Tidak semua perkembangan terlihat tumbuh ke ‘atas’, bisa saja mengakar lebih kuat di ‘dalam’. Keep going! Laa hawla wa laa quwwata illa billah🌷
cherry valley forever
Not today Justin
YOU ARE THE REASON
No title available
tumblr dot com
Show & Tell
Cosimo Galluzzi
Mike Driver

PR's Tumblrdome

oozey mess
noise dept.

pixel skylines
ojovivo

No title available

izzy's playlists!

blake kathryn
we're not kids anymore.
Keni
macklin celebrini has autism
Stranger Things
seen from Ireland

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Argentina

seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from Australia
seen from United States
seen from Taiwan
seen from Australia
seen from France

seen from France
seen from Netherlands

seen from Brazil

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from Ukraine

seen from Argentina
@deazaurellia
Tidak semua perkembangan terlihat tumbuh ke ‘atas’, bisa saja mengakar lebih kuat di ‘dalam’. Keep going! Laa hawla wa laa quwwata illa billah🌷
Kita nggak perlu sibuk memperbaiki diri demi orang lain atau untuk menjadi idaman siapapun. Cukup fokus kepada diri kita; berbenah dan memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi.
InsyaAllah akan tiba saatnya Allah persatukan dengan orang yang tepat di waktu yang tepat ✨
Jika mengikuti hati, aku mengetahui siapa orangnya. Jika mengikuti pikiran, aku juga mengetahui siapa orangnya. Namun…
Ya Allah arahkan jawaban terbaik dari-Mu. Tuntun hati ini atas apa yang Engkau pilihkan.
“Mudahkan yang sungguh hanya menujuku.”
Writing and journaling helps me understand myself better. It teaches me gratitude and acceptance. I learn that healing doesn't have to be loud in every word I write down ❤️
Tumbuh Tanpa Sadar
Mungkin kamu memiliki pilihan untuk menyerah, tapi kamu tidak memilihnya. Apakah kamu sudah sadar bertapa kuat dan hebatnya dirimu? Tetap memilih untuk terus menjalani meski dengan keyakinan yang tipis, dengan perasaan yang tak menentu, dan ketidakpastian yang pasti.
Hatimu yang selama ini terlalu lembut, telah belajar untuk kuat. Tidak lagi mudah terluka karena hal-hal yang tak seberapa. Lebih mudah untuk dikendalikan karena kamu telah beranjak dengan pengetahuan.
Pengetahuan tentang hakikat hidup, hakikat bahagia, dan hal-hal lain yang lebih prioritas daripada menebak-nebak rasa dan pikiran orang lain. Kamu telah tumbuh, meski tak menyadarinya.
Memang belum waktunya berbuah manis, tapi kamu telah kuat menahan terpaan angin yang kencang. Apakah kamu masih tidak menyadarinya? (c)kurniawangunadi
Katanya, semua bisa dilakukan dengan kekuasaan karena jabatan atau tumpukan harta yang kita miliki. Namun bukan berarti kita dapat semena-mena dengan orang lain atas hal itu.
Semoga kita dimudahkan untuk bijak dalam menyikapi amanah dan titipan yang Allah berikan.
Pentingnya ilmu tenang dalam berbisnis karena terdapat hal internal maupun eksternal yang membutuhkan ketenangan untuk menghadapinya. Salah satunya ketika terdapat kompetitor yang menjengkelkan karena hobi amati, tiru, tanpa modifikasi (plek-ketiplek). Terlebih jika menemui yang suka mengusik usaha orang lain dengan menghalalkan berbagai cara.
Dulu aku kesal ketika menemui hal tersebut, apalagi jika yang bersangkutan melakukan hal berulang. Tapi aku berpikir bahwa kita tidak bisa menghentikan orang lain ingin berbuat apa, yang bisa kita lakukan adalah mengontrol diri kita.
Dari menjalani sebuah bisnis aku lebih paham tentang makna kesabaran dan proses di dalamnya. Tidak semua hal harus ‘segera’ apalagi membuat keputusan dengan ‘tergesa-gesa’.
