<3

ellievsbear
Claire Keane
No title available
Misplaced Lens Cap

pixel skylines

#extradirty
TVSTRANGERTHINGS
Not today Justin
Cosimo Galluzzi

oozey mess

JVL
One Nice Bug Per Day
Peter Solarz
tumblr dot com
todays bird

Product Placement

★
noise dept.
$LAYYYTER
we're not kids anymore.
seen from Malaysia
seen from United States

seen from South Korea
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Morocco

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Switzerland

seen from Malaysia
@didipratiwi
<3
day10: insight topik “Penyimpangan Seksualitas, Solusi, dan Pencegahan”
penyimpangan seksualitas ini akarnya adalah lagi-lagi dari rumah, dari orang tua. misal seperti ketidakhadiran figur ayah, kemudian pendidikan seksualitas yang belum memadai. dari rumah, penyebab tersebut akan menjadi lebih luas seiring anak beranjak dewasa. jadi, mumpung rek anak-anak masih kecil, sing ketat, sing waspada, sing teladan, sing isok dadi konco, sing dipercoyo. *talk to myself
day9: insight topik “Menjaga Diri dari Kekerasan Seksual”
mulai masuk pada topik ini bener-bener bikin ngeri. apalagi preambule nya yang menyebutkan kasus-kasus kekerasan seksual pada anak, dan sing paling parah, mayoritas kasus tersebut merupakan kasus yang terjadi pada keluarga, hubungan kekerabatan. astaghfirullah...
bener yang disebut sebagai kunci dalam menjaga diri dari kekerasan seksual adalah pendidikan seksualitas pada anak sesuai usianya. tentu hal tersebut dinamakan pendidikan karena butuh ditanamkan tidak sehari-duahari, melainkan “dididik” selama beberapa waktu yang lama sehingga didikan tersebut dapat betul tertanam pada diri anak-anak kita. termasuk mengenai malu, kemudian bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak, dll.
kemudian penting lagi adalah untuk menanamkan rasa percaya anak kepada orang tuanya. hal ini menjadi tugas yang sangat penting mengingat semakin dewasa, anak akan memiliki teman serta mungkin komunitas yang tidak bisa 100% terus kita pantau. jadi ketika kita sudah menjadi teman curhat yang baik, kita akan bisa memberi mereka masukan mengenai hal-hal yang terjadi di luar pengawasan kita...
day8 : insight topik “Pengaruh Media Digital Terhadap Pemahaman Seksualitas”
di topik ini, aku cuma pingin melakukan satu hal. memeluk anak-anak lebih erat lagi. juga dengan semangat “aku akan belajar lagi biar nggak kehabisan ide untuk menemani mereka beraktivitas”. nggak boleh lengah. banyak-banyak berdoa minta bantuan sama Yang Diatas.
day7: insight topik “Pentingnya Aqil dan Baligh secara Bersamaan”
wah! selesai menyimak topik ini bener-bener isinya daging semuah. tanpa sisa. masyaa Allah, terima kasih buat tim 20 yang udah bener-bener merangkum dan me-highlight materi segitu banyak dan pentingnya. semoga kebermanfaatannya mengalirkan pahala yang tak terhingga. aamiin.
AHA moment di topik ini adalah ketika disebutkan bahwa pada revolusi industri orang tua sudah kelelahan bekerja sehingga ia tak sempat lagi mendidik anak-anaknya di rumah. karena itulah kemudian muncul masalah ketidakseimbangan aqil dan baligh pada remaja di zamannya (ppt Pentingnya Aqil dan Baligh secara Bersamaan slide 18, Bunsay, 2021).
saya lalu, deg!
ya Allah, pernah ada masanya saya pribadi merasa pingin bekerja karena sudah sekolah sampai sarjana, ngapain ngopeni anak dan rumah, merasa aktualisasi diri yang kurang, tidak punya banyak teman dsb dsb. padahal, anak-anak saya juga sedang tumbuh dan berkembang kala itu. qadarullah, Allah kuatkan saya untuk tetap di rumah. lalu Dia izinkan saya juga terus belajar secara bertahap, melepas ego2 yang carut marut tidak karuan. ya Allah, alhamdulillah. you are doing great, Di! Thank you <3
AHA momen lainnya adalah menyaksikan buanyak sekali peer kami dalam membangun kesiapan seksualitas anak seperti pada jam berapa saja ketika masuk kamar orang tua harus mengetuk pintu dulu. ya Allah, baru tau ada aturan sebegini. siap searching lebih jauh lagi insyaa Allah. dan yang penting lagi adalah segera ngajak rapat vitamin A (Abi hehe) untuk bikin fondasi tentang semuaaa ini. bismillah ya Allah, tolong bimbing kami...
