Dear My Special One
Hari ini, aku melepaskan semua rasaku ke kamu. Aku mengambil kembali energiku yg kuberikan ke kamu. Perlahan, aku menyadari kita memang tak pernah bisa jalan beriringan.
Terima kasih ya, sudah menemani hari-hariku yang setidaknya sedikit berwarna. Walau dengan segala perjuangannya. Menjadi dekat dan lebih dekat. Namun, ada hal yang tak bisa dipaksakan atas takdir yang bertaut.
Jika ditanya apakah aku masih mencintaimu? Apaaku masih sayang kamu? Iyaa aku seperti awal bertemu, akan selalu menyayangi kamu. Sampai hatiku benar-benar bisa melupakanmu.
Entah ini benar cinta atau hanya rasa takut kehilangan. Namun, aku ingin mengakui perasaan itu. Nggak mau mengingkarinya. Karena, semakin kulawan, maka semakin sesak rasanya. Itu kenapa aku memilih mengakui kalo aku sayang kamu.
Aku sedih. Iya, nggak ada yang nggak sedih tiba-tiba kehilangan. Tiba-tiba menjadi asing. Walau sebelumnya juga tidak intens, tapi setidaknya aku masih bisa berbagi banyak hal ke kamu.
Apakah aku baik-baik saja? Enggak, aku tidak baik-baik. Ada sesak yang teramat sakit. Sesak yang harus kulampiaskan agar habis semua rasa sakitnya.
Maafkan aku yaa. Kamu sehat selalu ya. Rinduuu ๐ญ Bagaimana rinduu ini harus kusampaikan?
Yogyakarta, 02 Mei 2026