Semangat bagi para pelaku usaha. Jangan sampai lelah sekedar lelah begitu saja, tapi selipkan niat-niat baik yang melingkupinya. Rezeki itu berasal dari Allah, orang lain tidak bisa menghalangi sedikitpun tanpa seizin-Nya.
1/365
Setiap hari adalah proses belajar; belajar tentang sebuah penerimaan supaya hati terasa lapang, belajar tentang sebuah kesabaran supaya menghadapi kondisi dengan keputusan yang baik, dan belajar tentang keikhlasan supaya terasa ringan dalam menyelami berbagai makna.
Dalam proses belajar kita pun perlu untuk merawat; merawat pikiran agar dapat menghadirkan prasangka baik dalam segala kondisi, merawat hati agar dapat menempatkan pada posisi seharusnya, bahkan merawat mental agar tetap ‘waras’ menapaki banyak hal.
Kita tak selalu dihadapkan dengan kondisi yang ideal. Maka ketika di kondisi yang tidak ideal itu, jangan lupa untuk tetap memvalidasi apa yang kita rasa. Tak mengapa ketika terkadang merasa lemah, merasa capek, merasa rapuh. Kita memang manusia yang memiliki ‘rasa’ tersebut agar kita paham bahwa hanya Allah sebaik-baik tempat bergantung dan sumber kekuatan.
Semoga didekatkan dengan hal-hal baik dan mengandung banyak kebaikan 🌸
Hidup akan terasa begitu melelahkan apabila kita masih sibuk mencari pengakuan dan validasi dari orang lain. Tak semua hal yang kita miliki perlu untuk selalu ditampakkan; secukupnya, seperlunya.
Temui aku dalam rasa cukupmu, Tuan. Mengapa? sebab kau tak akan menemui makna rasa cukup ketika engkau belum mengerti bagaimana cara menjaga pandangan. Aku takkan terlihat paling menawan bagimu ketika pandangan itu kau tebar.
Aku mengerti tentang kemudahan akses untuk 'melihat' apapun di laman media sosial. Aku juga mengerti tentang pentingnya membangun relasi baik sejenis maupun lawan jenis. Tapi semoga apapun itu tidak membuat kita terlalu bermudah-mudahan hingga melupakan bahwa diri kita butuh memiliki prinsip yang harus terus digenggam.
Tuan, semoga dalam setiap upaya yang kamu lakukan untuk menjaga dan menahan bermuara pada nikmatnya rasa 'cukup', ketenangan dan ketentraman hati, beserta manisnya syukur ✨
Prinsip hidup yang terus coba diupayakan.
Kita harus punya keyakinan utuh, bahwa konsep keadilan Allah itu nyata adanya. Kalau ada orang yang berbuat nggak adil, bahkan dzalim terhadap manusia tetapi hidupnya terlihat baik-baik saja, percayalah bahwa balasan Allah itu nyata.
Pun halnya diri kita, yang selalu mengupayakan segala hal dengan sebaik mungkin, tetapi tidak mendapati apa yang kita inginkan, kita juga wajib percaya bahwa janji Allah itu nyata, dan pasti, pasti melebihi ekspektasi yang bisa dijangkau manusia.
Masalahnya, prasyaratnya memang nggak mudah; yaitu harus ada keyakinan yang utuh, tanpa distorsi sedikitpun. Keyakinan utuh itu tidak sebatas ucapan atau cara pandang "Insyaallah nanti diberikan Allah yang terbaik.", tetapi juga menuntut adanya ikhtiar yang konkret, yang terus dievaluasi dan diperbaiki setiap saat.
Bahwa caranya belum ideal, langkahnya belum maksimal, capaiannya belum terpenuhi, itu manusiawi bahkan bagus. Kenapa bisa gitu? Artinya, masih ada kesadaran dalam diri kita bahwa sejatinya langkah-langkah kita ini memang sangat terbatas, lemah dan seringkali hilang arah, maka dari itu kita harus bergantung dan melibatkan Allah, dengan segala keagungan-Nya.
Jadi, tetap lakukan yang terbaik apapun kesempatannya, kita tidak tahu amalan apa yang akan menyelamatkan kita nanti di akhirat nanti. Wallahua'lam.
