gak tau kenapa tiba tiba aplikasi ini hilang dari HP. Padahal gak pernah uninstal, mencoba instal lagi tapi gak bisa.Mungkin karena emang harus ganti hp sepertinya hhehehe

ellievsbear
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
sheepfilms
Not today Justin
Sade Olutola
Jules of Nature
One Nice Bug Per Day
Peter Solarz
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Sweet Seals For You, Always

No title available

Origami Around
DEAR READER
I'd rather be in outer space 🛸
we're not kids anymore.
todays bird

★

⁂
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Today's Document
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Bulgaria

seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from Philippines
seen from Belarus

seen from United States

seen from Kenya
seen from Bangladesh
seen from Türkiye

seen from Mozambique
seen from United Kingdom
@diaryofanggie
gak tau kenapa tiba tiba aplikasi ini hilang dari HP. Padahal gak pernah uninstal, mencoba instal lagi tapi gak bisa.Mungkin karena emang harus ganti hp sepertinya hhehehe
Banyak sebenarnya yang bisa mendengar cerita serta keluh kesah.
Tapi tidak semuanya bisa jadi tempat ternyaman.
Aku benar benar kehilangan sosok seperti itu.
Hari hari sudah dilalui terlalu mempelajari cara bagaimana kamu memposisikan diri ternyaman.
Sekarang aku bingung harus bagaimana disaat saat sulit seperti ini.
Aku egois, dan saat ini aku mengingikan kamu.
Tolong, datang.
Segeralah, karna aku sudah tidak sanggup
Rindu
Hujan turun hampir tiap sore di Kota Malang.
Syahdu nuansannya disaat aku melihat turunya hujan di jendela ruangan kantor.
Hilir mudik kendaraan yang dibasahi olehnya
Beberapa motor memakai jas hujan, beberapa lagi pasrah badannya dihujani.
Sepintas teringat tentang kamu.
Apa kabar kamu ? Sehat ka ?
Sedang berteduhkah dari hujan ?
Rindu yang tersampaikan ini biarlah jadi doa ku.
Berharap walau sebenarnya tidak boleh lagi berharap.
Semoga kamu juga merindukan aku disaar hujan turun
Aku rindu kamu, sangat merindukan kamu
Tidak ada dua nahkoda dalam satu kapal pesiar.
belajar memahami bahwa tidak perlu berpura pura lagi.
Iya, saya akui saya patah hati.
Dan bisa dibilang sepatah patah hati.
Mencoba pelarian kesana kemari pun hanya membuat hidup semakin lelah.
Hadirnya orang baru pun tidak serta merta menyembuhkan.
Akhirnya, aku benar benar pada puncak lelahnya.
Memang lebih baik mengobati sakitnya dengan sendiri dulu. Mencoba mencintai diri sendiri dulu, membahagiakan diri sendiri sebelum membahagiakan orang lain.
Biarlah yang namanya jodoh datang dengan sendirinya.
Seperti hujan yang turun tanpa memberi pertanda.
Inilah aku yang sedang patah hati dan mencoba menerima.
ya Tuhan kenapa aku se terluka ini?
Kapan sembuhnya?
Mohon maaf tangan gak bisa diajak kerjasama. Jadinya leluasa kepo sehingga sakit hati.
Hahahahaha lupa saya siapa.
Ya maaf
Percayalah
Aku tidak menyangka akan serapuh ini saat kehilanganmu.
Bolehkah
bolehkah Tuhan aku bertanya mengapa semua terjadi ?
Selamanya
selamanya kisah ini tidak akan aku relakan begitu saja. Kelak di kehidupan berikutnya aku harus bertemu, dan selamanya bersamamu.
Awal Pertemuan
Terimakasih semesta sudah mendengar ucapanku saat itu.
Semesta tak pernah tidur, dan aku percaya itu.
Ia hidup, angin yang berhembus, rumput yang bergoyang, hujan yang turun seluruhnya membawa diri ini kepadamu.
Sebuah takdir yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
ucapanku yang lalu ...
“Diantaranya ( laki - laki ) yang baru aku kenal. Aku memilih dia, kelak jika diberi kesempatan aku ingin menjadi kekasihnya.”
Iya saat itu, aku memilih kamu
Tapi sayangnya waktu yang dekat tidak berpihak, aku harus menunggu hadirnya mungkin 1 - 2 tahun kemudian
Dalam hitungan waktu tersebut aku hanya menjadi penikmat statusnya bbm nya. Sempat memberikan sinyal dengan membalas statusnya tapi cuman beberapa chat lalu selesai.
Pertemuan saat itu adalah takdir perjalanan hingga aku berdiri sampai pada waktu ini. Dengan sendirinya aku bangkit kembali untuk benar benar merelakanmu pergi, dan hanya memeluk kenangan yang ada.
