Segalanya terlihat semakin jauh.
Cahaya kian redup menyisakan temaram
pada malam-malam yang panjang.
Jarak membentang, mengikis habis harapan
hingga yang tersisa hanyalah kenangan
Sebab kita dibekukan waktu.
Pada akhirnya, proses melepaskan ini terjadi.
Pelan tapi pasti.
Seperti yang patah tumbuh, hilang dan berganti.
Sampai jumpa pada perjalanan lainnya. Tak apa, sejak semula kita memanglah pengelana yang memilih menjadi rumah untuk satu sama lain. Tetapi kau lebih dulu memilih pergi, maka aku berkemas sebab untuk apa sebuah rumah jika tak pernah ada yang pulang?
Tak apa.
Kita kembali menjadi Pengelana yang menempuh jalannya masing-masing. Suatu waktu aku akan kembali berhenti, menjadi rumah bagi seorang yang memilih berhenti saat tahu selalu ada alasan untuk meneruskan perjalanannya.
Sampai jumpa, jika perjumpaan itu masih ada.
(Makassar, 2020)









