Karyawan Tuhan.
Pernah nggak sih merasa jadi seseorang yang berbeda di tempat yang berbeda?
Atau menjadi seseorang yang berbeda pula saat berinteraksi dengan orang yang berbeda?
Dengan orang A ramah banget, giliran dengan orang B juteknya subhanallaah.
Di tempat kerja integritasnya luar biasa, giliran di rumah rebahan mulu tak kenal waktu dengan dalih recharging energy.
Ya, nggak ada masalah sih dengan recharging energy. Yang jadi masalah adalah ketika kehadiran kita di suatu tempat justru nggak ada kesadaran peran di dalamnya.
Lucu nggak sih, se-effort itu untuk urusan kerja tapi minus effort untuk urusan lain, dalam hal ini holistik(?)
Padahal orang-orang di rumahlah yang Allah pilihkan untuk kita dimana mereka paling ngerti dan menerima kita apa adanya.
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi)
Kita ketahui bersama bahwa Rasulullaah SAW dikenal sangat baik akhlaknya kepada orang lain. Maka dengan merujuk hadits tersebut, bayangkan, seluar biasa baik apa akhlak beliau kepada keluarga/kerabat dekatnya jika kepada orang lain yang bukan kerabat saja sekarimah itu? MasyaAllaah..
Ini menjadi pengingat kita bersama bahwa dimanapun kita berada tugas kita adalah sama yaitu untuk beribadah kepada Rabb Semesta.
Jika benar hidup kita adalah untuk ibadah kepadaNya, maka seharusnya tidak ada perbedaan akhlak atau perangai kita, baik itu ketika kita di tempat berkarya (kerja, dsb) maupun ketika di rumah.
Mari yakini selalu bahwa semua yang kita lakukan, Allaah tak lengah atasnya;
Karena Ia melihatnya..
Karena Ia 'kan meminta pertanggungjawaban dan memberi balasan atas apa-apa yang kita kerja..













