-apa kalo kamu masih banyak 'belum'nya. Karena memang setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing.
Fokus saja pada dirimu sendiri.
Lakukan apapun yang kamu suka. Mulailah apapun yang kamu bisa mulai. Cintai hal-hal yang bisa kamu lakukan saat ini.
Percayalah, Tuhan akan membimbingmu, melewati jalan hidup terindah yang ditakdirkan-Nya untuk hamba-hamba Nya.
Rabu, 26 Juni 2024
Day 14 : Random Post
Sejak awal pernikahan, saya dan suami telah menemukan ritme perencanaan keuangan keluarga kami. Di awal, kami bersepakat mengenai alokasi pemasukan dan tujuan pengeluaran kami, serta menetapkan target yang ingin kami capai.
Namun seiring berjalannya waktu, dengan perubahan yang ada, kondisi di awal pernikahan tentu tidak sama dengan kondisi saat ini. Sehingga, butuh kepekaan suami dan istri untuk menyadari perubahan kondisi, mengkomunikasikannya dengan pasangan, kemudian melakukan penyesuaian atas rencana pemasukan-pengeluaran.
Selasa, 25 Juni 2024
Day 13 : Wisdom
Mba Vidya di kelas Wholistic Mamma Part 1 Concious Conceiving pernah menyampaikan, "Setiap fase hidup kita, terjadi ga pernah random. Selalu ada pesan yang Allah ingin sampaikan kepada kita." Termasuk saat peserta kelas bilang "Iya nih Mba, kebobolan anak ke-...."
"No", kata Mba Vidya.
"Ga ada yang namanya kebobolan. Semua terjadi atas izin Allah. Anak pertama, kedua, ketiga dan seterusnya...Semua terjadi atas izin Allah. Bahkan jarak antar anak pun, sudah Allah atur sedemikian rupa. Tentu karena ada pesan yang indah dibaliknya. Sekarang, tugas kita, mau mengambil pesan itu atau ga?"
Senin, 24 Juni 2024
Day 12 : The Art of Self Care
"Celana yang saya pakai ini punya anak saya pas dia SMP lho, De"
"Hah??"
"Iyaaa...pas SMP kan badannya gemuk"
"Waah, berarti badan ibu yang mengecil ya, Bu"
Sepotong percakapan saya dengan Ibu Pimpinan baik hati, yang akhirnya mendorong rasa penasaran saya untuk bertanya ke beliau, kok bisa badannya tetap fit, meski sudah memiliki anak.
Singkat cerita, beliau menyampaikan kepada saya bahwa setahun setelah melahirkan, beliau berusaha mengembalikan bentuk tubuhnya. Lingkar perut memang melebar setelah hamil, tapi dengan usaha yang dilakukannya, lingkar perut mengecil...
Nah, si Ibu cerita bagaimana beliau rutin olahraga seminggu 3x untuk mengembalikan bentuk tubuh. Sampai umurnya yang kini sudah menginjak 50-an tahun, beliau masih senam selama 30 menit/hari. 🤩
Mendengar cerita beliau, saya bergumam dalam hati "Ibu ini merawat dirinya dengan baik". Saya kemudian jadi teringat potongan kelas Wholistic Momma (Mother Care) yang pernah saya ikuti. Di kelas tersebut, Mba Vidya menyampaikan bagaimana perempuan yang telah menikah seriiing kali lupa merawat dirinya, dengan alasan sibuk memenuhi kebutuhan suami dan anak.
Merawat diri (self care) merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan diri (needs). Kebutuhan untuk makan (atas munculnya rasa lapar/hunger), bergerak (agar ada energy untuk menjalankan aktivitas sehari-hari), istirahat (atas munculnya rasa lelah), dan kebutuhan lainnya.
Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, biasanya muncul emosi negatif. Simply, because we are too tired, maybe? or because we're having very late breakfast? 🙂
Kata Mba Vidya,
untuk dapat memberi, maka perempuan harus terlebih dahulu memenuhi kebutuhannya. Karena ibarat teko yang berisi air. Bagaimana mungkin kita dapat mengeluarkan air, apabila tekonya tidak pernah kita isi? 🙂
Jum'at, 14 Juni 2023
Day 11 : Plastik (2)
Di post sebelumnya, gue cerita sedang mengurangi pemakaian plastik. Selain itu, gue juga sudah memisahkan sampah basah (hasil olahan/sampah makanan) dan sampah kering (plastik, kardus/kertas, kaca).