day6 : insight topik “Peran Ayah Dalam Pengasuhan untuk Pendidikan Seksualitas”
bicara mengenai ayah memang tidak akan ada habisnya ya. apalagi dengan banyaknya permasalahan yang ketika ditarik ujungnya ada di ketidakhadiran ayah dalam keluarga.
teringat obrolan kami di suatu malam yang sudah cukup larut. suami saya tetiba memberikan statement. “aku udah nemu hikmah isra miraj yang keren banget”. penasaran, saya langsung siap pasang telinga.
setelah preambule mengenai Rasulullah, isra miraj, dan perintah solat. doi kemudian memulai dengan fase-fase sholat pada anak. kemudian masuk kepada dialog antara luqman dan anaknya, yang dimana salah satu isinya berupa ajakan sholat. dalam ayat tersebut, Allah mem-frame bahwa ajakan sholat itu datang dari seorang ayah kepada anaknya, bukan dari Rabb kepada hambanya. hal tersebut menunjukkan bahwa penting sekali nasehat dan peran seorang ayah dalam kehidupan anaknya.
lalu terakhir doi menutup malam itu dengan bilang, “aku rasanya ditampar berkali-kali sama Allah”. saya hanya tersenyum. lalu saya genggam tangannya, saya semangati dia, “abi masih punya waktu, jadi ya manfaatkan baik-baik”
day 5: insight topik “Peran Orang Tua Dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas”
memasuki topik ini, teringat kemudian obrolan dengan si adek yang usianya baru akan menginjak 4 tahun.
kholid : ummi, ummi itu cantik ya.
ummi : iya, semua perempuan itu cantik. kalau kholid apa?
kholid : kalau kholid tampan
ummi : iya betul sekali ya. semua laki-laki itu tampan ya. termasuk kholid.
akhirnya setelah obrolan itu doi jadi punya semboyan dong, si kholid yang tampan :D wkwkwk
sehabis menyimak materi dari topik ini, sesungguhnya masih banyak banget peer untuk kami, saya dan suami. termasuk yang paling terasa adalah mengenai kedekatan. alhamdulillah sejak pandemi ini karena suami banyak di rumah, jadi deh mulai main dan ngobrol lebih banyak juga sama abi nya. termasuk juga salah satu peernya adalah mengenalkan organ kelamin laki-laki dan perempuan dengan nama sebenarnya. karena selama ini saya masih memakai nama alias spt me***, tit** dsb.
insyaa Allah fitrah seksualitas ini akan berjalan dengan baik jika kita juga sabar dalam membersamai dan memberikan insight yang benar pada anak. misal ketika ia ikut memasak, tentu harus sabar, kemudian sisihkan waktu untuk menberi review, nah disini bisa disisipkan mengenai peran seorang ibu. begitu pula dengan kegiatan keayahan misal dengan pergi ke masjid.
day4: insight topik “Pendidikan Seksualitas Sejak Dini”
masuk ke topik ini bener-bener ditampol rasanya. pertama dan utama sih memang ya sebelum kita mengajarkan segala sesuatu pada anak kita adalah sudahkah kita memberikan kasih sayang dan cinta yang memang harus mereka dapatkan, tanpa syarat. jadi inget wejangan dan tulisan salah seorang teman di kelas bunsay regional juga. kurang lebih beliau menulis yang isinya adalah mempertanyakan. sebenarnya sudahkah kita menyayangi anak-anak kita tanpa syarat. tanpa perlu ada prestasi bahwa doi harus bisa toilet training dulu, harus bisa membaca dan menulis dulu. hiks hiks, langsung mewek deh :’
terkait pendidikan seksualitas, anak-anak saya merupakan golongan kelompok 3-6 tahun yang peer pendidikan seksualitasnya mulai banyak hehe alhamdulillah saya dan suami juga sudah mengenalkan mereka pada keluarga besar beserta dengan panggilan, misal pakdhe budhe, mengapa dipanggil seperti itu (silsilah). kemudian jika mereka bertemu dengan orang yang belum dikenal misal ada keluarga yang jarang bertemu, atau tetangga di rumah nenek-kakek, saya akan approach (tidak menolak) dan menjelaskan baik-baik. jika belum mau bertemu dengan orang tersebut, anak-anak selalu saya persilahkan, tidak memaksa.