Dunia bisnis itu terkadang terasa 'mengerikan'. Ada beberapa orang yang memilih untuk bersaing secara tidak sehat hingga menggunakan dan menghalalkan berbagai cara untuk 'menumbangkan' orang lain.
Pernah di suatu waktu aku merasa kehabisan energi dan rasa sabar untuk menghadapi orang kejam tak berhati. Lalu aku duduk menepi dan bertanya pada diri "apa yang sebenarnya sedang aku cari?".
"Dear diri, semoga niat yang kita miliki dan orientasi yang kita genggam tetap berada di jalur yang seharusnya. Laa hawla wa laa quwwata illa billah"
Tuan, jangan menujuku ketika pertimbangan yang kau miliki hanya berkaitan dengan kelebihan yang tampak di permukaan. Sungguh, tentu terdapat kekurangan dan cela yang tersembunyi di balik itu semua.
Tuan, jangan menujuku ketika pertimbangan yang kau miliki hanya berkaitan dengan hal-hal temporal yang ada. Aku khawatir kau akan kecewa jika hal temporal itu tak lagi sama.
Tuan, sebelum kau putuskan langkah itu menujuku, yakinkan hatimu. Apakah benar kau yakin bisa menerima segala sisiku secara utuh? apakah benar kau yakin bahwa aku adalah perempuan yang akan menggenapkan ganjilmu?
"Jangan ingin menikah hanya karena melihat teman-temanmu sudah menikah", nasihat yang berulang kali ku tujukan kepada diriku sendiri.
Ketika melihat banyak teman yang sudah menikah, wajar timbul perasaan ingin dan bertanya dalam hati "kapan ya?". Tapi semoga itu memacu diri untuk lebih bersemangat mempersiapkan dan memantaskan diri.
Menikah adalah ibadah terpanjang yang perlu bekal dan persiapan. Tak hanya persiapan terkait finansial, tetapi mental dan ilmu. Definisi kata 'siap' bagi setiap orang tentu berbeda-beda dan bukan perihal usia.
Sebelum benar-benar memutuskan, perlu untuk berdialog dengan diri sendiri: • Apakah sudah siap mengemban peran sebagai istri dan sepenuhnya mengabdi pada suami? • Apakah sudah siap mengemban peran menjadi seorang ibu yang merupakan madrasah pertama? • Apakah sudah siap dengan peran-peran lain yang menyertai dalam kehidupan berumah tangga?
"Semoga dipersatukan di waktu terbaik, ya"
Dee | Pacitan, 04 Agustus 2025
Lama tak menulis di laman ini. Entah, rasanya pikiran sudah terlalu sesak. Untaian kalimat yang biasanya terasa 'mengalir', tak lagi terurai dengan mudah. Sekedar membalas pesan saja butuh energi lebih.
Pilihan
Kita selalu memilih, untuk merasa cukup atau terus merasa kekurangan.
Kita selalu memilih, untuk terus mempertanyakan takdir atau memungut pelajaran yang selalu tersedia di depan mata.
Pun tentang rejeki ia memecah menjadi dua pilihan menurut logika manusia; memang rejeki kita dan bukan rejeki kita—lalu diantaranya selalu terselip kejutan yang sering disebut oleh hati sebagai keajaiban.
Bahwa di titik paling putus asa disitulah kemudahan dan jalan keluar itu hadir.
Bahwa di titik paling rendah disitulah rasa lapang itu menyelimuti.
Dan di titik paling gulita disitulah petunjuk pijar menyala.
Dan Maha Penyayang Allah dengan segala bentuk cintaNya yang tiada terhingga, yang seringkali kita salah paham akan maksud ketetapan-Nya, yang seringkali kita sedih akan sebuah kebaikan yang tidak mampu kita peka akan maknanya, yang seringkali kita merasa gagal atas sebuah rencana yang disebaliknya sesungguhnya Allah sedang menyelamatkan kita.
Jalani saja, pelan-pelan seluruh titian hidup ini, semoga Allah selalu melembutkan hati kita untuk menerima hidayah-Nya dan peka akan setiap hikmah-Nya. Aamiin...
Rintik hujan September, 2025 19.24 wita
Nggak semua perkembangan terlihat tumbuh ke atas. Bisa aja mengakar kuat ke dalam.
@milaalkhansah