Setelah beberapa bulan menjalankan kebiasaan tersebut di atas, gue menemukan hal yang menarik saat belanja di pasar tradisional.
Bapak/ibu pedagang di pasar tradisional, menurut gue, mereka sopan sekali. Bagi mereka, membungkus belanjaan yang kita beli dengan plastik, merupakan adab (?). Beberapa kali gue menyampaikan ke mereka agar belanjaan yang gue beli ga usah di bungkus plastik. Jadi, langsung masuk ke tas belanja yang gue bawa. Tapi mereka merespon, "Jangan Neng, ini kotor. Diplastikin aja ya." Pedagang yang lain merespon dengan memasukkan belanjaan sayur ke tas gue sambil meminta maaf. Padahal mereka ga salah. Kan gue yang minta belanjaan ga diplastikin :D.
Setelah mengamati respon bapak/ibu pedagang, gue memutuskan belanja ke pasar ga cuma bawa tas belanja, tapi juga bawa plastik bekas yang udah gue bersihkan dan keringkan. Jadi, plastiknya bisa digunakan berkali-kali deh.
Kamis, 13 Juni 2024
Day 10 : Tubuh Manusia
Ada yang pernah ikut olahraga yoga?
Sekitar tahun 2019, gue ikut kelas yoga untuk pertama kali. Awalnya sempat ragu mau ikut, karena gerakan-gerakan yoga yang terlihat biasa aja. Gue bahkan comment "kayaknya ga akan ngeringetan nih kalo olahraga yoga." Ternyata salah, sodara-sodara! Yoga bikin banjir keringat! wkwkwk
Setelah mencoba untuk pertama kalinya, gue jadi ketagihan ikut latihan yoga 1 kali dalam seminggu. Hal yang gue suka selama yoga adalah postur badan kita akan 'dibetulkan' oleh instrukturnya. Misalnya, kalau kita terbiasa duduk bungkuk, maka saat latihan yoga kita diminta untuk duduk tegak. Posisi kayak rukuk dalam solat, itu ada juga di yoga. Jadi, kalau saat posisi rukuk, punggung kita ga lurus, itu akan keliatan saat yoga.
Ada satu hal yang menurut gue paling menarik selama ikut kelas yoga. Sebagaimana olahraga lain, yoga membuat gue sadar bahwa tubuh yang Allah ciptakan ini luar biasa.
Tubuh mampu melewati batas-batas kemampuan yang awalnya gue pikir ga mungkin gue lakukan.
Sebagai contoh, gue awalnya ragu, kalo gue mampu bertumpu pada dua lengan dengan kedua kaki menghadap langit (head stand), atau gerakan yoga lainnya yang 'sulit'. Tapi setelah latihan terus-menerus, diiringi dengan kesadaran bahwa Allah menciptakan tubuh kita mampu untuk melakukan hal itu, maka lama kelamaan kita mampu melakukannya.
Sama halnya kayak olahraga lari. Awalnya, untuk lari 5k bagi yang ga pernah lari, pasti rasanya sulit banget...Tapi dengan latihan terus menerus, menambah ilmu dan skill untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar durasi lari lebih lama, maka yang awalnya hanya mampu lari 1k, perlahan meningkat jadi 2k, 3k, 4k, eeeh ternyata bisa juga lari 5k!
Masya Allah, keren banget siy tubuh yang Allah ciptakan ini <3
Rabu, 12 Juni 2024
Day 9 : Ia Hadir...
Seberapa sering kamu benar-benar mendengar - 'nya' ?
Seberapa sering kamu mengabaikan - 'nya' yang tiba-tiba muncul, entah saat kamu sedang menyapu-memasak-mandi-berpakaian-berdiri di kendaraan umum?
Seberapa sering kamu sadar akan kehadiran - 'nya' ? Lalu legowo menerima kehadiran - 'nya' , tanpa berusaha mengabaikan, tanpa berusaha mencari-cari alasan?
Karena 'ia' hadir hanya meminta untuk diterima...Maka, selama kamu terus mengabaikan- 'nya', menutupi kehadiran - 'nya' dengan berbagai alasan, 'ia' akan tetap berteriak.
Kehadiran- 'nya' hanya untuk diterima, sayang...
'Ia' tidak butuh apapun. Sekali lagi, 'ia' hanya butuh diterima.
Ya, perasaanmu, hanya butuh diterima, kehadirannya...