kemudian dalam hal menjelaskan mengenai bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain juga alhamdulillah sudah dilaksanakan di day1 memulai zona ini dan akan terus diperbaiki. bismillah, semoga tugas-tugas yang menanti selanjutnya bisa dilaksanakan dengan baik. aamiiinn
day3 : insight topik “pemahaman perbedaan gender”
alhamdulillah, rampung menyimak materi dari kelompok 1 mengenai pemahaman perbedaan gender bener-bener bikin melek. memang dalam memahamkan menurutku, kesepakatan antara ibu dan ayah (circle pertama) harus mutlak dulu. bahwa dalam keseharian, ibu cenderung bertugas memasak, merawat anak-anak, merawat rumah. lalu ayah akan bertugas mencari nafkah, kemudian disusul dengan menemani ibu dan anak-anak belajar. meski, tentu tugas-tugas tersebut tidak mutlak karena kedua gender pun bisa melakukan sebaliknya. hal ini bisa dilakukan dengan melibatkan anak-anak dalam keseharian misal mengajak memasak, membersihkan rumah, mengajak anak ke tempat kerja, dll.
kemudian jika anak-anak bertanya mengenai seks, kemudian organ biologis yang terkait, hal tersebut tidak bisa dihindari oleh orang tua dan harus segera dijawab dengan pemahaman yang baik. atau kitalah yang menginisiasi percakapan-percakapan tersebut.
teringat percakapan hari kemarin dengan si kakak mengenai apa yang berbeda dari ummi dan abi. dan dari jawabannya, doi mulai bisa mengklasifikasi mana yang tugas ibu atau ayah tapi belum bisa menyebutkan perbedaan secara biologis misal ibu hamil, melahirkan, dan menyusui tapi ayah tidak bisa seerti itu.
bismillah, semangat belajar lagi!
day2 : ummi dan abi, apa yang berbeda?
Ummi : “kak, dari apa yang sering kakak lihat, apa bedanya ummi sama abi?”
Kakak terdiam agak lama sambal ber hm hm ria. Ber-apa ya apa ya. Lalu dia mulai menyebutkan aktivitas kami –yang dilihatnya- selama di rumah.
Kakak : “ummi cuci piring, eh abi juga sih. Abi nggendong, eh ummi juga sih. Apa ya mi?”
Ummi : “sini ummi kasih petunjuk”
Saya lalu memperagakan ibu hamil dengan perutnya yang besar. Kakak pun tertawa.
Kakak : “apa mi? masa punya adik bayi?”
Ummi : “naaah, ummi perempuan bisa hamil, melahirkan, menyusui. Kalo abi laki-laki bisa nggak hamil?”
Kakak : (tertawa) “ya nggak bisa mi. mosok abi hamil”
Ummi : “nah itu lah kodratnya perempuan. Hamil, melahirkan, kemudian menyusui anaknya. Sedangkan laki-laki tugasnya apa? Mencari nafkah untuk keluarganya, mendidik istri dan anak-anaknya. Jadi memang sudah tugasnya abi kalau kakak atau adik salah lalu ditegur.
Lalu obrolan dilanjut dengan kakak yang protes kalo abi nya suka marah-marah xD Alhamdulillah ‘alaa kulli haal...
day1 : a video about you
bismillah...
dapat tema zona 7 ini bener-bener bikin mata melek. karena temanya ternyata cukup ngeri tapi harus berhasil dilewatiii yaitu tentang pendidikan seksualitas. jadi malam ini saya ajak anak-anak untuk nonton video mengenai bagian-bagian tubuh yang tidak boleh dipegang orang lain seenaknya. karena duo krucil familiar nonton Omar dan Hana, dan kebetulan mereka juga bikin konten mengenai hal tersebut, maka cus deeeh. bisa di klik disini link nya ya :)
setelah mereka nonton, saya jelaskan dan main role play dikit sama mereka. jadi saya golongkan orang lain menjadi : yang boleh menyentuh dengan izin, dan tidak boleh sama sekali.
yang boleh menyentuh dengan izin antara lain: abi, ummi, kakek nenek, om tante sekandung saya dan suami. diluar itu semua termasuk yang tidak boleh menyentuh sama sekali.
merujuk pada video tersebut, bagian tubuh yang tidak boleh sembarangan disentuh antara lain: pipi, bagian dada, kemaluan, dan pantat. kemudian juga dijelaskan untuk membela diri, lari, dan meminta tolong jika ada orang asing yang mendekat dan menyentuh bagian tubuh kita sembarangan.
melihat reaksinya, anak-anak saya cukup banyak pertanyaan dan agak terbengong mengingat ini kali pertama saya jelaskan mengenai keamanan tubuh mereka. waaah, masih banyak banget nih peernya --v bismillah, semangat!
Tepuk matematika
By Khonsa 6 yo & Kholid 3 yo