Tidak ada lagi kamu adalah milikku.
Memang benar setiap pertemuan ada perpisahan yang harus terjadi.
Terimakasih sudah membuat bahagia walau hanya dalam waktu yang singkat.
Jika kelak dalam kehidupan lain, aku masih ingin bersamamu.
Sekali lagi, tapi yang kedua aku ingin kita menjadi selamanya.
Pertemanan Kita
Pernah gak , ada di suatu hubungan yang dimana kalian tidak bisa menjalin hubungan lebih dari teman ?
Pertemuan awal denganmu, kamu terluka karena restu orang tua, sedangkan aku menjalin hubungan dengan pria yang tidak cukup dengan 1 wanita.
Kita pun bertemu akhirnya, kita mengobrol, makan siang bersama.Setelah itu beberap waktu kemudian kita hilang kontak.
Sekarang setelah beberapa tahun kemudian aku mencoba mengontak kamu kembali.
Ternyata sama aja rasanya, seperti tahun tahun sebelumnya.
Aku hanya bisa berteman denganmu, tidak ada rasa yang lebih atau sekedar memiliki.
Tetaplah menjadi seperti ini , aku cukup nyaman dengan semuanya.
Mungkin cara bahagia kita dengan berteman seperti ini :)
Berhentilah segera !
Dia tidak akan pernah kembali.
Kepada Otakku
Waktu terus berjalan tanpa memikirkan aku untuk berisitirahat dari sakitnya hati.
Perasaan enggan beranjak dari rasa nyaman, tapi sekali lagi waktu tidak pernah kompromi.
Aku pun selalu menyibukkan diri.
Bekerja, menonton drama, bertemu teman, bahkan jika tidak ada lagi yang ingin kulakukan aku memilih tidur.
Tidak akan kubiarkan perasaan sayang ini merajai otakku lagi.
Jika bisa hilang , aku memilih menghilangkan dirimu dari memori otak ini.
Aku benar benar tidak ingin otakku mengingat
Tapi memang aku adalah lemah.
Sedetik tidak pernah aku melupakanmu.
Waktu aku bangun tidur, aku masih ingat dulu kamu selalu meninggalkan pesan whatsApp saat malam, hanya sekedar mengabari kamu sudah dirumah.
Waktu aku ingin pergi aku masih menatap handphone seolah aku harus berpamitan denganmu.
Waktu ada post instagram tentang makanan kesukaan kita, aku ingin memberikan postingan itu ke akun sosial mediamu. Menandakan kita akan segera makan siang menu itu,
Indah ya kenangan itu, sampai sampai aku ingin mengulangnya kembali.
Tapi tidak ...
Terhenti semuanya, ketika otakku bekerja keras untuk mengabaikan itu semuanya,
Semangat otakku, mungkin pekerjaanmu akan selalu berat ketika setiap sudut kota, setiap kenangan singgah.
Percayalah perasaan ini juga bekerja keras untuk tidak mengingatnya lagi,
Mari kita sibuk, sampai kita lupa kenangan dia ...
September
Tidak ada hari yang tidak menyenangkan jika bersamamu.
Mungkin hari ini adalah hari terakhir aku bermanja dalam pelukkanmu. Menikmati suara detak jantungmu, mendengar suara tarikan nafasmu.
Tidak akan kulupa saat senja, pelangi tanpa hujan menampilkan rona warnanya yang indah. Aku tidak tahu apa maksud semesta memilih pelangi untuk kita berdua nikmati.
Secangkir kopi tak seberapa akan nampak nikmat jika dinikmati denganmu, sembari beratap langit, dan film yang kita tonton dipinggir kolam malam hari. Sejuknya angin malam menambah manis suasana.
Untukkmu, tidak terhingga rasaku untukmu. Terimakasih.
117
Jika kamu tiada
Jika kamu tiada,
Siapa yang akan memelukku ketika malam datang ?
Siapa yang akan mengucapkan selamat pagi ketika aku bangun ?
Siapa yang akan memberi aku ruang cerita ketika aku mempunyai masalah ?
Jika kamu tiada..
Siapa yang akan menghibur ketika aku sedih ?
Siapa lagi jika bukan kamu.
Yang selalu membuka lebar dadanya untukku melabuhkan peluk
Pelukmu hangat, seperti sinar matahari sore hari
Jika kamu tiada ,,,
Bagaimana aku bisa menjalani hidup?
Bagaimana aku hangat tiap harinya?
Sanggupkah aku bertahan ?
Jika kamu tiada ...
Akankah aku juga tiada ?
TOLONG
Aku sedang memperbaiki hatiku yang sedang sakit
Cinta yang dipaksa untuk terhenti tidak semudah itu bisa sembuh
Tolonglah untuk orang sekitarku , jangan kau tanya aku ini kenapa.
Jangan kau tanya bagaimana keadaanku saat ini
Padahal kau tau aku sedang tidak baik baik saja
Cobalah sedikit paham, anggaplah aku baik baik saja
Aku tidak perlu dikasihani
aku cuman butuh waktu untuk memulainya semua dari awal