Selasa, 11 Juni 2024
Day 8 : Waktu untuk Menulis
Setelah beberapa hari menjalankan #30daysofwritingchallenge, gue akhirnya ketemu waktu yang paling cocok bagi gue untuk menulis. Bagi gue, waktu paling tepat ialah di pagi hari. Ketika otak masih fresh, badan belum capek, dan ide-ide datang melimpah ruah.
Tadi pagi udah terpikir dua (2) ide untuk dituliskan. Namun, berhubung tadi pagi ga meluangkan waktu untuk menulis, kelewat deh golden time-nya </3
Sekarang, dengan sisa-sisa energi sepulang dari kantor, menghidupkan komputer, log in di Tumblr dan create new post yang sedang kamu baca ini. :)
Senin, 10 Juni 2024
Day 7 : E-reader
Masuk hari ke-7 #30daysofwritingchallenge . Mulai meraba-raba, cari ide apa lagi ya buat dituliskan di Tumblr (?). Akhirnya gue terpikir untuk posting gadget yang gue gunakan untuk membaca.
Sejak tahun 2014 gue udah ikut Goodreads Reading Challenge. Terakhir gue rutin baca dan update di Goodreads di tahun 2017. Bisa diliat ya di gambar pojok kiri atas, tahun 2017 gue baca 30 buku sesuai target. Dua tahun ga ikut Goodreads Reading Challenge, gue baru mulai rajin baca lagi di akhir tahun 2020.
Menjelang akhir tahun 2020, ayah gue meninggal. Saat itu gue mempertanyakan banyak hal; mengenai sakit yang Ayah alami beberapa bulan sebelum meninggalnya, mengenai kematian serta kehilangan itu sendiri, dan lain sebagainya.
Melewati hari demi hari setelah kehilangan orang yang kita sayang, sangat-sangat ga mudah. Di tengah kondisi pandemi dan LDM dengan suami, selain mengerjakan pekerjaan kantor dan rumah, gue akhirnya menghabiskan waktu dengan membaca. Membaca, salah satunya untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di kepala gue...
Pertengahan tahun 2021, suami gue memutuskan untuk beli Kindle Paper White (pojok kiri bawah). Saat itu gue juga udah tertarik baca menggunakan e-reader. Karena menurut gue lebih mudah untuk dibawa kemana-mana. Tapi karena saat itu buku yang gue baca banyaknya di Gramedia Digital dan Google Play Book, gue coba cari e-reader versi Android. Daann...ketemu lah dengan Onyx Boox. Saat itu yang happening di kalangan pembaca indonesia ialah Onyx Boox Poke 3 (pojok kanan atas). Harganya cukup jauh di atas Kindle. Gue maju mundur mau beli, bahkan sampai bikin daftar alasan, kenapa gue beli dan baca menggunakan e-reader wkwk. Bagi gue, itu pembelian gadget yang ga gue sesali. Karena manfaatnya buat gue; ringan dan sangat handy. Gue bisa baca buku Taipan yang setebal batu-bata itu, hanya dengan membawa e-reader setipis buku catatan :") Alhamdulillah ya Allah...
Eh, ternyata gue berjodoh dengan Poke 3 cuma 2 tahun :((. Poke 3 tertinggal di pesawat dari Jakarta menuju Madinah. Gue udah hubungi pihak Garuda di Indonesia dan Saudi Arabia, tapi ya ujungnya ga ketemu :"). Padahal beberapa tahun lalu gue punya pengalaman yang hampir sama, buku tertinggal di pesawat garuda domestik. Bedanya, saat itu pihak Garuda menemukan buku gue.
Setelah beberapa bulan pake Kindle suami, gue yang terbiasa pake e-reader Android, akhirnya memutuskan beli Onyx Boox lagi. Kali ini pilihan gue jatuh pada Onyx Boox Mini Tab C (pojok kiri bawah) yang memiliki layar lebih besar dibanding Poke 3, berwarna dan ada pen nya. Jadi gue bisa taking notes langsung di e-reader tersebut.
Setelah punya e-reader apakah gue hanya baca e-book aja? Mostly, yes. Karena cukup ringan dan bisa dibawa kemana-mana. Kadang-kadang gue masih baca buku fisik, tapi itu kalo penerbitnya ga/belum mengeluarkan versi digitalnya.
Manatau ada yang sedang cari e-reader, monggo bisa diliat review youtuber. Biar bisa membandingkan e-reader yang ada dan disesuaikan dengan kebutuhan dan budget masing-masing.
Minggu, 9 Juni 2024