Rencana stimulasi :
Mengulang-ulang angka konkret
Aksi :
Ini tepuk yang terkenal dimana-mana ya buibu. Saya bilang 1, mereka tepuk 1x. Bilang 2, tepuk 2x. Bilang 3, tepuk 3x. Bilang kosong, tidak tepuk. Begitu saya bolak balik dan dipercepat temponya sampai mereka terkekeh karena saking serunya.
Refleksi :
Adek kakak seneng banget. Memang masih banyak salah tapi its okay karena tujuannya hanya untuk mengulang angka saja.
Bintang ⭐⭐⭐⭐
Mengerjakan LKS
By Khonsa 6 yo
Rencana stimulasi :
Belajar pengurangan
Aksi :
Malam ini, saya menemani kakak untuk mengerjakan salah satu soal pengurangan di majalah LKS nya yang baru dapat dari sekolah. Dengan adanya gambar, sangat memudahkan untuk belajar dan memahamkan konsep pengurangan. Kakak juga lempeng aja ketika mengerjakan hehe alhamdulillah
Refleksi :
Karena hari ini sendirian di rumah jadi memilih stimulasi yang mudah dilakukan hehe alhamdulillah kakak mau, dan ndak rewel saat mengerjakan. Kemudian jawabannya juga mayoritas benar. Ketika dijelaskan juga doi manggut manggut aja hehe alhamdulillah
Bintang ⭐⭐⭐
Transfer Kacang Ijo
By Khonsa 6 yo & Kholid 3 yo
Rencana Stimulasi
Mengenal angka abstrak
Aksi
Kali ini giliran adek yang belajar mengenai math :) habis dapet pencerahan di binar kemarin, kalo ternyata ya belajar matematika itu bisa lebib rileks dan asyik banget
Akhirnya saya bikin agenda transfer kacang hijau untuk mengajarkan konsep banyak sedikit. Sekalian dia juga melatih motor kasar dengan memindahkan kacang hijau ke gelas lain pake sendok.
Refleksi
Si adek asyik banget mindahin kacang hijau. Ummi nya yang nangis liat kacang hijau berceceran dengan senangnya di lantai.
Setelah diberi contoh, adek udah mulai paham dengan konsep sedikit banyak. Terbukti dengan beberapa pertanyaan yang dijawab benar oleh adek. Doi juga antusias dengan tantangan yang diberikan kali ini.
Bintang ⭐⭐⭐⭐
Operasi Jalan
By Khonsa 6 yo & Kholid 3 yo
Rencana Stimulasi
Mengenal konsep penjumlahan dan pengurangan
Aksi
Saya dan kakak malam ini belajar operasi penjumlahan & pengurangan dengan langkah kaki. Aturannya, setiap ada penjumlahan, dia harus maju dan menghitung tekel/lantai sesuai angka yang disebut. Kemudian ketika ada pengurangan, dia harus mundur juga sesuai angka yang saya sebut. Begitulah seterusnya...
Refleksi
Si kakak antusias banget jadi kami main agak lama. Si adik sempat juga ikutan di belakang kakaknya gitu hehe
Bintang ⭐⭐⭐⭐
Lampu Angka
Khonsa 6 yo & Kholid 3 yo
Rencana Stimulasi :
Mengenal angka konkret
Aksi :
Stimulasi hari ini saya mulai dengan bercerita mengenai rencana memasang lampu kelap kelip saat Ramadhan tiba. Nah ternyata di kabelnya, lampu tsb punya angka sendiri. Jadi memasang lampu nya harus sesuai angka. Kemudian saya jelaskan cara mengerjakannya, lalu doi melanjutkan deh sambil mengucapkan angka yang sedang ditempel. Terakhir, kami ulangi angka 1-20 yang tertempel di lampu-lampu Ramadhan kami :)
Refleksi :
Alat dan bahan yang disiapkan cukup mudah dibuat dan didapat. Dengan menambahkan cerita sebelum mengerjakan, membuat anak jadi tertarik. Dan cara mengerjakannya juga cukup mudah. Bisa digunakan untuk mengulang angka yang sudah pernah dipelajari ananda.
Bintang 5
Cerita Penjumlahan
By Khonsa 6 yo & Kholid 3 yo
Rencana stimulasi :
Mengenal angka konkret
Aksi :
Alhamdulillah bisa lanjut stimulasi sesuai rencana karena sudah balik kandang hehe. Kali ini si kakak dan adik belajar menjumlah di buku. Agar terasa lebih menyenangkan, saya tambahkan cerita ketika membacakan soal. Contohnya, di soal yang menjumlahkan gambar labu, saya ajak anak-anak berimajinasi tentang menanam labu dan itu jumlah yang berhasil dipanen, jadi berapa jumlah labu yang dimiliki oleh mereka? Kurang lebih seperti itu.
Refleksi :
Alhamdulillah kakak makin antusias apalagi ketika soalnya dibacakan seperti cerita. Dari 6 soal, kakak berhasil mengerjakan 5. Ditemani adik yang ikut menghitung berasama kakak meski belum bisa penjumlahan.
Bintang 4